
Langit mendung di siang hari ini ,gerimis sudah mengguyur sejak subuh tadi .
Hari ini ...disaat kondisinya sudah cukup membaik ,meski kepalanya masih terasa sedikit pusing .Ia sudah bersiap ...setelah mengganti baju , segera memesan taksi online .
10 menit lagi ...
Sebaiknya ia menunggu di lobi bawah saja . Setelah mengambil tas ia berjalan keluar .
Sambil duduk di sofa panjang yang ada di lobi ,diambilnya ponsel dan membalas beberapa chat yang masuk ,termasuk dari Nico .
Segera dibalasnya saat membaca isi chat Nico yang akan segera datang kesini . Buru-buru dijawab kalau ia sudah ke rumah sakit untuk kontrol . Mudah-mudahan taksi pesanannya cepat sampai .
Dibukanya lagi aplikasi taksi online yang dipesannya tadi .
Sudah dekat dan masuk area parkiran .
Ia buru-buru keluar dan benar saja , sebuah mobil hitam sudah menunggunya disana .
" Ke jalan merpati ya mbak ?" Tanya driver nya mengkonfirmasi ulang pesanannya .
" Iya Pak ."
Setelah itu ,tak ada percakapan di antara mereka .
Mereka sudah hampir sampai tempat tujuan ,setelah 30 menitan perjalanan . Hujan turun cukup deras disini .
Sampai mereka memasuki sebuah gang masuk yang tak begitu lebar .
Rena mengamati sekeliling perkampungan yang nampak sepi itu . Sudah setahun lebih berlalu ,sudah banyak yang berubah juga disini .
Ia begitu merindukan tempat ini ...tempat dimana ia tinggal sejak lahir , sampai besar bersama Bapak .
Ia tersenyum senang ...sebentar lagi mereka akan bertemu dan itu cukup membuatnya tak sabar .
" Yang pagar hitam itu Pak ." Tunjuknya pada sebuah rumah kecil dengan pagar besi hitam .
" Ini mbak ?"
" Ya ." Rena tak langsung keluar ,hanya terdiam menatapnya . Kenapa terlihat seperti tak terurus begini ...halaman kecil di depan nampak kotor berserakan dedaunan kering , begitu juga di halaman rumah ...nampak debu tebal disana .
Seketika membuatnya tak enak . Apa mungkin Bapak sudah pindah dari rumah ini ,tapi kemana ?
" Pak tunggu disini dulu sebentar ya ."
" Iya mbak ."
Rena keluar dan melihat pagar yang ternyata tak terkunci .
Ia langsung masuk dan benar saja ...aroma debu membuatnya berkali-kali bersin .
Saat pintu diketuk , tak ada sahutan .Ia coba membuka dan memang terkunci .
__ADS_1
Gagang pintunya saja berdebu tebal .
Ya ...rumah ini seperti tidak ditempati lama .
Kemana Bapak , tanyanya dalam hati .
" Mbak cari siapa ?"
Rena membalikkan badan .
Seorang ibu-ibu setengah baya menyapanya .Ia tak kenal ..mungkin warga baru disini .
" Saya cari Pak Aji Bu ." Jawabnya sopan .
" Rumah ini sudah lama kosong mbak ..dari awal saya pindah kesini setahun lalu ."
" Memangnya pindah kemana ya Bu ?"
" Saya kurang tahu sih mbak ,cuma kata tetangga ...yang punya rumah ini sekarang tinggal di rumah anak menantunya ."
" Di rumah anak menantunya ?" Tanya Rena ulang .
" Iya mbak ,katanya sih begitu ..atau mungkin mbak bisa tanya langsung ke Pak Rt ."
Rena diam sebentar ,apa mungkin Bapak tinggal di rumah Aska . Sebaiknya ia langsung mencarinya kesana .
" Ya sudah kalau begitu ,makasih Bu ."
Setelah memberi tahukan alamat rumah Aska ke driver , mereka segera menuju kesana .
Apa setelah kepergiannya waktu itu , Aska meminta Bapak untuk tetap tinggal di rumahnya ...atau mungkin terjadi sesuatu dengan Bapak .
Memikirkan itu membuat pikirannya semakin kalut .
" Pak bisa lebih cepat sedikit ."
" Baik Mbak ."
Perjalanan terasa sangat lambat sekali baginya .
Sampai juga akhirnya mereka di sebrang gerbang tinggi rumah Aska .
Rumah ini masih sama ,seperti saat ia kabur dulu .
Melihat nya sekarang ,membuat rasa bersalahnya kembali muncul .
Seandainya dulu tak dilakukannya . Yah ...nasi sudah menjadi bubur .Ia tak bisa memutar waktu , yang bisa dilakukannya sekarang hanya memperbaiki semua .
Ia masih diam disana ,bagaimana caranya masuk kesana . Apa mungkin satpam di depan memperbolehkan masuk .Apalagi kalau sampai Aska tahu siapa dia sebenarnya .
Terdengar suara klakson mobil dari arah berlawanan .
__ADS_1
Mobil Aska .
Ia masih terus mengamati ,saat pintu gerbang terbuka lebar dan beruntungnya ...satpam itu tak langsung menutupnya .
Sampai Aska memarkir di halaman dalam .
Saat Aska keluar dari mobil .Seorang perempuan sambil mendorong kursi roda menghampiri dan berbicara sebentar .
Ia memicingkan mata , coba memperjelas melihat laki-laki yang sedang duduk di kursi roda .
Itu Bapak , ucapnya pelan ...sambil membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangan .
Apa yang terjadi ...kenapa Bapak bisa duduk di kursi roda seperti itu ?
Disini rupanya gerimis baru saja membasahi .
Benar saja , menyadari kalau hujan mulai turun , Aska segera mengambil alih kursi roda Bapak dan mendorongnya masuk rumah .
Begitu juga satpam di depan yang langsung menutup rapat gerbang .
Air mata menetes pelan di pipinya .
Sekarang ...bagaimana caranya bertemu dengan Bapak kalau ia sendiri tak mengakui jati diri yang sebenarnya kepada Aska .
Ia menghapus air matanya , ketika terdengar bunyi ponsel .
Telpon dari Niko .
" Ya ."
Ternyata Nico hanya menanyakan soal cv miliknya yang harus dikirim ke perusahaan Aska .
" Iya ,aku sudah mengirimnya ." Jawabnya pelan .
Terdengar nada keterkejutan disana , Niko sepertinya senang dengan keputusan yang diambil .
" Sebentar lagi pulang ." Ucapnya lagi , sebelum memutuskan sambungan .
" Pak kita pulang ke apartemen tadi ya ." Ucapnya dengan suara serak .
Ia mengarahkan pandangan keluar , menatap jalanan yang dilaluinya saat keluar dari area rumah Aska .
Untuk saat ini tak mungkin ia mengaku semua ke Aska , siapa dirinya . Bagaimana kalau Aska akan sangat membencinya , begitu juga Bapak .Ia tak sanggup membayangkan hal itu terjadi .
Kembali ia teringat cv nya kemarin yang dibawa Aska .
Semoga ada kabar baik .
Kalau bisa masuk di perusahaan Aska , ia akan tahu apa maksud Nico sebenarnya , apa benar Nico punya niat jahat kepada suaminya itu .
Mungkin ini menjadi prioritasnya sekarang . Memastikan Nico tidak akan menyakiti Aska ,itu saja .
__ADS_1