
GARDEN CAFE
Astrid langsung masuk dan mencari kursi kosong di lantai 1 , kalau harus ke lantai 2 rasanya akan sangat menyulitkan ,kehamilannya ini cukup membuatnya gampang lelah .
William juga selalu mewanti-wanti untuk tidak naik turun tangga .
Ia menatap ada meja kosong di tengah ruangan .Buru-buru kesana sebelum ada yang menempatinya .Ia dibuat penasaran karena banyak yang bilang cheese cake disini sangat enak ,jadilah ia kesini sendirian .
Ia memanggil waiters dan memesan sesuatu . Setelah itu ia hanya mengamati sekeliling cafe , suasana disini cukup nyaman , sesekali menyaksikan beberapa pengunjung yang keluar masuk .
Tak lama pesanan cheese cake datang , ia mulai menikmatinya dan sama sekali tak kecewa dengan rasa dan teksturnya sangat cocok di lidahnya .
Sepertinya ia akan sering ke tempat ini .
Sambil menyuapkan sesendok cake ke mulutnya ,ia jadi ingat dengan William . Seandainya suaminya itu bisa menemaninya sekarang ,pasti akan sangat menyenangkan .
Ia lalu mengambil ponsel dan menghubungi suaminya itu . Wajahnya yang tadinya ceria berubah menjadi murung .Ponselnya tidak aktif .
Huft ...pasti pekerjaannya lebih penting dari segalanya saat ini .
Ia menyendok kan cake nya yang tinggal sesuap dan menyuapkan ke mulutnya dengan sedikit kesal , lalu berdiri dan berniat ke toilet .
Saat berjalan melewati tangga lantai 2 untuk menuju toilet . Dilihatnya 2 orang tengah turun ke lantai 1 .
Pandangannya tertuju pada wanita yang tengah tertawa lepas bersama pasangannya . Wajah itu kenapa tidak asing , sepertinya mereka pernah bertemu .Kalau tidak salah itu teman Kak Aska . Ya ...ia ingat itu , mereka pernah bertemu ,tapi ia lupa siapa namanya .
Lalu pandangannya beralih ke laki-laki disampingnya . Begitu menatapnya lekat , matanya terbelalak tak percaya .
Kak Nico ,gumamnya .
Ia jadi ingat pesan Aska agar jangan sampai keberadaannya disini diketahui Nico ,tapi sepertinya ia mau melanggar larangan itu dan bergegas menghampiri mereka .
Tak ubahnya Nico yang juga sangat terkejut melihat siapa yang berdiri di depannya . Hampir saja ia mau berlari menghindar ,kalau tidak ingat ia sedang bersama Sarah sekarang .
Saat Nico berusaha mengacuhkan dan berjalan melewati ,Astrid memanggilnya .
" Kakak tunggu ."
Mau tidak mau Nico berhenti dan menatapnya . Sarah yang berdiri di sebelahnya menatap bingung . Ia seperti berpikir pernah mengenal wanita ini ,tapi siapa ?
" Aku cuma mau kasih tahu ,oma sakit sekarang tinggal sama aku , nomor kakak nggak pernah bisa dihubungi kata oma ." Ucapnya lantang .
Nico hanya menarik nafas panjang lalu berbelok dan berjalan keluar , tanpa berpamitan pada Sarah juga .
Sarah menatap wanita yang sekarang berdiri menghadapnya itu .
" Tunggu ,kayaknya kita pernah bertemu sebelumnya ." Sapa Sarah .
Astrid tersenyum ." Iya ,kakak temannya kak Aska kan ?"
__ADS_1
Sarah menatapnya kaget ." Kamu Astrid ?" Tebaknya .
Astrid mengangguk .
Sarah mendekat dan memeluknya .
" Kamu sama siapa disini ?" Tanya Sarah kemudian .
" Sendirian kak ."
" Kamu tadi udah pesan sesuatu disini?"
" Udah kak ,disini chesee cake nya enak ,aku udah habis seporsi tadi ." Astrid terbahak .
" Oke ." Sarah lalu menunjuk ke VIP ROOM . " Kita ngobrol disana , kamu boleh pesan chesee cake lagi sepuasnya ." Ucap Sarah .
Astrid menatapnya heran ." Cafe ini punya kakak ?"
Sarah mengangguk .
