SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 70


__ADS_3

Aska baru selesai mandi , melihat Rena duduk di kasur .


" Mas , sini buruan ." Panggilnya .


" Kenapa ?" Tanyanya penasaran , lalu duduk di sebelah Rena .


" Buka bajunya cepetan ." Rena mengambil minyak zaitun yang diletakkan di nakas .


" Nggak mau ." Tolaknya .


Rena mendelik ." Sekali-kali nurut kenapa !" Sentaknya .


" Aku nggak papa ."


" Nggak papa gimana , habis berantem juga ."


Aska masih diam , tapi saat Rena mulai mengangkat kaos yang dikenakannya akhirnya ia menurut juga .


Aska duduk membelakanginya dan Rena mengoleskan minyak ke punggungnya .


" Mas ." Panggilnya , ia mulai mengurut bahunya .


" Hmm .."


" Oma Cristin itu Mamanya dari Papa atau Mama kamu ?" Tanyanya kemudian .


" Bukan keduanya ." Jawab Aska .


" Terus ?"


" Oma Cristin itu Mamanya Tante Mayang ,Mamanya Nico ."


" Oh ya ?" Rena nampak kaget mendengarnya ." Tapi kenapa lebih dekat sama kalian ,daripada Nico ?"


" Soalnya kita yang tinggal sama Oma dari kecil ,bukan Nico ."


" Kenapa gitu ?"


" Setelah keluar dari rumah besar ,kita pindah ke rumah Oma ,sejak itu kita tinggal bersama sampai Oma pindah ke Amerika ."


" Rumah besar ?"


Aska mengangguk ." Rumah besar itu ditinggali Papa ,Tante Mayang sama Nico . Kalau aku ,Astrid dan Mama tinggal di tempat Oma ."


" Kenapa Oma nggak tinggal sama Nico aja ?"


" Aku nggak tahu , tapi Oma sama tante Mayang sering nggak akur ."


" Oma lebih dekat sama mama kamu ?"


Aska mengangguk .


Rena diam sebentar ,seperti ada yang aneh . Bukannya Mamanya Aska itu wanita yang sudah merebut suami anaknya , tapi kenapa Oma justru lebih dekat dengannya , bahkan mereka juga tinggal bersama .


Apa mungkin cerita sebenarnya tidak seperti itu ?


" Awwww !" Jerit Aska saat ia memijat pinggang kanannya .


" Kenapa ?" Tanya Rena panik .

__ADS_1


" Jangan disitu sakit ."


Rena menunduk melihatnya ." Tapi nggak lebam disini ."


" Mungkin sedikit terkilir aja ."


" Tahan dulu ."


Aska meringis kesakitan saat Rena mengurutnya pelan .


" Udah ...udah ." Ucap Aska kemudian , setelah beberapa menit kemudian .


" Kenapa ?"


" Emang kamu nggak capek jadi tukang pijat ."


Aska buru-buru memakai lagi kaosnya .


Rena menaruh botol minyak ke atas nakas , lalu mengambil tissue dan membersihkan tangannya .


Ia sedikit terkejut ketika merasakan tangan Aska melingkar di perutnya .


Rena menatapnya ." Kenapa ?"


Tiba-tiba Aska mengangkat tubuhnya dan membuatnya berbaring di kasur .


Aska berbaring di sebelahnya , menopang wajah dengan tangannya .Sambil terus menatap wajah Rena yang kini ada di bawahnya .


" Apa sih ngelihatin gitu ?" Tanya Rena merasa risih ,Aska menatapnya tak berkedip .


Aska diam , masih terus menatapnya . Lalu jari-jari tangannya menyentuh wajah Rena .


Memegang hidung dan bibirnya secara bergantian .


" Dasar aneh !" Rena mengubah posisi tidurnya membelakangi Aska .


Ia mulai menguap .Sebelum benar-benar terlelap , ia merasakan tangan Aska melingkar di perutnya dan tubuhnya menempel erat di belakangnya .


*****


Paginya


Sebelum mandi Rena sudah sibuk memasak di dapur , ketika terdengar bel di depan .


Siapa bertamu pagi-pagi begini , pikirnya .


Ternyata Aska yang keluar dari kamar .


Setelah itu terdengar suara laki-laki disana . Mungkin teman Aska yang datang .


Ia memutuskan tidak keluar dengan pakaian seperti ini yang hanya memakai baju tidur , belum mandi pula .


" Tadi aku cuma nebak-nebak aja unitnya yang mana , ternyata benar ." Seru Haikal , lalu Aska memintanya duduk di sofa .


" Sorry aku belum kasih tahu nomor unitnya ya ."


Haikal tertawa ." Untung aku cerdas ." Ia lantas mengusap keringat di keningnya , sepulang jogging langsung kesini tadi .


" Sebentar aku ambilin minum ."

__ADS_1


Aska berdiri dan berjalan ke dapur .


" Air putih aja ." Seru Haikal .


Aska sampai di dapur dan mengambil gelas .


" Ada siapa ?" Tanya Rena .


" Teman , tinggal di unit bawah ."


" Oh ."


Rena melanjutkan memasak , sementara Aska membawa segelas air putih ke depan .


" Kamu tinggal disini sendiri ?"


" Nggak ." Jawab Aska ." Sama istri ."


" Loh baru tahu nih kalau kamu udah married ."


" Udah lama juga ."


Haikal menghabiskan segelas air putih di tangannya .


" Oh ya aku mau nanya sesuatu ." Ucapnya serius .


Aska menatapnya .


" Karyawan kamu di kantor apa ada yang tinggal di apartemen ini juga ?"


Aska mengerutkan alisnya ." Kayaknya nggak ada ,nggak tahu juga sih kan aku sebagian juga ada yang nggak begitu kenal ." Masih menatap laki-laki di depannya ." Memangnya kenapa ?"


" Ya , soalnya aku penasaran sama seseorang .Pertama ketemu saat main ke kantor kamu waktu itu , terus kemarin ketemu di loby , berarti dia tinggal di sini juga kan ."


Aska menggelengkan kepalanya , Haikal sama sekali tak berubah .Sifat playboy nya sampai sekarang nggak hilang juga .


" Kelakuan kamu masih sama dari dulu ."


Haikal terbahak ." Tapi yang ini berbeda , dia sangat cantik tapi kayaknya sedikit jutek , aku suka itu ."


" Hmmm ..alasan yang sama dari dulu ." Tuduh Aska .


" Beneran ini beda ."


" Ya udah deketin aja , siapa tahu masih single ."


" Kalau dia mau sih , meski ada laki nya juga nggak takut ."


Aska melotot ." Gila kamu !"


" Istri orang lebih menggoda , bro ." Haikal terbahak setelah mengatakannya .


Aska hanya diam . Mengikuti omongan Haikal lama-lama bisa ikut gila jadinya .


Haikal tiba-tiba berdiri ." Aku balik deh , mau ngantor juga ."


" Thank ya udah dateng ."


Haikal mengangguk ." Salam buat istri kamu ."

__ADS_1


" Oke ."


Rena keluar dapur saat Haikal baru saja pulang .


__ADS_2