SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 60


__ADS_3

Dari sore Rena membantu Astrid menata barangnya di unit baru apartemen nya .


" Kamu kenapa bawa baju segini banyak ,kayak mau pindahan ." Goda Rena .


" Iya juga sih kak ,harusnya dikit aja biar ga ribet yah ." Jawab Astrid sambil menata bajunya di lemari .


Dan kali ini pun ,Rena menangkap sesuatu yang berbeda . Kepulangan Astrid ini hanya sebentar saja ,atau memang ia akan terus disini . Apa jangan-jangan ada masalah dalam pernikahannya .


Berbagai pikiran berkecamuk dalam benaknya ,semoga ini hanya perasaannya saja . Nggak mungkin juga ada masalah ,apalagi mereka akan punya anak sebentar lagi .


Setelah selesai Rena kembali ke unitnya ,sebentar lagi pasti Aska pulang .


Benar saja , begitu ia mau berbelok ke unitnya .Terlihat Aska baru keluar dari lift .


" Dari mana ?" Tanya Aska .


" Bantuin Astrid berbenah ."


" Udah selesai ?"


" Udah ."


Mereka masuk ke unitnya .


*****


Malam harinya ...


Astrid merebahkan tubuhnya di kasur ,lumayan capek juga seharian ini harus berbenah , untung kakak iparnya itu bersedia membantu .


Ia mengusap perut buncitnya sambil menyelonjorkan kakinya yang sedikit pegal .


Ponsel di nakas berdering ,ia bergegas mengambilnya .


Kali ini ia langsung mengangkat panggilan telponnya .


" Sayang , kamu dimana aku sudah di depan unit Mommy ."


Astrid mendesah pelan .William sudah disini .Untungnya ia sudah pindah sekarang ,tapi apa mungkin ia merahasiakan tempat tinggalnya sekarang .


" Sayang ..." Panggilnya lagi .


" Ya ,aku ditempat Kak Aska ." Ucapnya akhirnya ,pasti William mengira kalau ia di rumah kakaknya itu .


Lama tak terdengar balasan dari William ,Astrid hampir saja mau mematikan sambungan ponselnya sampai ia mendengar suara .


" Sayang , masih lama ."


Astrid membelalakkan matanya ,terdengar suara wanita disana .Bisa saja ia mengira kalau itu hanya suara orang lain yang sedang lewat , tapi begitu mendengar suara yang sangat dikenalnya membuatnya berpikir lain .


" Sebentar sayang ,tunggu di mobil ."


Astrid mematikan ponsel dan menangis sejadi-jadinya dengan menumpukan wajahnya di bantal .

__ADS_1


Cuma ini yang bisa dilakukannya sekarang .


Cukup lama ia tergugu ,sampai sedikit kram dirasakan .


Ia menarik nafas panjang ,mencoba menenangkan hati dan perasaannya . Sembari mengusap perutnya . Bila seperti ini ,biasanya kram itu akan hilang dengan sendirinya .


Sudah dua kali dicoba ,tapi kenapa kali ini berbeda .


Ia meringis kesakitan , kenapa kram nya makin menjadi . Perutnya seperti tertusuk-tusuk rasanya .


Ia meraih ponselnya dan mencari satu nama .


Akan tidak termaafkan bagi dirinya sendiri kalau sampai terjadi hal buruk pada anaknya .


*****


Di unitnya ...


Rena dan Aska selesai menikmati makan malamnya .Mereka ngobrol sebentar di meja makan sampai ponsel milik Rena yang di kamar berdering .


" Sebentar ."


Rena berlari ke kamar dan buru-buru mengambil ponselnya di kasur .


Astrid .


" Iya kenapa ?" Sapanya langsung .


Hanya terdengar suara gemerisik disana .


" Kakak ." Jawabnya parau .


" Kamu kenapa ?" Tanya nya panik .


" Perut aku sakit ."


" Apa !" Sentak Rena ." Tunggu kita kesitu ."


" Mas ." Rena berlari keluar .


" Ada apa ?"


" Astrid katanya perutnya sakit ."


" Ambil kunci mobil ." Ucap Aska lalu berlari keluar .


Untungnya pintu tidak dikunci .


Mereka menerobos masuk langsung ke kamar .Terlihat Astrid meringkuk di kasurnya .


Tanpa bertanya , Aska langsung menggendongnya dan membawanya keluar .


" Kakak sakit ."

__ADS_1


Mereka sudah di mobil , Astrid masih meringis kesakitan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rena .


" Iya , iya sebentar lagi sampai ."


15 menit mereka sampai di rumah sakit terdekat .


Begitu mobil berhenti , Aska turun lebih dulu mengambilkan kursi roda , setelah itu membantu Astrid keluar dari mobil .


Perawat langsung mengantarkan ke IGD .


Setelah itu mereka hanya bisa menunggu diluar .


Aska tak bisa menyembunyikan kegusarannya ,ia mondar-mandir di depan pintu ,menunggu dokter keluar .


Waktu terasa sangat lama ,tak ada satupun dokter atau suster yang keluar ,sekedar memberikan informasi keadaannya .


Sampai terdengar suara pintu terbuka .Mereka bergegas menghampiri .


" Gimana Dok ?" Tanya Aska cemas .


" Apa anda suami pasien ?" Tanya dokter yang menangani .


Aska menggeleng ." Saya kakaknya ,suaminya masih di luar negeri ."


" Oh baiklah .." Dokter wanita itu melepaskan kacamatanya ,lalu mulai menceritakan keadaannya ." Kondisi kandungan Ibu Astrid sedikit lemah , mungkin kondisi nya sedang stress atau capek ..?"


Aska diam sebentar , stres sepertinya tidak begitu ." Mungkin memang kecapekan Dok ,dia baru pindahan juga soalnya ." Jawabnya ,mungkin itu penyebabnya .


" Oke memang kondisi janinnya baik-baik saja ,tapi tolong dijaga kondisi fisik dan juga psikisnya ya Pak ,jangan sampai stres karena itu akan sangat berpengaruh ke kandungannya ."


" Terus apa ini harus opname ?" Tanya Aska lagi .


" Kita tunggu satu jam ke depan ,kalau sudah tidak terjadi kram lagi , bisa pulang tapi tetap harus bedrest ."


" Baik Dok ." Jawab Aska kemudian ." Apa kita boleh masuk ?"


" Iya Pak silahkan ."


Mereka bergegas masuk .


" Masih sakit ?" Tanya Rena sambil mengusap kening Astrid .


" Sedikit Kak ."


" Kamu nggak mau kabari William ?" Tanya Aska .


Astrid menggeleng ." Nggak usah , nanti malah bikin khawatir ."


" Ya udah oke ,kamu istirahat dulu sebentar kita diluar ." Lanjut Aska lagi .


" Tapi aku nggak harus di opname kan ?"


Aska menggeleng ." Tunggu satu jam ,kalau udah nggak sakit lagi bisa pulang makanya sekarang istirahat nggak usah mikirin apa-apa ."

__ADS_1


Astrid mengangguk .


Mereka keluar meninggalkannya sendirian disana .


__ADS_2