SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 80


__ADS_3

Mereka sampai di depan UGD dan perawat melarang Aska untuk masuk .


" Dokter kandungan di sini siapa ?" Tanyanya pada seorang perawat .


" Ada Dokter Indira Pak ."


Aska mengangguk .


" Beliau dokter kandungan terbaik di sini ." Lanjutnya .


Tak lama dokter yang tadi sedang mereka bicarakan nampak berlari ke arahnya .


" Pak Aska ." Sapanya .


" Iya dok ,tolong istri saya dia sangat kesakitan perutnya ."


" Memang apa yang terjadi ?"


" Tadi habis jatuh ."


" Oh baiklah ,saya periksa dulu ,bapak tunggu di sini ."


Dokter Indira bergegas masuk , berbarengan dengan pintu ruangan yang tertutup .


Aska hanya mondar-mandir di depan ruangan .


Seorang perawat menghampirinya .


" Maaf Pak itu wajah Bapak lebam-lebam , sebaiknya kita lakukan pemeriksaan juga ." Ucapnya .


Aska menggeleng ." Nggak usah , nanti aja gampang ."


Cukup lama belum ada kabar . Sepuluh menit ...Dua puluh menit . Tak ada satupun dari mereka keluar , membuat Aska semakin panik .


Baru masuk 30 menit , pintu terbuka .Dr Indira yang keluar .


" Gimana dok ?" Tanyanya langsung .


" Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang membahayakan janinnya ."


" Dokter yakin ?"


" Iya Pak , hanya saja Bu Alia harus bedrest ini demi kesehatannya ."


" Apa bisa bedrest di rumah ?"


Dokter Indira menggeleng pelan ." Saya sarankan sebaiknya di sini saja 2-3 harian ,biar saya bisa cek kondisi nya terus ."


" Baiklah , apa saya bisa masuk ?"


" Nanti ya Pak biar dipindahkan ke ruangan lebih dulu ."


" Ya oke ."


Berbarengan dengan ponselnya yang berdering .


" Ya Oma ."


" Sayang , bagaimana istri kamu ?"


" Nggak papa Oma , cuma harus bedrest aja ."


" Are you sure ?"


" Iya Oma , nanti aku telpon lagi biar Rena yang bicara setelah di pindah ke ruangan ."


" Harus opname ?"


" Iya ,kata Dokter Indira sebaiknya bedrest di rumah sakit biar bisa diawasi ."


" Its oke ,salam aja buat Rena ,besok Oma kesana ."


Selesai berbicara dengan Oma di telpon ,seorang perawat menghampirinya dan bilang kalau Rena sudah di pindahkan ke ruangan .


Aska segera mengikuti perawat yang mengantarnya sampai ke ruangan .

__ADS_1


VVIP 05


Ada dokter Indira saat ia masuk .


" Vitamin yang ini jangan lupa di minum sebelum tidur ." Ucap Dokter Indira sambil menunjuk tablet yang ada di botol bening .


" Iya dok , makasih ." Jawab Rena .


" Ya sudah sekarang ibu istirahat , jangan berpikir macam-macam , saya permisi dulu ."


Rena mengangguk , lalu Dokter Indira berjalan keluar ,Aska mengantarnya sampai pintu .


" Oh ya Pak Aska saya sebelumnya minta maaf ..."


" Ada apa ?" Tanya Aska bingung .


" Beberapa waktu lalu Bu Cristin menghubungi saya sewaktu Bu Alia mau memeriksakan kehamilannya , tapi waktu itu saya sedang ada seminar di luar kota jadi saya rekomendasikan dokter kandungan dari rumah sakit lain ." Ucapnya merasa tak enak ,bagaimana mungkin ia menolak anak dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja ,tapi mau bagaimana lagi ,memang ia sedang berada diluar kota waktu itu .


" Oh iya ,nggak papa ."


" Baiklah ,kalau begitu saya permisi ."


Aska mengangguk ,lalu berjalan masuk menghampiri Rena yang nampak sedikit pucat di sana .


" Masih sakit perutnya ?" Tanyanya sambil mengusap perut Rena .


Rena menggeleng ,lalu menatapnya ." Wajah kamu lebam-lebam gitu ,kenapa nggak diperiksa ?" Tanyanya balik .


" Nggak papa cuma luka dikit ."


" Mas ..." Sentaknya ." Jangan selalu nyepelein gitu lah ."


