
Siang harinya , setelah menata semua barangnya tadi dibantu Sarah , ia bersiap ke kantor .Sarah sendiri juga sudah berangkat ke cafe satu jam lalu .
Setelah membalas chat masuk dari Dian , ia berjalan keluar .
Tak langsung ke kantor karena ia akan menemui kliennya di cafe tak jauh dari sini .
Mereka janji bertemu pukul 13.00 , berarti 30 menitan dari sekarang .
Ia bergegas ke lift dan turun ke lantai 1 .
Sampai di lobi ponselnya berdering .Ternyata dari sekretaris Pak Hengky ,klien yang akan ditemuinya .
" Halo ."
Ia mendengarkan sebentar apa yang disampaikan .
" Oh baik ,ini saya berangkat kesana ."
Ternyata cuma menginfokan mereka akan segera sampai ,karena nanti jam 14.00 ada janji lain ,jadi ...mereka tidak punya banyak waktu untuk bertemu .
Setelah menutup ponselnya ,ia berbelok lewat pintu samping ,langsung menuju parkiran .
Begitu sampai pintu samping , tanpa sengaja berpapasan dengan Rena disana .
" Mau ke kantor ?" Tanya Rena .
Aska mengangguk .
Saat Rena akan berjalan masuk ,Aska menahannya .
" Tunggu ..."
" Iya ."
" Soal cv kamu yang aku bawa kemarin ."
" Kenapa ?" Tanya Rena .
" Untuk lowongan staf ternyata belum ada ."
" Oh .." Nampak kekecewaan di wajah Rena ." Ya udah nggak papa ." Ucapnya pelan .Itu artinya akan hilang kesempatan untuk bisa bekerja di perusahaan Aska . Bukan karena takut Nico akan marah , tapi ...ia sudah banyak berharap , kalau bisa bekerja disana ,hubungan mereka akan lebih dekat , tapi ...rupanya belum ada kesempatan untuk itu .
" Aku duluan ya ." Pamit Rena akhirnya .
" Tapi aku sedang butuh asisten pribadi ." Ucap Aska kemudian , yang langsung membuat Rena membalikkan badannya .
" Itupun kalau kamu berminat ." Tambahnya .
Rena masih diam .
Saat Aska melangkahkan kaki , terdengar sahutan dari Rena di belakangnya .
" Aku mau ,kapan bisa mulai kerja ?"
__ADS_1
Aska menoleh sebentar ." Besok ." Jawabnya singkat , lalu berjalan menjauh meninggalkan Rena sendirian disana .
Sambil melangkah masuk , Rena tersenyum senang .Ini pekerjaan yang sama waktu bersama Nico dulu , tetapi kali ini terasa sangat berbeda .
Sekarang ...ia harus mempersiapkan semua , jangan sampai membuat Aska kecewa ataupun salah karena telah memilihnya .
*****
Selesai menemui kliennya tadi ,Aska langsung menuju kantor .Di depan ruangannya ,Dian sudah mencegatnya .
" Sudah tertata rapi ,sesuai keinginan Bapak ." Ucap Dian begitu mereka bertemu .
Aska mengangguk ." Makasih ya ."
" Memang nya kapan mulai kerja ?" Tanya Dian lagi .
" Besok ."
Setelah itu ia masuk ke ruangannya .
Benar saja ,di pojok ruangan ...ada satu meja kerja dan disitu nanti akan menjadi tempat Rena .Mereka akan bekerja dalam satu ruangan yang sama nantinya .
Sebagai asisten pribadi , maka akan sering bersama nantinya dalam urusan pekerjaan ,begitu pula saat pulang , mereka akan tinggal di satu gedung yang sama juga .
Ia tersenyum tipis sambil duduk di kursi , sementara di meja depannya ,sudah tertumpuk berkas yang harus ditanda tangani .
Sekali lagi ia menatap meja kosong itu . Besok ...Rena akan duduk disana ,sepanjang hari mereka akan banyak menghabiskan waktu bersama .
Ia mengusap wajahnya pelan .Kemudian mulai memeriksa berkas di depannya .
*****
Sementara di apartemen ...
Rena nampak senang ,tak sabar menunggu hari esok . Ia akan bekerja di kantor suaminya sendiri .
Dengan menjadi asisten pribadinya disana .Otomatis mereka akan lebih intens bersama setiap harinya , baik dikantor maupun untuk pekerjaan diluar kantor .Untunglah saat bersama Nico dulu ,ia sudah banyak belajar .Semoga saja nanti ia bisa lebih cepat menguasai pekerjaannya disana .
Ponsel di atas meja berdering .
Nico .
" Ya ."
" Sayaang ,kenapa nggak pernah ngabarin sih ,aku sibuk tahu ..datang ke kantor ya ." Cerocos Nico langsung , Rena hanya diam mendengarkan .
" Sayaaang ..." Panggilnya lagi .
" Iya ."
" Kesini ya .."
" Nggak mau ,males ."
__ADS_1
" Kenapa ?"
" Besok juga aku harus siap-siap kerja ." Jawab Rena kemudian .
" Kerja ?"
" Ya , bukannya kamu suruh aku kerja di tempat Aska ."
**
Di tempat Nico ,ia sangat terkejut mendengar ucapan dari Rena barusan .
" Memangnya sudah diterima ?"
" Sudah ,Aska sendiri yang bilang ."
" Oh ya ?"
" Aku akan jadi asisten pribadinya ."
" What ??!!!!!"
Nico berdiri dan tak bisa menyembunyikan kegembiraannya . Ia mengepalkan tangan sambil tersenyum lebar .
" Ya ,besok aku mulai masuk kerja ."
Nico menutup ponselnya .
Sama sekali tak menyangka akan semudah ini memasukkan Rena ke perusahaan Aska .Sungguh sulit dipercaya .
Apapun itu ia puas , jalan awal untuk menghancurkan adik tersayangnya itu terbuka lebar .
Apalagi dengan menjadikan Rena asisten pribadinya , akan semakin mendekatkan mereka berdua . Ia yakin betul , Aska masih sangat mencintai Alia , istrinya dan ini akan membuatnya sangat mudah tergoda .
Rena dan Alia adalah orang yang sama . Orang yang sama juga yang akan menghancurkan hidupnya untuk yang kedua kalinya .
Nico mengambil ponsel dan menghubungi seseorang
Tak lama Tisa masuk ke ruangannya .
" Ada apa Pak ?"
" Kamu tolong pesenin makanan , buat semuanya juga ,nanti tagihannya kasih ke saya ."
" Pesen apa Pak ?"
" Terserah kamu ."
" Baik Pak ."
Tisa berbalik dan berjalan keluar ,tentu saja senang mendapat traktiran dari bosnya itu .
Mungkin sedang menang tender besar ,pikirnya .
__ADS_1