SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 32


__ADS_3

Aska terkesiap , menatap ke jendela yang sudah terang . Apa ini sudah pagi .


Ia meraba ponsel yang tergeletak di sampingnya , menghidupkan dan melihat jam di sana .


08.00


Terkejut , membuatnya langsung terduduk .Tak pernah sekalipun ia bangun sesiang ini . Meskipun tidak ada jadwal untuk kantor .


Meregangkan tangannya sebentar .Badannya terasa lebih enakan sekarang , tapi kapan Rena keluar ?


Sama sekali tak mendengarnya apa tidurnya sepulas itu semalam .


Ia beringsut akan turun dari tempat tidur ketika tangannya menyentuh sesuatu .


Ia menengok .


Alangkah terkejutnya mendapati Rena terlelap disini .Duduk dikursi dengan menelungkupkan kepalanya di pinggiran kasur .


Jadi semalaman dia tidur disini ?


Pelan-pelan ia turun dari tempat tidur .Saat menyentuh lengannya sama sekali tak ada reaksi dari Rena .


Dengan hati-hati ia mengangkat tubuhnya dan menidurkannya di kasur .Membetulkan selimutnya .


Ia berjalan ke kamar mandi .


Saat keluar dari kamar mandi ,terdengar suara ketukan di pintu depan . Ia buru-buru keluar .


" Udah bangun ." Sarah muncul disana .Membawakannya makanan dalam kotak dan menaruhnya di atas meja , lalu ia sendiri duduk di sofa .


" Aku bawain bubur ayam , pasti belum sarapan kan ."


" Thank you ya ."


" Itu ada dua porsi ,sebenarnya tadi bawain buat Rena juga ,tapi aku ketuk berkali-kali nggak ada jawaban . Masih tidur atau mungkin lagi keluar ya ."


" Iya biarin disini aja ,nanti kalau bangun biar dimakan ."


Sarah menatapnya kaget ." Kamu bisa tahu Rena masih tidur ...!"


Aska mengangguk .


" Kok bisa ?!"


" Dia tidur disini ,tuh di kamar ."


" Whaaat ....!!!" Jerit Sarah ,kontan membuat Aska langsung memelototinya .


" Nggak usah teriak juga ..."


" Jangan bilang kalau kalian ..."


" Nggak ngapa-ngapain ." Potong Aska cepat .


" Emang dosa kalau ngapa-ngapain ?" Goda Sarah .


Aska berdiri dan berjalan ke dapur mengambil minum .


Satu jam kemudian ...


Rena menggeliat malas di kasur ,sambil menguap .


Matahari sudah menerobos masuk melalui jendela .


Sepertinya sudah siang . Huft ...telat bangun rupanya .


Rasanya masih malas beranjak dari sini , badannya sangat lelah .Semalam ia masih terjaga sampai hampir jam 2 pagi .


Tiba-tiba teringat sesuatu . Kemarin malam ia berada di kamar Aska dan setelah itu , ia tak ingat kapan kembali ke kamarnya .

__ADS_1


Saat teringat ponsel .Ia meraba di kasur , biasanya ponsel di letakkan di kasur sebelahnya .Kenapa nggak ada juga ?


Ia menoleh dan mulai tersadar kalau ini bukan kamarnya .Sambil mengucek matanya berkali-kali , ditatapnya sekali lagi seluruh ruangan .Iya , ternyata dirinya masih berada di ruangan yang sama sejak semalam , dalam kamar Aska .


Dibukanya selimut yang hampir menutupi semua badannya .Kenapa ia bisa tidur di atas kasur ini ? Apa yang sudah dilakukannya ?


Dan berbagai pertanyaan menari di otaknya .


Ia segera turun dari kasur dan berjalan keluar .Tak ada orang juga . Apa Aska sedang keluar ?


Ia berjalan ke ruang tamu .


Kosong .


" Udah bangun ?"


Ia membalikkan badan , Aska sudah berdiri disana . Membawa 2 cangkir di tangannya .


" Minum dulu ." Ia mengulurkan satu cangkir yang ternyata berisi teh hangat .


" Makasih ." Mengambil cangkir itu lalu duduk di sofa .Meminumnya sedikit dan menaruh nya di meja .


" Mau kemana ?" Tanya Aska melihatnya berdiri .


" Ke kamar ." Jawabnya .


" Tunggu ." Ia sudah menyentuh gagang pintu , lalu kembali berbalik .


" Iya ."


" Kamu mau keluar dengan kondisi seperti itu ."


Rena terkejut dan segera memperhatikan bajunya yang nampak acak-acakan , tak berbeda jauh dengan rambutnya .


