
Dari sore Rena membantu Astrid menata barangnya di unit baru apartemen nya .
" Kamu kenapa bawa baju segini banyak ,kayak mau pindahan ." Goda Rena .
" Iya juga sih kak ,harusnya dikit aja biar ga ribet yah ." Jawab Astrid sambil menata bajunya di lemari .
Dan kali ini pun ,Rena menangkap sesuatu yang berbeda . Kepulangan Astrid ini hanya sebentar saja ,atau memang ia akan terus disini . Apa jangan-jangan ada masalah dalam pernikahannya .
Berbagai pikiran berkecamuk dalam benaknya ,semoga ini hanya perasaannya saja . Nggak mungkin juga ada masalah ,apalagi mereka akan punya anak sebentar lagi .
Setelah selesai Rena kembali ke unitnya ,sebentar lagi pasti Aska pulang .
Benar saja , begitu ia mau berbelok ke unitnya .Terlihat Aska baru keluar dari lift .
" Dari mana ?" Tanya Aska .
" Bantuin Astrid berbenah ."
" Udah selesai ?"
" Udah ."
Mereka masuk ke unitnya .
*****
Malam harinya ...
Astrid merebahkan tubuhnya di kasur ,lumayan capek juga seharian ini harus berbenah , untung kakak iparnya itu bersedia membantu .
Ia mengusap perut buncitnya sambil menyelonjorkan kakinya yang sedikit pegal .
Ponsel di nakas berdering ,ia bergegas mengambilnya .
Kali ini ia langsung mengangkat panggilan telponnya .
" Sayang , kamu dimana aku sudah di depan unit Mommy ."
Astrid mendesah pelan .William sudah disini .Untungnya ia sudah pindah sekarang ,tapi apa mungkin ia merahasiakan tempat tinggalnya sekarang .
" Sayang ..." Panggilnya lagi .
" Ya ,aku ditempat Kak Aska ." Ucapnya akhirnya ,pasti William mengira kalau ia di rumah kakaknya itu .
Lama tak terdengar balasan dari William ,Astrid hampir saja mau mematikan sambungan ponselnya sampai ia mendengar suara .
" Sayang , masih lama ."
Astrid membelalakkan matanya ,terdengar suara wanita disana .Bisa saja ia mengira kalau itu hanya suara orang lain yang sedang lewat , tapi begitu mendengar suara yang sangat dikenalnya membuatnya berpikir lain .
" Sebentar sayang ,tunggu di mobil ."
Astrid mematikan ponsel dan menangis sejadi-jadinya dengan menumpukan wajahnya di bantal .
__ADS_1
Cuma ini yang bisa dilakukannya sekarang .
Cukup lama ia tergugu ,sampai sedikit kram dirasakan .
Ia menarik nafas panjang ,mencoba menenangkan hati dan perasaannya . Sembari mengusap perutnya . Bila seperti ini ,biasanya kram itu akan hilang dengan sendirinya .
Sudah dua kali dicoba ,tapi kenapa kali ini berbeda .
Ia meringis kesakitan , kenapa kram nya makin menjadi . Perutnya seperti tertusuk-tusuk rasanya .
Ia meraih ponselnya dan mencari satu nama .
Akan tidak termaafkan bagi dirinya sendiri kalau sampai terjadi hal buruk pada anaknya .
*****
Di unitnya ...
Rena dan Aska selesai menikmati makan malamnya .Mereka ngobrol sebentar di meja makan sampai ponsel milik Rena yang di kamar berdering .
" Sebentar ."
Rena berlari ke kamar dan buru-buru mengambil ponselnya di kasur .
Astrid .
" Iya kenapa ?" Sapanya langsung .
Hanya terdengar suara gemerisik disana .
" Kakak ." Jawabnya parau .
" Kamu kenapa ?" Tanya nya panik .
" Perut aku sakit ."
" Apa !" Sentak Rena ." Tunggu kita kesitu ."
" Mas ." Rena berlari keluar .
" Ada apa ?"
" Astrid katanya perutnya sakit ."
" Ambil kunci mobil ." Ucap Aska lalu berlari keluar .
Untungnya pintu tidak dikunci .
Mereka menerobos masuk langsung ke kamar .Terlihat Astrid meringkuk di kasurnya .
Tanpa bertanya , Aska langsung menggendongnya dan membawanya keluar .
" Kakak sakit ."
__ADS_1
Mereka sudah di mobil , Astrid masih meringis kesakitan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rena .
" Iya , iya sebentar lagi sampai ."
15 menit mereka sampai di rumah sakit terdekat .
Begitu mobil berhenti , Aska turun lebih dulu mengambilkan kursi roda , setelah itu membantu Astrid keluar dari mobil .
Perawat langsung mengantarkan ke IGD .
Setelah itu mereka hanya bisa menunggu diluar .
Aska tak bisa menyembunyikan kegusarannya ,ia mondar-mandir di depan pintu ,menunggu dokter keluar .
Waktu terasa sangat lama ,tak ada satupun dokter atau suster yang keluar ,sekedar memberikan informasi keadaannya .
Sampai terdengar suara pintu terbuka .Mereka bergegas menghampiri .
" Gimana Dok ?" Tanya Aska cemas .
" Apa anda suami pasien ?" Tanya dokter yang menangani .
Aska menggeleng ." Saya kakaknya ,suaminya masih di luar negeri ."
" Oh baiklah .." Dokter wanita itu melepaskan kacamatanya ,lalu mulai menceritakan keadaannya ." Kondisi kandungan Ibu Astrid sedikit lemah , mungkin kondisi nya sedang stress atau capek ..?"
Aska diam sebentar , stres sepertinya tidak begitu ." Mungkin memang kecapekan Dok ,dia baru pindahan juga soalnya ." Jawabnya ,mungkin itu penyebabnya .
" Oke memang kondisi janinnya baik-baik saja ,tapi tolong dijaga kondisi fisik dan juga psikisnya ya Pak ,jangan sampai stres karena itu akan sangat berpengaruh ke kandungannya ."
" Terus apa ini harus opname ?" Tanya Aska lagi .
" Kita tunggu satu jam ke depan ,kalau sudah tidak terjadi kram lagi , bisa pulang tapi tetap harus bedrest ."
" Baik Dok ." Jawab Aska kemudian ." Apa kita boleh masuk ?"
" Iya Pak silahkan ."
Mereka bergegas masuk .
" Masih sakit ?" Tanya Rena sambil mengusap kening Astrid .
" Sedikit Kak ."
" Kamu nggak mau kabari William ?" Tanya Aska .
Astrid menggeleng ." Nggak usah , nanti malah bikin khawatir ."
" Ya udah oke ,kamu istirahat dulu sebentar kita diluar ." Lanjut Aska lagi .
" Tapi aku nggak harus di opname kan ?"
Aska menggeleng ." Tunggu satu jam ,kalau udah nggak sakit lagi bisa pulang makanya sekarang istirahat nggak usah mikirin apa-apa ."
__ADS_1
Astrid mengangguk .
Mereka keluar meninggalkannya sendirian disana .