SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 58


__ADS_3

Hari Minggu pagi ...


Aska sudah berangkat , ada janji dengan kliennya .Sementara Rena sendiri sudah berada di supermarket tak jauh dari apartemen nya .Ia memutuskan untuk memasak saja pagi ini ,tapi berhubung bahan makanan di kulkas habis ,jadinya ia harus berbelanja dulu .Rencananya ia akan memasak rendang hari ini , selain untuk mereka , juga buat Astrid . Nanti siang setelah selesai ia bisa ke apartemen nya , karena Aska juga mungkin sampai sore baru pulang .


Selesai belanja , ia langsung pulang dan segera memasak .


Menjelang jam makan siang , rendang buatannya telah matang .


Ia menyiapkan ke dalam kotak yang akan diberikan untuk Astrid .


Sebaiknya tidak usah menghubungi biar surprise , Astrid juga pasti ada di apartemen nya .


Setelah mengemas rendang ke box , ia mandi dan bersiap berangkat .


Ia sampai di apartemen Astrid lewat pukul 12.00


Sampai di depan unit nya ,ia memencet bel . Tak ada sahutan .


Apa mungkin Astrid sedang keluar ,salah nya juga tak memberi kabar dulu .


Dicobanya menunggu beberapa menit .


Sekali lagi memencet bel .


Tak ada sahutan juga dari dalam .


Ia mendesah pelan , mungkin memang Astrid sedang keluar .


Sebaiknya ia menitipkan makanan di resepsionist saja .


Hampir lima menit , memastikan tak ada yang keluar .


Ia berbalik ,memutuskan untuk pulang .


Baru saja mau melangkahkan kaki ,terdengar suara pintu terbuka .


Ia menoleh dan benar saja , tak lama pintu terbuka .


" Kakak ." Panggil Astrid .


Rena tersenyum senang , untunglah ternyata Astrid ada .


Astrid mempersilahkannya masuk .


" Kakak sendiri ?" Tanya nya lagi .


Rena mengangguk ." Iya Mas Aska lagi keluar ."


" Kakak bawa apa ?" Astrid melihat box makanan di tangannya .


" Tadi aku masak rendang ."


" Wah pasti enak ." Seru Astrid antusias .


Rena menatap adik iparnya itu , memang senyuman tersungging di bibir manisnya ,tapi mata itu tidak bisa berbohong . Tatapannya terasa berbeda dan matanya sembab .

__ADS_1


Apa mungkin Astrid habis menangis , apa dia sedang ada masalah .


" Kakak makan siang disini kan ?" Tanya Astrid lagi .


Rena mengangguk ,lalu berjalan ke meja makan , menaruh dan membuka box nya disana .


Sementara Astrid menuju dapur , mengambil piring .


Tak lama mereka berdua sudah duduk berdua di meja makan .


" Oh ya Kak ,kemarin aku ketemu teman kak Aska yang punya cafe itu ."


Rena menatapnya ." Siapa ?"


" Dia juga tinggal 1 apartemen sama kalian ."


" Oh Sarah , ketemu dimana ?"


" Di cafe nya ,aku penasaran mau cheese cake nya yang katanya enak ."


Rena mengangguk ." Oh iya emang enak cheese cake disana ,aku juga suka ."


Beberapa menit kemudian ,mereka masih sibuk menghabiskan makanan . Sesekali mereka mengobrol .


Rena menanyakan kehidupan Astrid di Amerika .Ia menangkap ada sesuatu memang di wajah Astrid , meski ia berusaha menutupinya .Pembawaannya yang selalu ceria seolah menutupi semua permasalahan yang sedang disembunyikan .


Setelah makan ,Rena berpamitan pulang .


Sekali lagi ia menatap wajah Astrid .Coba berpikir apa pantas ia menanyakan masalahnya ,bagaimana kalau itu membuatnya sedikit terganggu .


