
" Apa , ta..tapi ada apa ?" Tanya Fika gugup ,saat Dian menghubunginya dan mengatakan kalau dirinya harus menemui Aska di ruang meeting .
" Aku nggak tahu ,tapi tolong cepetan ya ."
" I..iya baik ." Fika berdiri ,jantungnya berdegup tak beraturan .Dengan masih sedikit gemetaran , ia sedikit berlari keluar .Kalau sampai lama ,nanti Aska akan semakin marah padanya .
Sesampainya di depan ruang meeting , ia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya ..hal itu diulang sampai 2 kali ,berharap bisa menghilangkan kegugupannya .
Ia mengetuk pintu pelan .
" Masuk ." Terdengar sahutan dari dalam .
" Siang Pak ." Sapanya .
Aska menatapnya tajam ." Duduk ." Ucapnya tegas .
Perlahan ia menarik kursi di depan Aska dan langsung duduk sembari menundukkan kepalanya .
Aska mendorong laptop di depannya dan mendekatkan ke Fika .
Sedikit kaget Fika menahan laptop itu dan seolah mengerti kalau ia disuruh melihat ke layar .
Fika memutar laptop dan mengarahkan padanya . Alangkah terkejut melihat apa yang sedang terputar disana . Ini adalah rekaman cctv di kantin .Dengan tangan gemetaran ia mencoba mengamati setiap detail nya .
Nampak jelas saat kakinya dengan sengaja menghalangi jalan Rena dan setelah itu Rena terjatuh .Nampak jelas disana wajahnya yang tersenyum saat melihat Rena terbentur .
Ia membekap mulutnya sendiri . Tamatlah riwayatnya sekarang .Apa yang akan dilakukan bos nya itu .
Ia mengangkat wajahnya ,menatap wajah Aska yang nampak begitu emosi .
Hal itu semakin menciutkan nyalinya .
Ia hanya diam dan diam .
" Sekarang jelaskan ke saya ,apa maksud kamu melakukan itu semua ?!" Tanya Aska ,memecah keheningan di antara mereka .
Fika kembali diam .
" Jawab !" Aska berteriak sambil menggebrak meja .
Fika terkejut , keringat mulai mengucur di wajahnya , meski di dalam ruangan AC cukup dingin .
" Ma ...maaf Pak ." Ucapnya terbata .
" Maaf ..." Ulang Aska ." Cuma itu ?"
Fika kembali diam ,kali ini ia mulai terisak .
" Dari awal saya lihat kamu nggak suka sama Rena ,memang apa yang sudah diperbuat sama kamu ?" Tanyanya lagi .
Fika menggeleng .
__ADS_1
" Jawab ,kamu punya mulut kan ?!"
Fika sesenggukan ." Saya ...saya cuma nggak suka dengan sikapnya yang kecentilan ." Jawabnya ,entah mendapat keberanian darimana , ia dengan lancar mengakuinya .
" Atas dasar apa kamu bisa punya pendapat seperti itu ?"
" Karena ...karena dia karyawan baru tapi bisa langsung dekat dengan Bapak ." Cetusnya lagi .
Aska mengusap wajahnya , kesal .
" Memang apa hubungannya sama kamu ...apa itu semua merugikan kamu ?"
Lagi-lagi Fika menggeleng .
Aska diam ,sengaja memancing agar Fika berbicara terlebih dahulu .
" Saya minta maaf Pak ." Ucapnya kemudian .
Aska menatapnya ." Kenapa kamu minta maafnya ke saya ?"
" I..iya saya akan meminta maaf juga ke Rena soal tadi ."
" Hanya untuk soal kamu sengaja menjatuhkannya tadi ?"
Fika balas menatapnya ." Maksud Bapak apa ?"
" Kamu hanya minta maaf soal di kantin tadi ,lalu bagaimana dengan omongan kamu barusan ."
" Kamu tadi juga bilang kalau dia wanita kecentilan , betul begitu ?"
Fika mengangguk .
" Apa kamu berpikir begini ,karena waktu itu memergoki kalau kita tinggal bersama ,benar kan ?"
" I ...iya Pak ."
Aska mendekatkan wajahnya ke Fika , membuat wanita itu semakin ketakutan .
" Kalau begitu persepsi kamu tentang saya bagaimana ?" Cecar Aska .
" Mak...maksud Bapak apa ?"
" Yang tinggal disana saya dan juga Rena , berarti menurut kamu saya juga kecentilan begitu ?"
Fika menggeleng cepat ." Tentu saja tidak , Pak ."
" Lalu ...?"
" Saya yakin Bapak orang baik ."
Aska mencibirnya ." Itu cara kamu untuk membuat saya simpati ."
__ADS_1
" Bukan begitu Pak , saya ..."
" Cukup !" Sentak Aska ." Saya mau langsung ke pokok permasalahan saja , bagi saya apa yang sudah kamu lakukan merupakan tindakan kriminal , kalau sampai terjadi hal yang serius sama Rena bagaimana hah ?!"
" Saya minta maaf Pak ."
" Dan saya juga sudah membuat keputusan ."
Fika menatapnya .
" Saya tidak akan memperpanjang masalah ini apalagi sampai harus ke jalur hukum ."
Mendengar itu ,Fika menarik nafas lega .
" Tapi mohon maaf saya tidak bisa mempertahankan kamu lagi di perusahaan ini ."
Fika membelalakkan mata ." Saya dipecat Pak ?"
" Ya ." Jawab Aska pendek .
" Tapi ...tapi saya akan meminta maaf soal ini ke Rena Pak ."
Aska mengangguk ." Ya ,memang itu wajib kamu lakukan ."
" Apa kalau Rena mau memaafkan saya ,Bapak akan mencabut keputusan ini ?"
" Yang menjadi pertimbangan saya bukan cuma itu saja ...tapi ucapan kamu sangat tidak termaafkan untuk saya ."
" Yang mana Pak ?" Tanya Fika balik .
" Kalau Rena itu wanita kecentilan ." Jelas Aska .
Fika menundukkan kepala ,merutuki dirinya sendiri ,kenapa kata-kata itu harus diucapkannya tadi .
" Oke , saya rasa selesai pertemuan kita siang ini ,untuk lebih jelasnya soal pemberhentian kamu di perusahaan ini biar HRD yang mengurusnya ."
Fika merasa lemas , tak ada lagi pembelaan untuknya . Mau tak mau ia harus menerimanya .
" Baik Pak kalau begitu saya permisi ." Ucapnya akhirnya ,tak ada lagi yang bisa dilakukannya .
Ia berdiri dan baru saja mau melangkahkan kakinya ...
" Tunggu .."
Ia menoleh .
" Saya akan bilang soal hubungan saya dan Rena yang sebenarnya biar rasa penasaran kamu tentang kehidupan pribadi saya terjawab ."
Fika merasa tertampar dengan ucapan itu . Wajahnya mungkin sekarang sudah memerah .
" Rena itu istri saya , jadi apa ada kesalahan kalau kita tinggal bersama ?"
__ADS_1
Fika melongo .