
Keesokan harinya , Oma dan Astrid benar-benar ke rumah sakit .Rena nampak sedikit terkejut dengan kedatangan mereka , sementara Aska lebih santai karena sudah tahu juga kemarin dari Astrid .
" Hai sayang , gimana keadaannya ?" Oma mendekat ke Rena dan hanya mengusap punggung tanggannya .
" Udah enakan , Oma ." Jawab Rena sembari menatapnya , seperti ada sesuatu yang berbeda dari sorot mata itu .
" Kalian berdua keluar dulu , Oma mau bicara sama Rena ."
Astrid dengan cepat menggandeng tangan Aska keluar , sebelum kakaknya itu protes .
Oma menarik kursi dan duduk di samping Rena .
Rena hanya diam , tak tahu kenapa jantungnya berdegup tak karuan .Melihat sikap Oma yang sedikit berbeda membuat perasaannya tak nyaman .
" Memangnya apa yang terjadi sampai Aska dan Nico terlibat pertengkaran kemarin ?" Tanyanya langsung .
Rena menarik nafas dalam-dalam ,masih diam karena bingung harus menjawab apa .
Oma menatapnya lekat , hal itu membuatnya semakin takut .
" Apa karena Nico tahu kalau ingatan kamu sudah kembali ." Tebak Oma yang cukup membuat Rena kaget .
" Oma tahu ?" Tanyanya balik .
" Berarti benar begitu ?"
Rena mengangguk .
" Oma juga sudah tahu semuanya soal pernikahan kalian dulu ."
Rena menatapnya kaget ,tanpa terasa air matanya meleleh .
" Iya Oma , aku minta maaf semua kesalahan itu terlalu besar ." Ucap Rena dengan suara bergetar menahan tangis .
" Oma bukan hanya butuh kata maaf , tapi kesungguhan dari hati kamu . Itu kejadian yang sangat menyakitkan sekaligus memalukan ,tetapi coba kamu lihat Aska ,sebegitu cintanya dia sama kamu sampai tak ada kemarahan sedikitpun ditunjukkannya ,padahal yang Oma tahu Aska itu sangat pemarah orangnya ."
Rena semakin terisak mendengar penjelasan Oma .
Oma menatapnya cukup lama dan diam .
" Kamu nggak ada perasaan suka sama Nico ?" Tanya Oma tiba-tiba , setelah beberapa saat mereka diam .
Rena menggeleng keras .
" Yakin ?"
" Dulu mungkin aku cuma sangat bergantung pada Nico karena cuma dia yang aku kenal ."
__ADS_1
" Dan kamu akhirnya memutuskan untuk membantu Nico ?"
" Awalnya nggak Oma ,Nico memaksa aku tinggal di apartemen dan ternyata Mas Aska tinggal di sana .Saat itu kita memang terlibat perkelahian sampai akhirnya aku jatuh di tangga dan saat itulah ingatan aku kembali ."
" Terus ...?"
" Dan aku memutuskan untuk menerima itu semua ,karena itu bisa mendekatkan aku dengan suami yang mungkin dulu sama sekali tak berarti .." Rena mengusap air mata di pipinya , ada rasa getir saat mengucapkan itu semua .
" Dengan begitu kami bisa dekat tanpa Nico harus tahu yang sesungguhnya ,aku cuma takut Nico berbuat lebih dari ini ke Mas Aska kalau ia sampai tahu yang sebenarnya ."
" Apa kamu mencintai Aska ?"
" Tentu saja Oma , apalagi sebentar lagi kita punya bayi ." Jawab Rena sambil mengusap perutnya .
" It's oke ." Oma tiba-tiba berdiri ,lalu menyandarkan tangannya di pinggiran tempat tidur , sehingga wajahnya mendekat .
