Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 11 : Dilabrak.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat part 11.


Ara baru saja selesai melihat jadwal untuk semester ini, setelah menyimpan sebuah catatan rambutnya ditarik dari belakang oleh seseorang dan orang-orang disekitar yang terkejut dengan apa yang terjadi dengan Ara memekik terkejut.


“ Aws….”


Pelakunya adalah Shandy, fyi ini sudah kesekian kalinya terjadi pada Ara dengan para mantan Alen yang tak terima putus sepihak oleh Alen karena alasannya adalah Ara, Shandy masih menyimpan dendam dengan wanita yang tengah ditarik rambutnya itu.


“ B*tch”


Ara mengaduh kesakitan, orang-orang disekitarnya bukannya melerai malah justru ada yang menjadikan konten di stargram ataupun membuat video untuk dijadikan reels di sosial media masing-masing.


Semakin Ara mencoba menahan tangah Shandy, tarikan Shandy justru semakin kuat.


“ Apa salah aku?” Teriak Ara yang masih mencoba bertanya meski dirinya sudah tahu akan pokok permasalahannya.


“ Lo, lo itu cuma toxic di hidup Alen, dia selalu memprioritaskan lo dan gw sebagai pacarnya nggak terima.”


Ara menghempaskan tangan Shandy dan menatapnya dengan tajam, “ Aku nggak pernah ganggu ketika kamu lagi sama Alen.”


Shandy tertawa, “ Tapi yang dipikiran Alen cuma lo lo dan lo.”


“ Lalu salahnya aku dimana?”


Shandy melepas jambakan rambut Ara, “ Ck, masih tanya lagi, semua orang tahu hidup lo itu cuma toxic harusnya disaat Alen lagi punya pacar lo harusnya sadar diri kalo ada yang harus Alen prioritasin dan itu bukan lo, atau lo sebenarnya sengaja ya selalu nempelin Alen supaya lo dapat perhatian dari Alen terus atau jangan-jangan sebenarnya lo itu j***ng pribadinya Alen iya, kalo nggak gw rasa nggak mungkin deh Alen segitunya sama lo, nggak ada yang tahu juga kan.”


Ara memiliki kekuatan untuk melawan karena jujur Ara sangat lelah menjadi kambing hitam akibat putusnya Alen pada para mantannya, “ Tanpa aku kasih tubuh aku saja Alen nggak bisa jauh dariku lalu apa kabar kalau aku kasih tubuh aku ke dia sedangkan kamu? sebenarnya heran saja aku sama kalian, kalian nyalahin aku seolah aku mengganggu hubungan kalian padahal aku aja nggak tahu kapan kalian lagi bersama kapan kalian jadian.”


“ Lo.”


Shandy menampar wajah Ara hingga sudut bibirnya berdarah, Ara memegang pipinya yang kebas tapi dia kuat mengepal kuat tangan agar mengalihkan rasa sakit yang diterimanya, “ Udah keselnya?”


Saat Shandy hendak kembali menampar Ara, tangan Shandy dicekal seseorang dari belakang dan ternyata pelakunya adalah Alen.

__ADS_1


“ Gila, kok bisa-bisanya gw suka sama cewek bar-bar yang nggak ngaca kayak lo ya, apa dengan lo maki dan ngajak Ara ribut seolah gw bakal mau balikan lagi sama lo? yang ada gw jijik sama lo yang suka main tangan ini.”


“ Gw masih gak terima lo mutusin gw karena cewek sialan ini.” Shandy menunjuk ke arah Ara yang masih memperhatikan keduanya bertengkar,


“ Ck, harusnya lo ngaca apa yang bikin gw mutusin lo sialan kalo aja attitude dan perilaku lo bisa lembut dan jangan lupakan kesepakatan awal kita kalo gw selalu memprioritaskan Ara harusnya lo terima aja dan nggak ada yang namanya playing victim tapi nyatanya?” Alen mendengus setelah mengatakan itu semua sedangkan Shandy dia tampak diam mendengar yang dikatakan Alen, memang benar Alen dulu memberikan syarat jika dia harus terima kehadiran Ara namun justru itu membuat bumerang bagi dirinya.


Shandy memutuskan pergi.


