
" Kita kemana sih ?" Tanya Rena , mereka sudah di mobil pagi ini .Yang membuatnya sangat penasaran karena Aska belum juga memberitahukan mereka akan pindah kemana .
" Nanti juga tahu ."
" Tapi aku lapar ." Seru Rena , mereka belum sempat sarapan juga tadi .
" Ya cari cafe dulu ."
" Nggak usah beli pecel itu aja ." Rena menunjuk penjual pecel di pinggir jalan yang berjualan di mobil bak terbuka .
Aska segera membelokkan mobilnya , begitu berhenti Rena segera keluar .
Tak lama Rena kembali membawa 2 porsi pecel pincuk di tangannya .
" Nggak pedes ini ." Ucapnya saat memberikan ke Aska .
Mereka menikmati sarapannya di pinggir jalan .
" Kita nggak ke kantor hari ini ?"
" Nanti siang Dian anterin berkas , kamu yang temui ."
Rena menatapnya ." Memang kamu mau kemana nanti siang ?"
" Ketemu Pak Alex ."
" Beneran ?"
" Iyalah ."
" Nanti kayak kemarin tahu-tahu di kantor polisi ." Sindir Rena .
Aska melengos .
" Ini kita mau kemana sih ?" Tanya Rena lagi .
" Bawel , nanti juga tahu ."
Rena manyun .
Selesai makan , mereka melanjutkan perjalanan .
Mobil terus melaju dan setiap titik yang mereka lewati ,sepertinya ia tahu akan kemana dan hal itu membuatnya ragu .Antara senang dan juga cemas .
Saat semakin dekat , membuat jantungnya semakin berdegup kencang .
Mereka sama-sama diam , sampai mobil berbelok memasuki gerbang .
Ia menarik nafas panjang .
Pintu gerbang terbuka .
" Pagi Pak ." Sapa Aska pada salah satu satpam , lalu ia segera menjalankan mobil memasuki pelataran rumahnya
Rena semakin tidak bisa menyembunyikan kegusarannya .Kembali ke rumah ini , mengingatkan lagi akan peristiwa saat itu . Saat dimana mereka menikah dan saat yang sama ia lari dari pernikahannya sendiri .
Satu kejadian yang tanpa dipikirkan resikonya ,ia hanya mengikuti kata hatinya , tanpa memikirkan apa efek dari perbuatannya saat itu .
Ia menoleh , menatap Aska yang sama sekali tak ada perubahan dalam raut wajahnya . Bersikap seolah tidak terjadi apa-apa .
Mobil berhenti dan Aska langsung keluar mobil .
__ADS_1
" Pak nanti tolong bawakan koper di bagasi ya ." Ucapnya pada satpam .
Ia lantas menghampiri Rena yang masih nampak duduk di dalam mobil .
" Ngapain disitu , ayo keluar ." Aska menarik tangannya .
Rena menggeleng , tiba-tiba ia menangis . Dalam waktu beberapa menit lagi akan bertemu Bapaknya dan itu membuatnya takut , apa bisa Bapak memaafkannya setelah apa yang diperbuat sangatlah keterlaluan .
" Hei kok malah nangis ?"
Aska mendekat dan malah membuat Rena tersedu .
Ia memeluknya sebentar ." Udah nggak papa ." Ucap Aska menenangkan sambil menepuk punggungnya .
Tanpa mereka sadari Pak Aji sudah keluar ke teras dan ia nampak senang melihat mobil Aska di sana .
" Aska ." Panggilnya .
Aska menengok dan melihat Pak Aji mendorong kursi rodanya mendekat .Sepertinya tidak melihat Rena di sana karena tertutupi badannya .
Rena menyembunyikan wajahnya di dada Aska , mendengar suara Bapaknya , membuatnya semakin takut .
" Kamu sama siapa ?" Tanya Pak Aji yang melihat dengan jelas ada seorang perempuan di dalam mobil . Meski tak bisa dilihat jelas wajahnya , karena dia bersembunyi di balik badan Aska .Apa sekarang menantunya ini sudah menemukan orang lain dalam hidupnya .
Ia sedikit mendekatkan kursi rodanya .Mungkin kepergiaannya kemarin untuk ini dan sekarang ia ingin memperkenalkan pasangan barunya .
Ia cukup senang ,bagaimanapun juga selama ini Aska sudah sangat menderita dengan apa yang diperbuat putrinya ,dia pantas mencari kebahagiaannya sendiri .
" Udah ayok ."
Aska memaksanya keluar mobil , tapi Rena masih belum berani menunjukkan wajahnya .Mereka berjalan mendekat ke Pak Aji .
" Apa dia pacar baru kamu ?"
