SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 5


__ADS_3

" Sebenarnya hubungan kalian seperti apa sih ?" Tanya Jessi , mereka sedang makan siang bersama .


Rena menggeleng ." Hanya asisten dan bos nya . "


" No ...aku tidak percaya itu ." Sanggah Jessi .


" Terserah ." Rena menghabiskan nasi goreng keju pesanannya .


Jessi menarik nafas panjang ." Tapi kedekatan kalian seperti layaknya pasangan kekasih ."


Rena hanya mengangguk , masih meneruskan makan .


Iya , semua pasti berpikir begitu tentang hubungannya dengan Nico . Padahal tak ada yangs serius diantara mereka , kedekatan mereka selama ini hanya sebatas bos dan atasan , tapi memang seperti layaknya sahabat dekat .


Sebagai asisten pribadi Nico , mereka hampir setiap hari bertemu dan Rena juga tinggal di paviliun samping rumahnya .


Memang diakuinya , Nico orang yang menarik ,ceria dan dirinya merasa nyaman saat bersama .


Tetapi , apa bisa memberikan perasaan , disaat dia sendiri tak tahu siapa dirinya di masa lalu . Sebuah kecelakaan telah menghilangkan semua ingatannya .


Begitu membuka mata hanya Nicolas yang dikenalnya , tidak ada yang lain dan identitas baru untuknya telah dibuat . Namanya adalah Renata , Nico sendiri yang memilih nama itu .


Renata ...


Entah apa itu sesuai jati diri yang sesungguhnya .


Ia tak tahu bagaimana dan siapa dirinya dulu . Yang ia tahu sekarang adalah sosok yang selalu mengandalkan Nico dalam kesehariannya .


Nico mengajarkan banyak hal , dalam bersikap terhadap orang lain dan juga sedikit memberinya pelajaran soal pekerjaan di kantor . Meski sampai kini tak pernah mendapatkan jabatan apapun disana .


Kerjanya setiap hari hanya mengurus Nico , tak lebih .


" Tapi apa pernah kamu menanyakan soal ini ke Nico ?"


Rena menatapnya .


" Apa Nico punya perasaan lebih ke kamu .." Jelasnya lagi .


" Nggak lah ...memang itu penting ?"


" Rena please ...memang kamu mau hubungan kalian ini tidak berstatus , bagaimana kalau tiba-tiba Nico membawa cewek lain dan mengenalkan ke kamu ..."


Rena memonyongkan bibir , sambil memainkan sendok di piring yang sudah kosong .


" Aku tidak tahu ..." Ucapnya pendek ." Mana mungkin aku menjalin hubungan dengan seseorang , sementara aku tidak tahu masa lalu itu seperti apa ."

__ADS_1


Jessi mengangguk ." Bagaimana kalau sudah ada orang lain yang memiliki kamu di masa lalu dan masih menunggu sampai sekarang ..."


" Maybe ...."


" Kenapa nggak minta bantuan Nico untuk mengetahui masa lalu kamu ?"


Rena menatap wajah sahabatnya yang nampak sangat penasaran .


" Dia selalu marah kalau aku bahas itu ..."


" Kenapa ?"


Rena mengangkat dua bahunya .


*****


" Pak ini berkas yang diminta kemarin .."


Tisa meletakkan setumpuk kertas di atas meja .


" Oh ya Pak , untuk proyek yang baru dengan PT Perwira , ternyata ada juga satu perusahaan yang menginginkan kerjasama ini ..." Lanjutnya .


" Oh ya ..." Nico menatapnya kaget .


" Memangnya siapa ?" Tanyanya penasaran .


" PT Permana Group ."


Nico membelalakkan matanya ." Aska ...?!" Sentaknya .


" Yup ..."


" Brengsek ....!!!!" Sungutnya .


" Kalau begitu saya permisi , Pak ." Tak ada jawaban , Tisa membalikkan badan dan keluar .


Nico meremas jari-jari tangannya , selalu saja ada Aska yang menghalangi jalan kesuksesannya .


Yang dibilang Tisa benar , dia punya kesempatan besar untuk ini . Mengingat persahabatannya dengan Arya akan memuluskan jalannya tanpa harus bersusah payah .


Ia menyandarkan tubuhnya dikursi sambil memejamkan mata . Mengingat masa lalu yang teramat menyakitkan .


Kehadiran seorang wanita telah menghancurkan keluarganya yang harmonis . Papanya dengan mudah berpaling darinya .


Meninggalkannya sendiri dengan Mamanya .

__ADS_1


Yang setelah itu menjadi begitu terpuruk karena pengkhianatan suaminya sampai membuatnya frustasi , hidupnya digerogoti penyakit dan membuatnya pergi untuk selamanya .


Meninggalkan putra tunggalnya yang menjadi sebatang kara diusianya yang masih belia .


Ia tersenyum sinis . Sungguh miris masa lalunya .


Hanya karena seorang wanita ...


Sekarang ...meski mereka sudah tiada . Dendam itu tak pernah lenyap dari hatinya .


Dan kini ...seorang Aska harus benar-benar hancur .


Mereka memang ada hubungan sedarah , tapi itu semua tidak pernah meredam kebenciannya .


Aska ...kali ini dia coba mengusiknya lagi , padahal proyek dengan PT Perwira sangat diimpikannya dan lagi-lagi dia yang lebih punya peluang untuk itu .


Ia meraba saku jasnya , mengambil ponsel .


Panggilan masuk .


Rena .


" Hai sayaaaang ." Sapanya .


" Aku kesana ya , sama Jessi ."


" Okeee..."


Sambungan terputus .


Alia ...ia mengusap wajahnya .


Seorang wanita yang dicintai Aska , tapi juga yang akan menghancurkan hidupnya nanti .


Ia berdiri dan berjalan keluar .


" Pak Nico mau pulang ?" Tanya Tisa di depan .


" Ah nggak , saya cuma sebentar ...kalau Rena datang suruh tunggu ."


" Baik Pak ."


Ia menuju lift ke lantai 1 dan keluar kantor , menuju coffe shop di samping kantornya .


Memesan ice capuccino dan cheese cake untuk gadis kesayangannya ...Rena .

__ADS_1


__ADS_2