SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 79


__ADS_3

" Hei ayo makan ,kok malah jadi diem semua ."


" Iya Oma ." Jawab Astrid .


Kemudian yang lainnya pun mulai mengambil nasi dengan menu kesukaan masing-masing .


Nico memulai makannya , mencoba untuk bersikap biasa .


" Aska , kamu makan sama ikan bakar harusnya nggak pakai sendok , sayang ." Protes Oma saat melihat Aska sedikit kesusahan mengambil daging ikannya dengan sendok dan garpu .


" Nggak papa Oma ." Jawab Aska .


" Ih Oma kayak nggak tahu aja , mana mau dia tangannya kotor ." Sindir Astrid .


Aska mendelik menatapnya .


" Mas , kapan selesainya kalau gitu ." Kali ini giliran Rena berkomentar , melihat Aska lama sekali makannya .


Rena mengambil air di dalam mangkok kecil yang sudah disediakan Oma ,lalu mencuci tangannya di sana .


" Sini ." Menarik piring Aska , membuatnya sedikit terkejut .


" Kok diem ?" Tanya Rena heran , saat mengulurkan tangan berniat menyuapi , Aska malah tak bereaksi .


" Nggak usah malu ,disuapin istri sendiri juga ." Goda Oma .


Astrid terkekeh .


Sementara Nico pura-pura tak mendengar percakapan mereka .


Akhirnya Aska dengan cepat menghabiskan makannya setelah disuapi .


" Oma , aku permisi ke belakang sebentar ." Pamit Rena , setelah selesai menyuapi Aska .


Setelah beberapa menit Rena ke belakang ,Nico juga keluar ruang makan dengan alasan menelpon .


Rena baru keluar dari dapur dan berniat ke toilet ketika tiba-tiba ada yang mencengkeram pergelangan tangannya .


Alangkah terkejutnya melihat siapa yang sudah berdiri di sebelahnya .


" Nico ."


Tanpa menjawab Nico menyeret keluar ke halaman samping rumah .


" Lepas ." Rena menarik tangannya dan berhasil lepas dari cengkeramannya .

__ADS_1


" Apa maksud kamu sebenarnya ?" Tanya Nico langsung .


" Maksud kamu apa ?" Tanya Rena balik .


" Kenapa kamu bisa harus sampai hamil ?" Tanyanya dengan nada suara sedikit tinggi .


" Memangnya kalau aku hamil itu satu kesalahan ?"


" Tentu saja ." Tegas Nico ." Hubungan kalian itu hanya pura-pura ."


Rena tersenyum sinis .


" Tapi bagi aku nggak seperti itu ."


Nico menatapnya tajam ." Maksud kamu apa , hah ?!"


" Gak ada masalah , aku hamil sama suami sendiri ."


Nico melotot ." Suami ?!"


Rena mengangguk mantap ." Karena aku Alia ." Jawabnya enteng .


Nico mengusap wajahnya dengan marah ." Brengsek !" Umpatnya ." Sejak kapan kamu ingat semuanya ?" Tanyanya lagi .


" Dari awal kamu suruh dekati Aska ."


" Nggak ." Jawab Rena pendek .


Nico menatapnya marah ." Tapi aku tetap mau kamu meninggalkan Aska !" Ucapnya tegas .


Rena balas menatapnya ." Nggak !"


" Brengsek !" Nico berteriak , tidak bisa lagi menyembunyikan amarahnya .Tangannya langsung terangkat ke atas .


Rena memejamkan mata saat menyadari tangan Nico yang akan memukulnya .


Mendengar suara lain , Rena membuka mata .Benar saja di sana Aska sudah menangkis tangannya , membuat Nico semakin emosi .


" Jangan ikut campur !" Sentaknya dan ..


BUG !!


Aska sudah meninju wajahnya dalam beberapa detik saja .


Tak lama Nico membalas ...

__ADS_1


BAG ...BUG ...BAG ...BUG ..


Mereka sudah berduel dan sulit di pisahkan .


" Mas , udah ." Rena berusaha memegangi lengan Aska , tapi tak digubris .


" Omaaaaaa , tolooooooooong .....!" Teriaknya histeris .


" Maaassss ." Rena berusaha dengan kuat memisahkan tubuh mereka , tapi bagaimanapun mereka berdua laki-laki tentu saja tenaganya lebih kuat .


Nico sudah jatuh tersungkur dengan wajah penuh lebam , begitu pula wajah Aska .


BAG ...BUG ...BAG ...BUG ...


Mereka bangkit lagi dan memulai duel nya .


Rena yang masih berusaha melerai , entah terdorong oleh tangan siapa , membuatnya terdorong ke belakang dan jatuh di rerumputan .


" Maassss ..!!!" Jeritnya sambil meringkuk memegangi perutnya .


Aska seperti baru tersadar dan langsung menghampiri Rena .


" Ada apa ini ?" Oma dan Astrid terkejut melihat apa yang terjadi .


Tanpa bertanya , Aska mengangkat tubuhnya dan langsung berlari keluar .


Oma dan Astrid hanya menatapnya bingung , lalu mereka menghampiri Nico .


" Mas , sakit ." Di mobil Rena terus meremas perutnya .


" Iya , iya sebentar ." Jawab Aska ,tangan kirinya memegangi perut Rena . Membuatnya semakin panik . Kalau sampai terjadi sesuatu dengan bayinya , ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri .


Harus mencari Rumah Sakit terdekat di daerah sini . Ia membelokkan mobilnya ke kiri .


PERMANA HOSPITAL .


Mereka masuk pelataran dan Aska memarkir mobil di depan jalan masuk loby .


Ia lantas keluar terlebih dulu ,seorang perawat laki-laki menghampiri , melihatnya dari kejauhan ,kenapa orang itu memarkirkan mobilnya sembarangan .


Begitu sampai di depan . Ia nampak terkejut .


" Pak Aska ." Sapanya ,yang langsung berlari menghampiri , melihat Aska nampak lebam-lebam di wajahnya .


" Mari saya bantu ." Perawat itu bermaksud memegangi tangannya .

__ADS_1


" Nggak , bukan saya ." Tolaknya ." Tolong bawakan kursi roda buat istri saya , cepetan ."


Perawat itu melihat ke dalam mobil sebentar , lalu berlari masuk .


__ADS_2