
Aska cuma menatapnya dengan masih tak habis pikir apa yang sudah diperbuat .
Ia memilih keluar dan berjalan ke dapur .
Secangkir hot coklat mungkin bisa membuatnya rileks .Sambil membawa secangkir hot coklatnya ia duduk di sofa depan .
Tadi ia melihat Rena saat pulang bersama Sarah . Matanya nampak sembab , apa mungkin memang sedang ada masalah .
Apa ini ada hubungannya dengan kejadian waktu itu atau ...
Memikirkan pilihan lain membuatnya gamang . Ia mengambil cangkir dan meminumnya sedikit .Setelah itu merebahkan tubuhnya di sofa .
Ia sendiri masih bingung bagaimana harus bersikap di depan Rena .Apa mereka harus tetap bersikap profesional sebagai atasan dan karyawan , tapi apa semua bisa kalau pada kenyataannya hubungan mereka lebih dari itu .
Satu jam berlalu ...
Cangkirnya pun sudah tak bersisa lagi isi di dalamnya .Ia berjalan dan masuk kamar .
Dilihatnya Rena sudah tertidur menghadap ke jendela .
Syukurlah .
Pelan-pelan ia naik ke tempat tidur dan berbaring disana .Semoga tidak sampai membuat wanita di sebelahnya itu terbangun .
Baru saja memejamkan mata ...
" Mas kamu dari mana ?"
Aska membuka matanya lebar-lebar , Rena sudah ada di depannya .
" Udah tidur , aku ngantuk ." Jawabnya , berniat memiringkan badannya ke kiri tapi dengan cepat Rena mencegahnya .
" Mau ngapain lagi ?" Tanya Aska sewot .
Rena mendekat dan langsung merebahkan tubuh disana , menempelkan wajahnya di dada Aska sambil tangannya memeluk pinggang laki-laki itu .
" Itu kasur masih luas ngapain nemplok disini kayak cicak ." Cerocos Aska , sambil menarik nafas panjang melihat kelakuan Rena , tapi rupanya cuma kata-kata nya saja yang terdengar tegas , pada akhirnya ia tak berani berbuat lebih apalagi menyuruhnya menjauh .
" Dingin ,enakan disini ." Jawab Rena santai .
" Matiin AC nya ."
" Nggak usah ."
Hanya beberapa menit , tak ada suara dari bibir Rena .
Aska menyibakkan rambut yang menutupi wajah Rena dan mendapati wanitanya itu sudah nampak pulas di dadanya .
" Cepat sekali dia tidur ." Gumamnya .
Beberapa menit kemudian , ia pun ikut terlelap .
__ADS_1
Paginya ...
Aska menggeliat malas di kasur , lengannya terasa kesemutan setelah semalam harus tidur dengan posisi yang sama karena ulah Rena yang menindihnya .
Begitu membuka mata , kamarnya nampak sepi .
Kemana dia , pikirnya .
Ia bangun dan langsung berjalan ke kamar mandi .
Setelah itu rutinitas seperti biasa . Selesai bersiap ia hanya membuat roti bakar dan teh hangat untuk sarapannya .
Pukul 06.30 ia keluar dan Rena yang biasa menunggu disana ternyata belum kelihatan .
Aska menghampiri unitnya dan menekan bel disana .
" Sebentar ." Terdengar sahutan dari dalam .
Saat pintu terbuka , sontak membuat Aska terkejut . Melihat Rena masih mengenakan piyama .
" Iya tunggu , 10 menit selesai ." Jawabnya sambil menyeret Aska masuk dan duduk di ruang tamu .Ia sendiri berlari ke kamar .
Tak ada komentar dari Aska ,ia duduk diam di sofa .
15 menit kemudian , Rena keluar sudah dengan pakaian kerja . Selain membawa tas di tangan kanannya ia juga menenteng paperbag yang cukup besar .
" Itu apa ?" Tanya Aska penasaran .
" Mau piknik kamu bawa segitu banyak ."
Rena manyun ." Biarin suka-suka aku , ayok berangkat ."
Tak lama , mereka sudah dalam perjalanan ke kantor .
KRUKKK ...KRUKKK ...
Aska menoleh mendapati Rena tengah memegangi perutnya dengan kedua tangan .
" Kenapa ?"
Rena menggeleng .
" Belum sarapan ?" Tanya Aska lagi .
" Belum ."
" Lah itu makanannya di makan sekarang aja ." Ucapnya sambil menunjuk ke paperbag yang ada di jok belakang .
" Nggak boleh ." Jawab Rena tegas .
" Kenapa ?"
__ADS_1
" Kan buat makan siang ."
" Emang kenapa kalau dimakan sekarang , nanti siang kan bisa beli ."
" Nggak boleh pokoknya ."
Aska menatapnya ." Aneh ..." Gumamnya .
" Bilang apa ? Rena mendekatkan wajahnya .
" Nggak ."
Aska membelokkan mobilnya ke kiri , kemudian di depan sebuah ruko , ia menepikan dan memarkir disana .
" Ngapain disini ?" Tanya Rena bingung .
" Itu ada bubur ayam ." Aska menunjuk sebuah stan bubur ayam yang cukup ramai . Ia juga sering kesini .
" Biar aku aja yang turun ."
Rena membuka pintu mobil dan turun .
Baru 15 menit ia kembali ke mobil , karena antrian cukup panjang juga .
Membawa 2 mangkok bubur ayam , ia masuk ke mobil .
Aska menatapnya ." Aku udah makan ." Tolaknya .
" Ya udah terlanjur ." Rena memberikan 1 mangkok ke Aska .
Sementara Aska masih memperhatikan mangkok bubur di tangan Rena dengan warna merah yang mencolok .Entah berapa sendok cabe dituangkan disana .
Tak sampai 5 menitan ,mereka sudah melahapnya habis tak bersisa .
Setelah mengembalikan mangkok dan membayarnya , mereka melanjutkan perjalanan ke kantor .
Saat di lampu merah , Aska menoleh mendapati Rena meringis kesakitan sambil menekan perutnya .
" Kenapa ?
Rena menoleh ." Nggak ."
" Kurang banyak tadi cabe nya ." Sindir Aska yang langsung membuat Rena sewot .
Setelah lampu merah , Aska menepikan mobilnya sebentar .
" Pulang aja kalau sakit ,nggak usah ke kantor ."
Rena menggeleng ." Aku bawa obat kok ." Jawabnya lalu membuka tas dan mengambil tablet disana .
" Jalan aja ." Protes Rena , saat Aska belum juga menjalankan mobil ." Ini udah siang ."
__ADS_1
Tanpa menjawab ,Aska kembali melajukan mobilnya .Sesekali ia melirik ke sebelah , memperhatikan kondisi Rena .