SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 59


__ADS_3

Mereka makan malam dengan menu rendang daging buatannya tadi , Aska cukup menyukainya juga masakannya kali ini .


Selesai dengan rendang ,ditutup dengan salad buah yang dibeli Aska di cafe tempatnya meeting tadi .


" Tadi aku ke tempat Astrid ." Ucap Rena ,memasukkan sepotong buah kiwi ke mulutnya .


" Oh ya ?"


" Ya ,kita makan siang bareng .Astrid sempat bilang kalau semalam perutnya kram ."


Aska menghentikan makannya ." Terus ?" Tanyanya khawatir .


" Aku udah nawarin ke dokter ,tapi dia nggak mau ." Jawab Rena kemudian ." Aku juga mengusulkan kalau di unit sebelah masih kosong ,jadi akan lebih baik kalau Astrid mau pindah kesini kan ."


Aska mengangguk ." Ya tapi Astrid itu agak sulit kalau nggak sesuai keinginannnya sendiri ."


" Iya aku tahu ,tapi kondisinya sekarang kan lagi hamil ,nggak baik kalau dia tinggal sendirian ."


" Semoga aja dia mau disini ."


Rena mengangguk .


Pukul 22.00 mereka masuk kamar .Selesai ganti baju Rena langsung merebahkan tubuhnya dikasur sambil menggeliat meluruskan tangannya , hari ini badannya capek sekali .Tak lama Aska mendekat dan duduk di sebelahnya .


Ponselnya berbunyi .


Astrid .


Rena segera mengangkatnya .


" Iya ."


" Kak sepertinya aku terima tawaran yang tadi ."


" Tawaran yang mana ?" Tanya Rena balik .


" Aku mau pindah ke apartemen kakak ."


Rena menatap Aska sebentar . " Beneran ?"


" Iya kak ."


" Ya udah , nanti aku bilang sama kakak kamu ."


" Iya makasih ya kak ."


" Besok aku kabari ya ."


Sambungan terputus .


Aska menatapnya ." Kenapa ?"


" Astrid mau pindah kesini ."


Aska mengangguk ." Baguslah ,besok pagi aku ke kantor manajemen , semoga memang belum ada yang menempati ."

__ADS_1


" Ya ." Jawab Rena .


Ia mulai menguap , matanya sudah terasa berat .


" Capek ?" Tanya Aska .


Rena hanya mengangguk sekilas ,lalu membalikkan badan membelakangi Aska .


Sebelum terlelap , ia merasakan pijatan di bahunya .


" Mas ,sama punggung juga ya , punggung aku pegal ."


Aska melotot .


Malah ngelunjak dia ,gumamnya .


Pada akhirnya , ia menjadi tukang pijat dadakan .


Rena malah semakin menyamankan posisi tubuhnya .


Setelah hampir 30 menitan ,ia memijat seluruh tubuhnya . Rena akhirnya terlelap .


Aska menyelimutinya ,lalu mematikan lampu tidur di nakas .


*****


Paginya ...


Aska segera ke kantor manajemen apartemen yang ditempati ,mengurus penyewaan unit disebelahnya yang dulu ditempati Rena .


Rena memutuskan tak ke kantor hari ini dan memilih membantu Astrid berkemas .Aska menyetujui nya .


Mereka memang berangkat bersama ,tapi Aska mengantarkannya ke apartemen Astrid .


" Aku sudah hubungi Pak Budi paling sebentar lagi kesini ."


Rena mengangguk .


Pak Budi adalah salah satu satpam di rumahnya ,kali ini diminta untuk membantu mengangkat barang-barang Astrid .


" Nanti pasti telpon kalau sampai , udah aku kasih nomor kamu juga ."


" Iya Mas ."


Aska mengantarkan sampai depan loby .


Sesampainya di unit milik Astrid .


Rupanya dia sudah menata semua baju nya yang di lemari dan menaruhnya di atas kasur , hanya tinggal memasukkan ke koper .


" Sini biar aku aja ." Larang Rena saat melihat Astrid mau mengangkat setumpuk baju yang di kasur .


Astrid menatapnya ." Kak Aska mana ?"


" Ke kantor , ada meeting penting juga hari ini , jadi nggak bisa libur ."

__ADS_1


Astrid mengangguk .


Rena sudah memasukkan dengan rapi semua baju dan barang pribadi lainnya ke dalam tiga koper besar , ketika ponselnya berbunyi .


Nomor tak dikenal .


" Halo ."


" Halo Bu Rena ,saya sudah di loby ."


" Oh Pak Budi , iya langsung naik aja Pak , lantai 2 unit 200 ya ."


" Baik Bu ."


" Siapa kak ?" Tanya Astrid .


" Satpam di rumah ,tadi Mas Aska yang suruh kesini untuk bantu bawa barang-barang ."


" Oh iya ."


Selesai berkemas dan memastikan tak ada lagi barang tertinggal . Pak Budi mengangkat semua barang bawaan ke mobil .


Mereka sampai di apartemen pas jam makan siang . Setelah memasukkan semua barangnya ke dalam unitnya . Pak Budi sudah berpamitan pulang .


" Kita makan dulu aja ,pasti udah lapar kan ." Ucap Rena , lalu mengajak Astrid ke unitnya .


Ia sudah masak juga tadi sekalian membawakan bekal untuk makan siang Aska di kantor .


" Kakak tiap hari masak sendiri untuk bekal ke kantor ?" Tanya Astrid ,mereka sudah duduk berdua dan menikmati makan siangnya .


" Nggak sih ,kadang kalau nggak keburu ya nggak masak ."


" Masakan kakak enak-enak ,gimana Kak Aska nggak tambah doyan makan itu ."


Rena tertawa ." Bisa aja kamu ,udah habisin ."


*****


Sementara di kantor .


Aska membuka kotak makannya , memang selalu menggoda lidahnya setiap masakan yang dibuat Rena .Kali ini yang dibawanya ayam goreng saos mentega .


Meski menggoda lidah dan perutnya ,tetapi sedikit mengurangi nafsu makannya juga .Apalagi ia cuma sendirian disini .


Ia menyuapkan makanan ke mulut dengan malas .Rasanya memang selalu pas di lidahnya .


Masih tersisa separuh nasinya , rasanya sudah mulai kenyang ,tapi kalau makanan ini tidak habis ,bisa-bisa Rena mengomelinya nanti saat pulang .


Ia mengusap keningnya , sambil meminum segelas air putih .


Sekarang ,ia sudah benar-benar bergantung pada wanita itu .Meski kadang menyebalkan , tapi sekarang ia merasa kesepian saat harus di kantor sendirian .


Tanpa disadari , ia sudah menghabiskan makanannya .


Setelah membereskan kotak makannya , ia bergegas ke ruang meeting .

__ADS_1


__ADS_2