
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 spesial part.
Lima tahun lalu dimana Ara dibawa oleh Satria ke sebuah rumah sakit bersama Satria dan Kaila.
Ara yang histeris dengan nasib yang dialami akhirnya terpaksa diberikan suntikan penenang dan dibawa ke rumah sakit tempat dimana Kaila bekerja sekaligus milik keluarga besar Satria.
Satria dengan cemas menatap Ara yang tidak sadarkan diri karena efek dari obat yang diberikan oleh Kaila, Kaila sudah konsultasi dengan temannya jika Ara harus dirawat di rumah sakit ini.
Satu Minggu ini Satria tidak diperbolehkan menjenguk Ara, kondisi Ara sendiri hanya diam dengan tatapan kosong dan ketika melihat pria dia akan berteriak dan histeris menggunakan nama Sagara dan meminta ampun, Satria yang setiap hari melihat Ara dari kejauhan hanya bisa bersabar hingga di Minggu kedua Ara sudah siap bertemu dengan Satria.
" Maaf aku sudah merepotkanmu Satria." Ara menatap kearah lain sambil tersenyum dia sadar jika belum mengucapkan terimakasih atas pertolongan Satria kepadanya.
" Jadi kamu mau cerita apa yang terjadi sebenarnya sama kamu."
" Sebelumnya boleh aku meminta satu hal sama kamu?"
" Katakan jika aku mampu akan aku berikan."
" Sembunyikan aku dari dia aku nggak bisa kembali sama dia."
" Oke."
Ara diam menatap Satria dengan tatapan sendu, " Aku sugar baby dari Sagara."
Satria mencoba mencerna yang dikatakan oleh Ara," Sugar Baby?" Dan dianggukan oleh Ara.
__ADS_1
" Aku diusir dari keluarga angkatku ketika papa Aditama meninggal, mama Dian sejak dulu tidak menyukaiku begitu juga dengan Regina anak kandung mereka."
" Lalu?"
" Aku bingung uang semester belum dibayar dengan kondisi aku tidak memegang uang banyak hanya sisa saku bulan lalu, jika aku berhenti maka sama saja aku membuang papa Aditama secara percuma makanya aku memutuskan untuk mencari uang secara instan, dan alur daftarkan diri aku di sebuah aplikasi disitu awal akan bertemu Sagara."
" Apa Alen tahu? Dia kakaknya kan?"
" Alen nggak tahu, yang dia tahu aku bekerja freelance dengan Sagara tapi dia tidak tahu jika aku jadi sugar babynya Sagara."
" Lalu luka ini? Apa dia yang buat? Apa dia punya penderita masok*s?"
Ara menggelengkan kepalanya, " Aku nggak tahu pasti yang jelas ketika dia cemburu dengan aku, dia tidak segan menghukumku dengan caranya sendiri Sagara seperti memiliki kelainan ketika sedang dirundung cemburu."
Satria hanya menghela nafas dengan kasar, " Apa ini karena aku yang mengajakmu bicara?"
Satria merasa bersalah, dirinya berkomitmen mulai sekarang akan menjaga Ara dari bajing*n itu.
" Bawa aku kemanapun asal tidak disini."
" Oke, aku akan konsultasi dulu sama Kaila."
Satria berbincang panjang lebar dan menceritakan semua yang Ara ceritakan supaya Kaila bisa menangani Ara dengan tepat karena ini menyangkut psikis seseorang yang tidak bisa dianggap gampang.
" Oke gw paham kita bisa bawa Ara keluar kota karena dia sudah bersedia tinggal kita atur aja mau kapan dan dimana tempatnya karena kita harus menghubungi rumah sakit yang kita tuju sukur-sukur kita relasi sama dia jadi mudah menanganinya."
__ADS_1
" Bandung aja gimana?"
" Aranya?"
" Dia mau dimana saja asalkan di luar kota nggak di Jakarta."
Seminggu kemudian, ketiganya memutuskan untuk ke Bandung dan mengobati Ara disana dengan salah satu rumah sakit swasta yang kebetulan Kaila mengenal salah satu dokter disana, selama di rumah sakit perkembangan Ara membaik dan akhirnya Satria memutuskan untuk mengeluarkan Ara dari rumah sakit dan memberikan tempat untuk Ara selama pemulihan.
Rasa cinta yang dulu menggebu kalah dengan rasa menyesal karena biar bagaimanapun Satria juga salah satu yang berkontribusi memberikan rasa sakit itu, Sagara cemburu padanya.
Hidup Ara membaik namun masalah baru datang, Ara dinyatakan hamil.
" Aku kotor anak ini akan menyesal punya ibu seperti aku."
" Kamu terpaksa melakukannya anakmu suatu saat nanti pasti akan mengerti."
" Hidupku hancur berantakan aku kotor aku menjijikan."
" Jangan menyakiti diri sendiri apalagi menyakiti anak yang kamu kandung, anak ini tidak minta dilahirkan namun akan lebih baik jika apa yang diberikan Tuhan dinikmati anggap saja kamu memiliki tempat untuk pulang dan di dunia ini kamu nggak sendirian."
" Apa aku bisa membesarkannya, membiayainya? Aku hanya beban bukan?" Ara tersenyum getir melihat betapa mirisnya hidup ini tapi setelah mendapatkan nasihat dari Satria, setidaknya benar dia tidak akan sendiri lagi di dunia ini, dirinya ada tempat untuk pulang yaitu bersama dengan anaknya.
" Kalau begitu izinkan aku membantu membesarkan anak ini, menjadi figur seorang ayah untuknya."
" Aku kotor dan aku menjijikan aku mohon hilangkan perasaan itu jika memang kamu mau menolongku."
__ADS_1
Mau tidak mau Satria menerima syarat yang diajukan Ara, setidaknya dengan dia menjaga dan menemani Ara rasa bersalahnya sedikit berkurang.
To be continued