
Hari ini pekerjaan tidak terlalu padat , hanya ada 2 meeting dengan dewan direksi .
1 meeting dilakukan di coffe shop tak jauh dari kantor .
Aska memutuskan berangkat sendiri , karena Rena sendiri punya setumpuk berkas yang masih harus dikerjakan .
Menjelang makan siang , Aska belum juga kembali .
Pekerjaannya selesai ,hanya tinggal minta dikoreksi Aska lagi nanti .
Ia menatap jam ditangannya . Sudah masuk jam makan siang .Mau memakan bekalnya tadi , tapi Aska belum datang , nggak enak juga kalau makan sendiri .
Menikmati secangkir kopi mungkin enak siang-siang begini .
Rena akhirnya keluar . Bukannya ke pantry , ia memilih turun ke lantai bawah . Lebih baik ia ke kantin saja sekarang .
Sampai di kantin perusahaan yang ada di lantai 2 yang ternyata cukup luas dan nyaman .Lumayan agak ramai karena jam makan siang .
Setelah memesan secangkir kopi , Rena memilih duduk di meja tengah . Hanya beberapa saja yang masih nampak kosong . Sambil menunggu ,ia mengambil ponsel dan membalas chat yang masuk .
" Permisi ."
Rena mendongak .Seorang wanita dengan kulit putih , rambut pirang yang dibiarkan tergerai sebatas punggung menatapnya angkuh .
Ia coba mengingat siapa wanita yang berdiri di depannya itu .Sepertinya wajahnya nggak asing .
Oh ya , ini salah satu wanita yang ditemuinya di parkiran tadi pagi .
" Silahkan duduk ." Jawab Rena ramah .
Wanita itu lantas menarik kursi di depannya dan duduk , masih dengan wajah yang tidak bersahabat , matanya menatap Rena dari bawah sampai atas , membuat tak nyaman .
" Aku Rena ." Pada akhirnya Rena mengulurkan tangannya , tapi tak ada sambutan disana .
" Fika ." Jawabnya ketus .
Rena menarik nafas panjang dan menurunkan tangannya .
" Kamu karyawan baru kan ?" Tanya Fika lagi .
Rena hanya mengangguk .
__ADS_1
Percakapan terhenti saat kopi pesanannya datang .
Fika menatapnya lekat ." Memangnya kamu pakai cara apa bisa dekat dengan Pak Aska ?" Tanyanya tiba-tiba .
Rena balas menatapnya kaget ." Maksud kamu ?"
Fika mencibir ." Semua juga sering lihat ,dari awal masuk perusahaan ini ,kalian sering berangkat dan pulang bersama ."
" Yah , cuma kebetulan aja ." Jawab Rena santai .
Fika melengos . Dari awal masuk perusahaan ini sebenarnya posisi sekretaris Pak Aska yang diincarnya , akan tetapi saat itu ternyata Dian yang malah mendapatkan ,sementara dirinya ditempatkan di divisi lain . Meski mereka masih dalam satu gedung yang sama ,jarang sekali ia bertemu dengan Bos tampannya itu .Yang selalu muncul dalam angan-angan bisa memilikinya , meski hal itu sangat sulit tercapai melihat sikap acuh Pak Aska kepada semua orang .
Memang ia juga tahu kalau bos nya itu pria beristri , tapi setelah pernikahan sama sekali tak terendus media tentang sosok istri pemilik Permana Group itu . Sosoknya seperti hilang ditelan bumi .
Maka dari itu ia selalu beranggapan kalau mungkin saja pernikahan mereka sebenarnya telah berakhir , dengan begitu ia bisa punya kesempatan besar . Walaupun tak banyak kesempatan untuk bisa sekedar menyapa Bos tampannya itu , yang memang sangat pendiam . Hanya berbicara seperlunya , tak lebih .
Ia yang sudah lama ingin mengincar Pak Aska , kini malah si Rena ini yang mendapat kesempatan . Posisinya bahkan jauh lebih enak . Sebagai asisten pribadi Pak Aska dan bekerja dalam ruangan yang sama .
Bagaimana mungkin ia mendapatkan semua itu dengan mudahnya .
Lamunannya buyar mendengar dering ponsel yang tergeletak di meja .
Ia melirik sekilas dan terlihat di layar , nama yang sedang membuat panggilan .
Rena langsung mengangkat telpon .
" Iya , Mas ."
Fika nampak terkesiap , wanita ini bahkan menyebut Aska dengan panggilan Mas .Ada hubungan apa sebenarnya mereka .
" Aku di kantin ."
" Nggak beli makanan cuma beli kopi . "
" Iya aku naik sekarang ." Setelah menutup ponsel . Rena menenggak habis kopi miliknya tadi , lalu berdiri .
" Fika , aku duluan ya ." Pamitnya , lalu berlari menuju lift .
Fika menatapnya geram .
Sampai di ruangannya , terlihat Aska sudah duduk di sofa .
__ADS_1
" Ngapain ke kantin ?" Tanya Aska lagi , padahal tadi sudah jelas juga jawabannya .
" Beli kopi Mas ." Jawab Rena lagi .
Berjalan ke belakang ,menuju wastafel yang ada di pojok tangan .
Setelah mencuci tangan , mengambil kotak makannya yang ada di meja dan membawanya ke Aska .
Menatanya di meja , kemudian memberikan satu sendok di atas kotak makan Aska .
" Kamu nggak pakai sendok ?" Tanya Aska heran .
Rena menggeleng ." Enakan pakai tangan ."
Aska mulai memakan nasinya , karena kotak makan yang dipakainya cukup kecil , lumayan kesulitan juga saat ia coba memotong daging ayamnya .
" Sini ." Rena mengambil sendok dari tangan Aska , kemudian menaruhnya di meja .
" Kenapa ?"
" Makan pakai tangan aja lebih enak ."
" Pakai tangan ?" Sentak Aska ." Nggak mau kotor ."
Rena mengambil kotak makan Aska .
" Buka mulutnya ."
Aska menatapnya kaget .
" Emang anak kecil makan disuapin ."
" Udah deh Mas ,jangan cerewet ,buka mulutnya cepetan ."
Aska yang kaget , tapi langsung membuka mulutnya dan Rena dengan cepat menyuapkan nasi ke mulutnya .
" Lebih enak makan pakai tangan langsung kan ?" Tanya Rena .
Aska hanya diam sambil mengunyah makanan dalam mulutnya ,sambil membalas beberapa chat yang masuk ke ponselnya .
Suapannya berlanjut sampai kotak makannya benar-benar kosong .
__ADS_1
Setelah itu , Rena membuka kotak kecil lainnya . Ternyata salad buah yang juga dibawanya tadi .
Memberikannya ke Aska , lalu ia sendiri merapikan kotak makannya .