
Sugar Baby Kakak Sahabat part 20.
Beberapa hari kemudian Ara sudah selesai dengan jadwal kuliahnya dan rencananya dia akan ke toko buku sudah izin dengan Sagara kalau dia akan pergi kesana dan karena Sagara memberikan alasan harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya jadi Sagara tidak ikut.
Lusa keduanya akan ke Bali untuk merealisasikan apa yang dibicarakan beberapa hari lalu tak ada yang harus dipersiapkan karena Sagara sudah menyiapkan segalanya.
Alen sudah sibuk dengan dunianya, semenjak bekerja intensitas pertemuan antara Alen dan Ara juga berkurang, berada di fakultas sama hanya jurusan yang berbeda padahal tapi itu merupakan keuntungan tersendiri untuk Ara karena apa? Dirinya tak perlu memikirkan alasan apa dirinya menjaga jarak dengan Alen meski begitu keduanya masih bertukar pesan sekedar bertanya say hello dan keberadaan dan Ara tentunya tak menjawab dengan jujur jika Alen menanyakan keberadaannya.
Ara menunggu ojol di pinggir jalan namun sudah 10 menit belum ada tanda-tanda keberadaan ojol tersebut.
Seorang pria dengan pakaian lengkap, jaket kulit, Levis, jam tangan rolex seri terbaru, sepatu keluaran seri terbaru Eropa, helm full face dengan mengendarai sepeda motor jenis besar baru saja berhenti didepan Ara, Ara yang tak merasa mengenalnya pun masih diam tak memperhatikan.
Perlahan namun pasti pria tersebut rupanya menghampiri Ara, dan pria dengan rambut panjang sedikit bergelombang membuka helmnya lalu mengibaskan rambutnya.
Ara masih memperhatikan, jika tidak salah dia adalah salah satu angkatan yang sama dengan Ara hanya beda jurusan.
" Lo Ara ya."
Ara yang merasa namanya dipanggil pun menoleh lalu menganggukan kepalanya.
" Gw Satria."
Ah Satria, Ara ingat jika pria ini cukup digandrungi oleh banyak kalangan mahasiswa selain tampan dan tajir melintir karena kedua orang tuanya pengusaha properti yang cukup terkenal, juga karena prestasinya sebagai anak himpunan dengan banyaknya ide yang cemerlang dan jangan lupakan dia adalah seorang anak tim basket dengan jabatan kapten, namun meski dia orang kaya bukan berarti dia tinggi hati justru sikap rendah hatinya banyak digandrungi semua mahasiswi.
Proud sekali bukan?
Ara tak membalas jabat tangan Satria, dia mendengus sambil menarik tangannya kembali.
" Gw cuma mau kenalan sama Lo kok."
Satria mengambil Vape di kantong celananya dan menghisapnya, dia hembuskan ke sembarang arah agar Ara gak terganggu.
__ADS_1
" Gw…" belum sempat Satria berkata lebih lanjut, seseorang dari belakang menarik tubuhnya dengan cepat, dari aroma tubuhnya sudah sangat Ara kenal.
" Mas Sagara."
Bukannya membalas perkataan Ara, Sagara menyembunyikan Ara di belakangnya dan dan maju satu langkah menghadap Satria.
" Ada perlu apa?"
Satria tahu siapa Sagara, di dunia bisnis sudah banyak kabar mengenai Sagara dari mulai kesuksesan dalam dunia bisnis hingga kabar terbaru jika Sagara adalah seorang gay karena di usianya yang sudah hampir kepala tiga namun belum ada yang berhasil mengulik siapa kekasih Sagara, Sagara di dunia bisnis memang terkenal otoriter dan juga cukup kejam bahkan tak segan akan menghancurkan siapapun yang mengusiknya.
Satria yang memang sedikit tahu karena papanya yang mengharuskan Satria untuk tahu sedikit banyak dunia bisnis tentu tahu siapa Sagara.
" Wah, jadi Lo lebih suka daun muda?"
Sagara mengepalkan tangannya, Satria tahu jika Sagara tak senang dengan perkataannya namun Satria berusaha santai dengan tatapan bengis Sagara karena merasa tak punya salah apapun dengan Sagara.
" Gw cuma say hello aja sama temen gw, salah?"
Merasa atmosfer di sekitar memanas, Ara memegang lengan Sagara terpaksa memanggil kakak agar tidak salah paham.