Aska mengambil vitamin yang tadi diberikan Dokter Indira .


" Minum ini ,habis itu tidur ."


" Nggak mau ." Rena melengos .


Aska menatapnya kaget ." Loh kenapa ,kamu nggak mau cepat sembuh ?"


Aska mendesah pelan ." Iya ,iya besok aku periksa kalau sekarang kan udah malam ."


Rena menatapnya ." Janji ?"


Tanpa menjawab Aska menunjukkan dua jarinya .


Rena tersenyum senang , lalu membuka mulut saat Aska menyuapkan vitamin dan memberikannya air minum .


" Sekarang tidur ."


" Kamu tidur di sini ." Rena menepuk tempat di sebelahnya .


Aska mendelik ." Nggak muat ,bed nya kecil ,udah aku duduk di sini ."


" Nggak mau ." Rena mulai merengek sambil menggeser badannya .


Aska akhirnya naik ke tempat tidur meski hanya bisa dengan posisi miring , itupun sudah cukup sempit .


Rena langsung memiringkan badannya menghadap ke Aska .


" Hati-hati itu infusnya ." Akhirnya Aska mengganjal dengan bantal tangan kirinya yang terpasang infus .


" Ini sakit ?" Tanyanya sambil memegang lebam di sudut bibir Aska .


" Nggak ."


" Tapi besok kamu harus tetap periksa loh ."


" Iya ,iya ."


" Mas .."


" Ya ."


" Aku mau jalan-jalan ."

__ADS_1


Aska mengernyitkan alis ." Jalan-jalan ?" Tanyanya balik .


Rena mengangguk .


" Kemana ?"


" Vila ."


" Bali ?"


" Ya ." Jawab Rena sambil tangan kanannya memainkan kancing baju Aska .


" Nanti kalau udah sembuh ." Ucap Aska dengan tangan kanannya melingkar di perut Rena ." Tapi vila Oma lebih bagus juga ."


" Dekat pantai juga ?"


" Iya , tapi view nya lebih bagus di sana ."


" Iya aku mau .." Rena nampak antusias .


" Nanti , kalau sembuh ." Tegas Aska .


" Ajak Oma sama Astrid juga ."


" Iya ."


" Makasih ya ." Rena mendongak dan mencium bibirnya .


" Jangan macem-macem masih sakit ." Sentak Aska .


" Kan cuma ucapan terima kasih ." Rena langsung manyun .


Aska mengusap keningnya ." Aku boleh tanya sesuatu ?" Tanyanya sedikit serius .


" Iya ."


" Ini soal Nico ."


Rena menatapnya tajam ." Kenapa ?"


" Sebenarnya apa yang Nico mau dari aku ?"


Rena menarik nafas panjang ." Kalau untuk lainnya aku nggak tahu ,tapi untuk sekarang dia sangat menginginkan kerjasama dengan PT PERWIRA ."


Aska nampak terkejut ." Tapi nggak masalah juga kalau kita sama-sama ikut ,lagipula keputusan ada di tangan Arya ."


" Ya , tapi Nico bilang hubungan kalian sangat dekat bisa jadi kamu lebih berpeluang besar dalam hal ini ."


" Nggak gitu juga , Arya orangnya profesional bisa membedakan pertemanan dengan bisnis ."


" Iya , tapi nggak tahu kenapa untuk masalah pekerjaan dia sedikit minder sama kamu ."


" Oh ya ?"


" Ya itu cuma pendapat aku aja sih .."


Aska diam sebentar .Ia cukup tahu seperti apa kualitas Nico , tapi toh ia tak mau ikut campur untuk masalah itu .


" Memangnya perusahaannya sedang bermasalah ?" Tanya Aska lagi .


" Seperti nya begitu , terakhir tinggal di rumah Nico , aku sering lihat dia pulang mabuk karena lagi-lagi kalah tender ."


" Oh.." jawab Aska pendek .


Rena mengangguk ." Tapi aku nggak berani untuk tanya lebih detail ."


" Ya udahlah ." Aska diam sebentar ,apa ia harus turun tangan untuk masalah ini , tapi bagaimana caranya ?


" Mas ."


" Hmm ." Aska menatapnya .


" Kok ngelamun ?"


" Nggak , udah cepet tidur ."

__ADS_1


Rena menyusupkan wajahnya di dada Aska .Tak lama ia pun terlelap .


__ADS_2