
" Kalau begitu saya permisi , Pak ."
Aska hanya mengangguk dan Sahrul pun keluar ruangannya .
Ia mengusap wajahnya pelan sembari menyandarkan punggungnya di sofa .
Semua sama persis seperti dugaannya .Bagaimana mungkin semua serba kebetulan begini , atau mungkin Nico sudah merencanakan dengan sangat matang .
Dan Alia atau Rena ...siapapun lah itu , apa memang Nico yang membuatnya berpaling atau memang sejak dulu mereka memang menjalin kasih itu , entahlah ...
Sekarang ...mereka berdua merencanakan sesuatu untuk dirinya , dengan memasukkan Rena sebagai umpan .
Semua membuat perasaannya semakin campur aduk .Bagaimanapun ,sampai saat ini ...secara hukum status mereka masih suami istri , meski tak begitu yang dirasakan Rena .
Mungkin mereka merencanakan semua ini ,setelah melihatnya hancur ...Rena akan menuntut perceraian itu darinya dan menyatukan cintanya dengan Nico .
Sekali lagi ia mengusap wajahnya , menghapus pikiran jahat yang terus berkelebat di otaknya .
Iya ,kalau ini memang mau mereka , ia akan mengikuti apapun itu .
Mungkin dimulai dengan kehadiran Rena disini ..ia lalu mengambil ponsel .
" Dian ,kesini sebentar ."
" Baik Pak ."
Tak lama Dian sudah sampai di ruangannya dan Aska memintanya duduk di sofa .
Ia berbicara tentang rencana nya dan untuk ini butuh bantuan Dian juga pastinya .
" Baik Pak , saya akan siapkan semua ."
Aska mengangguk .
Setelah Dian keluar , ia mengambil ponsel lagi dan mencari nama kontak disana .
Sarah .
" Ada apa ?"
" Sibuk nggak ?"
" Nggak lagi santai aja , mungkin nanti siangan ke cafe ..ada apa ?"
" Aku minta tolong bisa .."
" Ya ."
__ADS_1
Aska mulai membicarakan sesuatu ke Sarah , mungkin sekarang cuma dia yang bisa membantunya .Untunglah tidak ada pertanyaan yang diajukan Sarah kenapa ia memutuskan ini .Suatu hari nanti pasti akan diceritakannya ,karena Sarah satu-satunya teman yang tahu juga soal kehidupan rumah tangganya dan dia cukup bisa dipercaya untuk hal ini .
" Oke ,tunggu nanti aku kabari ." Cetus Sarah kemudian , sebelum menutup sambungan telpon .
Setelah itu , ia kembali sibuk dengan pekerjaannya yang masih menumpuk , meski karena hal ini tadi membuat konsentrasinya pecah .
Ia menarik nafas panjang dan coba melupakan sejenak masalahnya .Karena fokusnya sedikit terganggu , otomatis pekerjaannya pun sedikit lambat .
Sore menjelang malam , ia baru menyelesaikan semua . Disaat semua karyawan pun telah meninggalkan kantor .
Ia meregangkan tangannya , rasanya teramat sangat lelah .
Setelah merapikan meja yang dari tadi berserakan penuh berkas , ia mengambil jasnya dan bersiap pulang .
Dengan langkah gontai , ia berjalan sendiri melewati lorong kantor yang sepi , langsung menuju parkiran .
Sampai mobil , ia melemparkan tas yang dibawanya ke jok belakang .Ia masih terdiam disana , di parkiran yang sangat sepi ,hanya tinggal dirinya sendiri .
Diusapnya tengkuknya berkali-kali .Pekerjaan yang menumpuk dan juga masalah tadi membuatnya teramat sangat lelah .
Kalaupun pulang ,nanti di rumah ...Pak Aji akan bertanya macam-macam padanya . Mertuanya itu memang sangat baik ,mungkin juga untuk menebus semua yang telah dilakukan putrinya dulu , tapi ...Pak Aji selalu memberi perhatian lebih padanya layaknya anak sendiri .Untuk itu ,ia tak mau lagi membebaninya dengan semua permasalahan , apalagi kali ini menyangkut Alia ,putrinya .
Sekarang ...ia bingung sendiri harus kemana ...
Ponsel di sakunya berbunyi , ia buru-buru mengambilnya .
" Ya Sar .." Jawabnya tak bersemangat .
" Nggak papa ,capek aja banyak kerjaan di kantor ."
" Ya udah ke cafe aja , sekalian ngomongin masalah tadi , daripada pusing gitu kelihatannya ."
Sepertinya ini ide bagus , batinnya .
" Oke , aku kesana . " Ucap Aska akhirnya .
Dua puluh menit kemudian ...
Ia sudah memasuki parkiran cafe , untunglah cafe tak terlalu penuh juga .
Selesai memarkir mobil ,ia langsung masuk dan naik ke lantai 3 ...setelah mengirim chat ke Sarah kalau ia sudah sampai .
Tak berapa lama ,Sarah terlihat berjalan ke mejanya .
" Kusut banget mukanya ." Ucap Sarah , lalu menarik kursi dan duduk di depannya .Berbarengan dengan seorang waiters yang mengantarkan secangkir kopi .
" Aku belum pesen ." Cetus Aska bingung .
__ADS_1
" Ya ,aku tadi yang pesenin ,kamu pasti butuh ini kan ?"
Aska mengangguk ." Thanks ya ."
" Kenapa kamu tiba-tiba mau pindah ke apartemen tempat aku tinggal ?" Tanya Sarah langsung .
" Kantor lagi banyak masalah , kalau aku pulang dalam keadaan seperti ini ..mungkin nanti jadi pikiran Pak Aji , lebih baik aku tinggal sendiri dulu ." Ucapnya lagi , kebohongan yang diucapkannya ,mudah-mudahan Sarah percaya .
" Segitunya kamu memikirkan mertua kamu ya ." Sindir Sarah .
Aska meminum sedikit kopinya .
" Aku udah ada info ." Sarah masih menatap ponselnya .
Aska langsung menatapnya .
" Ada unit kosong tinggal 1 ."
" Bagus ." Aska tampak senang mendengarnya .
" Di lantai 4 , bersebelahan persis sama Rena ."
Aska menarik nafas panjang .Tidak tahu harus apa , perasaannya masih campur aduk sekarang .
" Gimana ?" Tanya Sarah lagi .
Aska mengangguk ." Deal ."
" Oke ..." Sarah kembali sibuk membalas chat di ponselnya ." Biar aku aja yang urus gampang ."
" Besok bisa aku langsung pindah kesana ?"
Sarah mendelik ." Secepat itu ?" Tanyanya meyakinkan .
Aska mengangguk .
" Oke nanti biar aku urus ."
" Thanks ya .."
" Aku tinggal bentar ." Sarah berdiri , ketika seorang karyawan terlihat sedang mencarinya .
Aska mengangguk dan Sarah pun berjalan menjauh .
Ia menghabiskan secangkir kopinya .
Besok ...ia akan pindah ke apartemen itu ..dan mereka akan tinggal berdampingan disana .
__ADS_1
Bersama istrinya ...istri yang hanya bisa dimilikinya secara status .
Miris .