SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 49


__ADS_3

Sore harinya , disaat Rena masih terlelap .


Aska sudah bersiap mau ke Balidance cafe menemui Pak Alex .


Pertemuan mereka yang harusnya tadi siang jadi terpaksa harus mundur . Untunglah Pak Alex mau menerima alasan yang diberikannya .


Pukul 16.00 ia mengendap-endap keluar kamar .


Untunglah ,sampai diluar dan tak membuat Rena terbangun .


Begitu di lift , di lantai 3 pintu terbuka .


Sarah masuk .


" Mau kemana ?" Tanya nya melihat Aska hanya sendirian .


" Ada meeting sebentar ."


" Rena mana nggak ikut ?"


" Lagi nggak enak badan ."


Sarah menatapnya kaget ." Loh sakit apa ?"


" Tadi jatuh waktu di kantor , nggak papa kok cuma luka dikit ."


" Hmmm...ya cepat sembuhlah kan dirawat suami ." Goda Sarah .


Aska melotot .


Sarah terbahak .


Mereka sampai di lantai dasar .


" Oh ya sebenarnya ada yang pingin aku omongin ,cuma akhir-akhir ini kita jarang ketemu sih ."


Aska menatapnya serius ." Soal apa ?"


" Rena ."


" Memang sekarang kamu mau kemana ?" Tanya Aska .


" Ke cafe ."


" Aku anter aja kan searah ,sekalian bicara di mobil ."


" Okelah."


*****


" Apa kamu tahu setelah kabur saat pernikahan waktu itu , Rena mengalami kecelakaan ?"


" Ya ."


" Dan dia juga mengalami amnesia ."


" Amnesia ?" Aska menatapnya sebentar .


" Ya ."


" Aku nggak tahu soal itu ." Jawab Aska dengan masih fokus menatap ke depan .


" Rena mengalami amnesia dan yang menolongnya saat itu cuma Nico ."


Aska diam .Seakan mengingat lagi saat itu .Apa mungkin yang dikiranya salah , kalau Alia memang sengaja tidak mau kembali pulang dan lebih memilih Nico .


" Yang kamu pikirkan waktu itu berbeda kan ?" Tanya Sarah tiba-tiba .


Aska menoleh ." Maksudnya ?"


" Kamu mengira kalau Rena memang menyukai Nico , ya kan ?"

__ADS_1


Aska hanya menarik nafas panjang .


" Tidak seperti itu ..."


" Oh ya ?"


" Saat semua ingatannya hilang , dia merasa kalau Nico satu-satunya orang yang paling dekat ,mungkin juga saat itu memang dia menyukainya ."


Aska diam .


" Kamu ingat kan ...yang Rena jatuh di tangga darurat apartemen ?"


" Ya ."


" Saat itu ingatannya kembali ..."


" Apa ?"


Sarah mengangguk .


Aska mengusap wajahnya . Pantas saat pertemuan pertama mereka di hotel waktu itu ,Rena tak mengenalnya dan memang saat itu ia tidak sedang berpura-pura .


" Nico sudah tahu ?" Tanya Aska kali ini .


" Belum ,Rena memang sengaja tidak memberitahukannya ."


" Kenapa ?"


" Karena dia cuma mau mengikuti permainan Nico ."


" Yang waktu itu kamu cerita ?" Tegas Aska .


" Ya , karena kalau Rena menolak , Nico bisa memakai cara lain untuk menghancurkan kamu ."


Aska menatapnya ,tanpa berkomentar .


" Rena cuma mau melindungi kamu dari Nico itu aja ."


" Memang yang kamu rasakan sekarang gimana ?"


" Aku nggak tahu ." Jawab Aska gamang .


" Jawabannya kamu sendiri yang tahu ."


Aska diam ,tiba-tiba membuatnya bimbang dengan semua ini .


Sarah menatapnya kesal ." Kalau memang Rena nggak ada perasaan sama kamu , dia akan langsung mengakui siapa dirinya dan mungkin membiarkan Nico melakukan apapun ke kamu ."


Jawaban Sarah sedikit menumbuhkan rasa bahagia jauh di lubuk hatinya .