Sagara menengok kebelakang sesaat lalu menatap kearah Satria yang masih santai, tatapannya tidak seseram tadi namun masih tajam.
" Udah ya."
Ara menarik tangan Sagara lalu keduanya masuk kedalam mobil dan pergi berlalu, Satria hanya menatap ke arah mobil yang mereka tumpangi yang perlahan menghilang.
Jujur saja, Satria sudah tertarik dengan Ara sejak masuk musim tahun ketiga dimana keduanya tak sengaja bertemu dengan Ara di area aula, pendiam dan hanya sesekali menimpali Alen berbicara, sedikit dia cari tahu siapa Alen dan rupanya hanya sahabat dari wanita tersebut.
Namun karena kesibukan himpunan, Satria melupakan sosok Ara bukan melupakan hanya mengesampingkannya saja dan dia berjanji jika sudah longgar aktivitasnya, Satria akan mendekati Ara.
Satria pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Sagara dan Ara sudah sampai di apartemen Sagara. Sejak tadi suasana di antara keduanya hening dan diam, Ara sengaja memberi ruang untuk Sagara karena pria tersebut masih diliputi oleh emosi, terlihat dari wajah dan rahangnya yang mengeras.
Sagara menarik tangan arah ketika sudah sampai di dalam apartemennya. Menutup pintu dengan keras dan Ara dibawa menuju kamar milik Sagara.
Sagara menghempaskan tubuh Ara ke kasur empuk miliknya dan tak sampai di situ saja Sagara langsung membuka kemeja yang digunakan untuk menghampiri Ara dan menciumi dengan brutal.
Apa tidak menikmati, hatinya sakit diperlakukan kasar seperti ini namun dia tidak punya pilihan lain selain menerimanya karena memang ini tugasnya bukan?
Setelah dirasa oksigen yang dimiliki Ara menipis, segera melepaskan tautan keduanya dengan nafas yang terengah menatap tajam Ara lalu menciumnya kembali dengan kasar.
" Ada hubungan apa kamu dengan pria itu?" Katanya Sagara yang masih emosi dan nafas tersenggal.
Hu...HHu...bungan apa?" Tanya Ara yang gugup.
Sagara mendengkus, " pria tadi, pria keren yang kamu goda."
" Aku nggak menggoda dia."
Sagara kesal lalu menidurkan Ara, dia ciumi Ara dengan kasar, kedua tangannya ditahan diatas kepala Ara oleh Sagara, Sagara kembali menghujani dengan ciuman dan mengabsen Ara yang masih saja berontak, Sagara membuat tanda dimana-mana dan Ara hanya bisa pasrah saja.
Sagara membuka pakaian bawahnya yang tersisa lalu melepaskan segala sesuatunya yang melekat di Ara, keduanya saling bersahutan, Sagara yang mendominasi dan Ara yang hanya dapat menerimanya saja, hatinya sakit dengan perlakuan kasar dan juga tuduhan yang Sagara berikan olehnya dan secara langsung Sagara menganggap jika Ara tukang menggoda.
*****
Entah berapa kali Sagara melakukannya yang jelas Ara begitu lelah, dirinya terbangun dengan suasana kamar yang redup, Sagara tidak ada disebelahnya.
Ara memutuskan untuk mandi dan mengisi bathup dengan air dingin, badannya sakit semua.
Sambil menunggu air penuh, Ara melihat tubuhnya sangat kacau, rambut yang sudah kusut karena permainan keduanya tadi lalu banyaknya bercak akibat ulah Sagara yang seketika berubah menjadi vampir yang senang mengisap bak vacuum cleaner.
Ara menangis, air matanya tak mampu ditahan olehnya, mengingat betapa kejamnya Sagara mengatakan jika dia menggoda Satria membuatnya Ara sakit.
__ADS_1
Air penuh, Ara masuk ke dalamnya dia mencoba menikmati dinginnya air di malam hari, Ara masih menikmatinya, perkataan Sagara yang menuduhnya menggoda perlahan berputar di kepalanya dan perlahan Ara mulai memasukkan kepalanya kedalam air lalu mengeluarkannya lagi, rasanya cukup menyenangkan namun kini Ara mulai memasukkan kepalanya kedalam air dan perlahan Ara memejamkan matanya di bawah sana.
To be continued