SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 74


__ADS_3

" Bu Alia nggak papa ?" Tanya Sumi cemas ,melihatnya keluar kamar Pak Aji sambil menangis .


" Nggak papa ."


" Kenapa ?" Ada suara Aska disana , yang ternyata tengah berjalan menghampiri .


Aska hanya menatapnya sebentar .


" Sumi ,tolong buatkan minuman ya ."


" Baik Pak ."


" Ayok ." Aska menarik tangannya ,berjalan ke kamar .


" Dimarahin Bapak ?" Tanya Aska , mereka sedang duduk di sofa dalam kamar .


Rena menggeleng .


" Terus ?"


Rena lalu berdiri dan menuju ke kopernya yang ada di samping lemari .Membuka resleting depannya .


" Cari apa ?" Tanya Aska .


" Cokelat ."


" Nggak ada , di mobil ." Aska lalu berdiri ." Tunggu disini ." Ucapnya lalu berdiri dan berjalan keluar .


Tak lama terdengar ketukan di pintu .


" Iya masuk ."


Sumi masuk membawakan teh hangat .


" Ini Bu silahkan ."


" Makasih ya ."


Berbarengan dengan kemunculan Aska di sana membawakan coklatnya yang dibeli kemarin .


Mengambil satu bungkus coklat dan membukanya ,lalu naik ke tempat tidur dan menikmati coklatnya di sana .


Aska kembali keluar kamar ,menutup pintunya lalu menuju kamar Pak Aji .


" Pak ."


" Masuk ."


Aska duduk di tepi kasur sementara Pak Aji di depannya .


" Alia sudah menceritakan semuanya ?" Tanya Aska hati-hati .


Pak Aji mengangguk .


Beberapa saat mereka sama-sama terdiam .


Tiba-tiba Pak Aji mendekat ." Bapak minta maaf sekali lagi dengan apa yang sudah dilakukan Alia sama kamu ." Ucapnya tulus ,sambil memegang tangan Aska .

__ADS_1


" Pak kenapa ngomong gitu ,semua udah selesai , bapak senang kan Alia sudah ketemu ."


Lagi-lagi Pak Aji hanya mengangguk , lalu menatapnya lekat .


" Kamu jangan merasa nggak enak karena Bapak ..."


Aska mengerutkan alisnya ." Maksudnya ?"


" Alia sudah cerita kalau selama ini kalian tinggal bersama di apartemen ."


" Aku minta maaf ,karena sudah menyembunyikan keberadaan Alia dan baru sekarang membawanya pulang ."


" Bapak boleh tanya sesuatu ?" Ucapnya serius .


" Iya Pak ."


" Ini soal perasaan kamu ke Alia ."


Aska menatapnya terkejut .


" Apa perasaan kamu ke Alia masih sama seperti dulu ?"


Aska menarik nafas panjang ." Kenapa Bapak tanya seperti itu ?"


" Bapak tahu kamu sangat baik dan dulu Bapak bisa melihat kalau kamu sangat mencintai Alia , tetapi apa yang sudah dilakukan Alia sama kamu pasti sulit termaafkan ."


Aska mengusap punggung tangan Pak Aji ." Lupakan saja Pak , semua sudah berlalu ."


" Tapi Bapak mau tahu jawaban langsung dari hati kamu ."


" Apa perasaan kamu ke Alia masih sama ?" Tanyanya lagi .


Aska diam sebentar ." Iya Pak , tentu saja ." Jawabnya lalu berdiri ." Aku permisi dulu ."


Ia kembali ke kamar , saat masuk mendapati Rena mau mengambil sebungkus coklat lagi yang ada di nakas .


" Hei stop !"


Rena nampak terkejut .Masalahnya tadi ada 5 coklat di sana dan sekarang hanya tinggal 3 .


" Sudah habis 2 ?" Tanya Aska heran .


Rena mengangguk .


" Besok lagi ."


" Tapi aku mau ." Rena malah merengek seperti anak kecil .


" Nggak , nanti sakit perut kebanyakan ."


Rena menundukkan wajahnya dan mulai menangis .


Aska menatapnya kaget , lalu duduk di sebelahnya ." Kenapa gitu aja nangis ?"


Bukannya menjawab , Rena malah menangis sesenggukan .


Aska menariknya ke dalam pelukan ." Udah , udah kenapa jadi nangis cuma gara-gara coklat ." Pada akhirnya Aska mengambil 1 coklat dan membuka bungkusnya . Saat memberikannya pada Rena wajahnya langsung berubah .Meski air mata masih membasahi pipinya .

__ADS_1


Ia naik ke tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya disana .


Aska berdiri dan membawa 2 coklat yang tersisa lalu membawanya keluar .


Siangnya Aska keluar menemui Pak Alex , sementara Rena lebih banyak di kamar , masih terasa canggung saat harus berhadapan dengan Bapak .


Ia keluar saat Dian datang menyerahkan berkas kemudian kembali lagi ke kamar .


Malamnya , untuk pertama kalinya mereka makan malam bersama .Sumi sudah memasakkan sop ayam untuk menunya .


Semua sudah mulai makan , sementara Rena hanya memakan sesuap saja ,kemudian memainkan sendok di piringnya .


" Alia kenapa nggak di makan ?" Tanya Pak Aji sambil menatapnya .


" Nggak enak ." Jawabnya lalu menaruh sedikit keras sendok di piring sehingga menimbulkan suara .


" Alia jangan begitu , nggak sopan !" Sentak Pak Aji .Aska dan Sumi yang juga ada di sana sedikit terkejut .


Rena menunduk kan wajah dan mulai menangis , Sumi berniat mendekat tapi Aska mencegahnya .


" Begitu saja kok nangis ?" Tanya Pak Aji lagi , lantas malah membuat Rena semakin terisak .


Aska akhirnya berdiri dan menghampiri nya .


Aska menarik tangannya ." Ayo ke kamar aja ." Ajaknya .


Rena menurut dan berdiri lalu Aska mengajaknya ke kamar .


" Kenapa sih kamu sebenarnya ?" Tanya Aska saat mereka berdua di kamar .


" Nggak papa ."


Aska menarik nafas panjang ." Memang mau makan apa bilang ,biar dimasakin Sumi ."


Rena lagi-lagi menggeleng .


" Terus ,kamu siang kan juga belum makan ?"


" Nggak mau ." Rena naik ke tempat tidur , merebahkan tubuhnya di sana .


Aska memilih keluar , nggak enak juga ia belum menyelesaikan makannya tadi .


Saat akan menuju ke meja makan , Sumi menghadangnya .


" Sumi maaf ya , dari tadi memang mood nya sedang nggak baik ."


" Nggak papa Pak ,atau mau saya masak kan yang lain ?"


Aska menggeleng ." Nggak usah , dia nggak mau ."


" Apa Bu Alia nya lagi hamil Pak ?" Tanya Sumi kemudian .


" Hamil ?" Aska melotot ." Nggak mungkin dia lagi haid kok ."


" Oh begitu , ya sudah saya permisi ."


Aska mengangguk ,lalu berjalan ke meja makan .

__ADS_1


__ADS_2