SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 16


__ADS_3

Paginya ...


Setelah subuh , Rena memilih berjalan-jalan di sekitar apartemen ,sekalian sedikit berolahraga juga .


Ia merasa sangat kesepian disini ,diambilnya ponsel dan menghubungi Jessi ...hanya nada panggilan berkali-kali , tak ada jawaban .


Huft ...ia mendesah pelan . Satu-satunya teman yang dimilikipun , berhari-hari sangat sulit untuk dihubungi apalagi diajak ketemuan .


" Hai ..."


Rena menoleh .


" Sarah ." Panggilnya sedikit terkejut , kemarin mereka bertemu dan sempat berkenalan .


" Mau kemana ?" Tanya Sarah .


" Cuma jalan-jalan aja ,sedikit olahraga juga ."


Sarah mengangguk ." Ke taman depan aja yuk ,sekalian ngobrol-ngobrol juga ...mau kan ?"


" Boleh ." Jawab Rena langsung , ia cukup senang ,mungkin mereka bisa berteman setelah ini .


Mereka berjalan ke taman , yang berjarak sekitar 500 meteran dari apartemen .


Setelah berkeliling sebentar , mereka duduk di satu bangku kosong .


Tak lama seorang laki-laki menawarkan minuman dingin .


" Mau ..?" Tanya Sarah yang langsung mengambil air mineral .


Rena mengangguk , lalu Sarah memberikan satu botol padanya .


Sama-sama meminumnya ,karena pagi ini udaranya cukup panas , meski matahari belum sepenuhnya beranjak .


Rena menatapnya ." Oh ya ,kemarin kamu panggil aku dengan nama Alia ...sebelumnya juga ada yang seperti itu , memang wajah kita benar-benar mirip ya ..?" Tanya nya langsung .


Sarah balas menatapnya ,menaruh botol air mineralnya di bangku sampingnya ." Ya sangat mirip ,hanya mungkin penampilan kalian lebih berbeda , Alia yang aku tahu sangat sederhana dalam berpakaian ."


" Memangnya Alia itu siapa ?" Tanya Rena lagi .


" Istri sahabat aku ." Jawab Sarah pendek .


Sahabat ...? Itu berarti Sarah dan Aska bersahabat , pantas kemarin dia bisa ada di apartemen tempatnya tinggal .


" Maksud kamu Aska ?"


Sarah sedikit terkejut ,tapi ia ingat dari cerita Aska kemarin , mereka sempat bertemu waktu di hotel dan mungkin mereka berkenalan juga saat itu .


" Ya ."


" Memangnya Alia itu hilang atau bagaimana ?"


Sarah menarik nafas panjang ." Rasanya tidak pantas kalau aku menceritakan masalah orang lain , yang jelas sekarang ini mereka tidak sedang bersama , itu saja ."


Rena mengangguk , merasa iba juga dengan apa yang dialami Aska . Meski baru 2 kali bertemu , ia tahu dari cara pembawaannya , Aska itu laki-laki yang baik .


Suara ponsel berdering , ternyata milik Sarah .


" Baru saja diomongin , udah nelpon ." Ucapnya sebelum mengangkat telpon dari Aska .


" Ya ." Jawabnya .


" Pagi-pagi kamu udah disini ?" Tanya Sarah .


" Oh iya , jatuh di sini , tadinya nanti siang aku antar sekalian ke kantor Papa ."

__ADS_1


" Ya udah ..kesini dulu deh , aku di taman dekat situ ."


" Oke ."


Sambungan terputus .


" Kamu mau pergi ?"


Sarah menggeleng .


" Aska disini ,mau ngambil flashdisk kemarin ketinggalan ..."


" Oh ya udah ,kamu duluan aja nggak papa ." Seru Rena .


" Dia mau kesini ,tadi masih parkir mobil ...bentar lagi juga datang ."


10 menit kemudian ..


Nampak Aska berjalan kaki mendekat ke arah mereka . Sedikit kaget juga melihat siapa yang bersama Sarah disana .


" Ini masih pagi sekali , kamu udah mau ngantor ..?" Celetuk Sarah begitu Aska mendekat ke arahnya , ia menatap Rena sebentar .


" Ya nggak ,kan emang mau mampir kesini dulu ." Jawab Aska ." Masih mau disini ?"


Sarah berdiri ." Rena ayuk ." Ajaknya .


Rena mengangguk lalu berdiri .


