Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 29 : Terkuak?


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat part 29.


Alen meny*sap rokoknya di mobil tepatnya di gerbang kampus utama karena masih area kampus jadi Alen tidak bisa keluar sambil merokok.


Mendengar yang dikatakan Jean kemarin dan laporan dari anak buah Axel jika keduanya masuk ke sebuah hotel, Alen memutuskan untuk mengikuti Ara hari ini namun dia tidak mengatakan pada Axel biar saja anak buahnya tetap mengikuti Ara.


Orang Axel gagal mencari tahu siapa pria yang mengajak Ara, jika dilihat dari postur tubuh jika yang mengajak Ara merupakan seorang pria dewasa dalam arti berumur matang, Alen masih ingin menyangkal meski pikiran buruknya terus berputar di dalam pikirannya.


“ Pasti orang Axel salah lihat.” begitulah cara Alen menyangkal meski tetap saja pikirannya menjadi kalut.


Kali ini Alen mau tidak mau kembali izin tidak bekerja, ambisi untuk bekerja perlahan menguap begitu saja, entahlah yang hanya dipikiran Alen hanya Ara dan Ara.


Jujur saja, Alen memang sedikit merasa bersalah, sebagai sahabat harusnya Alen tahu jika Ara pasti dalam kondisi tidak baik namun Ara terus-terusan mengatakan jika dia baik-baik saja karena begitulah Ara yang selalu menyembunyikan keadaan meski dirinya sakit ditambah Alen adalah salah satu penyumbang rasa sakit tersebut.


Namun rasa penasaran seolah tak rela jika Ara dimiliki orang lain mendominasi, egois memang Alen berpacaran dengan banyak wanita namun Alen justru melarang Ara untuk dekat dengan pria manapun, mungkinkah Ara melakukan hal ini secara diam-diam karena jengah atas apa yang Alen lakukan kepadanya?


Ara keluar dari gerbang dan naik ke sebuah mobil, Alen langsung mencatat nomor plat mobil dan mengirim pesan ke salah satu temannya yang memang jago di bidang IT, lalu dengan cepat mengikuti mobil yang membawa Ara, sesekali Alen mengumpat karena pengendara lain.


Rupanya mobil yang membawa keduanya tiba di salah satu apartemen, keduanya masuk kedalam basement dan Alen masih mengikuti keduanya dari jarak aman.


Mobil keduanya berhenti dan Ara keluar, jujur setelah melihat siapa yang keluar dari kemudi tangan Alen mengepal kuat, wajahnya merah padam tak sempat mengabadikan keduanya saking terkejutnya, Alen sendiri memang tidak tahu dimana apartemen Sagara karena pria itu memiliki banyak unit, Alen hanya tahu yang dekat dengan kantor saja.


Dan untuk mobil. yang Alen tahu mobil Sagara berwarna putih merk Xpander bukan Pajero hitam yang saat ini keduanya kenakan tapi tak tahu juga karena manusia itu banyak uang dan mobil lebih dari satu ya tentu tidak heran bukan.

__ADS_1


Alen bergegas menghampiri Ara dan Sagara namun tidak bisa masuk karena tidak punya kartu akses, pilihannya dua untuk masuk kedalam apartemen ini, memiliki kartu akses atau menghubungi salah satu penghuni untuk menjemputnya ke bawah tentu saja dengan alasan keamanan.


Alen kesal, mengumpat dan mengeluarkan sumpah serapah, Sagara tentu tahu jika Alen menyukai Ara karena pria itu sebelum marah karena Sagara tidak memberitahu mengenai perceraian kedua orang tuanya, Alen sering bercerita mengenai Ara yang tentu saja smeua orang pasti tahu jika Alen menyukai Ara, namun melihat hal ini Alen merasa jika Sagara mengkhianatinya.


“ Bangs*t lo kak Anj*ng emang lo.”


Alen bergegas keluar dari area apartemen dan menuju sebuah tempat yang menurutnya bisa membuatnya sedikit tenang, Alen butuh menenangkan diri dan meredam emosinya.


