SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 30


__ADS_3

Mereka sudah berada di dalam mobil , masih sama-sama diam .Dengan prasangka sendiri yang berkecamuk di dalam hati masing-masing .


Rena menatap ke luar jendela , air matanya menetes pelan .Apa ini sebabnya Nico berbuat baik padanya dan bersedia menolong serta menjamin hidupnya kala itu , disaat hidupnya benar-benar terpuruk .


Nico pasti tahu siapa Rena sebenarnya dan dengan cara itu ia bisa memasukkannya ke dalam kehidupan Aska kelak .Rencana ini sudah dipikirkannya dengan matang ,mungkin .


Semua diberikan dan bahkan ia tak tahu harus dengan cara apa membalas semua , disaat inilah Nico menuntutnya untuk melakukan perintahnya , yang pasti sangat diyakininya akan dengan senang hati diterima .


Nico sudah berbuat banyak untuknya , apa bisa ia begitu saja mengacuhkannya .


Terlalu banyak waktu yang mereka habiskan bersama .


Dan soal masa lalu ...ia juga bisa mengerti kalau seandainya dirinya lah yang ada di posisi itu , tapi rupanya dendam Nico terlalu menggelora di dalam hatinya .Bahkan membuatnya gelap mata .


Aska maupun adiknya memang anak dari wanita yang menghancurkan keluarganya ,tapi ia juga tidak berpikir jauh ...sejatinya Aska pun tak mau berada dalam posisinya sekarang .Dia juga tak bisa memilih harus lahir dari keluarga siapa .


Sekarang , karena kesalahan besar yang sudah dilakukan Mamanya , ia harus menerima akibatnya . Ini sungguh tak adil .


Ia menarik nafas panjang dan mengusap air matanya .


Mau sampai kapan Nico akan seperti ini .Kehancuran apa yang diinginkannya untuk seorang Aska ,yang mau tak mau tetap sedarah dengannya .


Cukup lama mereka terdiam , Rena menoleh . Menatap Nico disampingnya , yang masih menatap lurus ke depan . Buku-buku jarinya mencengkeram kemudi sampai kulitnya terlihat pucat .Menandakan ia sedang menahan emosi nya yang bergejolak .


" Kenapa harus aku yang menjalankan ini ,apa kamu yakin aku bisa membuat Aska jatuh cinta ?" Tanya Rena tiba-tiba .


Nico menoleh ." Sangat yakin ."


Iya karena kamu tahu aku ini Alia , batinnya .


" Memang apa yang kamu mau setelah aku bisa membuat Aska jatuh cinta ?"


" Tinggalkan dia di saat dia benar-benar cinta karena hal itu yang bisa sangat menghancurkannya ."


Rena menatapnya tak percaya ,sejahat itukah seorang Nico . Kalau kepada Aska yang sedarah dengannya saja bisa berbuat begitu , apalagi dengan orang lain .


" Cuma itu tugas aku ?" Tanya Rena lagi , ia terlihat lebih tenang .


Nico mengangguk ." Setelah semua itu berakhir .." lalu meraih kedua tangan Rena ." Aku berjanji akan memberikan apapun yang kamu mau ." Tiba-tiba mengangkat kedua tangannya dan menciumnya , Rena segera melepas tangannya ." Kita akan menikah ,kamu mencintai aku kan ?" Tanya Nico penuh keyakinan .


Rena masih menatapnya tak berkedip , kalau dulu Nico mengatakan ini mungkin akan membuat perasaannya melayang , kali ini ia hanya tersenyum tipis .


" Jadi gimana ,kamu mau kan menjalankan rencana ini ?"


Rena mengangguk ." Aku mau ." Jawabnya tegas .


Nico menarik tubuhnya mendekat dan memeluknya erat ." Makasih sayang ."


Dari balik tubuh Nico , ia tersenyum getir .

__ADS_1


Semua akan dilakukan , apapun itu demi cintanya .


Mungkin cuma ini yang bisa dilakukan untuk melindungi suaminya .


" Kamu janji kan ,mau menghancurkan Aska hanya dengan cara ini ?" Bisiknya pelan ditelinga Nico .


" Iya aku janji ." Jawab Nico .


*****


Di apartemen ..


Sepulang dari kantor , ia duduk di tempat tidur sembari memeluk bantal di pangkuannya .


Syukurlah ,hari ini ia bisa menyelesaikan meeting pentingnya dengan kondisi badan yang tidak begitu fit .


Ia mengambil obat di nakas dan meminumnya .


