
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 6.
Ara sudah sampai di Jakarta, sebuah rumah yang tidak terlalu luas memiliki dua kamar dan satu kamar mandi di belakang juga di kamar utama ukuran 72m yang dia sewa selama satu tahun.
Ara tersenyum dirinya harus menyiapkan diri baik mental maupun fisik, akan masa lalu yang kapan saja bisa datang dan mengetahui semua yang disimpan selama ini, jika boleh jujur Ara ingin semuanya seperti ini saja namun entahlah.
Membawa koper besar yang dibantu pak parjo dan juga Dewi, sedangkan Zayn sedang duduk di teras karena baru saja terbangun dari tidurnya.
" Temani Zayn dulu saja wi."
" Iya Bu."
Tak lama dua orang wanita datang mengaku suruhan dari Satria, ingin protes tapi sudah dibayar yasudah lebih baik terima saja, akhirnya Ara hanya menunjukan mana saja yang perlu dibersihkan dan ditata oleh dua orang itu dan hari ini Ara hanya menghabiskan waktu untuk membersihkan rumah.
.
Sedang Satria kali ini sedang disidang oleh kedua orang tuanya bersama Melisa yang mengadu kepada mamanya Giana, wanita paruh baya yang tinggal di Singapore akhirnya datang setelah sang menantu meminta datang untuk menyelamatkan pernikahannya, Satria malas jika harus berurusan dengan mamanya karena tidak suka dibantah berbeda dengan papanya Nugraha Hadikusumo yang lebih melihat kedua sisi.
" Kenapa kamu mau mengajukan perceraian? Apa kamu selingkuh?" Ucap Giana to the point' karena memang menantunya sudah menceritakan beberapa hal.
" Yang mama dengar apa dari dia?"
" Dia? Dia yang kamu maksud itu istrimu dimana attitude kamu Satria? Ini yang mama tidak suka jika kamu kuliah disini, pergaulan tidak luas mama kan sudah menyuruhmu untuk kuliah entah di England atau USA terserah tapi apa? Kamu lebih suka kuliah disini ck.."
" Percuma lulusan luar negeri tapi pergaulan bebas, mama tahu kan disana se*s ia free berbeda dengan disini." Satria menatap Melisa dengan tajam dan Melisa yang ditatap hanya menundukkan kepalanya saja.
" Tetap saja kalau disini tidak bisa jaga diri juga apa bedanya? Kultur budaya timurnya tidak digunakan."
Benar kan, mamanya tidak bisa terbantahkan.
" Jadi sebenarnya apa sih yang mau dibahas?"
" Ya pernikahan kalian lah, mama memilih Melisa karena bibit bebet bobotnya jelas siapa keluarganya lulusan mana dan juga kualitasnya yang…." Ucapan Giana dipotong oleh Satria, " Yang tukang selingkuh?"
" Apa maksud kamu Satria?" Tanya Melisa tidak terima dengan yang dikatakan oleh Satria.
Satria tersenyum remeh malas berbicara panjang lebar pasti tidak akan dipercaya makanya selama ini Satria memilih diam namun bergerak dalam diamnya, dia mengambil beberapa foto rekaman cctv dari orang kepercayaannya disana ada Melisa dengan mantan kekasihnya Scott pria asal Manchester, pria itu sampai sekarang masih berhubungan dengan Melisa.
Ada rekaman cctv dimana Melisa datang ke sebuah hotel masuk bersama dengan Scott dan juga saat liburan bersama di Bali semua ada.
Yang tercengang, salah satu bukti chat keduanya yang mengatakan jika Melisa sebenarnya tidak mencintai Satria namun karena Satria kaya dan ibunya mudah dibodohi olehnya dia masih bertahan meski tak disentuh olehnya selama pernikahan itu percakapannya dengan Scott di aplikasi hijau dengan menggunakan bahasa Inggris.
__ADS_1
Merasa namanya disebut meski tidak langsung, Giana naik pitam langsung menampar dan juga menjambak rambut Melisa, tak ada wajah angkuh seperti pertama kali Satria datang kini hanya ketakutan yang tercetak di wajah Melisa.
" Mah, itu semua bohong mama percaya kan sama aku."
" Ibu yang mudah dibodohi ya? Hebat sekali kamu? Kamu dengar jika kalau bukan ibumu berteman baik dengan saya kamu akan dibuang oleh mereka karena kamu hanya anak pungut yang dijadikan senjata oleh mereka untuk menjalin bisnis oleh keluarga saya, saya sebenarnya juga tidak mau anak saya menikah olehmu kalau bukan Satria yang memintanya setelah perkenalan malam itu."
Satria yang memintanya? Kalau memang begitu lalu kenapa selama ini Melisa diabaikan? Pertanyaan itu muncul dalam benak Melisa.