Saat itu , dimana mereka pertama kali menyatukan tubuh mereka ...


Tak ada penyesalan di wajah Rena , meski membuatnya sangat merasa bersalah waktu itu .


Apa yang dibilang Sarah benar .Sebenarnya masuk akal juga , setelah mengetahui semuanya dan kalau memang Rena mencintai Nico . Dia akan mengakui semua dan mungkin meminta perpisahan secara resmi agar statusnya jelas ,tapi yang terjadi justru sebaliknya .


Tanpa ada pengakuan .Rena menjalankan semuanya , tugas dan kewajibannya sebagai istri sepenuhnya .


" Tapi untuk berterus terang ke kamu soal ini , dia masih takut ." Ucap Sarah kemudian .


" Kenapa ?"


" Dia memilih tetap seperti ini karena takut saat kamu melihatnya sebagai Alia perlakuan kamu akan berubah ."


" Kenapa begitu ?"


" Yah ,kesalahannya waktu itu mungkin tak termaafkan , jadi ...pasti ada ketakutan itu dalam dirinya ."


Aska menarik nafas panjang . Memang apa yang terjadi saat itu sangat membuatnya hancur dan malu . Sampai membuatnya tak bisa berpikir panjang .Apa yang harus dilakukannya .


Kebencian mungkin pernah menghinggapi hatinya , tapi tetap saja tak bisa membuatnya berpaling ataupun melupakan semua .

__ADS_1


Apalagi disaat mereka bertemu kembali , ia sama sekali tak bisa menguasai hati dan pikirannya sendiri .


" Oh ya , satu lagi ." Tambah Sarah .


Aska menoleh .


" Rena sebenarnya sudah sangat ingin bertemu Pak Aji ."


" Apa dia juga tahu Bapaknya sekarang dimana ?" Tanya Aska .


Sarah mengangguk .


" Mungkin nanti ,sekarang belum tepat waktunya . " Jawab Aska akhirnya .


*****


Semua pembicaraan nya tadi sedikit membuatnya hilang konsentrasi .Saat bertemu Pak Alex , pikirannya terus berputar soal kenyataan tentang Alia .


Selalu saja wanita itu mampu membuat hati dan tubuhnya tak sejalan .


Apapun yang terjadi dia selalu bisa menguasai hati dan tubuhnya .


Pukul 20.00


Ia sampai di apartemen ,membawa kotak berisi spaghetti untuk makan malam mereka .


Rena sendiri terlihat sudah membaik . Setelah menghabiskan makan malam bersama .Aska menyelesaikan pekerjaannya di ruang tamu .


Satu jam kemudian ia kembali ke kamar .


Begitu sampai di dalam kamar . Rena bergegas menghampiri dan memeluknya .


" Mau ngapain ?" Tanya Aska heran .


" Aku pusing ."


" Pusing ?" Aska menyentuh keningnya ." Obatnya udah diminum ?"


Rena mengangguk .


" Ya udah tiduran sana istirahat ."


" Nggak mau ."


" Terus ?"


Rena semakin mendekat dan berbisik di telinganya .


" Aku mau olahraga malam ."


" Apa ?!"


" Biasa aja ,nggak usah heboh gitu ." Goda Rena sambil mengedipkan sebelah matanya .


" Nggak mau ." Tolak Aska .


" Kenapa ?" Tanya Rena sedikit kecewa .


" Besok pagi pasti ada yang ngeluh sakit semua ,nggak bisa apa-apa ." Sindirnya .


" Nggak lagi deh ,janji ." Rena mengangkat dua jarinya .


" Nggak ." Aska bersikeras ,sambil berusaha melepas pelukan Rena .


Bukan Rena namanya kalau menyerah pada penolakan .


Ia malah merapatkan pelukan dan dengan cepat meraih bibir Aska . Di awal ada penolakan , tapi Rena terus menerobos masuk .Sampai akhirnya Aska menyerah dan membuka mulutnya dengan sukarela .


Pemanasan berlangsung beberapa menit .


Rena menariknya ke kasur setelah mematikan lampu kamar .

__ADS_1


Dan mereka kembali menikmati malam-malam penuh cinta yang dirasakan .


__ADS_2