Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 8 : Mungkinkah?


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 8


Ara baru saja bangun sekitar pukul enam pagi, dirinya kesiangan beruntun Dewi sudah bangun dan menyiapkan sarapan.


" Pagi Bu." Ucap Dewi sambil menyiapkan sarapan yang sudah selesai dibuatnya.


" Pagi, maaf saya kesiangan belanjaan juga saya letakkan begitu saja."


" Nggak apa Bu."


" Zayn belum bangun?"


" Belum Bu nanti saya bangunin kalau sudah selesai memasak."


Ara menganggukan kepalanya pamit untuk bersiap sedangkan Satria masih setia berada di dalam mobil lebih tepatnya masih tertidur. Entahlah jam berapa dirinya tidur semalam dia mencoba mencari tahu mengenai pria yang disebutkan anak buahnya, sayangnya tak sempat memotret.


" Apa Alen atau si bajingan itu ya?"


Satria sejak dulu memang tidak Sudi memanggil Sagara dengan sebutan nama karena perbuatannya kepada Ara.


Tak lama ponsel berdering tangan kanannya menghubungi ada pekerjaan yang harus diselesaikan niat hati ingin melihat Ara sampai menginap malah harus cepat kembali ke kantor.


" Argh ganggu banget sih."


Satria terus mengumpat sambil mengendarai mobilnya sedangkan Dewi mendengar ada suara mobil melangkah menuju ruang tamu melihat dari jendela namun tidak ada orang.


" Mungkin aku salah denger kali ya."


Dewi mengecek belanjaan semalam yang Ara beli namun susu Zayn yang dibeli hanya ada satu tumben sekali biasanya majikannya itu membeli susu Zayn dua kardus, mungkin nanti Dewi tanya kalau Ara sudah selesai bersiap.


Terdengar suara tangisan Zayn, Dewi buru-buru masuk kedalam kamar melihat keadaan Zayn.


Ara dan Zayn sedang sarapan, Zayn mimpi buruk tadi makanya menangis.


" Mami…"


" Ya sayang." Ara masih tetap menyuapi Zayn dengan sabarnya.


" Aku mimpi buruk tadi."


" Mimpi buruk apa sayang?" Ara juga penasaran apa yang membuat anaknya menjerit histeris.


" Mami diculik monster dan Zayn tidak bisa menolong mami, maaf ya mi."


Ara meletakkan mangkuk berisi sayur dan nasi menggendong Zayn kedalam dekapannya, " Zayn cukup mendoakan mami dan Zayn juga mbak Dewi agar selalu dilindungi tuhan dan jangan lupa kalau mau tidur harus baca apa sayang?"


" Baca doa."

__ADS_1


" Pinter."


Zayn turun kembali ke bangkunya takut Ara berat menggendongnya, kadang Ara suka sedih melihat Zayn yang tumbuh dan berpikir lebih dewasa dari anak seusianya namun Ara juga tidak bisa memantau Zayn sepenuhnya karena tuntutan pekerjaan.


" Bu susunya mas Zayn cuma beli satu kotak?"


" Nggak saya beli dua seperti biasa."


" Tapi cuma ada satu Bu."


Ara berpikir sebentar kemana susu Zayn menghilangnya, setelah beberapa waktu dia ingat jika semalam belanjaannya sempat jatuh namun buru-buru dia masukkan lantaran bertemu dengan Sagara.


Nafas Ara tercekat mungkinkah Sagara menemukan susu yang Ara beli untuk Zayn?


.


Sagara memutuskan untuk berangkat pagi hari ini dia semalaman tidak bisa tidur memikirkan Ara yang kehadirannya sudah mulai mencuat setelah lima tahun dan mengenai susu formula yang tak sengaja terjatuh dari kantong belanjaan Ara.


Sagara mencoba berpikir mungkinkah atau mungkinkah namun bukannya menemukan jawaban justru malah semakin membuatnya bingung dan frustasi Sagara akan mencari tahu keberadaan Ara tidak mungkin jika selama ini tidak ada yang melindunginya apalagi melihat reaksi bagaimana Ara tak sengaja bertemu dengannya sudah pasti ada trauma tersendiri.


Saat lampu merah, Sagara menoleh ke sebelah kanan entah apakah ini cara Tuhan mempertemukan keduanya yang jelas Ara tengah duduk di bangku ojek online.


Sagara berbinar, dirinya harus mengikuti kemana Ara melangkah inilah satu-satunya cara agar mengetahui semua yang sejak semalam bersarang di dalam pikirannya.


