SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 39


__ADS_3

Aska cuma menatapnya dengan masih tak habis pikir apa yang sudah diperbuat .


Ia memilih keluar dan berjalan ke dapur .


Secangkir hot coklat mungkin bisa membuatnya rileks .Sambil membawa secangkir hot coklatnya ia duduk di sofa depan .


Tadi ia melihat Rena saat pulang bersama Sarah . Matanya nampak sembab , apa mungkin memang sedang ada masalah .


Apa ini ada hubungannya dengan kejadian waktu itu atau ...


Memikirkan pilihan lain membuatnya gamang . Ia mengambil cangkir dan meminumnya sedikit .Setelah itu merebahkan tubuhnya di sofa .


Ia sendiri masih bingung bagaimana harus bersikap di depan Rena .Apa mereka harus tetap bersikap profesional sebagai atasan dan karyawan , tapi apa semua bisa kalau pada kenyataannya hubungan mereka lebih dari itu .


Satu jam berlalu ...


Cangkirnya pun sudah tak bersisa lagi isi di dalamnya .Ia berjalan dan masuk kamar .


Dilihatnya Rena sudah tertidur menghadap ke jendela .


Syukurlah .


Pelan-pelan ia naik ke tempat tidur dan berbaring disana .Semoga tidak sampai membuat wanita di sebelahnya itu terbangun .


Baru saja memejamkan mata ...


" Mas kamu dari mana ?"


Aska membuka matanya lebar-lebar , Rena sudah ada di depannya .


" Udah tidur , aku ngantuk ." Jawabnya , berniat memiringkan badannya ke kiri tapi dengan cepat Rena mencegahnya .


" Mau ngapain lagi ?" Tanya Aska sewot .


Rena mendekat dan langsung merebahkan tubuh disana , menempelkan wajahnya di dada Aska sambil tangannya memeluk pinggang laki-laki itu .


" Itu kasur masih luas ngapain nemplok disini kayak cicak ." Cerocos Aska , sambil menarik nafas panjang melihat kelakuan Rena , tapi rupanya cuma kata-kata nya saja yang terdengar tegas , pada akhirnya ia tak berani berbuat lebih apalagi menyuruhnya menjauh .


" Dingin ,enakan disini ." Jawab Rena santai .


" Matiin AC nya ."


" Nggak usah ."


Hanya beberapa menit , tak ada suara dari bibir Rena .


Aska menyibakkan rambut yang menutupi wajah Rena dan mendapati wanitanya itu sudah nampak pulas di dadanya .


" Cepat sekali dia tidur ." Gumamnya .


Beberapa menit kemudian , ia pun ikut terlelap .

__ADS_1


Paginya ...


Aska menggeliat malas di kasur , lengannya terasa kesemutan setelah semalam harus tidur dengan posisi yang sama karena ulah Rena yang menindihnya .


Begitu membuka mata , kamarnya nampak sepi .


Kemana dia , pikirnya .


Ia bangun dan langsung berjalan ke kamar mandi .


Setelah itu rutinitas seperti biasa . Selesai bersiap ia hanya membuat roti bakar dan teh hangat untuk sarapannya .


Pukul 06.30 ia keluar dan Rena yang biasa menunggu disana ternyata belum kelihatan .


Aska menghampiri unitnya dan menekan bel disana .


" Sebentar ." Terdengar sahutan dari dalam .


Saat pintu terbuka , sontak membuat Aska terkejut . Melihat Rena masih mengenakan piyama .


" Iya tunggu , 10 menit selesai ." Jawabnya sambil menyeret Aska masuk dan duduk di ruang tamu .Ia sendiri berlari ke kamar .


Tak ada komentar dari Aska ,ia duduk diam di sofa .


15 menit kemudian , Rena keluar sudah dengan pakaian kerja . Selain membawa tas di tangan kanannya ia juga menenteng paperbag yang cukup besar .


" Itu apa ?" Tanya Aska penasaran .


" Mau piknik kamu bawa segitu banyak ."


Rena manyun ." Biarin suka-suka aku , ayok berangkat ."


Tak lama , mereka sudah dalam perjalanan ke kantor .


KRUKKK ...KRUKKK ...


Aska menoleh mendapati Rena tengah memegangi perutnya dengan kedua tangan .


" Kenapa ?"


Rena menggeleng .


" Belum sarapan ?" Tanya Aska lagi .


" Belum ."


" Lah itu makanannya di makan sekarang aja ." Ucapnya sambil menunjuk ke paperbag yang ada di jok belakang .


" Nggak boleh ." Jawab Rena tegas .


" Kenapa ?"

__ADS_1


" Kan buat makan siang ."


" Emang kenapa kalau dimakan sekarang , nanti siang kan bisa beli ."


" Nggak boleh pokoknya ."


Aska menatapnya ." Aneh ..." Gumamnya .


" Bilang apa ? Rena mendekatkan wajahnya .


" Nggak ."


Aska membelokkan mobilnya ke kiri , kemudian di depan sebuah ruko , ia menepikan dan memarkir disana .


" Ngapain disini ?" Tanya Rena bingung .


" Itu ada bubur ayam ." Aska menunjuk sebuah stan bubur ayam yang cukup ramai . Ia juga sering kesini .


" Biar aku aja yang turun ."


Rena membuka pintu mobil dan turun .


Baru 15 menit ia kembali ke mobil , karena antrian cukup panjang juga .


Membawa 2 mangkok bubur ayam , ia masuk ke mobil .


Aska menatapnya ." Aku udah makan ." Tolaknya .


" Ya udah terlanjur ." Rena memberikan 1 mangkok ke Aska .


Sementara Aska masih memperhatikan mangkok bubur di tangan Rena dengan warna merah yang mencolok .Entah berapa sendok cabe dituangkan disana .


Tak sampai 5 menitan ,mereka sudah melahapnya habis tak bersisa .


Setelah mengembalikan mangkok dan membayarnya , mereka melanjutkan perjalanan ke kantor .


Saat di lampu merah , Aska menoleh mendapati Rena meringis kesakitan sambil menekan perutnya .


" Kenapa ?


Rena menoleh ." Nggak ."


" Kurang banyak tadi cabe nya ." Sindir Aska yang langsung membuat Rena sewot .


Setelah lampu merah , Aska menepikan mobilnya sebentar .


" Pulang aja kalau sakit ,nggak usah ke kantor ."


Rena menggeleng ." Aku bawa obat kok ." Jawabnya lalu membuka tas dan mengambil tablet disana .


" Jalan aja ." Protes Rena , saat Aska belum juga menjalankan mobil ." Ini udah siang ."

__ADS_1


Tanpa menjawab ,Aska kembali melajukan mobilnya .Sesekali ia melirik ke sebelah , memperhatikan kondisi Rena .


__ADS_2