SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 11


__ADS_3

Aska tengah bersiap di kamarnya , ketika terdengar ketukan di pintu .


" Ya ." Jawabnya .


Tak lama pintu terbuka .


Ayu nampak sedang mendorong kursi roda Aji masuk ke dalam kamarnya .


" Ada apa Pak ?" Tanya Aska ,lalu memberi kode kepada Ayu untuk meninggalkan mereka berdua disana .


" Kamu hari ini nggak ke kantor ?"


Aska menggeleng ." Aku udah bilang kan , hari ini ada acara ulang tahun kantor ...jadi tidak ada kegiatan di kantor ."


Aji hanya mengangguk .


" Atau Pak Aji mau ikut hadir di acara itu ?" Tawarnya .


" Nggak deh ." Aji diam sebentar , menundukkan kepalanya , lalu menatap Aska yang tengah memakai jasnya ." Semalam Bapak mimpi bertemu Alia ." Ucapnya datar .


Mendengar itu , Aska menghentikan sebentar kegiatannya , menatap ke Aji yang terlihat gamang .


" Dalam mimpi Bapak , Alia terlihat sangat bahagia ..."


Aska hanya menarik nafas panjang , tak berkomentar .


" Semoga memang seperti itu kenyataannya ." Lanjutnya , menatap lekat ke Aska ." Sekali lagi Bapak minta maaf atas semua yang terjadi ..."


" Sudahlah Pak ,nggak usah bahas itu lagi ya ."


" Mungkin sekarang saatnya kamu mengakhiri semua sandiwara ini ."


" Maksudnya ?" Tanya Aska kaget .


" Akuilah yang sebenarnya terjadi kepada semua orang ...setelah ini kamu bisa memulai hidup baru ."


Aska menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Aji .


" Pak ,kita sudah membahasnya kemarin kan soal ini ..."


Aji mengangguk ." Tetapi sikap kamu yang seperti ini , membuat saya semakin merasa bersalah ."


" Kenapa bilang begitu ?"


" Kamu masih menganggap saya ini mertua kan ?" Tanya nya lagi , dari nada suaranya ada ketegasan disana dan memang kondisi Aji yang sekarang sudah mengalami banyak kemajuan .


Aska menatapnya , diam .

__ADS_1


Dengan sedikit bersusah payah dan bergetar , Aji meraih tangan kanan Aska .


" Ada apa ?" Tanya Aska bingung .


Tanpa menjawab , Aji meraih jari tangannya yang langsung tertuju ke jari manisnya , menarik sebuah cincin yang tersemat sampai terlepas .


Aska menatapnya bingung ,tapi tetap bungkam .


Aji menatap ke kiri , posisinya sekarang tidak begitu jauh dari balkon . Dengan sekuat tenaga yang dimilikinya sekarang , ia melemparkan cincin ke balkon ...menggelinding di lantai dan akhirnya jatuh keluar melewati pagar teralis balkon .


" kenapa Bapak lakukan ini ?" Tanya Aska sedikit terlihat tegas , namun tak ada emosi disana .


" Sudah saatnya semua ini berakhir ."


Aska membelalakkan matanya .


" Dan karena kondisi Bapak sudah cukup membaik sekarang , Bapak juga mau pindah dari sini ..."


" Pindah ?"


Aji mengangguk .


" Untuk kali ini aku nggak setuju ." Tegasnya .


" Kalau Bapak disini ,itu akan terus mengingatkan kamu dengan masa lalu tentang Alia ."


" Pak , aku mau Bapak tetap disini apapun yang terjadi , kalaupun memang Alia tidak akan pernah kembali ."


Sorot mata itu menatapnya penuh rasa bersalah , tak berselang lama ...sudut matanya yang mulai keriput nampak basah .


" Dengan melihat kamu setiap hari begini ...akan semakin membuat rasa bersalah itu semakin besar ." Ucapnya terbata .


Aska mengusap bahunya ." Ini bukan salah Bapak ,jadi nggak perlu merasa begitu ."


Aji menatapnya , kali ini air matanya benar-benar terjatuh di pipi .


" Bapak sudah seperti orangtua sendiri buat aku ,jadi nggak perlu seperti ini ...suatu saat kalau memang Alia kembali dan Bapak ingin bersamanya , aku nggak masalah , tetapi sekarang ...aku mau Bapak tetap disini , jangan pernah berpikir untuk keluar dari rumah ini ..." Ucapnya lagi .


" Kalau memang kamu menganggap Bapak ini orang tua sendiri , boleh Bapak minta sesuatu ?"


Aska mengangguk .


" Ceraikan Alia dan mulai menata hidup baru ."


*****


Rena bersiap di kamarnya , mengenakan dress pendek yang cukup sexy berwarna peach , rambutnya digelung rapi ke atas .

__ADS_1


Sekali lagi ia menatap ke cermin , lalu duduk di kursi , membuat riasannya terlihat sempurna .


Hari ini ia akan menghadiri ulang tahun Permana Group , yang dia tahu itu milik Aska Permana .


Nama itu ...yang dilihatnya tertulis di foto yang ada di album milik Nico waktu dilihatnya di kantor kemarin .


Nama dan foto yang seperti tidak asing baginya , walaupun ia merasa belum pernah bertemu ataupun mengenalnya sama sekali .


" Sayaaaang ,udah siap ?"


Nico sudah berdiri di depan pintu kamarnya . Tak ada yang spesial dari penampilannya kali ini ,sama seperti setiap hari saat ke kantor .


Rena mengangguk dan hanya menatapnya dari balik kaca .


Nico mendekat , lalu memegangi kedua bahunya . Menatap dari balik kaca .


" Perfect ..." Puji Nico , lalu melihat jam ditangannya ." Oh ya , nanti kamu kesana bareng sama Roy ."


Rena membalikkan badan dan berdiri ." Roy ?!" Tanyanya kaget .


Ia mengenal Roy sebagai sahabat dekat Nico yang juga rekan bisnisnya .


Nico mengangguk .


" Tapi kamu kan juga datang ?" Tanya Rena lagi curiga .


" Iya , aku juga kesana tapi sendirian ..."


Rena menatapnya heran .


" Dan ingat satu hal ,saat disana nanti ...kita harus seperti tak saling mengenal ."


" Kenapa begitu ?!"


" Sayaang , ayolah nggak usah banyak tanya ."


" Tapi aku mau tahu kenapa ?" Tuntutnya .


Nico mendesah pelan ." Suatu hari nanti aku cerita semua , yang pasti hubungan aku sama Aska saat ini tidak terlalu baik , jadi aku tidak mau kamu terlibat dalam hal ini untuk sekarang ...ok "


Mau tidak mau Rena mengangguk .


Nico tersenyum melihatnya .


Setelah dipastikannya kalau nanti Rena akan bertemu dengan Aska . Sudah direncanakan juga sesuatu untuk Rena setelah ini .


Dengan menggandeng tangan Rena keluar kamar , ia semakin tak sabar menunggu saat itu tiba .

__ADS_1


__ADS_2