SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 47


__ADS_3

" Apa , ta..tapi ada apa ?" Tanya Fika gugup ,saat Dian menghubunginya dan mengatakan kalau dirinya harus menemui Aska di ruang meeting .


" Aku nggak tahu ,tapi tolong cepetan ya ."


" I..iya baik ." Fika berdiri ,jantungnya berdegup tak beraturan .Dengan masih sedikit gemetaran , ia sedikit berlari keluar .Kalau sampai lama ,nanti Aska akan semakin marah padanya .


Sesampainya di depan ruang meeting , ia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya ..hal itu diulang sampai 2 kali ,berharap bisa menghilangkan kegugupannya .


Ia mengetuk pintu pelan .


" Masuk ." Terdengar sahutan dari dalam .


" Siang Pak ." Sapanya .


Aska menatapnya tajam ." Duduk ." Ucapnya tegas .


Perlahan ia menarik kursi di depan Aska dan langsung duduk sembari menundukkan kepalanya .


Aska mendorong laptop di depannya dan mendekatkan ke Fika .


Sedikit kaget Fika menahan laptop itu dan seolah mengerti kalau ia disuruh melihat ke layar .


Fika memutar laptop dan mengarahkan padanya . Alangkah terkejut melihat apa yang sedang terputar disana . Ini adalah rekaman cctv di kantin .Dengan tangan gemetaran ia mencoba mengamati setiap detail nya .


Nampak jelas saat kakinya dengan sengaja menghalangi jalan Rena dan setelah itu Rena terjatuh .Nampak jelas disana wajahnya yang tersenyum saat melihat Rena terbentur .


Ia membekap mulutnya sendiri . Tamatlah riwayatnya sekarang .Apa yang akan dilakukan bos nya itu .


Ia mengangkat wajahnya ,menatap wajah Aska yang nampak begitu emosi .


Hal itu semakin menciutkan nyalinya .


Ia hanya diam dan diam .


" Sekarang jelaskan ke saya ,apa maksud kamu melakukan itu semua ?!" Tanya Aska ,memecah keheningan di antara mereka .


Fika kembali diam .


" Jawab !" Aska berteriak sambil menggebrak meja .


Fika terkejut , keringat mulai mengucur di wajahnya , meski di dalam ruangan AC cukup dingin .


" Ma ...maaf Pak ." Ucapnya terbata .


" Maaf ..." Ulang Aska ." Cuma itu ?"


Fika kembali diam ,kali ini ia mulai terisak .


" Dari awal saya lihat kamu nggak suka sama Rena ,memang apa yang sudah diperbuat sama kamu ?" Tanyanya lagi .


Fika menggeleng .

__ADS_1


" Jawab ,kamu punya mulut kan ?!"


Fika sesenggukan ." Saya ...saya cuma nggak suka dengan sikapnya yang kecentilan ." Jawabnya ,entah mendapat keberanian darimana , ia dengan lancar mengakuinya .


" Atas dasar apa kamu bisa punya pendapat seperti itu ?"


" Karena ...karena dia karyawan baru tapi bisa langsung dekat dengan Bapak ." Cetusnya lagi .


Aska mengusap wajahnya , kesal .


" Memang apa hubungannya sama kamu ...apa itu semua merugikan kamu ?"


Lagi-lagi Fika menggeleng .


Aska diam ,sengaja memancing agar Fika berbicara terlebih dahulu .


" Saya minta maaf Pak ." Ucapnya kemudian .


Aska menatapnya ." Kenapa kamu minta maafnya ke saya ?"


" I..iya saya akan meminta maaf juga ke Rena soal tadi ."


" Hanya untuk soal kamu sengaja menjatuhkannya tadi ?"


Fika balas menatapnya ." Maksud Bapak apa ?"


" Kamu hanya minta maaf soal di kantin tadi ,lalu bagaimana dengan omongan kamu barusan ."


" Kamu tadi juga bilang kalau dia wanita kecentilan , betul begitu ?"


Fika mengangguk .


" Apa kamu berpikir begini ,karena waktu itu memergoki kalau kita tinggal bersama ,benar kan ?"


" I ...iya Pak ."


Aska mendekatkan wajahnya ke Fika , membuat wanita itu semakin ketakutan .


" Kalau begitu persepsi kamu tentang saya bagaimana ?" Cecar Aska .


" Mak...maksud Bapak apa ?"


" Yang tinggal disana saya dan juga Rena , berarti menurut kamu saya juga kecentilan begitu ?"


Fika menggeleng cepat ." Tentu saja tidak , Pak ."


" Lalu ...?"


" Saya yakin Bapak orang baik ."


Aska mencibirnya ." Itu cara kamu untuk membuat saya simpati ."

__ADS_1


" Bukan begitu Pak , saya ..."


" Cukup !" Sentak Aska ." Saya mau langsung ke pokok permasalahan saja , bagi saya apa yang sudah kamu lakukan merupakan tindakan kriminal , kalau sampai terjadi hal yang serius sama Rena bagaimana hah ?!"


" Saya minta maaf Pak ."


" Dan saya juga sudah membuat keputusan ."


Fika menatapnya .


" Saya tidak akan memperpanjang masalah ini apalagi sampai harus ke jalur hukum ."


Mendengar itu ,Fika menarik nafas lega .


" Tapi mohon maaf saya tidak bisa mempertahankan kamu lagi di perusahaan ini ."


Fika membelalakkan mata ." Saya dipecat Pak ?"


" Ya ." Jawab Aska pendek .


" Tapi ...tapi saya akan meminta maaf soal ini ke Rena Pak ."


Aska mengangguk ." Ya ,memang itu wajib kamu lakukan ."


" Apa kalau Rena mau memaafkan saya ,Bapak akan mencabut keputusan ini ?"


" Yang menjadi pertimbangan saya bukan cuma itu saja ...tapi ucapan kamu sangat tidak termaafkan untuk saya ."


" Yang mana Pak ?" Tanya Fika balik .


" Kalau Rena itu wanita kecentilan ." Jelas Aska .


Fika menundukkan kepala ,merutuki dirinya sendiri ,kenapa kata-kata itu harus diucapkannya tadi .


" Oke , saya rasa selesai pertemuan kita siang ini ,untuk lebih jelasnya soal pemberhentian kamu di perusahaan ini biar HRD yang mengurusnya ."


Fika merasa lemas , tak ada lagi pembelaan untuknya . Mau tak mau ia harus menerimanya .


" Baik Pak kalau begitu saya permisi ." Ucapnya akhirnya ,tak ada lagi yang bisa dilakukannya .


Ia berdiri dan baru saja mau melangkahkan kakinya ...


" Tunggu .."


Ia menoleh .


" Saya akan bilang soal hubungan saya dan Rena yang sebenarnya biar rasa penasaran kamu tentang kehidupan pribadi saya terjawab ."


Fika merasa tertampar dengan ucapan itu . Wajahnya mungkin sekarang sudah memerah .


" Rena itu istri saya , jadi apa ada kesalahan kalau kita tinggal bersama ?"

__ADS_1


Fika melongo .


__ADS_2