Beruntung motor yang ditumpangi Ara tidak melewati jalan alternatif sehingga Sagara bisa mengikuti Ara dari belakang dan sepertinya tidak terdeteksi oleh keduanya.


Sagara mencoba turun namun sebelumnya memarkirkan mobil dahulu lalu menyebrang ke gedung dimana Ara tadi masuk.


" Pagi pak maaf ini perusahaan apa ya?"


" Ini perusahaan milik keluarga Hadikusumo pak, ini pusatnya ada beberapa perusahaan di dalamnya seperti ritel, properti batubara dan e-commerce online dan disini pusat dari semuanya pak."


" Kalau boleh tahu siapa pemimpin perusahaan ini?"


" Maaf pak, saya tidak berani lebih baik bapak bisa tanya ke dalam atau di internet kalau tidak salah ada pak."


Ah benar kenapa Sagara tidak berpikir dari tadi ke arah sana harusnya Sagara mencari saja lewat portal online.


" Pegawai disini pulang jam berapa pak?" Sagara tak pantang arah untuk mengulik agar tahu jam berapa Sagara harus kesini lagi."


" Jam lima sore pak."


Setelah mengucapkan terimakasih, Sagara pergi dari depan gedung dan masuk kedalam mobil dia harus bisa mengikuti Ara untuk tahu dimana keberadaan Ara sekarang ini.


Sagara sampai kantor tepat pukul delapan pagi, dia mulai mengerjakan pekerjaannya.


" Pak ada Bu Leona." Mela menelpon melalui extension membuat Sagara menghela nafas dengan kasar mau apa sih wanita itu pagi-pagi datang membuat moodnya hancur saja.

__ADS_1


" Katakan kalau saya sibuk."


" Bu Leona memaksa masuk pak."


Mau tidak mau dia menerima kedatangan Leona tapi kali ini berbeda, tidak ada wajah congkak atau manja seperti biasa membuat Sagara sedikit heran.


" Katakan apa maumu?"


" Apa yang harus aku ubah agar kau mau denganku? Apa jangan-jangan benar jika kau itu belok?"


Sagara menatap Leona dengan remeh sambil mendekat, " Kalau memang saya belok kenapa?"


Leona memundurkan badannya, " aku nggak percaya."


" Terserah."


Leona jadi dilema saat ini beberapa hari ini dia berpikir dua tahun berkenalan dengan Sagara namun tidak ada kemajuan bahkan semakin berjarak apalagi belum lama ini mantannya dari Eropa datang berkunjung katanya ingin mengajak menjalin hubungan lagi apa dia mundur saja seperti maunya Sagara?


.


Sagara menghela nafas lega setelah si Leona pulang entah pentingnya dari segimana namun Sagara tak peduli, dirinya harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum jam tiga sore karena dia akan memantau Ara di tempatnya bekerja.


Sagara bahkan melewati jam makan siang, Liam sang asisten yang sibuk harus reschedule ulang pertemuan diatas jam dua siang karena Sagara menolak semua pertemuan di jam segitu.


" Saya mau pertemuan terakhir di jam satu atau setelah makan siang setelah itu reschedule di hari esok."


" Baik pak."


Bos bebas sedang pesuruh seperti dirinya harus mati-matian mengatur ulang batin Liam dalam hati.


Sagara bergegas menuju ke tempat Ara kerja tepat pukul tiga sore meskipun dirinya yakin jika Ara akan pulang jam lima entahlah Sagara ingin sekali bertemu dengan wanitanya itu.


Menunggu memang bosan namun demi seorang Annara Ramadhita dirinya rela melakukan hal konyol.


Sagara yang sudah mulai lelah keluar, dia meny*sap rokoknya sambil memandang ke gedung besar didepannya dan sudah pukul lima Ara keluar bersama seorang wanita.


Mata Sagara berbinar namun dia berusaha fokus, Ara pergi mengenakan ojek online dan Sagara mengikutinya meski kadang lost karena kendaraan lain atau traffic light namun niat yang menggebu berhasil menemukan dimana Ara tinggal.


Dia memandang Ara yang sedang menyerahkan helm dan berbincang mungkin soal pembayaran Ara masuk kedalam rumah.


Nafasnya tercekat ketika melihat seorang anak kecil keluar dari rumah berlari memeluk Ara dan memanggil Ara dengan sebutan.


" Mami."


Mungkinkah???


.

__ADS_1


tbc


__ADS_2