SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 67


__ADS_3

Hari ini rutinitas kembali seperti biasa .Rena sudah mulai ke kantor karena kondisi Astrid cukup membaik .


Mereka sarapan bersama pagi itu .


" Kamu nggak usah keluar kemana-mana sendirian dulu ." Pesan Aska pada Astrid ,ia hanya takut kalau William memaksa bertemu dan datang kesini , apalagi Astrid sedang sendirian .


" Iya kak ."


" Kalau William nelpon atau datang kesini ,nggak usah diladeni ."


Astrid mengangguk .


Selesai sarapan mereka berpamitan .


Pagi ini ada meeting dengan beberapa manager dari kantor cabang , jadi mereka tidak boleh sampai telat .


Sampai di loby , Aska menghentikan langkahnya dan meraba saku celana belakangnya .


" Kenapa Mas ?" Tanya Rena .


" Dompet kayaknya ketinggalan ."


" Ya udah biar aku yang ambil ." Ucap Rena kemudian .


" Nggak usah ." Aska menyerahkan kunci mobil ." Tunggu di mobil aja ."


Ia berbalik dan berlari masuk ,sementara Rena langsung ke parkiran .


Hanya beberapa menit , ia sudah kembali sampai di bawah .


Begitu keluar dari lift .


" Hai Bro ." Aska menoleh .


" Haikal ."


Laki-laki itu tersenyum .


" Jadi tinggal di sini juga ?" Tanya Aska lagi .


" Yup ."


" Aku di lantai 4 mampir aja kapan-kapan ."


" Oke siap , boleh nih main kesana ?" Tanya Haikal .


" Ya bolehlah ...nggak ngantor kamu ?"


Haikal menggeleng ." Nanti siangan ."


" Oke aku duluan ya , buru-buru soalnya ." Aska menepuk bahunya , lalu bergegas keluar .


Mereka sampai di kantor jam 7 kurang beberapa menit . Aska langsung ke ruang meeting .


Rena sendiri ke ruangannya dan menyelesaikan pekerjaan .


Dua jam berlalu , Aska kembali ke ruangannya .Masih sibuk berbicara di ponselnya .


" Dimana ?" Tanyanya .


" Hotel Palm kamar 422 Pak ."


" Oke makasih ya ."

__ADS_1


" Mau kemana ?" Tanya Rena heran , melihat Aska yang baru duduk , tiba-tiba berdiri .


" Sebentar ." Jawabnya pendek , membuat Rena curiga .


" Kemana ?" Tanyanya lagi .


" Ketemu Pak Alex ."


" Beneran ?"


" Iya ."


Aska bergegas pergi ,Rena hanya menatapnya cemas . Semoga saja dia tidak berbohong kali ini .


***


HOTEL PALM


Begitu sampai Aska menemui Sahrul yang menunggunya di loby .


" Pagi Pak ." Sapanya .


" Pagi ,kamu sudah pastikan mereka di dalam ?"


" Iya Pak ."


" Bagus ."


" Oh ya Pak ,soal data wanita bernama Claudia , ternyata dia putri tunggal Pak Sasongko yang sekarang menyelesaikan studinya di Amerika ."


Aska mengerutkan alisnya ." Pak Sasongko siapa ?" Tanyanya , sambil mencoba mengingat nama yang sepertinya tak asing ." Palama Group ." Tebaknya .


Sahrul mengangguk ." Benar Pak ."


Perusahaan itu sedang dalam masalah sekarang , kondisinya diambang kebangkrutan .Satu-satunya perusahaan besar yang masih menjalin kerjasama itu hanya Permana Group . Hanya sebagai rasa simpati dan bentuk bantuan karena hubungan baik Pak Sasongko dan Papanya dulu .


Sampai sekarang memang Pak Sasongko sendiri yang masih mengelola perusahaannya meski kondisinya kian sulit .


Seandainya tidak ada masalah ,Aska akan dengan senang hati membantunya , tapi kini putri kecilnya itu berhasil mengusik keluarganya dan itu tidak akan pernah termaafkan .


Ia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang disana .


" Pagi Pak ." Sapa seseorang .


" Pagi Pak Gunawan , saya minta cabut semua kerjasama dengan Palama Group ."


" Bapak yakin ?" Tanya Gunawan disana memastikan .


" Sangat yakin ."


" Baik Pak ."


Aska memasukkan ponsel ke saku .


" Kamu bisa pergi sekarang ." Ucapnya pada Sahrul .


" Bapak yakin nggak saya temani ?"


" Nggak usah ."


Setelah Sahrul pergi , Aska segera naik ke lantai 4 .


Sampai di depan kamar 422 , ia langsung membunyikan bel berkali-kali ,sampai membuat seseorang di dalam berteriak sedikit kesal .

__ADS_1


" Iya tunggu ." Teriaknya .


Seorang wanita berambut panjang membukakan pintu .


" Anda siapa ?" Tanyanya .


Aska tidak menggubris dan menerobos masuk .


" Hei jangan kurang ajar siapa anda ?!" Teriaknya lagi , membuat seseorang yang sedari tadi berada di dalam kamar mandi langsung keluar .


" Ada apa sayang ?" Tanyanya sambil berjalan keluar .Alangkah terkejutnya melihat siapa yang berdiri di sana .


" Kak ." Panggilnya .


Aska langsung mencengkeram bajunya .


" BRENGSEEEKKK !" Umpatnya dan tanpa bicara lagi ia sudah seperti orang kesetanan .


BAGG !!! BUGG !!! BAGG !!! BUGG !!!


Aska langsung menghajarnya bertubi-tubi tanpa memberi kesempatan lawan untuk membalas .


" Apa-apaan ini ,Toloooooong !" Teriak Claudia histeris ,dalam waktu sekejap William sudah jatuh tersungkur di sudut lemari , darah bercucuran di lantai .


Claudia berlari keluar meminta pertolongan .


Sampai ia kembali bersama 3 satpam hotel yang kemudian memegangi tangan Aska , mencegah berbuat hal yang lebih gila lagi .


William nampak tertelungkup di lantai , wajahnya penuh darah .


Claudia berjalan mendekat . " Sayang , kamu nggak papa ?" Tanyanya cemas .


William hanya menatapnya tak mampu untuk mengeluarkan kata-kata , beberapa detik kemudian matanya tertutup , kesadarannya pun hilang .


" Bapak ikut kami ." Satpam menarik tangan Aska yang terlihat masih emosi .


Claudia segera menghubungi ambulance dan dia masih menangis di samping kekasihnya itu .


Sementara itu di kantor ...


Rena mulai cemas karena Aska tidak mengangkat telponnya .


Masalahnya tadi ia menelpon Pak Alex dan bilang tidak bersama Aska sekarang , lalu kemana dia ?


Rena mengusap wajahnya berkali-kali , semoga Aska tidak berbuat sesuatu yang aneh-aneh .


Ini sudah dua jam lebih dia pergi dan belum ada kabar .


Ketika ponselnya berdering di atas meja ,ia buru-buru mengambilnya ,berharap Aska yang menelpon .


Nomor tidak dikenal .


" Halo ." Jawabnya .


" Halo selamat siang ,ini dengan Ibu Rena ?" Tanya seorang laki-laki di sana .


" Iya saya sendiri , maaf ini siapa ya ?"


" Apa Tuan Aska Permana suami anda ?"


Rena sedikit kaget ." Iya , ada apa ya Pak ."


" Ibu bisa datang ke kantor polisi , suami anda ada dalam penahanan kami sekarang ."

__ADS_1


" Kantor polisi ." Ulangnya . Ia langsung terduduk lemas mendengarnya .


__ADS_2