SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 73


__ADS_3

" Kita kemana sih ?" Tanya Rena , mereka sudah di mobil pagi ini .Yang membuatnya sangat penasaran karena Aska belum juga memberitahukan mereka akan pindah kemana .


" Nanti juga tahu ."


" Tapi aku lapar ." Seru Rena , mereka belum sempat sarapan juga tadi .


" Ya cari cafe dulu ."


" Nggak usah beli pecel itu aja ." Rena menunjuk penjual pecel di pinggir jalan yang berjualan di mobil bak terbuka .


Aska segera membelokkan mobilnya , begitu berhenti Rena segera keluar .


Tak lama Rena kembali membawa 2 porsi pecel pincuk di tangannya .


" Nggak pedes ini ." Ucapnya saat memberikan ke Aska .


Mereka menikmati sarapannya di pinggir jalan .


" Kita nggak ke kantor hari ini ?"


" Nanti siang Dian anterin berkas , kamu yang temui ."


Rena menatapnya ." Memang kamu mau kemana nanti siang ?"


" Ketemu Pak Alex ."


" Beneran ?"


" Iyalah ."


" Nanti kayak kemarin tahu-tahu di kantor polisi ." Sindir Rena .


Aska melengos .


" Ini kita mau kemana sih ?" Tanya Rena lagi .


" Bawel , nanti juga tahu ."


Rena manyun .


Selesai makan , mereka melanjutkan perjalanan .


Mobil terus melaju dan setiap titik yang mereka lewati ,sepertinya ia tahu akan kemana dan hal itu membuatnya ragu .Antara senang dan juga cemas .


Saat semakin dekat , membuat jantungnya semakin berdegup kencang .


Mereka sama-sama diam , sampai mobil berbelok memasuki gerbang .


Ia menarik nafas panjang .


Pintu gerbang terbuka .


" Pagi Pak ." Sapa Aska pada salah satu satpam , lalu ia segera menjalankan mobil memasuki pelataran rumahnya


Rena semakin tidak bisa menyembunyikan kegusarannya .Kembali ke rumah ini , mengingatkan lagi akan peristiwa saat itu . Saat dimana mereka menikah dan saat yang sama ia lari dari pernikahannya sendiri .


Satu kejadian yang tanpa dipikirkan resikonya ,ia hanya mengikuti kata hatinya , tanpa memikirkan apa efek dari perbuatannya saat itu .


Ia menoleh , menatap Aska yang sama sekali tak ada perubahan dalam raut wajahnya . Bersikap seolah tidak terjadi apa-apa .


Mobil berhenti dan Aska langsung keluar mobil .

__ADS_1


" Pak nanti tolong bawakan koper di bagasi ya ." Ucapnya pada satpam .


Ia lantas menghampiri Rena yang masih nampak duduk di dalam mobil .


" Ngapain disitu , ayo keluar ." Aska menarik tangannya .


Rena menggeleng , tiba-tiba ia menangis . Dalam waktu beberapa menit lagi akan bertemu Bapaknya dan itu membuatnya takut , apa bisa Bapak memaafkannya setelah apa yang diperbuat sangatlah keterlaluan .


" Hei kok malah nangis ?"


Aska mendekat dan malah membuat Rena tersedu .


Ia memeluknya sebentar ." Udah nggak papa ." Ucap Aska menenangkan sambil menepuk punggungnya .


Tanpa mereka sadari Pak Aji sudah keluar ke teras dan ia nampak senang melihat mobil Aska di sana .


" Aska ." Panggilnya .


Aska menengok dan melihat Pak Aji mendorong kursi rodanya mendekat .Sepertinya tidak melihat Rena di sana karena tertutupi badannya .


Rena menyembunyikan wajahnya di dada Aska , mendengar suara Bapaknya , membuatnya semakin takut .


" Kamu sama siapa ?" Tanya Pak Aji yang melihat dengan jelas ada seorang perempuan di dalam mobil . Meski tak bisa dilihat jelas wajahnya , karena dia bersembunyi di balik badan Aska .Apa sekarang menantunya ini sudah menemukan orang lain dalam hidupnya .


Ia sedikit mendekatkan kursi rodanya .Mungkin kepergiaannya kemarin untuk ini dan sekarang ia ingin memperkenalkan pasangan barunya .


Ia cukup senang ,bagaimanapun juga selama ini Aska sudah sangat menderita dengan apa yang diperbuat putrinya ,dia pantas mencari kebahagiaannya sendiri .


" Udah ayok ."


Aska memaksanya keluar mobil , tapi Rena masih belum berani menunjukkan wajahnya .Mereka berjalan mendekat ke Pak Aji .


" Apa dia pacar baru kamu ?"


