SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 33


__ADS_3

" Bu ,Mas Aska mau kesini ?" Cerita Hasan pagi itu .


Aminah yang sedang membersihkan teras sedikit terkejut .


" Oh ya ,kapan ?"


" Hari ini tapi belum tahu jam berapanya ,paling siang atau sorean ."


" Kok Bapak nggak bilang ,kan Ibu bisa siapin masakan harusnya ."


" Sekarang masih keburu kok , nanti hubungi Bapak lagi kalau mau berangkat ,karena minta dijemput di bandara ."


" Sendirian ?"


" Berdua ."


" Sama istrinya ?"


Hasan hanya mengangkat bahunya ." Kurang tahu ,mau nanya nggak enak ."


" Mungkin memang sama istrinya ,karena semenjak menikah Mas Aska belum pernah kesini ngajak istrinya ."


Hasan mengangguk ." Mungkin ."


" Ibu harus masakin apa ya ."


" Nggak usah terlalu banyak ,bisanya kalau kesini Mas Aska lebih sering makan diluar juga ."


Aminah mengangguk .


" Ini ada pesen dari Mas Aska ." Ucap Hasan kemudian sambil menatap ponselnya .


" Apa katanya ."


" Suruh jemput jam 4 sore ."


" Syukurlah ,masih banyak waktu ." Jawab Aminah , tiba-tiba terlintas sesuatu di benaknya ." Gimana kalau kita bikin kejutan Pak ."


Hasan menatapnya heran ." Kejutan apa ?"


" Kita bisa tata kamar Mas Aska ,biar sedikit kayak kamar pengantin begitu ." Cetus Aminah antusias .


" Bu , tapi Mas Aska kan bukan pengantin baru juga ."


" Ya nggak papa Pak , siapa tahu mereka kesini memang untuk bulan madu . Mas Aska kan memang sangat menyukai suasana di sini ,pasti menyenangkan kalau bulan madu mereka dihabiskan disini ."


Aminah tersenyum ,sembari mencari ide harus melakukan apa .


Aska memang sangat menyukai tempat ini .Dulu kalau tidak sedang banyak kerjaan , hampir sebulan sekali dihabiskan di tempat ini ,sendirian . Ia hanya menghabiskan waktu di pinggir laut , karena villa ini tak jauh dari pantai .


Aska sedari kecil menyukai laut , baginya suara deburan ombak bisa menenangkan hatinya .


Untuk itulah ia memilih membeli tempat ini dulu .Disini selalu membuatnya nyaman ,apalagi saat ada masalah pekerjaan ataupun masalah pribadi , hari-harinya lebih sering di habiskan ditempat ini .


*****


Sore harinya ,saat mereka sudah dalam perjalanan dari bandara .


Pak Hasan masih terus memperhatikan mereka dari balik spion .


Ternyata benar Mas Aska kesini sama istrinya , pikirnya .


" Mas ,nanti jangan makan diluar ya ,istri saya sudah memasak makanan spesial buat kalian ." Cetusnya .


" Oh iya Pak , saya memang rencananya juga nggak keluar hari ini ,karena besok pagi saya ada acara ."


" Oh begitu ,baik Mas ."

__ADS_1


Baru saja tadi asisten Mr Ashraf mengabari , mereka baru bisa bertemu besok jam 8 pagi .


Rena sedari tadi diam , mengamati sekeliling . Ini pertama kalinya ia ke Bali .


Bukan pula karena tempatnya yang membuatnya antusias ,tetapi dengan siapa ia berada disini .


Syukurlah akhirnya ia bisa ikut kemari , masih tak bisa membayangkan seandainya hari ini Aska pergi bersama Dian kesini .


Tak tahu apa yang mendasari , hatinya mendadak gusar memikirkan nya .


Mobil memasuki area pelataran sebuah villa mewah .


Suara deburan ombak terdengar begitu nyata , membuat suasana sore itu yang cukup mendung terasa lebih syahdu .


Setelah memarkir mobil . Pak Hasan membantu mengeluarkan koper mereka berdua .


Aska berjalan lebih dulu masuk ,Rena mengikuti di belakangnya .


" Mas Aska apa kabar ?" Aminah yang sedari tadi di dapur ,bergegas menghampiri .


" Baik Bu ." Lalu Aska beralih ke Rena . " Oh iya Bu ,kenalin ini Rena ."


" Oh iya Mbak Rena ,saya Bu Aminah istrinya Pak Hasan ,yang setiap hari ngurus villa ini ."


" Oh begitu ,senang bisa ketemu sama ibu ."


Rena tersenyum menyapanya .


" Semoga Mbak Rena betah disini ya ."


Hasan kemudian masuk membawa 2 koper .


" Biar saya sendiri aja yang bawa ke kamar Pak ." Aska menghampiri Hasan .


" Jangan ." Tolak Hasan ." Biar Bapak yang taruh kamar , Mas Aska sama Mbak Rena langsung makan saja ,pasti sudah lapar kan ."


