Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 18 : Sentra kuliner " Taman Menteng."


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Part 17.


Sesampainya di taman Menteng, Ara langsung keluar seperti anak kecil dia bahkan sudah menyiapkan beberapa list yang akan dia cicipi.


Taman Menteng, sentra kuliner malam yang cukup terkenal dan Ara tahu tempat seperti ini siapa lagi kalau bukan dari Alen.


Sagara mendengus mendengar Ara ingin jajan, Sagara sempat kesal dia kira jajan yang dimaksud adalah sewa seseorang untuk berkencan enak saja Sagara sudah bayar mahal malah jajan diluar namun rupanya dugaan Sagara salah.


Melihat betapa ramainya tempat tersebut dengan berbagai stand, Ara memang benar-benar ingin jajan dalam harfiahnya kulineran.


" Mas Sagara bisa makan apa aja atau alergi sesuatu?" Karena memang sejak bersama Ara, Sagara selalu memesan makanan dan tak membiarkan Ara memasak karena sudah lelah diajak iya-iya.


" Aku bisa makan apa aja, tapi beneran kamu mau makan disini?"


Ara tak menjawab, dia mengambil sebuah list dari saku jaketnya dan memberikannya kepada Sagara ada sekitar 10 list yang dibuat untuk dicicipi dari makanan camilan hingga minuman kekinian.


Tanpa aba-aba, Ara menarik Sagara menuju stand takoyaki jumbo yang viral, meski sedikit mengantri namun Ara tak menyurutkan niatnya untuk mencicipi makanan yang sedang viral tersebut, sudah dapat kini mereka mencari minuman boba dengan brown sugar, langsung menuju sate cumi raksasa, telur gulung jumbo dan cilok bumbu kacang dan catat ini hanya setengah dari waiting list yang dibuat Ara.


“ Sini kita makan dulu.”


Masing-masing menu Ara membeli dua, Ara dan Sagara mencoba masing-masing dengan menu yang sama dan ya, Lidah Sagara cukup menyukai makanan pinggir jalan ini.


“ Gimana enak?”


“ Banget, baru pertama kali ini aku makan di tempat angkringan begini.”

__ADS_1


Sudah habis perut Sagara begitu kenyang karena memang tidak terbiasa makan banyak namun belum sepenuhnya turun ke perut makanan mereka, Ara kembali menarik Sagara menuju stand sate taichan, bakso bakar jumbo, thai tea, kue balok lumer dan gulali. Khusus gulali Sagara tidak berminat.


“ Sudah selesai?”


“ Nanti dulu ini aja belum habis.”


Sagara menggelengkan kepalanya, jika biasanya wanita akan menjaga berat badan dengan diet namun beda cerita dengan Ara yang hobi jajan di pasar malam, namun Sagara cukup menikmati yang Ara berikan anggap saja jika ini sesuatu yang baru untuk Sagara sendiri.


“ Kita pulang?”


“ Oke.”


Sagara merangkul pinggang Ara, namun dibelakang sana tak sengaja seseorang melihat keduanya.


“ Itu kak Ara bukan sih?”


“ Kamu bisa izin tiga hari ga?” Sagara membuka suara di tengah hening keduanya saat sedang melajukan mobil menuju apartemen.


“ Tiga hari? Kapan?”


“ Kamis, Jumat dan Sabtu minggu ini, aku mau ajak kamu ke Uluwatu ada kerjaan aku disana ya sekalian plesiran ringan.”


Wah Uluwatu? salah satu surga dunia yang terletak di pulau Dewata dan Ara yang notabene nya belum pernah menginjakkan kaki di sana malah ditawarkan kesana?


“ Serius?”

__ADS_1


“ Hmm.”


Wajah Ara begitu berbinar dan tidak bisa dibohongi namun hanya sekejap saja karena langsung surut dan Sagara yang melihat perubahan tersebut langsung bertanya, “ Kenapa? kok mukanya manyun gitu? mau aku cium disini?”


Ara memukul lengan Sagara, “ Ih mesum.”


“ Hahaha lah terus kenapa kamu masang muka begitu? gimana aku nggak mikir coba.”


“ Emm mas Sagara ngajak aku plesiran benar-benar mau ajak aku jalan-jalan atau cuma pindah tempat terus dikurung dikamar? kalau memang untuk opsi kedua aku nolak cuma pindah tempat doang ujung-ujungnya iya-iya.”


Gerutuan Ara membuat Sagara tertawa bahkan sangat lepas, jika biasanya Sagara akan tersenyum ini tidak tertawa dengan lepas bahkan jika ada yang melihatnya sudah tahu jika Sagara memang sedang senang, Ara yang begitu menggemaskan dengan memasang wajah mengerucutkan bibir sambil misuh-misuh dan sepertinya semakin kesini Ara semakin membuka dirinya.


“ Kenapa? ada yang lucu?” Ara mendelik ketika melihat Sagara tertawa begitu lepas kontan membuat Sagara meredakan tawanya, “ Sumpah Ra justru aku nggak kepikiran sampai kesitu, tapi overall idemu bagus juga.”


Ara kembali memukul lengan Sagara, “ Ih mas Sagara aku serius.”


“ Ya aku juga serius, kamu mikir begitu ya justru aku senang banget, tapi jujur aku kesana mau survey kerjaan emang harus ditinjau langsung soalnya proyek besar dan sekalian ajak kamu jalan-jalan bisa dibilang healing tipis-tipis sebagai hadiah kalau kamu selalu nurut sama aku, selama kelakuan kamu begini terus, aku juga nggak akan sungkan kasih kamu reward tapi kalau kamu ngelanggar juga aku yang senang karena bisa menghukum kamu.”


Ara mengerucut iya, dia yang senang Ara yang gempor.


“ Gimana? bisa gak?”


Ara pikir, “ Bisa aja kak, nanti aku bilang sama bagian akademik untuk izin nggak masuk dan biasanya diganti sama tugas.”


“ Yaudah nanti aku bantuin ngerjain, biar nanti aku urus.”

__ADS_1


Yes akhirnya Ara bisa merasakan yang namanya tanah Bali sejak dulu bahkan sejak diangkat oleh keluarga Aditama, pergi ke Bali atau sekedar membayangkan untuk pergi kesana saja tidak pernah karena sejujurnya sejak awal Dian, mama adopsinya memang sudah tak menganggapnya anak, kasar di belakang Aditama dan akan naik jika suaminya ada.


To be continued.


__ADS_2