Sedangkan Ara, wanita itu tengah memasak namun sialnya memasak dalam keadaan yang berbeda, Ara diminta memasak menggunakan kostum lingerie berbentuk kucing dengan ekor di belakang yang tentu saja mengekspos area yang tidak seharusnya terlihat namun sudah biasa Sagara lihat, Ara pikir Sagara seperti memiliki kelainan fantasi namun urung Ara tanya.


Masaknya hanya simple, Capcay dengan ayam goreng yang memang sudah ada ayam ungkep jadi tinggal menggoreng saja, Sagara hanya menatap ke arah Ara dengan tatapan mes*mnya, Sagara juga sesekali menghampiri Ara dan menepuk b*k*ng Ara yang sudah terlihat berisi dibanding sebelumnya dan Ara yang memang memiliki punc*k himalaya besar namin banyak yang tidak tahu lantaran Ara selalu menutupnya dengan hoodie kebesaran menjadi mainannya.


“ Mas tangannya diem dulu kenapa, aku mau masak nanti nggak selesai.”


Sagara angkat tangan dan membiarkan Ara menyelesaikan masaknya, dulu ketika di rumah Dian, jika papanya sedang keluar kota, Dian akan menyiksanya dan menyuruh melakukan pekerjaan rumah tangga jadi memasak bukan hal yang sulit bagi Ara.


Sagara memang membiarkan Ara memasak namun hanya sebentar karena lagi-lagi Sagara kembali menggodanya, lihat si little saja sudah baper dibalik penutupnya, Ara tahu itu karena tidak sengaja atau sengaja entahlah Sagara mepet menyentuh tubuh Ara yang mengenakan pakaian kekurangan bahan ini.


Masakan pun selesai, Sagara menyerang Ara yang benar-benar menguji imannya yang lemah, Sagara ******* dan mengabsen tiap inci tubuhnya dan tak lupa Sagara memberikan rangs*ng*n di titik tertentu, Ara hanya membalas dengan suara merdu tanda dirinya menikmati.


Sagara mengambil krimer kental manis, menuang di area sekitar himalaya dan Sagara menikmatinya bak anak kecil yang tengah menyusu, Ara hanya bisa membalas dengan menjambak rambut Sagara saja, sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan pria matang tersebut.


Sagara menggendong Ara menuju kamar, mengikat kedua tangan Ara di sisi ranjang dalam posisi berdiri, Sagara tidak tahan dan langsung menyer*ng Ara, Sagara menyukai Ara dalam keadaan tidak berdaya.

__ADS_1


Entah sudah berapa lama keduanya bermain yang jelas keadaan dikamar panas seketika padahal AC menyalah cukup rendah.


Keduanya kelelahan pasca bermain, menguji adrenalin dan Ara begitu terkejut dengan yang dilakukan Sagara.


“ Mas.”


Sagara hanya berdehem dibalik selimut yang masih polos bak bayi memeluk Ara dengan posesif.


“ Apa mas memiliki sebuah kelainan atau f*tish?”


-


Alen sendiri tengah berdiri menatap kosong arah danau tempat biasa dirinya menenangkan diri, rumah saat ini adalah disini.


Ara, entah mengapa dirinya tak sampai hati mengatakan hal buruk ketika itu hanya ingin memberitahu jika Sita bukan teman baik, namun sekilas kejadian yang terjadi barusan dimana Ara berjalan dengan Sagara bersisian dengan mesra bahkan jika tidak ada yang tahu mungkin saja keduanya dianggap memiliki hubungan, apa benar Sagara memiliki hubungan dengan Ara?


“ Arrrrgghhhh bangs*t lo kak.”


Puas berada di danau hingga senja dan pikirannya sedikit tenang, Alen pulang menuju rumah, biasanya dia akan pulang larut tapi hari ini dia meliburkan diri.


melihat mobil putih yang Alen tahu milik siapa itu, Alen keluar dari mobil dengan tergesa melihat diruang tamu tidak ada orang, Alen naik ke lantai dua dimana kamar dirinya dan sang kakak terletak, pintu tak ditutup rapat dan Alen langsung masuk kedalamnya.


“ Loh tumben kamu…” Belum sempat Sagara melanjutkan perkataannya, Alen menghajar Sagara dengan satu bogeman ke wajahnya.

__ADS_1


“ Bangs*t, baj*ngan, penghianat loh.”


To be Continued


__ADS_2