
" Bu Alia nggak papa ?" Tanya Sumi cemas ,melihatnya keluar kamar Pak Aji sambil menangis .
" Nggak papa ."
" Kenapa ?" Ada suara Aska disana , yang ternyata tengah berjalan menghampiri .
Aska hanya menatapnya sebentar .
" Sumi ,tolong buatkan minuman ya ."
" Baik Pak ."
" Ayok ." Aska menarik tangannya ,berjalan ke kamar .
" Dimarahin Bapak ?" Tanya Aska , mereka sedang duduk di sofa dalam kamar .
Rena menggeleng .
" Terus ?"
Rena lalu berdiri dan menuju ke kopernya yang ada di samping lemari .Membuka resleting depannya .
" Cari apa ?" Tanya Aska .
" Cokelat ."
" Nggak ada , di mobil ." Aska lalu berdiri ." Tunggu disini ." Ucapnya lalu berdiri dan berjalan keluar .
Tak lama terdengar ketukan di pintu .
" Iya masuk ."
Sumi masuk membawakan teh hangat .
" Ini Bu silahkan ."
" Makasih ya ."
Berbarengan dengan kemunculan Aska di sana membawakan coklatnya yang dibeli kemarin .
Mengambil satu bungkus coklat dan membukanya ,lalu naik ke tempat tidur dan menikmati coklatnya di sana .
Aska kembali keluar kamar ,menutup pintunya lalu menuju kamar Pak Aji .
" Pak ."
" Masuk ."
Aska duduk di tepi kasur sementara Pak Aji di depannya .
" Alia sudah menceritakan semuanya ?" Tanya Aska hati-hati .
Pak Aji mengangguk .
Beberapa saat mereka sama-sama terdiam .
Tiba-tiba Pak Aji mendekat ." Bapak minta maaf sekali lagi dengan apa yang sudah dilakukan Alia sama kamu ." Ucapnya tulus ,sambil memegang tangan Aska .
__ADS_1
" Pak kenapa ngomong gitu ,semua udah selesai , bapak senang kan Alia sudah ketemu ."
Lagi-lagi Pak Aji hanya mengangguk , lalu menatapnya lekat .
" Kamu jangan merasa nggak enak karena Bapak ..."
Aska mengerutkan alisnya ." Maksudnya ?"
" Alia sudah cerita kalau selama ini kalian tinggal bersama di apartemen ."
" Aku minta maaf ,karena sudah menyembunyikan keberadaan Alia dan baru sekarang membawanya pulang ."
" Bapak boleh tanya sesuatu ?" Ucapnya serius .
" Iya Pak ."
" Ini soal perasaan kamu ke Alia ."
Aska menatapnya terkejut .
" Apa perasaan kamu ke Alia masih sama seperti dulu ?"
Aska menarik nafas panjang ." Kenapa Bapak tanya seperti itu ?"
" Bapak tahu kamu sangat baik dan dulu Bapak bisa melihat kalau kamu sangat mencintai Alia , tetapi apa yang sudah dilakukan Alia sama kamu pasti sulit termaafkan ."
Aska mengusap punggung tangan Pak Aji ." Lupakan saja Pak , semua sudah berlalu ."
" Tapi Bapak mau tahu jawaban langsung dari hati kamu ."
" Apa perasaan kamu ke Alia masih sama ?" Tanyanya lagi .
Aska diam sebentar ." Iya Pak , tentu saja ." Jawabnya lalu berdiri ." Aku permisi dulu ."
Ia kembali ke kamar , saat masuk mendapati Rena mau mengambil sebungkus coklat lagi yang ada di nakas .
" Hei stop !"
Rena nampak terkejut .Masalahnya tadi ada 5 coklat di sana dan sekarang hanya tinggal 3 .
" Sudah habis 2 ?" Tanya Aska heran .
Rena mengangguk .
" Besok lagi ."
" Tapi aku mau ." Rena malah merengek seperti anak kecil .
" Nggak , nanti sakit perut kebanyakan ."
Rena menundukkan wajahnya dan mulai menangis .
Aska menatapnya kaget , lalu duduk di sebelahnya ." Kenapa gitu aja nangis ?"
Bukannya menjawab , Rena malah menangis sesenggukan .
Aska menariknya ke dalam pelukan ." Udah , udah kenapa jadi nangis cuma gara-gara coklat ." Pada akhirnya Aska mengambil 1 coklat dan membuka bungkusnya . Saat memberikannya pada Rena wajahnya langsung berubah .Meski air mata masih membasahi pipinya .
__ADS_1
Ia naik ke tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya disana .
Aska berdiri dan membawa 2 coklat yang tersisa lalu membawanya keluar .
Siangnya Aska keluar menemui Pak Alex , sementara Rena lebih banyak di kamar , masih terasa canggung saat harus berhadapan dengan Bapak .
Ia keluar saat Dian datang menyerahkan berkas kemudian kembali lagi ke kamar .
Malamnya , untuk pertama kalinya mereka makan malam bersama .Sumi sudah memasakkan sop ayam untuk menunya .
Semua sudah mulai makan , sementara Rena hanya memakan sesuap saja ,kemudian memainkan sendok di piringnya .
" Alia kenapa nggak di makan ?" Tanya Pak Aji sambil menatapnya .
" Nggak enak ." Jawabnya lalu menaruh sedikit keras sendok di piring sehingga menimbulkan suara .
" Alia jangan begitu , nggak sopan !" Sentak Pak Aji .Aska dan Sumi yang juga ada di sana sedikit terkejut .
Rena menunduk kan wajah dan mulai menangis , Sumi berniat mendekat tapi Aska mencegahnya .
" Begitu saja kok nangis ?" Tanya Pak Aji lagi , lantas malah membuat Rena semakin terisak .
Aska akhirnya berdiri dan menghampiri nya .
Aska menarik tangannya ." Ayo ke kamar aja ." Ajaknya .
Rena menurut dan berdiri lalu Aska mengajaknya ke kamar .
" Kenapa sih kamu sebenarnya ?" Tanya Aska saat mereka berdua di kamar .
" Nggak papa ."
Aska menarik nafas panjang ." Memang mau makan apa bilang ,biar dimasakin Sumi ."
Rena lagi-lagi menggeleng .
" Terus ,kamu siang kan juga belum makan ?"
" Nggak mau ." Rena naik ke tempat tidur , merebahkan tubuhnya di sana .
Aska memilih keluar , nggak enak juga ia belum menyelesaikan makannya tadi .
Saat akan menuju ke meja makan , Sumi menghadangnya .
" Sumi maaf ya , dari tadi memang mood nya sedang nggak baik ."
" Nggak papa Pak ,atau mau saya masak kan yang lain ?"
Aska menggeleng ." Nggak usah , dia nggak mau ."
" Apa Bu Alia nya lagi hamil Pak ?" Tanya Sumi kemudian .
" Hamil ?" Aska melotot ." Nggak mungkin dia lagi haid kok ."
" Oh begitu , ya sudah saya permisi ."
Aska mengangguk ,lalu berjalan ke meja makan .
__ADS_1