SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 42


__ADS_3

Aska masih terdiam di sofa .Semua serasa mimpi .


Ia mengusap wajahnya . Rena tiba-tiba memutuskan tinggal disini . Bagaimana harus menghadapinya .Masih tak bisa membayangkan mereka harus tinggal 1 atap .Bahkan lebih dari itu ,di kantor pun mereka akan lebih banyak menghabiskan banyak waktu bersama .


Huft ...kalau mereka terus bersama , bagaimana kalau terjadi lagi hal itu . Bagaimana kalau sampai tak bisa mengendalikan hati dan juga tubuhnya .


Dan Rena ...setelah kejadian itu ,saat ia berhasil merampas kehormatannya . Tak ada yang berubah , bahkan tak ada penyesalan dalam dirinya . Apa yang sebenarnya ada di pikiran wanita itu , ia sungguh tak bisa mengerti .


Memang status mereka masih sama , tapi hubungan tak ubahnya orang asing yang baru saja saling mengenal dan harus diakuinya juga ,ia memang belum mengenal lebih jauh bagaimana sebenarnya sosok seorang Alia ataupun Rena .


Ia menatap jam di tangannya dan berdiri , berjalan masuk ke kamarnya .


Disana Rena terlihat tengah mengeluarkan pakaian dari koper .


Sekarang ia bahkan bersikap seperti pemilik tempat ini dan rasanya jadi seperti ia yang menumpang tinggal ,tapi berdebat dengannya hanya akan menimbulkan masalah baru yang lebih runyam nantinya .


Aska berdiri tak jauh dari Rena berada sambil menyilangkan tangan di dada .


" Tunggu ."


Rena menghentikan kegiatan nya yang mau menata pakaiannya di lemari , lalu menatapnya .


" Kenapa ?"


" Kamu tidurnya di kamar sebelah , bukan disini ." Tegasnya .


Mungkin cara ini biasa digunakan untuk menghadapi karyawannya di kantor yang berbuat kesalahan , biasanya akan langsung membuat mereka tak berkutik dan langsung menundukkan kepala .


Tapi berbeda dengan ekspresi yang ditunjukkan Rena sekarang , tampak tenang seolah tak terjadi apa-apa .


" Kamu ?" Tanya Rena balik .


" Ya aku disinilah , kan ini kamar aku ."


" Aku nggak mau ." Tolaknya .


Aska menarik nafas panjang ." Ya oke ." Jawabnya pelan , lebih baik ia mengalah ." Biar aku yang pindah ke kamar sebelah ."


" Nggak boleh !"


Aska melotot ." Terus mau kamu apa hah ?!"


" Kita tinggal di kamar ini sama-sama ."


" Apa ?!"

__ADS_1


" Biasa aja Mas , nggak usah heboh gitu ." Goda Rena , lalu berjalan mendekat dan bergelayut manja di lengan Aska .


" Kita nggak bisa tinggal sekamar ."


Rena menatapnya ." Kenapa ?"


" Ya ...nggak papa ." Jawab Aska akhirnya .


" Kita pernah tidur berdua kemarin ."


" Ya itu salah kamu ." Jawab Aska sedikit gusar .


" Kalau waktu yang di Bali ?" Cecar Rena lagi .


Aska menatapnya sebentar , lalu melepaskan tangan Rena ." Terserah kamu lah , pusing aku ." Naik ke tempat tidur , menarik selimut sampai dadanya .


Marah-marah terus gimana nggak pusing , gumam Rena . Mengambil baju ganti lalu berjalan ke kamar mandi .


Selesai berganti baju , ia duduk di depan meja rias , membersihkan wajah .Dari balik kaca , dilihatnya Aska masih sibuk dengan ponsel ditangannya .


Rena berdiri dan menuju tembok sebelah pintu , mematikan lampu kamar .


" Kenapa dimatikan ?" Protes Aska .


" Katanya pusing , jadi jangan main ponsel lagi ."


Dengan wajah kesal , Aska menaruh ponsel di nakas , lalu menarik selimut sampai menutupi wajahnya .


Rena yang berbaring di sebelah , menarik selimutnya .


" Apalagi ?!" Sentaknya .


" Jangan galak-galak napa ." Rena mengusap keningnya .


" Mau ngapain lagi ?"


" Katanya pusing , aku pijit ya ."


" Nggak usah ." Tolaknya ,sambil menghempaskan tangan Rena dari wajahnya ." Buruan tidur ." Lalu ia beralih posisi tidur , membelakangi Rena .


Melihat itu , membuat Rena manyun .Ia tak beranjak dari tempatnya .Malah memeluk Aska dari belakang sambil menempelkan wajahnya di punggung .


Aska menarik nafas panjang .Apa setelah ini ia harus membiasakan wanitanya terus menempel di tubuhnya seperti ini .


Rasanya ia mulai capek berpikir , sampai akhirnya tanpa disadari matanya terlelap .

__ADS_1


Paginya ...


Saat Aska masih terlelap , Rena sudah sibuk di dapur . Hari ini ia memasak nasi goreng keju untuk sarapan mereka .


Sementara untuk bekal makan siang , hanya membuat ayam kecap pedas . Beberapa waktu lalu ia pernah membawa menu ini dan ternyata Aska sangat menyukainya .


Setelah menata bekal makan siangnya .


Ia menaruh nasi gorengnya di atas meja makan .


Selesai .


Ia berjalan ke kamar dan berniat ganti baju .


Saat masuk kamar , dilihatnya Aska sudah bersiap , ia buru-buru mengambil baju ganti dan ke kamar mandi .


Hanya 5 menit , ia keluar .


Melihat Aska yang sudah siap , akan bikin dia ngomel kalau harus menunggu lama .


Hanya memakai make up tipis , lalu mencepol kecil rambutnya dan selesai .


Mengambil tas nya lalu berjalan keluar , Aska sudah lebih dulu ke meja makan .


Mereka menyelesaikan makan tanpa banyak bicara , begitu juga saat berangkat ke kantor .


Sampai di parkiran kantor , saat keluar dari mobil .


Beberapa karyawan perempuan juga sedang bergerombol disana .


Rena menatapnya karena merasa kalau tatapan mereka semua mengarah padanya .


Entah dari divisi mana ,sepertinya ia juga tak pernah melihat mereka sebelumnya . Masalahnya semenjak bekerja disini , ia jarang juga berkeliling kantor . Bahkan makan di kantin pun tak pernah dilakukannya .


Aska sepertinya juga merasa ,tapi malah terkesan cuek .Ia berjalan cepat lewat pintu samping ,Rena mempercepat langkah menjajarinya .


Saat berada di dekat pintu , seseorang dari mereka menyapa Aska .


" Pagi Pak ."


Aska menatapnya sebentar ." Pagi ." Jawabnya ,lalu kembali berjalan masuk .


Rena melirik sebentar ke arah mereka dan dari tatapan wanita yang menyapa Aska tadi terlihat sinis .


Ia berusaha mengacuhkannya dan tetap berjalan tenang di samping Aska .

__ADS_1


__ADS_2