Aska mendelik kaget mendengar pertanyaan Pak Aji .
Sampai akhirnya ia memaksa Rena membalikkan badan .
Alangkah terkejutnya Pak Aji melihat siapa yang dari tadi menempel di dada Aska tersebut .
" Alia ." Panggilnya parau .
" Bapak ."
Rena menghambur ke pelukan Pak Aji .
Mereka menangis bersama , tanpa mengucapkan sepatah katapun .
Pak Aji mendekap erat putri satu-satunya itu ,mereka sudah cukup lama tidak bertemu .
Cukup lama ,sampai Rena melepas pelukan ,meski belum meredakan tangisnya .
" Kita bicara di dalam aja ."
Aska mendorong kursi roda Pak Aji masuk ,Rena mengikuti di sampingnya .
Bukan ke ruang tamu maupun ke ruang tengah , tapi langsung menuju kamar Pak Aji .
" Kalian bisa ngobrol berdua dulu ."
Aska meninggalkan mereka berdua di dalam kamar .
__ADS_1
Aska bertemu Sumi dan Ayu di depan .
" Pak tadi kopernya sudah saya masukin kamar ." Ucap Sumi .
" Oh iya , makasih ."
" Pak ,maaf apa itu Bu Alia ?" Tanya Sumi dan Ayu bersamaan .
" Iya ." Setelah menjawab pertanyaan itu ia berjalan ke kamarnya .
Pak Aji masih menatapnya tak percaya , putrinya itu kini duduk persis di depannya .
" Bagaimana kamu bisa tiba-tiba sama Aska ?" Tanya Pak Aji .
" Kita selama ini tinggal di apartemen Pak ." Jawabnya , tanpa berani menatap wajah Bapaknya itu .
" Apa ,jadi kalian sudah lama bertemu ?"
Rena mengangguk .
" Kenapa tadi Bapak dengar Aska memanggil nama kamu dengan Rena ?" Tanyanya lagi .
Rena menarik nafas panjang .Mulai menceritakan semua ,berawal dari saat ia kabur waktu itu , soal kecelakaan yang menimpanya sampai membuatnya lupa ingatan dan namanya berubah menjadi Rena .
" Aska tahu semua ini ?"
" Iya Pak ."
" Apa kamu yakin dia bisa memaafkan semua yang pernah kamu lakukan dulu ?"
Rena cukup terkejut dengan pertanyaan itu . Selama ini mereka hidup bersama , tapi tidak pernah sekalipun membahas soal ini dan mereka tiba-tiba dekat seolah tidak pernah terjadi sesuatu di masa lalu .
" Aku ...nggak tahu Pak ."
" Alia ...apa yang kamu lakukan itu sangatlah keterlaluan , apa kamu sadar dengan semua yang sudah terjadi ,itu tidak mudah buat Aska ." Pak Aji tampak lebih mempertegas ucapannya .
Rena menundukkan wajah , semua omongan Bapak benar .Perbuatannya sangatlah buruk dan mungkin akan sulit untuk termaafkan , tetapi sikap Aska selama ini baik , meski tahu siapa dirinya .
" Apa kamu yakin kalau Aska masih punya cinta buat kamu setelah apa yang terjadi ,atau dia melakukan ini semua , mau menerima kamu kembali hanya atas dasar rasa kasihan semata ..."
Rena menatap Pak Aji lekat-lekat .
" Bapak pernah menyuruh Aska untuk mengakhiri semua ini dengan melepaskan kamu ,agar dia bisa membuka lembaran baru dalam hidupnya ." Lanjut Pak Aji .
Rena hanya diam , ia tahu soal ini dari Sarah dan memang ternyata semua benar .
" Dia itu orang yang sangat baik ." Pak Aji berbicara dengan sedikit gemetaran ,matanya mulai berkaca-kaca ." Bapak seperti nggak punya muka di depan Aska , kamu sudah menghancurkan hidupnya ,tapi malah dia yang dengan tulus merawat Bapak selama ini ." Pak Aji menundukkan wajah ,bahunya mulai turun naik .
Rena mendekat dan kembali memeluk bapaknya itu .
" Aku minta maaf Pak ." Ucapnya pelan .
" Jangan pernah memaksanya untuk bisa menerima kamu lagi ,kalau memang itu tidak dari hatinya ." Ucap Pak Aji kemudian .
" Iya Pak ."
" Setidaknya ijinkan dia mencari kebahagiaannya sendiri yang mungkin tidak bisa kamu berikan dulu ."
Rena kembali diam dan semakin memeluk erat bapaknya .
" Iya Pak ,aku janji .Kalau memang Mas Aska lebih bahagia bersama orang lain ,aku yang akan mundur ." Jawabnya getir .
__ADS_1