" Nanti ada orang yang lihat ,dikira habis ngapain disini ." Sambung Aska lagi .


Rena menatapnya dengan cemberut , sambil merapikan rambut dengan tangannya .


" Tapi kan ..."


" Ada sikat gigi baru juga disana , bisa kamu pakai ."


Akhirnya Rena menurut dan kembali masuk ke kamar .


Setelah keluar dari kamar mandi , Rena menuju meja tak jauh disana .Mengambil sisir dan langsung memakainya .


Aska pasti tak akan keberatan kalau ia meminjamnya , pikirnya .


Selesai .


Saat diluar ,dilihatnya Aska dari dapur membawa 2 mangkok .


" Makan dulu ."


Rena hanya menatapnya .


" Tadi dikasih Sarah ."


Mereka lantas duduk berdua di sofa ,menghabiskan bubur ayam yang memang sudah dingin itu .


Selesai makan , Aska nampak sibuk berbicara di ponselnya .


Dian yang menelpon .


Selang beberapa menit , ia menutup ponselnya .


" Besok aku ke Bali ." Ucapnya kemudian . Dian tadi mengabari kalau Mr Ashraf ,rekan kerjanya yang di Malaysia akan datang . Tetapi hanya bisa di Bali ada keperluan penting disana . Jadi mau tak mau harus ia yang mendatangi klien pentingnya itu .


Apalagi dia juga tak lama di Indonesia , hanya 3 harian karena bersama keluarganya juga kesini .

__ADS_1


Mereka ada perjanjian bisnis yang cukup besar dan melihat seperti apa sifat dari kliennya itu . Akan lebih baik kalau ia yang mengalah kesana .Mr Ashraf terkenal tak terlalu ramah ,hanya berbicara seperlunya dan seperti kali ini ...memang kerjasama ini sangat menguntungkan keduanya , tetapi Mr Ashraf akan sedikit merasa tersinggung kalau sampai ia menolak bertemu di Bali , apalagi harus memintanya datang ke Jakarta .


Sebaiknya tak memulai masalah baru .Dengan bisa mengambil hati Mr Ashraf akan sangat membantu juga bagi kemajuan perusahaannya ke depannya .


" Bali ?" Tanya Rena balik .


Aska mengangguk .


" Berapa lama ?"


" Dua harian ."


Rena diam .Aska tak bilang akan mengajaknya , apa memang ia akan berangkat kesana sendirian .


" Kamu bisa urus kerjaan yang di kantor , karena pasti masih capek kan setelah lembur beberapa hari kemarin ."


Rena menatapnya ." Aku ?"


" Ya , kalau kamu di kantor aku bisa ajak Dian kesana ."


Rena membelalakkan matanya ." Kalian berdua aja kesana ?" Tanyanya terus .


" Ya ."


" Menginap juga ?"


" Kalau Mr Ashraf bisa ditemui besok kita langsung pulang , kalau lusa nya ya berarti harus nginap ." Jawab Aska lalu beralih ke ponsel dan menghubungi seseorang .


" Hallo Pak Hasan ."


" Iya baik , oh ya besok saya kesana . Apa Pak Hasan bisa jemput di bandara ?"


" Oke baik ,besok saya kabari .Makasih Pak ya ."


" Siapa ?" Tanya Rena yang mulai gelisah .


Aska menatapnya ." Pak Hasan itu yang jaga villa aku disana ,daripada nginap di hotel mending ke villa aja ." Jawabnya santai , sambil meminum teh hangat yang masih tersisa setengah di cangkirnya .


Sementara Rena ,tak tahu kenapa mendengar itu membuatnya belingsatan tak karuan . Membayangkan Aska hanya berdua dengan Dian disana . Apalagi mereka akan menginap di villa bersama .


" Kenapa kamu ?"


Tanpa disadari Aska menatapnya dari tadi .


Rena menggeleng .


" Nggak enak badan ?"


Lagi-lagi ia menggeleng .


" Terus ?"


" Aku aja yang ikut ke Bali ."


Aska menatapnya heran ." Tapi kan ..."


" Aku nggak capek ." Selanya lagi .


" Ya oke ." Jawab Aska masih dengan wajah bingung .


" Jadi boleh ?" Tanyanya memastikan .


Aska mengangguk .


Rena tersenyum senang , lalu berdiri dan berjalan keluar , sementara Aska masih menatapnya heran .


*~~~*


Malam pertama mereka yang cukup dramatis akan terjadi di Bali .

__ADS_1


Ditunggu ya 😍😍😍


__ADS_2