
Sore harinya , disaat Rena masih terlelap .
Aska sudah bersiap mau ke Balidance cafe menemui Pak Alex .
Pertemuan mereka yang harusnya tadi siang jadi terpaksa harus mundur . Untunglah Pak Alex mau menerima alasan yang diberikannya .
Pukul 16.00 ia mengendap-endap keluar kamar .
Untunglah ,sampai diluar dan tak membuat Rena terbangun .
Begitu di lift , di lantai 3 pintu terbuka .
Sarah masuk .
" Mau kemana ?" Tanya nya melihat Aska hanya sendirian .
" Ada meeting sebentar ."
" Rena mana nggak ikut ?"
" Lagi nggak enak badan ."
Sarah menatapnya kaget ." Loh sakit apa ?"
" Tadi jatuh waktu di kantor , nggak papa kok cuma luka dikit ."
" Hmmm...ya cepat sembuhlah kan dirawat suami ." Goda Sarah .
Aska melotot .
Sarah terbahak .
Mereka sampai di lantai dasar .
" Oh ya sebenarnya ada yang pingin aku omongin ,cuma akhir-akhir ini kita jarang ketemu sih ."
Aska menatapnya serius ." Soal apa ?"
" Rena ."
" Memang sekarang kamu mau kemana ?" Tanya Aska .
" Ke cafe ."
" Aku anter aja kan searah ,sekalian bicara di mobil ."
" Okelah."
*****
" Apa kamu tahu setelah kabur saat pernikahan waktu itu , Rena mengalami kecelakaan ?"
" Ya ."
" Dan dia juga mengalami amnesia ."
" Amnesia ?" Aska menatapnya sebentar .
" Ya ."
" Aku nggak tahu soal itu ." Jawab Aska dengan masih fokus menatap ke depan .
" Rena mengalami amnesia dan yang menolongnya saat itu cuma Nico ."
Aska diam .Seakan mengingat lagi saat itu .Apa mungkin yang dikiranya salah , kalau Alia memang sengaja tidak mau kembali pulang dan lebih memilih Nico .
" Yang kamu pikirkan waktu itu berbeda kan ?" Tanya Sarah tiba-tiba .
Aska menoleh ." Maksudnya ?"
" Kamu mengira kalau Rena memang menyukai Nico , ya kan ?"
__ADS_1
Aska hanya menarik nafas panjang .
" Tidak seperti itu ..."
" Oh ya ?"
" Saat semua ingatannya hilang , dia merasa kalau Nico satu-satunya orang yang paling dekat ,mungkin juga saat itu memang dia menyukainya ."
Aska diam .
" Kamu ingat kan ...yang Rena jatuh di tangga darurat apartemen ?"
" Ya ."
" Saat itu ingatannya kembali ..."
" Apa ?"
Sarah mengangguk .
Aska mengusap wajahnya . Pantas saat pertemuan pertama mereka di hotel waktu itu ,Rena tak mengenalnya dan memang saat itu ia tidak sedang berpura-pura .
" Nico sudah tahu ?" Tanya Aska kali ini .
" Belum ,Rena memang sengaja tidak memberitahukannya ."
" Kenapa ?"
" Karena dia cuma mau mengikuti permainan Nico ."
" Yang waktu itu kamu cerita ?" Tegas Aska .
" Ya , karena kalau Rena menolak , Nico bisa memakai cara lain untuk menghancurkan kamu ."
Aska menatapnya ,tanpa berkomentar .
" Rena cuma mau melindungi kamu dari Nico itu aja ."
" Memang yang kamu rasakan sekarang gimana ?"
" Aku nggak tahu ." Jawab Aska gamang .
" Jawabannya kamu sendiri yang tahu ."
Aska diam ,tiba-tiba membuatnya bimbang dengan semua ini .
Sarah menatapnya kesal ." Kalau memang Rena nggak ada perasaan sama kamu , dia akan langsung mengakui siapa dirinya dan mungkin membiarkan Nico melakukan apapun ke kamu ."
Jawaban Sarah sedikit menumbuhkan rasa bahagia jauh di lubuk hatinya .
