SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 22


__ADS_3

Pagi yang dimulai dengan gerimis ...


Rena masih meringkuk di kasurnya .


Kepalanya sedikit pusing tadi , harusnya memang kemarin ia kontrol ke dokter , tapi dilewatkannya begitu saja , karena ia lebih memilih mencari Bapak .


Ternyata kenyataan justru lebih menyakitkan .


Aska ...suami yang telah ditinggalkannya begitu saja , malah masih berbuat baik dengan mau menampung Bapak dirumahnya , walaupun bisa saja itu tak dilakukan , mengingat apa yang sudah dilakukan padanya dulu .


Tidak hanya rasa sakit , tapi juga malu dan mungkin menimbulkan trauma tersendiri baginya .


Harusnya ...ia menolak dengan tegas kalau memang tak menyukainya , bukan malah lari disaat status mereka sudah resmi sebagai suami istri .


Untuk menolak pun , ia tak punya daya ...meski pada saat itu juga Aska tak pernah memaksa untuk menerima pinangannya .


Kebaikan Aska pada keluarganya membuat ia tak mampu untuk mengucapkan kata tidak .


Pada akhirnya ,ia nekat melakukannya , walau pada akhirnya ia akan menyesali semua .


Seandainya ia mau mencoba , setidaknya sampai mengenal betul siapa dan bagaimana suaminya , mungkin hidupnya sekarang tidak seperti ini .


Ia mengambil ponsel dan coba mencari tahu tentang suaminya itu .


Hanya dengan mengetikkan nama Aska Permana ...berbagai artikel berita tentang pengusaha muda itu bermunculan .


Pada artikel lama , menyebutkan tentang acara pernikahannya yang diadakan secara tertutup ,tak ada satupun foto yang menampakkan dirinya kala itu dan beberapa bulan setelah pernikahan . Sebuah artikel cukup mengejutkan .


Disitu tertulis statement dari Aska soal istrinya .


Ia memutar vidio tentang pernyataan Aska soal istrinya di depan wartawan .


Air matanya menetes pelan .Dalam penjelasannya ,tak sedikitpun Aska berbicara buruk tentangnya . Hanya bilang kalau istrinya menetap di Amerika bersama adiknya dan tak ada yang mencurigakan saat itu ,karena Aska sendiri hampir sebulan sekali kesana ,yang akan semakin memperkuat pernyataannya soal kehidupan rumah tangga mereka .


Setelah itu ...tak ada lagi berita tentang rumah tangganya yang diangkat ke publik ,hanya tentang bisnis dan perusahaannya , itu saja .


Apa benar selama ini ia sudah menyia-nyiakan suami terbaik yang sudah ditakdirkan untuknya ..?


Kalaupun benar ,apa bisa ia merengkuhnya lagi ...hatinya semakin menciut tatkala membayangkan ,mungkin saja hati Aska telah goyah .Cinta yang dulu dimilikinya perlahan terkikis berganti kebencian yang mendalam padanya .


Ia menarik nafas panjang ,lalu menaruh ponsel di nakas .Mendengar ada suara bel pintu .


Siapa bertamu pagi-pagi begini ?


Ia segera bangun ,merapikan baju dan juga rambutnya ,lalu bergegas keluar .


Saat membuka pintu .Nico sudah berdiri disana .


Tanpa menyapa ia langsung masuk dan duduk di sofa . Raut wajahnya terlihat sumringah pagi ini .


" Hai sayaaaang ." Sapanya , lalu memintanya untuk duduk ." Udah enakan ?"


Rena mengangguk .

__ADS_1


" Bisa kamu ceritakan sekarang ?"


" Cerita apa ?" Tanya Rena balik .


Nico menyilangkan kaki ,sambil menyandarkan punggungnya di bantalan sofa .


" Bagaimana kamu bisa menaruh lamaran di perusahaan Aska ."


Rena menarik nafas panjang ,sudah tahu pasti hal ini yang membuat Nico sangat bersemangat .


" Kebetulan di apartemen sini aku punya teman dan dia juga kenal Aska .."


" Terus ..?"


" Ya ...kita kenalan secara tidak sengaja disini ."


" Oh ya ." Nico membelalakkan matanya ." Jadi kamu sudah bertemu langsung dengan Aska ?" Tanyanya antusias .


" Ya ..."


" Terus reaksi Aska bagaimana ?"


" Biasa aja ." Cetusnya .


Untuk jawabannya kali ini ,sepertinya kurang memuaskan bagi Nico .