Sedangkan Satria hanya menonton aksi dimana Melisa menjadi bahan olok-olok sang mama yang tidak terima dibilang bodoh oleh menantu kesayangannya itu.
" Kenapa? Kamu terkejut kalau Satria yang memintanya? Jangankan kamu saya saja terkejut awalnya dia menolak namun tiba-tiba dia justru menerima perjodohan itu tapi apa daya saya juga tidak terima jika kamu menganggap saya bodoh."
Giana menampar, dan menjambak rambut Melisa hingga Melisa meminta ampun kepada Giana dan setelah puas Giana menyuruh orang untuk membawa Melisa pergi.
" Apa sih sebenarnya yang ada didalam pikiran kamu? Mau jadi duda di usia muda kamu? Kalau mama tahu jalan pikiran kamu seperti itu mama tidak akan tinggal diam, apa karena wanita itu?"
Satria hanya diam, menatap sang mama lalu pergi dari hadapan mamanya sedangkan Giana merasa diabaikan memilih menghubungi seseorang.
Satria memilih pergi ke kantor, banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan hari ini Ara belum masuk karena baru sampai tadi siang, Parjo yang menghubunginya.
Satria sengaja menjaga jarak dahulu menyelesaikan masalah pada Melisa, Satria yakin Melisa tidak akan membuat masalah lagi kali ini.
.
Benar teman di Jakarta lebih manusiawi ketimbang di Bandung bahkan mereka senang bisa satu tim dengannya.
" Ra, projects iklan Shapee yang baru kita pakai jasa pihak ketiga."
" Kita pernah pakai jasa dia? Aku boleh lihat contohnya?"
Tania mengambil sebuah flashdisk disana ada kumpulan iklan yang pernah ditampilkan Shapee di televisi sesuai dengan nama perusahaan pembuatnya.
" Ini perusahaan baru tapi oke banget kita pernah pakai jasa mereka beberapa tahun lalu."
Ara melihat dengan seksama dari segi matanya dia cukup cocok dengan alur iklan tersebut meski brand ambassador menggunakan artis yang tidak terkenal tapi semenjak masuk ke Hadikusumo grup sebagai ambassador dia jadi terkenal.
" Oke aku suka."
" Kita udah pernah call mereka tapi di pending karena peralihan Natalie ke Lo."
" Kontek lagi, kita ketemuan lusa."
__ADS_1
" Dimana?"
" Disini aja lah pas jam kantor."
" Sekalian lunch ya ntar gw masukin anggaran udah biasa hal begini mah."
Ara hanya menganggukkan kepalanya saja karena dia belum banyak paham mengenai kantor pusat.
Ara bekerja dengan teliti seperti biasa tak terasa jam sudah menunjukan pukul enam sore, dia harus pulang Zayn pasti protes kalau dia pulang malam.
Namun ketika sedang melangkah di lift ponselnya berdering Dewi memanggil.
" Ya Dewi Zayn baik-baik saja kan?"
" Aman Bu, tapi susu Zayn habis sama bahan masakan juga sudah habis tinggal telur saja lima butir."
Ara ingat jika tadi pagi dia berencana akan belanja bulanan.
" Yaudah tapi tolong bilangin Zayn ya kalau saya pulang telat."
" Iya Bu."
Ara sudah memesan ojek online tapi dia harus pindah lokasi tujuan, " Pak ganti supermarket buana saja ya."
" Baik Bu."
Ara memandang suasana Jakarta yang masih saja ramai, dia jadi ingat ketika melanjutkan studi di Bandung usai melahirkan, satu tahun dia melanjutkan studi untung Satria bergerak cepat mengurus kuliah Ara yang terpaksa berhenti dengan alasan pindah, Ara bisa melanjutkan lagi tanpa harus mengulang dari semester awal.
Banyak yang mendekati Ara dari anak sekolah hingga anak kuliah juga anak kantor, katanya Ara masih anak SMA tidak tahu saja jika Ara sudah memiliki anak.
Tak lama Ara berhenti karena sudah sampai, Ara sudah membayar melalui aplikasi, dia langsung mengambil troli dan mengambil kebutuhan Zayn terlebih dahulu.
Setelah selesai kebutuhan mandi, bulanan dan dapur lalu membayar namun saat Ara selesai membayar di kasir tak sengaja Ara menabrak seseorang hingga salah satu kantong belanjaan Ara yang berisi susu formula Zayn terjatuh.
" Maaf saya tidak sengaja."
Ara memungut belanjaannya, orang yang menabrak Ara tadi berjongkok memegang tangan Ara yang sibuk membereskan belanjaan yang terjatuh.
" Ara."
To be continued.
__ADS_1