Akhirnya mereka pun setuju ,makan sambil mengobrol dengan Pak Hasan dan Bu Aminah .


Sampai menjelang malam pun , Aska nampaknya sudah lupa untuk ke kamar .Setelah maghrib ia memilih berjalan keluar , menyusuri pantai sambil menikmati suasana malam disini .


Di dalam , Rena yang sedari tadi bercengkerama dengan Bu Aminah tiba-tiba berdiri .


" Loh Mbak Rena mau kemana ?" Tanya Aminah .


" Saya mau mandi Bu ,kamarnya sebelah mana ya ?"


Mendengar pertanyaan itu ,Aminah dan suaminya nampak saling bertatapan .


" Memangnya Mbak Rena nggak mau jalan-jalan saja sama Mas Aska ." Ucap Hasan coba membujuk .


" Jalan-jalan ?" Rupanya Rena baru menyadari kalau Aska tidak ada disana ." Memangnya Mas Aska kemana ?" Tanyanya lagi .


" Mas Aska lagi di pantai , Mbak mau Bapak antar kesana ?" Tawarnya .


" Ya sudah mbak susul Mas Aska aja dulu ,Mas Aska memang kalau kesini lebih suka menghabiskan waktu di pantai ." Bu Aminah ikut menimpali .


Akhirnya Rena menurut saat Hasan mengantarkannya ke pantai .


Saat sampai dilihatnya Aska tengah berdiri menatap deburan ombak , sambil memasukkan tangannya ke saku celana .


" Mbak saya tinggal dulu ." Pamit Hasan .


" Iya , makasih Pak ."


Sepeninggal Pak Hasan ,ia berjalan mendekati Aska .


" Kamu ngapain disini ?"

__ADS_1


Aska menoleh ,cukup kaget melihatnya disana .


" Disini menyenangkan ya ." Ucap Rena lagi ,meski pertanyaannya yang tadi belum juga dijawab .


" Suka disini ?" Tanya Aska kemudian .


Rena mengangguk ." Ini pertama kali juga aku kesini ."


" Kamu belum pernah ke Bali sebelumnya ?"


Rena menggeleng .


" Kita cuma sebentar disini ,jadi nggak ada waktu untuk jalan-jalan ." Cetus Aska kemudian .


Rena menatapnya sebentar ." Kalau kapan-kapan aku minta ikut kesini lagi boleh ?"


" Ya ." Jawab Aska pendek .


Rena berjalan ke depan , semakin mendekati perairan .Saat ombak bergulung halus , membawa air ke daratan .


Air laut menyapu kakinya , bahkan sampai separuh lututnya .


" Mundur ." Aska menarik lengannya menjauh ,lalu menunduk melihat dress yang dikenakannya nampak basah bagian bawah ." Kita balik aja ,baju kamu basah itu ."


Rena menggeleng ." Aku mau disini dulu .


" Nanti masuk angin ."


" Nggak ."


Aska diam kemudian .Selang beberapa menit mereka sama-sama terdiam , hanya menatap hamparan air laut yang semakin gelap .


Sampai menyadari titik-titik air mulai membasahi tubuh mereka , gerimis sudah mengguyur rupanya .


" Ayo masuk ,hujan ." Aska menarik tangan Rena ,mau tak mau ia menurut juga .


Dan benar saja , air hujan yang tadinya hanya gerimis kecil menjadi tetesan air yang semakin rapat .


Sedikit berlari mereka sampai di villa . Cukup membuat rambut dan bajunya basah .


Sesampainya di depan pintu , Bu Aminah sudah mencegatnya memberikan handuk untuk sekedar mengeringkan badan sebelum mereka masuk ke dalam .


" Ayo masuk , Ibu sudah siapkan minuman rempah di kamar ."


Aminah dan Hasan langsung menyanding mereka berdua dan menuntunnya ke kamar , membuat Aska sedikit heran .


" Ada apa sih ?"


" Ada sedikit kejutan dari kita Mas ." Jawab Bu Aminah .


" Kejutan apa ?"


" Nanti juga tahu ."


Mereka menggiring masuk ke kamar utama yang biasa ditempatinya .


Agak terkejut juga melihat Aminah juga mengarahkan Rena ke kamar yang sama .


Semakin terkejut saat pintu kamar terbuka .


Mereka masuk berdua , menyaksikan sesuatu disana .


Suasana gelap hanya di sinari cahaya lilin yang dipasang hampir di setiap sudut ruangan .Di atas ranjang yang dilapisi sprei putih ,ditaburi banyak kelopak mawar merah . Ada dua buket bunga besar di atas nakas kanan kirinya .


Tanpa bersuara ,mereka hanya menatap yang ada di ruangan kamar luas itu .


" Selamat menikmati bulan madunya ya ."

__ADS_1


Ucap Aminah kemudian , sebelum ia dan suaminya keluar kamar dan menutup pintu .


__ADS_2