Saat itu , dimana mereka pertama kali menyatukan tubuh mereka ...
Tak ada penyesalan di wajah Rena , meski membuatnya sangat merasa bersalah waktu itu .
Apa yang dibilang Sarah benar .Sebenarnya masuk akal juga , setelah mengetahui semuanya dan kalau memang Rena mencintai Nico . Dia akan mengakui semua dan mungkin meminta perpisahan secara resmi agar statusnya jelas ,tapi yang terjadi justru sebaliknya .
Tanpa ada pengakuan .Rena menjalankan semuanya , tugas dan kewajibannya sebagai istri sepenuhnya .
" Tapi untuk berterus terang ke kamu soal ini , dia masih takut ." Ucap Sarah kemudian .
" Kenapa ?"
" Dia memilih tetap seperti ini karena takut saat kamu melihatnya sebagai Alia perlakuan kamu akan berubah ."
" Kenapa begitu ?"
" Yah ,kesalahannya waktu itu mungkin tak termaafkan , jadi ...pasti ada ketakutan itu dalam dirinya ."
Aska menarik nafas panjang . Memang apa yang terjadi saat itu sangat membuatnya hancur dan malu . Sampai membuatnya tak bisa berpikir panjang .Apa yang harus dilakukannya .
Kebencian mungkin pernah menghinggapi hatinya , tapi tetap saja tak bisa membuatnya berpaling ataupun melupakan semua .
__ADS_1
Apalagi disaat mereka bertemu kembali , ia sama sekali tak bisa menguasai hati dan pikirannya sendiri .
" Oh ya , satu lagi ." Tambah Sarah .
Aska menoleh .
" Rena sebenarnya sudah sangat ingin bertemu Pak Aji ."
" Apa dia juga tahu Bapaknya sekarang dimana ?" Tanya Aska .
Sarah mengangguk .
" Mungkin nanti ,sekarang belum tepat waktunya . " Jawab Aska akhirnya .
*****
Semua pembicaraan nya tadi sedikit membuatnya hilang konsentrasi .Saat bertemu Pak Alex , pikirannya terus berputar soal kenyataan tentang Alia .
Selalu saja wanita itu mampu membuat hati dan tubuhnya tak sejalan .
Apapun yang terjadi dia selalu bisa menguasai hati dan tubuhnya .
Pukul 20.00
Ia sampai di apartemen ,membawa kotak berisi spaghetti untuk makan malam mereka .
Rena sendiri terlihat sudah membaik . Setelah menghabiskan makan malam bersama .Aska menyelesaikan pekerjaannya di ruang tamu .
Satu jam kemudian ia kembali ke kamar .
Begitu sampai di dalam kamar . Rena bergegas menghampiri dan memeluknya .
" Mau ngapain ?" Tanya Aska heran .
" Aku pusing ."
" Pusing ?" Aska menyentuh keningnya ." Obatnya udah diminum ?"
Rena mengangguk .
" Ya udah tiduran sana istirahat ."
" Nggak mau ."
" Terus ?"
Rena semakin mendekat dan berbisik di telinganya .
" Aku mau olahraga malam ."
" Apa ?!"
" Biasa aja ,nggak usah heboh gitu ." Goda Rena sambil mengedipkan sebelah matanya .
" Nggak mau ." Tolak Aska .
" Kenapa ?" Tanya Rena sedikit kecewa .
" Besok pagi pasti ada yang ngeluh sakit semua ,nggak bisa apa-apa ." Sindirnya .
" Nggak lagi deh ,janji ." Rena mengangkat dua jarinya .
" Nggak ." Aska bersikeras ,sambil berusaha melepas pelukan Rena .
Bukan Rena namanya kalau menyerah pada penolakan .
Ia malah merapatkan pelukan dan dengan cepat meraih bibir Aska . Di awal ada penolakan , tapi Rena terus menerobos masuk .Sampai akhirnya Aska menyerah dan membuka mulutnya dengan sukarela .
Pemanasan berlangsung beberapa menit .
Rena menariknya ke kasur setelah mematikan lampu kamar .
__ADS_1
Dan mereka kembali menikmati malam-malam penuh cinta yang dirasakan .