
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 9.
Nafas Sagara tercekat melihat bagaimana seorang anak kecil yang memanggil nama Ara dengan sebutan mama.
Sagara mencoba masuk, debaran di hatinya sangat cepat bahkan untuk pertama kalinya.
" Wajah itu?"
Dia seperti pernah melihat wajah anak laki-laki itu entah dimana dan sepertinya Sagara memutuskan untuk pulang kerumah dengan segera.
Memacukan mobil dengan cepat dan memarkirkan mobil dengan asal Sagara naik keatas tangga sebuah ruang arsip keluarga berada.
Dilihat banyaknya pigura foto dimana ada ayah, ibu dan Alen ketika masih kecil begitu juga dengan dirinya.
Dan Sagara melihat wajah ketika berpose bersama Alen, wajah anak itu mirip sekali dengan wajahnya ketika kecil.
" Mungkinkah dia…"
Sagara masih mencari kemungkinan-kemungkinan tapi malah terjebak sendiri dengan pikirannya bahkan ada keinginan besar untuk bertemu dengan anak kecil itu.
" Aku harus memastikan."
.
Di Rumah Zayn baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan Miss berupa susun kata dengan dibantu titik-titik.
Ara dengan sabar membantunya.
" Mami tadi aku dapat bintang loh."
" Oh ya, memang mengerjakan apa?"
" Aku menggambar keluarga disana ada mami, Zayn, mbak Dewi dan Daddy, oh iya kok Daddy tidak pernah mengunjungi Zayn sejak kita pindah? Apa Daddy sibuk?"
Mendengar pertanyaan dari buah hatinya sendiri membuat Ara harus mencari alasan yang kuat untuk mengatakan alasannya, Zayn sedikit kritis makanya harus pandai mencari alasan.
" Daddy Satria sedang sibuk sayang Zayn tahu kan kalau Daddy Satria itu mempekerjakan banyak orang termasuk mami jadi kalau Daddy tidak bekerja nanti banyak yang tidak dapat uang."
" Tapi mami teman Zayn juga daddynya kerja tapi bisa bersama dengannya dan selalu bersama teman Zayn dari bermain dan belajar bersama apa Daddy tidak bisa seperti daddynya teman Zayn itu mami?"
Ara menatap sendu Ara, ini yang Ara takutkan jika Zayn menganggap Satria ayahnya pasti suatu saat Zayn akan bertanya kenapa keduanya tidak hidup bersama padahal memiliki hubungan saja tidak.
" Zayn sebaiknya Zayn tidur ya sudah malam besok harus sekolah kan."
" Maaf Bu besok playgroup nya libur katanya ada seminar di luar kota sudah di share di grup." Dewi mengatakan kepada Ara karena Miss tadi sudah memberitahu Dewi.
" Ah masa sih, sebentar saya baca dulu."
Benar ada pesan dari grup sekolah Zayn jika besok libur berarti Zayn akan ada dirumah.
" Zayn mau bermain di playzone?"
" Mau mami."
" Yaudah sama mbak mau?"
Wajah Zayn yang semangat berubah lesu, " Yah nggak sama mami?"
" Mami lagi banyak pekerjaan sayang tapi mami janji setelah pulang mami akan menyusul Zayn gimana?"
__ADS_1
" Seriously mami? Sure? Promise?" Ucap Zayn sambil menautkan jari kelingkingnya dan Ara memberikan jari kelingkingnya juga, " Yes boy promise."
Keesokan harinya Ara pamit pada Dewi, Zayn sengaja tidak dibangunkan karena memang libur jadi diberi kelonggaran oleh Ara agar bisa tidur lebih lama lagi.
" Wi titip Zayn ya."
" Iya Bu, mas Zayn aman."
Ara berangkat dengan ojek online seperti biasanya namun tanpa sadar sebuah mobil hitam sudah terparkir didepan rumah Ara menatap ke arah rumah yang tadi dimana Ara keluar.
Disaat Dewi tengah menyiram tanaman, Zayn keluar dengan muka bantalnya sambil menarik selimut dinosaurus kesayangannya.
" Mami mana mbak?"
" Sudah berangkat mas."
Sagara yang ingin memastikan sendiri turun dari mobil dan melangkah menuju ke area lahan rumah Ara.
Dewi yang melihat seseorang datang pun menatap kearah Sagara.
" Maaf pak cari siapa?"
" Oh sorry saya cari rumah Ara, emm Annara benar ini rumahnya?"
" Bapak temannya?" Dan dianggukan oleh Sagara.
" Ibu tapi nggak ada dirumah pak sudah berangkat kerja."
Fokus Sagara beralih kepada seorang anak yang masih menggandeng tangan Dewi sebelah dan sebelah nya masih setia menarik selimut Dino.
Sagara mensejajarkan tinggi badan dengan Zayn dan menatap Zayn dengan intens dia seperti melihat dirinya di masa kecil.
" Hey boy jangan takut aku teman mama kamu, kalau boleh kenalan namamu siapa?"