" Untuk sekarang Oma sedikit percaya dengan apa yang kamu katakan ,setelah semua yang terjadi .Oma memberi kesempatan kedua karena Oma tahu Aska sangat mencintai kamu ,tapi Oma tidak akan pernah memaafkan kamu kalau sampai menyakiti Aska untuk kedua kalinya ." Ucapnya tajam dengan sorot mata yang seperti menancap di matanya , membuat Rena sedikit takut .
" Iya Oma ,aku janji akan jadi istri yang terbaik buat Mas Aska ." Ucapnya kemudian .
" Ya udah ." Oma mengusap tangannya dan tersenyum sekilas ." Kalau begitu Oma pulang dulu ,kamu harus banyak istirahat ."
" Iya ,makasih Oma ."
Oma berjalan keluar tanpa menciumnya seperti biasa .
" Oma ,bicara sama Rena lama sekali ?" Tanyanya langsung .
" Nggak ada cuma ngobrol sedikit ."
Aska kembali duduk dan Oma duduk di sampingnya ,Astrid hanya membisu tanpa berkomentar .
" Ada apa Oma ?"
Oma menggeleng ." Oma cuma bilang ,kalau Oma tahu semua tentang pernikahan kalian dulu ."
" Terus ..tadi Oma bicara apa ke Rena ?" Tanya Aska cemas .
" Oma hanya menegaskan kalau dia sudah berubah ,Oma nggak mau dia menyakiti kamu lagi untuk kedua kalinya ."
Aska hanya diam , sambil mengusap rambutnya .
" Dan buat kamu ." Oma menatapnya lekat ." Oma nggak mau kamu menjadi lemah hanya karena cinta ." Ucapnya tegas .
" Maksud Oma ?"
" Kamu harus waspada , bukan tidak mungkin dia mengulangi kesalahannya yang dulu ."
__ADS_1
" Oma kenapa ngomong gitu ." Sela Astrid .
" Oma , udahlah itu masa lalu ." Jawab Aska .
" Oma hanya mengingatkan dan tidak akan tinggal diam kalau sampai itu terjadi ."
Oma lalu berdiri dan mengulurkan tangan ke Astrid . " Ayo pulang ."
Aska hanya bisa diam menyaksikan Oma nya pulang ,ia tahu dalam kondisi marah seperti ini , Oma tidak akan bisa dibujuk dengan apapun juga .
Setelah Oma dan Astrid pulang ,Aska kembali ke kamar .
Rena nampak diam di sana , tapi bisa dilihat matanya sembab dan pipinya pun masih basah .
Rasanya lebih baik dia tak menanyakan lagi apa yang dibicarakan dengan Oma tadi ,bisa-bisa akan membuatnya kembali sedih .
Aska duduk di kursi sampingnya ." Sekarang tidur ya istirahat ,tadi siang kan nggak tidur ." Ucapnya pelan .
Rena mengangguk pelan .
" Mau ditemani tidur disini lagi ?" Tanyanya .
" Nggak usah ,kamu tiduran di sofa aja biar lebih nyaman ."
" Ya oke ."
Aska berdiri .
" Mas matiin lampunya ."
Aska mematikan lampu kamar ." Ya udah tidur ." Ucapnya sambil mengusap kening Rena lalu berjalan ke sofa .
Saat merebahkan tubuhnya di sofa , matanya sama sekali tak bisa terpejam .Sebenarnya apa yang Oma bilang ke Rena .
Ia mengusap wajahnya berkali-kali ,hal ini justru membuatnya cemas .
Beberapa menit ..sunyi . Pasti Rena sudah tidur , pikirnya .
Sampai telinganya mendengar isakan , memang pelan tapi ia mendengarnya dengan jelas .
Ia segera bangun dan menghampiri Rena .
Benar saja ia sedang menangis sesenggukan di sana .
Aska naik ke tempat tidur dan langsung memeluknya .
Rena menyusupkan wajahnya di dada Aska dan membuat tangisnya semakin kencang .
__ADS_1