Aska mendelik kaget mendengar pertanyaan Pak Aji .


Sampai akhirnya ia memaksa Rena membalikkan badan .


Alangkah terkejutnya Pak Aji melihat siapa yang dari tadi menempel di dada Aska tersebut .


" Alia ." Panggilnya parau .


" Bapak ."


Rena menghambur ke pelukan Pak Aji .


Mereka menangis bersama , tanpa mengucapkan sepatah katapun .


Pak Aji mendekap erat putri satu-satunya itu ,mereka sudah cukup lama tidak bertemu .


Cukup lama ,sampai Rena melepas pelukan ,meski belum meredakan tangisnya .


" Kita bicara di dalam aja ."


Aska mendorong kursi roda Pak Aji masuk ,Rena mengikuti di sampingnya .


Bukan ke ruang tamu maupun ke ruang tengah , tapi langsung menuju kamar Pak Aji .


" Kalian bisa ngobrol berdua dulu ."


Aska meninggalkan mereka berdua di dalam kamar .

__ADS_1


Aska bertemu Sumi dan Ayu di depan .


" Pak tadi kopernya sudah saya masukin kamar ." Ucap Sumi .


" Oh iya , makasih ."


" Pak ,maaf apa itu Bu Alia ?" Tanya Sumi dan Ayu bersamaan .


" Iya ." Setelah menjawab pertanyaan itu ia berjalan ke kamarnya .


Pak Aji masih menatapnya tak percaya , putrinya itu kini duduk persis di depannya .


" Bagaimana kamu bisa tiba-tiba sama Aska ?" Tanya Pak Aji .


" Kita selama ini tinggal di apartemen Pak ." Jawabnya , tanpa berani menatap wajah Bapaknya itu .


" Apa ,jadi kalian sudah lama bertemu ?"


Rena mengangguk .


" Kenapa tadi Bapak dengar Aska memanggil nama kamu dengan Rena ?" Tanyanya lagi .


Rena menarik nafas panjang .Mulai menceritakan semua ,berawal dari saat ia kabur waktu itu , soal kecelakaan yang menimpanya sampai membuatnya lupa ingatan dan namanya berubah menjadi Rena .


" Aska tahu semua ini ?"


" Iya Pak ."


" Apa kamu yakin dia bisa memaafkan semua yang pernah kamu lakukan dulu ?"


Rena cukup terkejut dengan pertanyaan itu . Selama ini mereka hidup bersama , tapi tidak pernah sekalipun membahas soal ini dan mereka tiba-tiba dekat seolah tidak pernah terjadi sesuatu di masa lalu .


" Aku ...nggak tahu Pak ."


" Alia ...apa yang kamu lakukan itu sangatlah keterlaluan , apa kamu sadar dengan semua yang sudah terjadi ,itu tidak mudah buat Aska ." Pak Aji tampak lebih mempertegas ucapannya .


Rena menundukkan wajah , semua omongan Bapak benar .Perbuatannya sangatlah buruk dan mungkin akan sulit untuk termaafkan , tetapi sikap Aska selama ini baik , meski tahu siapa dirinya .


" Apa kamu yakin kalau Aska masih punya cinta buat kamu setelah apa yang terjadi ,atau dia melakukan ini semua , mau menerima kamu kembali hanya atas dasar rasa kasihan semata ..."


Rena menatap Pak Aji lekat-lekat .


" Bapak pernah menyuruh Aska untuk mengakhiri semua ini dengan melepaskan kamu ,agar dia bisa membuka lembaran baru dalam hidupnya ." Lanjut Pak Aji .


Rena hanya diam , ia tahu soal ini dari Sarah dan memang ternyata semua benar .


" Dia itu orang yang sangat baik ." Pak Aji berbicara dengan sedikit gemetaran ,matanya mulai berkaca-kaca ." Bapak seperti nggak punya muka di depan Aska , kamu sudah menghancurkan hidupnya ,tapi malah dia yang dengan tulus merawat Bapak selama ini ." Pak Aji menundukkan wajah ,bahunya mulai turun naik .


Rena mendekat dan kembali memeluk bapaknya itu .


" Aku minta maaf Pak ." Ucapnya pelan .


" Jangan pernah memaksanya untuk bisa menerima kamu lagi ,kalau memang itu tidak dari hatinya ." Ucap Pak Aji kemudian .


" Iya Pak ."


" Setidaknya ijinkan dia mencari kebahagiaannya sendiri yang mungkin tidak bisa kamu berikan dulu ."


Rena kembali diam dan semakin memeluk erat bapaknya .


" Iya Pak ,aku janji .Kalau memang Mas Aska lebih bahagia bersama orang lain ,aku yang akan mundur ." Jawabnya getir .

__ADS_1


__ADS_2