" Lalu gimana ceritanya cv kamu bisa langsung diterima ?"


" Aku cuma bilang sedang butuh pekerjaan dan dia coba membantu ,siapa tahu ada lowongan di perusahaannya ."


Nico tiba-tiba mendekat dan mengusap rambutnya , membuat Rena risih dan ia sedikit menjauhkan duduknya .


" Kita cari sarapan dulu ,kamu pasti belum makan kan ?"


Rena menggeleng ." Aku masih pusing ,jadi mau tiduran aja ." Tolaknya .


Nico menatapnya sembari mengusap keningnya ." Kemarin kontrol ke dokter kan ,katanya gimana ?"


" Nggak ada masalah ,semua baik ." Ucapnya berbohong .


Nico menatap jam ditangannya ." Ya udah ,aku ke kantor aja deh ...nanti aku pesenin makanan biar diantar kurir ."


Rena mengangguk dan setelah itu Nico pun berpamitan .


*****


" Permisi Pak , ada Pak Sahrul di depan ."


" Ah iya suruh masuk ."


Aska tengah memeriksa beberapa dokumen di meja , tapi mendengar nama Sahrul ...rupanya membuat ketertarikannya pada pekerjaan teralihkan , ia lebih penasaran dengan berita yang akan disampaikan Sahrul kini .


" Pagi Pak ." Sapa Sahrul , yang kali ini hanya mengenakan tshirt dan celana jeans , serta topi .Seperti itulah penampilannya setiap hari .

__ADS_1


" Pagi ,duduk ."


Sahrul duduk didepannya , sambil membawa amplop coklat yang kemarin .


" Bagaimana ,sudah ada kabar ?" Tanya Aska ,seperti sudah tak sabar .


Sahrul mengangguk mantap .


" Renata Putri ,yang baru pindah ke Green Park Apartment ...ternyata ..."


" Apa ?" Tanya Aska , melihat raut wajah Sahrul yang berubah .


" Dulu dia menjadi asisten pribadi dan tinggal di paviliun rumah bos nya ."


Aska mengerutkan keningnya ." Siapa ?"


Sahrul menatapnya ,seperti merasa tak enak dengan berita yang akan disampaikannya .


" Sahrul ,cepat katakan ?" Sentak Aska .


Ia menarik nafas panjang ." Kakak anda ...Nicolas Sebastian Permana ."


Kali ini Aska tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya dan hanya melotot ke arah Sahrul .


" Mereka sudah tinggal bersama setahunan ini ." Lanjutnya ." Dan di amplop ini kemarin saya juga menemukan kertas kecil ini ,mungkin Bapak tidak melihatnya ." Lalu menyerahkan ke Aska .


Aska membacanya , ini adalah alamat kantornya .


" Berarti cv ini memang akan dikirim ke alamat kantor ,tanpa Bapak membawanya sendiri kemarin ."


Aska mengusap wajahnya pelan , masih tak percaya dengan fakta yang diketahuinya sekarang .


Nico ...ternyata sekuat itu kemauannya untuk terus mengusik hidupnya dan kali ini ...ia mengirim Rena untuk masuk dalam perusahaannya atau mungkin lebih dari itu ...


" Apa mereka hanya berhubungan sebatas asisten dan atasannya ?" Tanya Aska ragu .


Sahrul mengangkat bahunya ." Menurut yang saya ketahui , sepertinya lebih dari itu ."


Aska hanya menatap lurus ke depan , hati dan pikirannya sedang berkecamuk sekarang .


" Dan satu lagi yang perlu Bapak tahu .."


Aska menoleh ." Apa ?"


Sahrul mengeluarkan selembar kertas dari amplop itu ." Ini semua adalah identitas baru yang sengaja dibuat oleh Pak Nico ."


Aska masih diam ,kali ini perasaannya mulai tak nyaman .


" Renata Putri itu tidak pernah ada ..."


Aska menarik nafas panjang , bersiap mendengar sesuatu yang pasti akan terasa menyakitkan baginya .


" Renata Putri yang sebenarnya adalah ..." Sahrul menghentikan ucapannya , ia sudah lama bekerja sama dengan Aska dan tahu apa yang terjadi selama ini dengan bos nya itu ..dan tentu saja kabar yang dibawanya ini teramat sangat tidak ingin didengarnya ,mungkin .

__ADS_1


" Alia Permata ." Sambung Aska .


Sahrul hanya menatap bos nya itu dan pada akhirnya ia mengangguk juga .


__ADS_2