Sesekali ia menekan pelipisnya , kenapa sakit dikepalanya belum juga hilang .


Ponselnya berbunyi ,chat dari Dian .


Membahas hasil meeting tadi dan sepertinya besok jadwal tidak terlalu padat .


Besok nampaknya ia harus benar-benar beristirahat ,kondisinya tak akan kunjung membaik kalau ia memaksanya terus bekerja .


Aska langsung menaruh ponsel dan menatap ke pintu .


Sarah sudah berdiri disana dan berjalan mendekat ke arahnya .


" Kamu sakit ?" Tanyanya cemas sambil duduk di depannya .


Aska menggeleng ." Sedikit pusing aja , mungkin kecapekan beberapa hari ini harus lembur ."


" Sorry tadi aku langsung masuk ,aku panggil nggak ada sahutan dan ternyata pintu depan gak terkunci ."


" Nggak papa ,nggak denger memang aku tadi ."


Sarah diam .Berpikir apa ini waktunya tepat untuk membicarakan masalah tadi .


" Kenapa kamu ?" Tanya Aska lagi , melihatnya melamun .


Tapi semakin cepat Aska tahu akan semakin baik juga ,jangan sampai ia jatuh dalam permainan Nico .


" Tadi waktu di cafe aku bertemu Rena lagi sama Nico ." Sarah memulai cerita .


Tak ada keterkejutan di wajah Aska saat mendengarnya ,hal itu membuat Sarah sedikit kaget .


" Apa kamu tahu kalau mereka ternyata kenal dekat ?" Tanya Sarah kemudian.

__ADS_1


Aska mengangguk .


" Dan apa kamu juga tahu kalau kakak kamu itu merencanakan sesuatu untuk kamu dan juga Rena ."


" Memang apa yang kamu tahu ?" Tanya Aska balik .


Sarah kembali menceritakan semua yang di dengarnya di cafe tadi dan benar saja , hal itu sama sekali tak membuat Aska terkejut .


" Apa hal ini kamu juga tahu ?"


Aska mendesah pelan ." Aku cuma tahu kalau Nico memang sengaja mau memasukkan Rena ke dalam perusahaan aku , tapi kalau soal rencana mereka selanjutnya aku baru tahu sekarang ." Jawabnya santai .Memang seperti itulah Aska ...masalah seberat apapun akan dihadapinya dengan tenang , tapi tak pernah ada yang tahu juga seperti apa hatinya bergejolak saat mengetahui itu semua .


" Tapi kenapa harus Rena ...apa karena wajahnya mirip Alia jadi Nico berpikir akan mudah untuk membuat kamu tergoda ?"


Aska tersenyum tipis ." Karena Rena memang Alia ."


" Apa ?!" Sarah melotot .


" Rena dan Alia itu orang yang sama ."


" Kamu udah tahu lama ?"


" Belum sih ,saat Rena mau masuk ke perusahaan , aku minta orang menyelidikinya dan ternyata Rena itu cuma identitas baru yang dibuat Nico ."


" Ya ampun ." Sarah membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangannya .


" Apa mereka memang sudah saling mengenal sebelum kamu menikahi Alia dulu ?" Tanya Sarah kemudian .


" Maybe ...aku juga nggak tahu ." Aska mengangkat bahunya ." Yang pasti setelah Alia kabur waktu itu ia sempat mengalami kecelekaan dan Nico yang membawanya ke rumah sakit , setelah itu mereka tinggal di rumah Nico ."


" Mereka tinggal bersama ?"


" Menurut informasi yang aku dapat ,dia tinggal di paviliun rumah Nico dan semenjak itu identitasnya berubah menjadi Renata , asisten pribadinya Nico ."


" Kelihatannya mereka sangat dekat , bukan seperti hubungan kerja ?"


Aska mengusap wajahnya perlahan .


" Aku nggak tahu kalau soal itu ."


Sarah menatapnya lekat ." Kamu senang kan bisa dekat lagi dengan Alia ?"


Aska diam .


" Kamu masih cinta sama Alia ."


" Entahlah ..." Jawabnya datar .Di satu sisi ia sangat membencinya dengan apa yang sudah diperbuat . Di sisi lain , jauh di lubuk hati terdalam ...tak bisa dipungkiri kalau perasaan itu masih begitu kuat melekat .


Sekarang ,ia hanya mau mengikuti permainan yang mereka siapkan untuknya . Walau pada akhirnya nanti tetap ia yang akan kehilangan semua ini .

__ADS_1


__ADS_2