Semua orang disekitar ketiganya masih asyik memegang ponsel dan mengirim ke sosial media masing-masing dan juga ke grup kampus bahkan tak ada satu jam video mereka viral dan sampai ke Sagara yang notabene adalah wali dari Alen di kampus.


Sagara sempat terkejut Ara menjadi korban bullying mantan Alen karena Alen sendiri, dia segera menelpon Ara dan Ara yang mendapatkan telepon dari Sagara langsung pergi menepi mengangkat telepon tersebut tanpa diketahui Alen ataupun Shandy.


“ Ya mas.”


“ Dimana kamu?”


“ Masih di kampus.”


“ Dengan keadaan kamu yang sudah kacau begitu kamu masih di kampus?”


Ara yang merasakan perih di sudut bibirnya meringis sambil memasukkan ponselnya setelah panggilan selesai ke tote bag yang digunakannya, Ara pergi menuju depan.


Sedang Alen yang baru selesai berdebat mulai mencari keberadaan Ara, “ Dimana dia, ada yang lihat Ara gak?” dan semua kompak menggelengkan kepala membuat Alen berdecak.


Alen kemudian pergi mencari Ara.


Sedangkan Ara sudah sampai di titik dimana Sagara menurunkannya tadi pagi, merasakan sudut bibirnya yang sakit ah rasanya sangat luar biasa.


Mobil yang tadi pagi mengantarnya menepi tepat dimana Ara berdiri, pintu mobil penumpang terbuka dan Ara langsung masuk kedalamnya.


" Maaf sudah buat mas repot."


Sagara hanya menggelengkan kepalanya melihat penampilan Ara sangat kacau, rambut yang sudah seperti singa, sudut bibir yang mulai membiru karena sobek dan pergelangan tangannya merah-merah pasti wanita yang menyerangnya tadi cukup brutal meluapkan emosinya.

__ADS_1


Sepertinya Sagara harus memperingati Alen.


" Kamu nggak apa?" Sagara masih memperhatikan Ara yang tengah memasang sealtbealt.


" Aku baik kak eh maksudnya mas."


" Tapi lihat penampilan kamu, kacau balau begitu."


" Ini udah biasa aku alami kalau Alen habis memutuskan pacarnya."


Sagara hanya menghela nafas dengan kasar, " Aku minta maaf soal ini atas nama Alen karena biar bagaimanapun dia adalah adikku."


Ara tersenyum sambil menganggukan kepalanya sumpah demi apapun ada manusia seperti Ara yang sudah diperlakukan tidak menyenangkan namun masih bisa tersenyum jika saja dirinya yang mengalami dirinya akan melakukan visum lalu melaporkan ke polisi.


" Mau lapor polisi? Kita bisa visum ke rumah sakit dan buat laporan ini termasuk kriminal."


Ara hanya menggelengkan kepalanya, " Nggak makasih aku sudah ikhlas jadi nggak perlu sampai sana."


Tadi Sagara sempat mampir ke apotik membeli obat pereda nyeri dan juga salep untuk lebam, dirinya mengoleskan di area yang lebam dan memberikan minum untuk minum obat pereda nyeri.


" Kalau kamu diamkan seperti ini, mereka akan memperlakukan kamu seperti ini terus, lagipula aku nggak habis pikir sama Alen kok dia bisa diam saja sahabatnya diginiin kadang aku mikir bener gak sih Alen itu suka sama kamu?"


Ara terkejut mendengar kalimat terakhir yang dikatakan oleh Sagara, apa katanya tadi suka sama Ara, " Mas nggak salah ngomong?"


" Salah ngomong yang mana?"


" I…itu yang terakhir."


" Soal suka sama kamu? Kamu memang nggak tahu?" Meski Ara pernah mendengar kata itu hanya saja mendengar dari orang terdekat Alen, Ara cukup terkejut mendengar kalimat itu karena memang sebelumnya Ara sudah dengar dari Sita yang mengatakan kalau Alen itu sebenarnya suka sama Ara.


" Kamu ini nggak peka rupanya ya, Alen mencari seseorang jadi pacarnya itu karena mencari pelarian ya alasannya sih aku nggak tahu apa hanya saja memang Alen mencari seseorang yang mirip sama kamu atau kepribadian kamu, coba kamu ingat barisan para mantan Alen pasti sedikit banyak rata-rata mirip sama kamu."


Jujur saja pernyataan Sagara ini, sedikit mengusik Ara.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2