SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 21


__ADS_3

Langit mendung di siang hari ini ,gerimis sudah mengguyur sejak subuh tadi .


Hari ini ...disaat kondisinya sudah cukup membaik ,meski kepalanya masih terasa sedikit pusing .Ia sudah bersiap ...setelah mengganti baju , segera memesan taksi online .


10 menit lagi ...


Sebaiknya ia menunggu di lobi bawah saja . Setelah mengambil tas ia berjalan keluar .


Sambil duduk di sofa panjang yang ada di lobi ,diambilnya ponsel dan membalas beberapa chat yang masuk ,termasuk dari Nico .


Segera dibalasnya saat membaca isi chat Nico yang akan segera datang kesini . Buru-buru dijawab kalau ia sudah ke rumah sakit untuk kontrol . Mudah-mudahan taksi pesanannya cepat sampai .


Dibukanya lagi aplikasi taksi online yang dipesannya tadi .


Sudah dekat dan masuk area parkiran .


Ia buru-buru keluar dan benar saja , sebuah mobil hitam sudah menunggunya disana .


" Ke jalan merpati ya mbak ?" Tanya driver nya mengkonfirmasi ulang pesanannya .


" Iya Pak ."


Setelah itu ,tak ada percakapan di antara mereka .


Mereka sudah hampir sampai tempat tujuan ,setelah 30 menitan perjalanan . Hujan turun cukup deras disini .


Sampai mereka memasuki sebuah gang masuk yang tak begitu lebar .


Rena mengamati sekeliling perkampungan yang nampak sepi itu . Sudah setahun lebih berlalu ,sudah banyak yang berubah juga disini .


Ia begitu merindukan tempat ini ...tempat dimana ia tinggal sejak lahir , sampai besar bersama Bapak .


Ia tersenyum senang ...sebentar lagi mereka akan bertemu dan itu cukup membuatnya tak sabar .


" Yang pagar hitam itu Pak ." Tunjuknya pada sebuah rumah kecil dengan pagar besi hitam .


" Ini mbak ?"


" Ya ." Rena tak langsung keluar ,hanya terdiam menatapnya . Kenapa terlihat seperti tak terurus begini ...halaman kecil di depan nampak kotor berserakan dedaunan kering , begitu juga di halaman rumah ...nampak debu tebal disana .


Seketika membuatnya tak enak . Apa mungkin Bapak sudah pindah dari rumah ini ,tapi kemana ?


" Pak tunggu disini dulu sebentar ya ."


" Iya mbak ."


Rena keluar dan melihat pagar yang ternyata tak terkunci .


Ia langsung masuk dan benar saja ...aroma debu membuatnya berkali-kali bersin .


Saat pintu diketuk , tak ada sahutan .Ia coba membuka dan memang terkunci .

__ADS_1


Gagang pintunya saja berdebu tebal .


Ya ...rumah ini seperti tidak ditempati lama .


Kemana Bapak , tanyanya dalam hati .


" Mbak cari siapa ?"


Rena membalikkan badan .


Seorang ibu-ibu setengah baya menyapanya .Ia tak kenal ..mungkin warga baru disini .


" Saya cari Pak Aji Bu ." Jawabnya sopan .


" Rumah ini sudah lama kosong mbak ..dari awal saya pindah kesini setahun lalu ."


" Memangnya pindah kemana ya Bu ?"


" Saya kurang tahu sih mbak ,cuma kata tetangga ...yang punya rumah ini sekarang tinggal di rumah anak menantunya ."


" Di rumah anak menantunya ?" Tanya Rena ulang .


" Iya mbak ,katanya sih begitu ..atau mungkin mbak bisa tanya langsung ke Pak Rt ."


Rena diam sebentar ,apa mungkin Bapak tinggal di rumah Aska . Sebaiknya ia langsung mencarinya kesana .


" Ya sudah kalau begitu ,makasih Bu ."


Setelah memberi tahukan alamat rumah Aska ke driver , mereka segera menuju kesana .


Apa setelah kepergiannya waktu itu , Aska meminta Bapak untuk tetap tinggal di rumahnya ...atau mungkin terjadi sesuatu dengan Bapak .


Memikirkan itu membuat pikirannya semakin kalut .


" Pak bisa lebih cepat sedikit ."


" Baik Mbak ."


Perjalanan terasa sangat lambat sekali baginya .


Sampai juga akhirnya mereka di sebrang gerbang tinggi rumah Aska .


Rumah ini masih sama ,seperti saat ia kabur dulu .


Melihat nya sekarang ,membuat rasa bersalahnya kembali muncul .


Seandainya dulu tak dilakukannya . Yah ...nasi sudah menjadi bubur .Ia tak bisa memutar waktu , yang bisa dilakukannya sekarang hanya memperbaiki semua .


Ia masih diam disana ,bagaimana caranya masuk kesana . Apa mungkin satpam di depan memperbolehkan masuk .Apalagi kalau sampai Aska tahu siapa dia sebenarnya .


Terdengar suara klakson mobil dari arah berlawanan .

__ADS_1


Mobil Aska .


Ia masih terus mengamati ,saat pintu gerbang terbuka lebar dan beruntungnya ...satpam itu tak langsung menutupnya .


Sampai Aska memarkir di halaman dalam .


Saat Aska keluar dari mobil .Seorang perempuan sambil mendorong kursi roda menghampiri dan berbicara sebentar .


Ia memicingkan mata , coba memperjelas melihat laki-laki yang sedang duduk di kursi roda .


Itu Bapak , ucapnya pelan ...sambil membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangan .


Apa yang terjadi ...kenapa Bapak bisa duduk di kursi roda seperti itu ?


Disini rupanya gerimis baru saja membasahi .


Benar saja , menyadari kalau hujan mulai turun , Aska segera mengambil alih kursi roda Bapak dan mendorongnya masuk rumah .


Begitu juga satpam di depan yang langsung menutup rapat gerbang .


Air mata menetes pelan di pipinya .


Sekarang ...bagaimana caranya bertemu dengan Bapak kalau ia sendiri tak mengakui jati diri yang sebenarnya kepada Aska .


Ia menghapus air matanya , ketika terdengar bunyi ponsel .


Telpon dari Niko .


" Ya ."


Ternyata Nico hanya menanyakan soal cv miliknya yang harus dikirim ke perusahaan Aska .


" Iya ,aku sudah mengirimnya ." Jawabnya pelan .


Terdengar nada keterkejutan disana , Niko sepertinya senang dengan keputusan yang diambil .


" Sebentar lagi pulang ." Ucapnya lagi , sebelum memutuskan sambungan .


" Pak kita pulang ke apartemen tadi ya ." Ucapnya dengan suara serak .


Ia mengarahkan pandangan keluar , menatap jalanan yang dilaluinya saat keluar dari area rumah Aska .


Untuk saat ini tak mungkin ia mengaku semua ke Aska , siapa dirinya . Bagaimana kalau Aska akan sangat membencinya , begitu juga Bapak .Ia tak sanggup membayangkan hal itu terjadi .


Kembali ia teringat cv nya kemarin yang dibawa Aska .


Semoga ada kabar baik .


Kalau bisa masuk di perusahaan Aska , ia akan tahu apa maksud Nico sebenarnya , apa benar Nico punya niat jahat kepada suaminya itu .


Mungkin ini menjadi prioritasnya sekarang . Memastikan Nico tidak akan menyakiti Aska ,itu saja .

__ADS_1


__ADS_2