SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 23


__ADS_3

" Kalau begitu saya permisi , Pak ."


Aska hanya mengangguk dan Sahrul pun keluar ruangannya .


Ia mengusap wajahnya pelan sembari menyandarkan punggungnya di sofa .


Semua sama persis seperti dugaannya .Bagaimana mungkin semua serba kebetulan begini , atau mungkin Nico sudah merencanakan dengan sangat matang .


Dan Alia atau Rena ...siapapun lah itu , apa memang Nico yang membuatnya berpaling atau memang sejak dulu mereka memang menjalin kasih itu , entahlah ...


Sekarang ...mereka berdua merencanakan sesuatu untuk dirinya , dengan memasukkan Rena sebagai umpan .


Semua membuat perasaannya semakin campur aduk .Bagaimanapun ,sampai saat ini ...secara hukum status mereka masih suami istri , meski tak begitu yang dirasakan Rena .


Mungkin mereka merencanakan semua ini ,setelah melihatnya hancur ...Rena akan menuntut perceraian itu darinya dan menyatukan cintanya dengan Nico .


Sekali lagi ia mengusap wajahnya , menghapus pikiran jahat yang terus berkelebat di otaknya .


Iya ,kalau ini memang mau mereka , ia akan mengikuti apapun itu .


Mungkin dimulai dengan kehadiran Rena disini ..ia lalu mengambil ponsel .


" Dian ,kesini sebentar ."


" Baik Pak ."


Tak lama Dian sudah sampai di ruangannya dan Aska memintanya duduk di sofa .


Ia berbicara tentang rencana nya dan untuk ini butuh bantuan Dian juga pastinya .


" Baik Pak , saya akan siapkan semua ."


Aska mengangguk .


Setelah Dian keluar , ia mengambil ponsel lagi dan mencari nama kontak disana .


Sarah .


" Ada apa ?"


" Sibuk nggak ?"


" Nggak lagi santai aja , mungkin nanti siangan ke cafe ..ada apa ?"


" Aku minta tolong bisa .."


" Ya ."

__ADS_1


Aska mulai membicarakan sesuatu ke Sarah , mungkin sekarang cuma dia yang bisa membantunya .Untunglah tidak ada pertanyaan yang diajukan Sarah kenapa ia memutuskan ini .Suatu hari nanti pasti akan diceritakannya ,karena Sarah satu-satunya teman yang tahu juga soal kehidupan rumah tangganya dan dia cukup bisa dipercaya untuk hal ini .


" Oke ,tunggu nanti aku kabari ." Cetus Sarah kemudian , sebelum menutup sambungan telpon .


Setelah itu , ia kembali sibuk dengan pekerjaannya yang masih menumpuk , meski karena hal ini tadi membuat konsentrasinya pecah .


Ia menarik nafas panjang dan coba melupakan sejenak masalahnya .Karena fokusnya sedikit terganggu , otomatis pekerjaannya pun sedikit lambat .


Sore menjelang malam , ia baru menyelesaikan semua . Disaat semua karyawan pun telah meninggalkan kantor .


Ia meregangkan tangannya , rasanya teramat sangat lelah .


Setelah merapikan meja yang dari tadi berserakan penuh berkas , ia mengambil jasnya dan bersiap pulang .


Dengan langkah gontai , ia berjalan sendiri melewati lorong kantor yang sepi , langsung menuju parkiran .


Sampai mobil , ia melemparkan tas yang dibawanya ke jok belakang .Ia masih terdiam disana , di parkiran yang sangat sepi ,hanya tinggal dirinya sendiri .


Diusapnya tengkuknya berkali-kali .Pekerjaan yang menumpuk dan juga masalah tadi membuatnya teramat sangat lelah .


Kalaupun pulang ,nanti di rumah ...Pak Aji akan bertanya macam-macam padanya . Mertuanya itu memang sangat baik ,mungkin juga untuk menebus semua yang telah dilakukan putrinya dulu , tapi ...Pak Aji selalu memberi perhatian lebih padanya layaknya anak sendiri .Untuk itu ,ia tak mau lagi membebaninya dengan semua permasalahan , apalagi kali ini menyangkut Alia ,putrinya .


Sekarang ...ia bingung sendiri harus kemana ...


Ponsel di sakunya berbunyi , ia buru-buru mengambilnya .


" Ya Sar .." Jawabnya tak bersemangat .


" Nggak papa ,capek aja banyak kerjaan di kantor ."


" Ya udah ke cafe aja , sekalian ngomongin masalah tadi , daripada pusing gitu kelihatannya ."


Sepertinya ini ide bagus , batinnya .


" Oke , aku kesana . " Ucap Aska akhirnya .


Dua puluh menit kemudian ...


Ia sudah memasuki parkiran cafe , untunglah cafe tak terlalu penuh juga .


Selesai memarkir mobil ,ia langsung masuk dan naik ke lantai 3 ...setelah mengirim chat ke Sarah kalau ia sudah sampai .


Tak berapa lama ,Sarah terlihat berjalan ke mejanya .


" Kusut banget mukanya ." Ucap Sarah , lalu menarik kursi dan duduk di depannya .Berbarengan dengan seorang waiters yang mengantarkan secangkir kopi .


" Aku belum pesen ." Cetus Aska bingung .

__ADS_1


" Ya ,aku tadi yang pesenin ,kamu pasti butuh ini kan ?"


Aska mengangguk ." Thanks ya ."


" Kenapa kamu tiba-tiba mau pindah ke apartemen tempat aku tinggal ?" Tanya Sarah langsung .


" Kantor lagi banyak masalah , kalau aku pulang dalam keadaan seperti ini ..mungkin nanti jadi pikiran Pak Aji , lebih baik aku tinggal sendiri dulu ." Ucapnya lagi , kebohongan yang diucapkannya ,mudah-mudahan Sarah percaya .


" Segitunya kamu memikirkan mertua kamu ya ." Sindir Sarah .


Aska meminum sedikit kopinya .


" Aku udah ada info ." Sarah masih menatap ponselnya .


Aska langsung menatapnya .


" Ada unit kosong tinggal 1 ."


" Bagus ." Aska tampak senang mendengarnya .


" Di lantai 4 , bersebelahan persis sama Rena ."


Aska menarik nafas panjang .Tidak tahu harus apa , perasaannya masih campur aduk sekarang .


" Gimana ?" Tanya Sarah lagi .


Aska mengangguk ." Deal ."


" Oke ..." Sarah kembali sibuk membalas chat di ponselnya ." Biar aku aja yang urus gampang ."


" Besok bisa aku langsung pindah kesana ?"


Sarah mendelik ." Secepat itu ?" Tanyanya meyakinkan .


Aska mengangguk .


" Oke nanti biar aku urus ."


" Thanks ya .."


" Aku tinggal bentar ." Sarah berdiri , ketika seorang karyawan terlihat sedang mencarinya .


Aska mengangguk dan Sarah pun berjalan menjauh .


Ia menghabiskan secangkir kopinya .


Besok ...ia akan pindah ke apartemen itu ..dan mereka akan tinggal berdampingan disana .

__ADS_1


Bersama istrinya ...istri yang hanya bisa dimilikinya secara status .


Miris .


__ADS_2