SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 25


__ADS_3

Siang harinya , setelah menata semua barangnya tadi dibantu Sarah , ia bersiap ke kantor .Sarah sendiri juga sudah berangkat ke cafe satu jam lalu .


Setelah membalas chat masuk dari Dian , ia berjalan keluar .


Tak langsung ke kantor karena ia akan menemui kliennya di cafe tak jauh dari sini .


Mereka janji bertemu pukul 13.00 , berarti 30 menitan dari sekarang .


Ia bergegas ke lift dan turun ke lantai 1 .


Sampai di lobi ponselnya berdering .Ternyata dari sekretaris Pak Hengky ,klien yang akan ditemuinya .


" Halo ."


Ia mendengarkan sebentar apa yang disampaikan .


" Oh baik ,ini saya berangkat kesana ."


Ternyata cuma menginfokan mereka akan segera sampai ,karena nanti jam 14.00 ada janji lain ,jadi ...mereka tidak punya banyak waktu untuk bertemu .


Setelah menutup ponselnya ,ia berbelok lewat pintu samping ,langsung menuju parkiran .


Begitu sampai pintu samping , tanpa sengaja berpapasan dengan Rena disana .


" Mau ke kantor ?" Tanya Rena .


Aska mengangguk .


Saat Rena akan berjalan masuk ,Aska menahannya .


" Tunggu ..."


" Iya ."


" Soal cv kamu yang aku bawa kemarin ."


" Kenapa ?" Tanya Rena .


" Untuk lowongan staf ternyata belum ada ."


" Oh .." Nampak kekecewaan di wajah Rena ." Ya udah nggak papa ." Ucapnya pelan .Itu artinya akan hilang kesempatan untuk bisa bekerja di perusahaan Aska . Bukan karena takut Nico akan marah , tapi ...ia sudah banyak berharap , kalau bisa bekerja disana ,hubungan mereka akan lebih dekat , tapi ...rupanya belum ada kesempatan untuk itu .


" Aku duluan ya ." Pamit Rena akhirnya .


" Tapi aku sedang butuh asisten pribadi ." Ucap Aska kemudian , yang langsung membuat Rena membalikkan badannya .


" Itupun kalau kamu berminat ." Tambahnya .


Rena masih diam .


Saat Aska melangkahkan kaki , terdengar sahutan dari Rena di belakangnya .


" Aku mau ,kapan bisa mulai kerja ?"

__ADS_1


Aska menoleh sebentar ." Besok ." Jawabnya singkat , lalu berjalan menjauh meninggalkan Rena sendirian disana .


Sambil melangkah masuk , Rena tersenyum senang .Ini pekerjaan yang sama waktu bersama Nico dulu , tetapi kali ini terasa sangat berbeda .


Sekarang ...ia harus mempersiapkan semua , jangan sampai membuat Aska kecewa ataupun salah karena telah memilihnya .


*****


Selesai menemui kliennya tadi ,Aska langsung menuju kantor .Di depan ruangannya ,Dian sudah mencegatnya .


" Sudah tertata rapi ,sesuai keinginan Bapak ." Ucap Dian begitu mereka bertemu .


Aska mengangguk ." Makasih ya ."


" Memang nya kapan mulai kerja ?" Tanya Dian lagi .


" Besok ."


Setelah itu ia masuk ke ruangannya .


Benar saja ,di pojok ruangan ...ada satu meja kerja dan disitu nanti akan menjadi tempat Rena .Mereka akan bekerja dalam satu ruangan yang sama nantinya .


Sebagai asisten pribadi , maka akan sering bersama nantinya dalam urusan pekerjaan ,begitu pula saat pulang , mereka akan tinggal di satu gedung yang sama juga .


Ia tersenyum tipis sambil duduk di kursi , sementara di meja depannya ,sudah tertumpuk berkas yang harus ditanda tangani .


Sekali lagi ia menatap meja kosong itu . Besok ...Rena akan duduk disana ,sepanjang hari mereka akan banyak menghabiskan waktu bersama .


Ia mengusap wajahnya pelan .Kemudian mulai memeriksa berkas di depannya .


*****


Sementara di apartemen ...


Rena nampak senang ,tak sabar menunggu hari esok . Ia akan bekerja di kantor suaminya sendiri .


Dengan menjadi asisten pribadinya disana .Otomatis mereka akan lebih intens bersama setiap harinya , baik dikantor maupun untuk pekerjaan diluar kantor .Untunglah saat bersama Nico dulu ,ia sudah banyak belajar .Semoga saja nanti ia bisa lebih cepat menguasai pekerjaannya disana .


Ponsel di atas meja berdering .


Nico .


" Ya ."


" Sayaang ,kenapa nggak pernah ngabarin sih ,aku sibuk tahu ..datang ke kantor ya ." Cerocos Nico langsung , Rena hanya diam mendengarkan .


" Sayaaang ..." Panggilnya lagi .


" Iya ."


" Kesini ya .."


" Nggak mau ,males ."

__ADS_1


" Kenapa ?"


" Besok juga aku harus siap-siap kerja ." Jawab Rena kemudian .


" Kerja ?"


" Ya , bukannya kamu suruh aku kerja di tempat Aska ."


**


Di tempat Nico ,ia sangat terkejut mendengar ucapan dari Rena barusan .


" Memangnya sudah diterima ?"


" Sudah ,Aska sendiri yang bilang ."


" Oh ya ?"


" Aku akan jadi asisten pribadinya ."


" What ??!!!!!"


Nico berdiri dan tak bisa menyembunyikan kegembiraannya . Ia mengepalkan tangan sambil tersenyum lebar .


" Ya ,besok aku mulai masuk kerja ."


Nico menutup ponselnya .


Sama sekali tak menyangka akan semudah ini memasukkan Rena ke perusahaan Aska .Sungguh sulit dipercaya .


Apapun itu ia puas , jalan awal untuk menghancurkan adik tersayangnya itu terbuka lebar .


Apalagi dengan menjadikan Rena asisten pribadinya , akan semakin mendekatkan mereka berdua . Ia yakin betul , Aska masih sangat mencintai Alia , istrinya dan ini akan membuatnya sangat mudah tergoda .


Rena dan Alia adalah orang yang sama . Orang yang sama juga yang akan menghancurkan hidupnya untuk yang kedua kalinya .


Nico mengambil ponsel dan menghubungi seseorang


Tak lama Tisa masuk ke ruangannya .


" Ada apa Pak ?"


" Kamu tolong pesenin makanan , buat semuanya juga ,nanti tagihannya kasih ke saya ."


" Pesen apa Pak ?"


" Terserah kamu ."


" Baik Pak ."


Tisa berbalik dan berjalan keluar ,tentu saja senang mendapat traktiran dari bosnya itu .


Mungkin sedang menang tender besar ,pikirnya .

__ADS_1


__ADS_2