
Aska masih terdiam di sofa .Semua serasa mimpi .
Ia mengusap wajahnya . Rena tiba-tiba memutuskan tinggal disini . Bagaimana harus menghadapinya .Masih tak bisa membayangkan mereka harus tinggal 1 atap .Bahkan lebih dari itu ,di kantor pun mereka akan lebih banyak menghabiskan banyak waktu bersama .
Huft ...kalau mereka terus bersama , bagaimana kalau terjadi lagi hal itu . Bagaimana kalau sampai tak bisa mengendalikan hati dan juga tubuhnya .
Dan Rena ...setelah kejadian itu ,saat ia berhasil merampas kehormatannya . Tak ada yang berubah , bahkan tak ada penyesalan dalam dirinya . Apa yang sebenarnya ada di pikiran wanita itu , ia sungguh tak bisa mengerti .
Memang status mereka masih sama , tapi hubungan tak ubahnya orang asing yang baru saja saling mengenal dan harus diakuinya juga ,ia memang belum mengenal lebih jauh bagaimana sebenarnya sosok seorang Alia ataupun Rena .
Ia menatap jam di tangannya dan berdiri , berjalan masuk ke kamarnya .
Disana Rena terlihat tengah mengeluarkan pakaian dari koper .
Sekarang ia bahkan bersikap seperti pemilik tempat ini dan rasanya jadi seperti ia yang menumpang tinggal ,tapi berdebat dengannya hanya akan menimbulkan masalah baru yang lebih runyam nantinya .
Aska berdiri tak jauh dari Rena berada sambil menyilangkan tangan di dada .
" Tunggu ."
Rena menghentikan kegiatan nya yang mau menata pakaiannya di lemari , lalu menatapnya .
" Kenapa ?"
" Kamu tidurnya di kamar sebelah , bukan disini ." Tegasnya .
Mungkin cara ini biasa digunakan untuk menghadapi karyawannya di kantor yang berbuat kesalahan , biasanya akan langsung membuat mereka tak berkutik dan langsung menundukkan kepala .
Tapi berbeda dengan ekspresi yang ditunjukkan Rena sekarang , tampak tenang seolah tak terjadi apa-apa .
" Kamu ?" Tanya Rena balik .
" Ya aku disinilah , kan ini kamar aku ."
" Aku nggak mau ." Tolaknya .
Aska menarik nafas panjang ." Ya oke ." Jawabnya pelan , lebih baik ia mengalah ." Biar aku yang pindah ke kamar sebelah ."
" Nggak boleh !"
Aska melotot ." Terus mau kamu apa hah ?!"
" Kita tinggal di kamar ini sama-sama ."
" Apa ?!"
__ADS_1
" Biasa aja Mas , nggak usah heboh gitu ." Goda Rena , lalu berjalan mendekat dan bergelayut manja di lengan Aska .
" Kita nggak bisa tinggal sekamar ."
Rena menatapnya ." Kenapa ?"
" Ya ...nggak papa ." Jawab Aska akhirnya .
" Kita pernah tidur berdua kemarin ."
" Ya itu salah kamu ." Jawab Aska sedikit gusar .
" Kalau waktu yang di Bali ?" Cecar Rena lagi .
Aska menatapnya sebentar , lalu melepaskan tangan Rena ." Terserah kamu lah , pusing aku ." Naik ke tempat tidur , menarik selimut sampai dadanya .
Marah-marah terus gimana nggak pusing , gumam Rena . Mengambil baju ganti lalu berjalan ke kamar mandi .
Selesai berganti baju , ia duduk di depan meja rias , membersihkan wajah .Dari balik kaca , dilihatnya Aska masih sibuk dengan ponsel ditangannya .
Rena berdiri dan menuju tembok sebelah pintu , mematikan lampu kamar .
" Kenapa dimatikan ?" Protes Aska .
" Katanya pusing , jadi jangan main ponsel lagi ."
Dengan wajah kesal , Aska menaruh ponsel di nakas , lalu menarik selimut sampai menutupi wajahnya .
Rena yang berbaring di sebelah , menarik selimutnya .
" Apalagi ?!" Sentaknya .
" Jangan galak-galak napa ." Rena mengusap keningnya .
" Mau ngapain lagi ?"
" Katanya pusing , aku pijit ya ."
" Nggak usah ." Tolaknya ,sambil menghempaskan tangan Rena dari wajahnya ." Buruan tidur ." Lalu ia beralih posisi tidur , membelakangi Rena .
Melihat itu , membuat Rena manyun .Ia tak beranjak dari tempatnya .Malah memeluk Aska dari belakang sambil menempelkan wajahnya di punggung .
Aska menarik nafas panjang .Apa setelah ini ia harus membiasakan wanitanya terus menempel di tubuhnya seperti ini .
Rasanya ia mulai capek berpikir , sampai akhirnya tanpa disadari matanya terlelap .
__ADS_1
Paginya ...
Saat Aska masih terlelap , Rena sudah sibuk di dapur . Hari ini ia memasak nasi goreng keju untuk sarapan mereka .
Sementara untuk bekal makan siang , hanya membuat ayam kecap pedas . Beberapa waktu lalu ia pernah membawa menu ini dan ternyata Aska sangat menyukainya .
Setelah menata bekal makan siangnya .
Ia menaruh nasi gorengnya di atas meja makan .
Selesai .
Ia berjalan ke kamar dan berniat ganti baju .
Saat masuk kamar , dilihatnya Aska sudah bersiap , ia buru-buru mengambil baju ganti dan ke kamar mandi .
Hanya 5 menit , ia keluar .
Melihat Aska yang sudah siap , akan bikin dia ngomel kalau harus menunggu lama .
Hanya memakai make up tipis , lalu mencepol kecil rambutnya dan selesai .
Mengambil tas nya lalu berjalan keluar , Aska sudah lebih dulu ke meja makan .
Mereka menyelesaikan makan tanpa banyak bicara , begitu juga saat berangkat ke kantor .
Sampai di parkiran kantor , saat keluar dari mobil .
Beberapa karyawan perempuan juga sedang bergerombol disana .
Rena menatapnya karena merasa kalau tatapan mereka semua mengarah padanya .
Entah dari divisi mana ,sepertinya ia juga tak pernah melihat mereka sebelumnya . Masalahnya semenjak bekerja disini , ia jarang juga berkeliling kantor . Bahkan makan di kantin pun tak pernah dilakukannya .
Aska sepertinya juga merasa ,tapi malah terkesan cuek .Ia berjalan cepat lewat pintu samping ,Rena mempercepat langkah menjajarinya .
Saat berada di dekat pintu , seseorang dari mereka menyapa Aska .
" Pagi Pak ."
Aska menatapnya sebentar ." Pagi ." Jawabnya ,lalu kembali berjalan masuk .
Rena melirik sebentar ke arah mereka dan dari tatapan wanita yang menyapa Aska tadi terlihat sinis .
Ia berusaha mengacuhkannya dan tetap berjalan tenang di samping Aska .
__ADS_1