Sarah berdiri di samping Aska , kemudian menatapnya sebentar ." Kamu kenapa ...sakit ?" Tanya nya , melihatnya tidak serapi biasanya dan wajahnya terlihat sedikit pucat .


Aska menggeleng .


" Tapi wajah kamu kayak pucat gitu ?" Tanya Sarah khawatir .


" Nggak papa sedikit pusing aja ,kemarin nggak bisa tidur ."


" Ada meeting penting ." Jawab Aska , mereka sudah berjalan bersama meninggalkan taman menuju apartemen .


" Harusnya kamu itu cari asisten pribadi , biar bisa menemani kemana-mana ,nggak sendirian gini ." Sindir Sarah .


" Apa hubungannya ...?"


" Ya ,kan lumayan bisa membantu kerja kamu ...kalau lagi sakit gini nggak harus melakukan semua sendiri ."


Aska hanya diam .


" Atau perlu cari istri baru ,biar sakit ada yang urus .." Godanya lagi .


" Nggak usah ngaco ..." Aska mempercepat langkah mendahului mereka .


Rena hanya diam mendengar percakapan mereka .


Setelah sampai di apartemen , mereka terpisah di lift ,Aska dan Sarah keluar lebih dulu di lantai 3 .


" Emang benar-benar mirip kan ?" Tanya Sarah lagi .Aska sudah duduk di sofa ruang tamu .


" Ya ." Jawabnya pendek . Menanggapi tentang Rena .


Sarah menatapnya . Ini orang memang selalu nampak tenang sebesar apapun masalahnya , pikirnya .


Dilihatnya Aska menyandarkan tubuhnya di sofa , sambil memijat sendiri pelipisnya .


" Aku buatin teh hangat ya ." Tawarnya .


Aska mengangguk .

__ADS_1


Setelah menghabiskan teh hangat yang disajikan Sarah dan memasukkan flashdisk nya di saku ,ia berpamitan .


" Mau aku antar aja ,kamu bisa nyetir sendiri ...?" Tanya Sarah , mengantar sampai depan pintu .


" Ya bisa ,tadi juga nyetir sendiri kan ." Elaknya , lalu berjalan menjauh ..langsung menuju lift di pojok kanan .


Pintu lift terbuka dan sama seperti kemarin saat kesini .


Rena sudah berada didalam sana .


" Hai ..." Kali ini ia menyapa duluan .


Aska cuma menatapnya ." Mau kemana ?" Tanyanya .


" Ke supermarket ."


" Oh ..."


Setelah itu tak ada percakapan , sampai mereka di lantai 1 .


Mereka berpisah ...Aska lewat pintu samping , yang lebih dekat ke parkiran .


Aska sudah keluar parkiran dan melewati lagi depan apartemen .


Dilihatnya di trotoar tak jauh dari gedung apartemen .Rena sedang berdiri sendirian disana .


Aska menepikan mobil dan membuka kaca jendela .


" Nunggu siapa ?" Tanyanya .


Rena nampak menundukkan kepala ,melihat siapa yang ada di dalam mobil .


" Taksi online ..." Jawab Rena .


" Masih lama ?"


Rena menatap layar ponselnya ." 15 menitan ."


" Memangnya mau ke supermarket mana ?" Tanya Aska lagi .


" Yang di taman anggrek ."


" Oh searah , bareng aja nggak papa , masuk ."


Rena nampak kaget mendengarnya ." Nggak usah makasih ,aku nunggu aja nggak papa , nggak buru-buru juga ."


Aska membukakan pintu mobil samping dan pada akhirnya Rena naik juga .


" Makasih ya ." Ucapnya saat sudah duduk di dalam mobil .


Aska mengangguk ,lalu mengusap lehernya sebentar sebelum kembali menjalankan mobilnya .


Rena menatap laki-laki disampingnya itu .Cukup lama dan sepertinya Aska sendiri tak menyadarinya .Sampai mereka berhenti di lampu merah .


" Kamu baik-baik aja ?" Tanya Rena .


Aska menoleh ." Ya ."


Rena membuka tas dan mengambil kantong kecil di dalam ,yang ternyata berisi beberapa obat .


Ia mengambil satu obat sakit kepala , membuka kemasan dan memberikannya ke Aska .


Dengan wajah bingung , Aska menerima .


Begitu juga saat Rena memberikan air mineral yang ada di samping jok .

__ADS_1


Aska lalu meminumnya sebelum lampu hijau menyala .


__ADS_2