" Zayn, mami bilang kita tidak boleh bicara dengan orang asing."
Sagara menganggukan kepalanya," Siapa mami kamu? Apa mami Ara?"
Zayn mengangkat pandangannya yang melihat Dewi sedang menatap Sagara. Sagara paham jika Zayn tidak ingin bicara dengannya karena masih merasa asing.
" Saya teman mami kamu teman dekat."
" Bapak siapa?" Dewi memberanikan diri bertanya karena Zayn juga dirinya sudah merasa risih dengan kehadiran Sagara.
" Saya…" ucapannya tergantung ingin memberitahu nama aslinya tapi takut wanita di depannya sudah tahu tentang Ara.
" Saya Haris."
" Ada keperluan apa?"
Sagara memutar otaknya, dia bingung harus mengatakan apa tapi muncul tiba-tiba ide gila, " Saya baru tahu kalau Ara sudah kembali ke Jakarta kami kehilangan kontak selama lima tahun kalau boleh tahu dimana sebenarnya Ara sebelumnya?"
" Ibu di Bandung pak."
" Apa Ara sudah menikah?"
Dewi bingung meski sudah tahu jika Ara belum menikah namun dia juga tidak diberitahu apakah Zayn itu masih memiliki ayah atau tidak karena Ara tidak pernah memberitahu mengenai status pernikahannya.
" Ibu sudah menikah pak. Buktinya sudah punya anak tapi sepertinya sudah pisah karena sejak saya bekerja dengan Bu Ara, saya tidak pernah melihat keberadaan ayahnya Zayn hanya pak Satria saja yang selalu menemani Bu Ara kalau ada apa-apa."
__ADS_1
Satria? Nama itu? Apa yang dirinya tidak tahu? Mungkinkah selama ini?
" Satria?"
" Iya benar pak."
*****
Ara masih berkutat di kubikelnya mengerjakan beberapa Project tiba-tiba Nania datang membawa kopi instan yang dibeli di sebuah cafe dekat kantor.
" Nih biar nggak oleng mumpung masih hangat diminum yak."
Ara menerima sambil tersenyum tak lupa mengucapkan terima kasih dia senang di pusat tidak seperti si Bandung yang bermuka dua.
" Ra, Lo ingat kan kita ada ketemu sama pihak ketiga buat iklan Shapee?"
" Oh yang beberapa hari lalu kita bahas itu ya jadinya kapan?" Tanya Ara sambil membaca beberapa Project yang diberikan Natalie untuk dia lanjutkan.
" Hari ini tapi pihak mereka minta ketemuan diluar bisa nggak?"
" Pas kapan?"
Nania melihat jam di pergelangan tangannya, " Ya makan siang aja gimana? Masalah budgetnya aman perusahaan bisa rembes."
" Yaudah ketemuan dimana kamu atur aja deh mbak tapi kalau bisa jangan jauh-jauh ya."
" Mall dekat sini aja gimana? Resto ramen gitu?"
" Oke."
Ara kembali menyelesaikan pekerjaannya, tidak terasa sudah jam sebelas itu artinya dia harus berangkat menemui pihak ketiga untuk pembuatan iklan.
Ara sebagai head creative projects memang berperan besar untuk pembuatan iklan sebagai daya tarik agar konsumen lebih gencar dalam berbelanja di e-commerce milik perusahaan.
Nania beserta dirinya dan seorang karyawan bernama Davis berangkat menggunakan inventaris, ketiganya sesekali membahas apa yang sedang trending ataupun sedang hits.
" Sumpah gw nggak nyangka mereka bercerai bahkan mereka itu kayak adem ayem aja selama ini gimana nggak syok."
Ucap Nania sedang ber-ghibah ria membicarakan salah satu pasangan artis sedang viral yang tiba-tiba bercerai.
" Namanya juga hidup nggak ada yang tahu."
" Nggak asik Lo."
Ara hanya tertawa mendengar perdebatan keduanya tak lama sampai di mall dimana mereka sudah memesan tempat untuk bertemu dengan pihak ketiga.
Disaat keduanya sampai di ruang khusus yang mereka pesan, sesekali Ara mengirim pesan kepada Dewi yang mengatakan jika mereka berangkat sekitar jam tiga untuk bermain di playzone.
" Maaf kami terlambat."
Suara yang Ara kenal, perlahan Ara meletakkan ponselnya diatas meja dan bangkit dari duduknya memastikan jika pemilik suara itu bukan seseorang yang dari masa lalunya.
Namun harapan tinggal harapan kedua orang yang sudah saling kenal saling menjauh dan berjarak beberapa tahun ini terkejut bukan main akhirnya dipertemukan oleh keadaan yang tak terduga.
To be continued.
Guys aku lagi mudik ada urusan jadi up malam mungkin Minggu besok bisa normal up di siang hari tapi aku usahakan untuk tetap up ya.
Thank you all and happy reading.
__ADS_1