Rena mengambil tas nya ." Nggak ,kakak kamu masih sibuk banyak kerjaan ."


" Oh ..."


" Astrid ." Panggil Rena sebelum ia keluar .


" Ya ."


" Kamu baik-baik aja ?" Tanyanya cemas .


" Iya kak , memangnya kenapa ?"


" Mata kamu sembab gitu , nggak habis nangis kan ?" Selidiknya .


Astrid menggeleng ." Mungkin kurang tidur aja , kemarin perut aku sedikit nggak enak ."


" Oh ya ?" Rena menatapnya ." Atau perlu cek ke dokter , biar kakak anter ."


" Nggak usah kak , udah biasa gitu kalau kecapekan biasanya sedikit kram ."


" Yah okelah ...tapi sekarang udah nggak papa ?"


" Nggak papa kak ."


" Di unit sebelah apartemen kita ada yang kosong ,kalau kamu mau tinggal disana biar nanti aku bilang Mas Aska ." Usul Rena ." Kondisi kamu seperti ini nggak bagus kalau tinggal sendirian ."

__ADS_1


Astrid diam sebentar ." Ya nanti aku pikir-pikir dulu deh ."


Rena mengangguk ." Ya udah aku pulang dulu ."


Astrid memeluknya ." Makasih ya kak ."


Rena berpamitan dan menolak saat Astrid berniat mengantarnya sampai loby .


Sekali lagi ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Astrid .Mungkin ia memang butuh waktu untuk sendiri .Semoga saja ia mau menerima usulnya untuk pindah apartemen .


*****


Sepulangnya Rena tadi ,Astrid kembali ke kamarnya dan berdiri di depan kaca .


Ya memang wajahnya terlihat kusut dan matanya sembab . Pantas saja tadi kakak iparnya itu terus menatapnya saat mereka makan bersama . Apa juga curiga dengan apa yang sebenarnya terjadi .Semoga saja percaya dengan alasan yang dibuatnya tadi .


Ia mengambil ponsel di kasur dan membuka chat yang masuk .


Ternyata panggilan tak terjawab berkali-kali dari William .


Ia menarik nafas panjang .


Dibukanya chat masuk dari William ,yang membuatnya sedikit takut .


~ sayang , hari ini aku pulang ke Indonesia ~


Hanya membacanya saja ,tanpa berniat membalas .


Pasti nanti William akan langsung mendatanginya kesini karena tahu ia memutuskan tinggal disini .


Apa sebaiknya ia menerima usulan kakak iparnya tadi .


Iya , tinggal disana akan membuat William lebih sungkan untuk mendatanginya saat tahu kalau ia tinggal berdekatan dengan Aska .


*****


Rena baru selesai membersihkan unitnya ketika Aska sampai .Mengepel ,membersihkan kamar dan semua ruangan .Sekarang terlihat lebih bersih , karena jarang juga ia melakukannya kalau hari biasa .


Aska pernah mengusulkan untuk mempekerjakan ART harian untuk sekedar memasak dan membersihkan rumah saja ,tak harus menginap ,tapi Rena menolak dan lebih memilih untuk melakukannya sendiri .Toh apartemen yang mereka tempati tidak terlalu besar juga .


Begitu masuk , Aska menatap sekeliling yang nampak sangat rapi .Ia membawa 2 box salad buah dan menaruhnya di meja makan .


Rena baru selesai mencuci piring lalu menghampirinya .


Aska melihatnya heran .Hanya memakai daster dengan rambut dijepit ke atas , wajahnya nampak berkeringat .


" Habis ngapain kamu ?" Selidiknya .


" Bersih-bersih , aku mandi dulu ." Ia bergegas masuk kamar .


Aska membuka mangkok saji di meja makan .


Ada rendang disana , baunya sungguh menggoda ,tapi ia menunggu Rena selesai mandi dulu .


Ia masuk kamar dan mengganti bajunya .

__ADS_1


__ADS_2