
" Hei ayo makan ,kok malah jadi diem semua ."
" Iya Oma ." Jawab Astrid .
Kemudian yang lainnya pun mulai mengambil nasi dengan menu kesukaan masing-masing .
Nico memulai makannya , mencoba untuk bersikap biasa .
" Aska , kamu makan sama ikan bakar harusnya nggak pakai sendok , sayang ." Protes Oma saat melihat Aska sedikit kesusahan mengambil daging ikannya dengan sendok dan garpu .
" Nggak papa Oma ." Jawab Aska .
" Ih Oma kayak nggak tahu aja , mana mau dia tangannya kotor ." Sindir Astrid .
Aska mendelik menatapnya .
" Mas , kapan selesainya kalau gitu ." Kali ini giliran Rena berkomentar , melihat Aska lama sekali makannya .
Rena mengambil air di dalam mangkok kecil yang sudah disediakan Oma ,lalu mencuci tangannya di sana .
" Sini ." Menarik piring Aska , membuatnya sedikit terkejut .
" Kok diem ?" Tanya Rena heran , saat mengulurkan tangan berniat menyuapi , Aska malah tak bereaksi .
" Nggak usah malu ,disuapin istri sendiri juga ." Goda Oma .
Astrid terkekeh .
Sementara Nico pura-pura tak mendengar percakapan mereka .
Akhirnya Aska dengan cepat menghabiskan makannya setelah disuapi .
" Oma , aku permisi ke belakang sebentar ." Pamit Rena , setelah selesai menyuapi Aska .
Setelah beberapa menit Rena ke belakang ,Nico juga keluar ruang makan dengan alasan menelpon .
Rena baru keluar dari dapur dan berniat ke toilet ketika tiba-tiba ada yang mencengkeram pergelangan tangannya .
Alangkah terkejutnya melihat siapa yang sudah berdiri di sebelahnya .
" Nico ."
Tanpa menjawab Nico menyeret keluar ke halaman samping rumah .
" Lepas ." Rena menarik tangannya dan berhasil lepas dari cengkeramannya .
__ADS_1
" Apa maksud kamu sebenarnya ?" Tanya Nico langsung .
" Maksud kamu apa ?" Tanya Rena balik .
" Kenapa kamu bisa harus sampai hamil ?" Tanyanya dengan nada suara sedikit tinggi .
" Memangnya kalau aku hamil itu satu kesalahan ?"
" Tentu saja ." Tegas Nico ." Hubungan kalian itu hanya pura-pura ."
Rena tersenyum sinis .
" Tapi bagi aku nggak seperti itu ."
Nico menatapnya tajam ." Maksud kamu apa , hah ?!"
" Gak ada masalah , aku hamil sama suami sendiri ."
Nico melotot ." Suami ?!"
Rena mengangguk mantap ." Karena aku Alia ." Jawabnya enteng .
Nico mengusap wajahnya dengan marah ." Brengsek !" Umpatnya ." Sejak kapan kamu ingat semuanya ?" Tanyanya lagi .
" Dari awal kamu suruh dekati Aska ."
" Nggak ." Jawab Rena pendek .
Nico menatapnya marah ." Tapi aku tetap mau kamu meninggalkan Aska !" Ucapnya tegas .
Rena balas menatapnya ." Nggak !"
" Brengsek !" Nico berteriak , tidak bisa lagi menyembunyikan amarahnya .Tangannya langsung terangkat ke atas .
Rena memejamkan mata saat menyadari tangan Nico yang akan memukulnya .
Mendengar suara lain , Rena membuka mata .Benar saja di sana Aska sudah menangkis tangannya , membuat Nico semakin emosi .
" Jangan ikut campur !" Sentaknya dan ..
BUG !!
Aska sudah meninju wajahnya dalam beberapa detik saja .
Tak lama Nico membalas ...
__ADS_1
BAG ...BUG ...BAG ...BUG ..
Mereka sudah berduel dan sulit di pisahkan .
" Mas , udah ." Rena berusaha memegangi lengan Aska , tapi tak digubris .
" Omaaaaaa , tolooooooooong .....!" Teriaknya histeris .
" Maaassss ." Rena berusaha dengan kuat memisahkan tubuh mereka , tapi bagaimanapun mereka berdua laki-laki tentu saja tenaganya lebih kuat .
Nico sudah jatuh tersungkur dengan wajah penuh lebam , begitu pula wajah Aska .
BAG ...BUG ...BAG ...BUG ...
Mereka bangkit lagi dan memulai duel nya .
Rena yang masih berusaha melerai , entah terdorong oleh tangan siapa , membuatnya terdorong ke belakang dan jatuh di rerumputan .
" Maassss ..!!!" Jeritnya sambil meringkuk memegangi perutnya .
Aska seperti baru tersadar dan langsung menghampiri Rena .
" Ada apa ini ?" Oma dan Astrid terkejut melihat apa yang terjadi .
Tanpa bertanya , Aska mengangkat tubuhnya dan langsung berlari keluar .
Oma dan Astrid hanya menatapnya bingung , lalu mereka menghampiri Nico .
" Mas , sakit ." Di mobil Rena terus meremas perutnya .
" Iya , iya sebentar ." Jawab Aska ,tangan kirinya memegangi perut Rena . Membuatnya semakin panik . Kalau sampai terjadi sesuatu dengan bayinya , ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri .
Harus mencari Rumah Sakit terdekat di daerah sini . Ia membelokkan mobilnya ke kiri .
PERMANA HOSPITAL .
Mereka masuk pelataran dan Aska memarkir mobil di depan jalan masuk loby .
Ia lantas keluar terlebih dulu ,seorang perawat laki-laki menghampiri , melihatnya dari kejauhan ,kenapa orang itu memarkirkan mobilnya sembarangan .
Begitu sampai di depan . Ia nampak terkejut .
" Pak Aska ." Sapanya ,yang langsung berlari menghampiri , melihat Aska nampak lebam-lebam di wajahnya .
" Mari saya bantu ." Perawat itu bermaksud memegangi tangannya .
__ADS_1
" Nggak , bukan saya ." Tolaknya ." Tolong bawakan kursi roda buat istri saya , cepetan ."
Perawat itu melihat ke dalam mobil sebentar , lalu berlari masuk .