" Oh maaf aku nggak tahu ."
" Nggak papa ,jadi mau kan ngobrol-ngobrol dulu ?"
Astrid mengangguk ." Tapi aku ke toilet dulu ya ."
Sarah mengangguk .
Begitu di mobil , Nico mencengkeram kemudi kuat-kuat ,sampai buku-buku jari tangannya memucat .
Wajahnya jangan ditanya lagi ,pasti lebih pucat dari itu .
Kucing kecil itu kenapa harus muncul lagi di hidupnya .Selalu saja kehadirannya membuat kesal .
Ia menyandarkan punggungnya di jok .Ingatannya kembali ke masa kecilnya dulu .Yang selalu dilibatkan dengan dua musuh kecilnya itu .Ketika bersama Oma , selalu saja berusaha menyatukan mereka .
Kalau untuk Aska ,dari kecil memang sudah ada jarak di antara mereka , tapi berbeda halnya dengan kucing yang manja itu .Sekuat tenaga ia menghindarinya pun , tak berpengaruh baginya . Kucing kecil itu terus menguntitnya tanpa rasa berdosa , sambil menggelendot manja . Semua itu membuatnya muak . Mungkin kalau Aska ia bisa menghajarnya saat itu juga ,tapi bagaimana mungkin ia melakukan itu semua pada kucing kecil manja yang selalu mengganggu hidupnya .
Kucing kecil itu sudah tumbuh menjadi wanita dewasa sekarang . Sudah cukup lama mereka tidak bertemu , sejak pernikahannya dulu .Ia terpaksa menghadirinya karena paksaan Omanya .
Ia juga sempat melihat perutnya yang membuncit tadi .Sungguh masih tak bisa dipercaya , kalau anak manja itu akan mempunyai anak .
Berkali-kali ia menepuk keningnya , mencoba membuang jauh-jauh sosok kucing kecil itu dari benaknya .Ia lantas menjalankan mobil dan menuju ke kantor .
*****
" Kakak ada hubungan sama Kak Nico ?"
Sarah menggeleng ." Kita hanya berteman ."
__ADS_1
" Memang Kak Nico tahu kalau kakak juga kenal dengan kak Aska ?" Tanyanya lagi .
" Hmm...sepertinya sih nggak , kita juga nggak pernah membahas soal itu ."
Astrid mengangguk ,lalu meminum orange juice nya .
" Kamu tinggal di tempat Aska ?" Tanya Sarah kemudian ." Sekarang kita tinggal di apartemen yang sama ."
Astrid menatapnya kaget ." Oh ya ?"
Sarah mengangguk .
" Aku tinggal di apartemen mertua , lagian nggak enak juga kan ada istrinya ."
" Kamu sudah bertemu Rena ?"
" Sudah kak , mereka juga nginap di tempat aku kemarin ."
" Wah kalian sudah cukup akrab ya ." Goda Sarah .
Astrid hanya tersenyum .
" Aku juga senang kalau kakak bisa sama kak Nico ." Seru Astrid yang membuat Sarah terkejut .
" Tapi kita cuma berteman ."
" Tadi saat menatap kakak terlihat kalau kak Nico itu menyukai kakak ."
Kali ini gantian Astrid yang menggodanya ,mau tidak mau membuat Sarah sedikit tersipu .
" Kakak orang baik ,pasti juga bisa membuat kak Nico berubah jadi baik ." Lanjut Astrid , setelah itu ia berpamitan pulang .
Sarah mengantarnya ke depan dan Astrid menjanjikan akan menemuinya kalau datang ke tempat Aska .
Saat taksi online pesanannya datang , ia segera masuk .
Di dalam mobil ia mengambil ponsel dan berusaha menghubungi William .
Ponselnya masih tidak aktif juga .Saat itu juga air matanya menetes pelan .
Disaat sendiri mana bisa ia menyembunyikan kesedihannya .
Ia memencet nomor lain di ponselnya .
" Kenapa sayang ...are u okey ?" Suara Oma Cristin nampak cemas disana .
" Oma lagi sama William ?" Tanyanya kali ini .
Setelah diam beberapa saat , baru Oma Cristin menjawab .
__ADS_1
" Tidak sayang ,dua hari ini dia tidak pulang ."
Astrid menarik nafas dalam-dalam .Ia mulai menangis sesenggukan .