
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 26.
Sagara menunggu seseorang di sebuah cafe dimana dirinya sudah menunggu lima menit, ck jika saja dia menunggu Ara sudah Pati Sagara tidak akan bosan tapi ini.
" Maaf aku telat jalanan macet."
Sagara mendengus melihat Leona baru saja tiba dengan wajah sedikit memerah mungkin efek panas matahari siang ini.
" Mau pesan apa?" Tanya Sagara berbasa-basi karena dia tahu jika Leona begitu lelah maybe.
" Aku mau jus alpukat tanpa gula."
Sagara memanggil pelayan dan tak lama pesanan datang Sagara masih menikmati americano miliknya yang sudah sedikit dingin itu.
" Langsung aja, gw mau buat kesepakatan untuk mengakhiri semuanya."
" Maksudnya?"
" Lo udah tahu kan dari dulu gw nggak ada perasaan apapun sama Lo dan ya, gw juga sudah menemukan masa lalu gw yang hilang dan gw mau kembali sama dia selain gw cinta sama dia, dia sudah melahirkan anak buat gw."
Leona tahu jika Sagara memang player entah masih hingga sekarang atau tidak namun sampai memiliki seorang anak tentu Leona begitu terkejut.
" Apa? Kamu punya anak."
" Yes, dia hamil setelah hubungan kami selesai tapi nggak minta tanggung jawab, sebagai lelaki gentle tentu saja gw harus bertanggung jawab apalagi gw cinta sama nyokapnya anak gw."
Bahu Leona merosot sia-sia dirinya selama dua tahun menunggu Sagara mau melihatnya nyatanya dia sudah menemukan masa lalu ya.
" Lalu bagaimana dengan keluarga kita?"
" Kita adakan pertemuan malam ini okay, gw bakal urus dan Lo cukup menjadi pendengar saja lagian juga gw tau mantan Lo ngajak balikan tapi Lo masih menggantungkan karena nunggu gw? Dari dulu udah gw bilang lakukan apapun karena sampai kapanpun gw nggak akan suka sama Lo."
Leona memang sakit tapi apa daya lebih baik sekarang saja toh dia juga belum diapa-apain sama Sagara masih utuh meski hatinya patah.
" Oke lakukan saja."
Beberapa hari kemudian, tepat ya ketika makan malam dua keluarga besar datang karena undangan Sagara mereka menerka-nerka jika Sagara sudah siap dengan pernikahan makanya mereka begitu semangat, tidak ada mama Sagara hanya ada papa Sagara, Darmawan karena memang Darmawan lah yang menjodohkan Sagara dengan anak dari Jiandra Ariesta Hutagalung.
Leona datang bersama nyonya Hutagalung, tuan Hutagalung sedangkan Darmawan datang bersama sekretaris merangkap menjadi simpanannya. karena Sagara datang sendiri dari kantor.
__ADS_1
" Apa kamu tahu alasan Sagara mengajak kami bertemu? Apa ini sebuah lampu hijau untuk hubungan kalian ke depan? Karena jujur saja Sagara tidak bicara apapun pada saya padahal saya adalah ayahnya."
Darmawan bicara pada keluarga Hutagalung sedangkan Leona hanya merem*s tangannya sendiri di bawah meja, Sagara sudah tahu jika Leona sedang ada hubungan lagi dengan mantan kekasihnya takut dijadikan alasan meski Sagara sudah menjamin tidak akan dibongkar.
" Aku nggak tahu om."
" Kalian memang sudah sejauh mana?"
Sejauh mana? Tidak cocok kata-kata tersebut sepertinya untuk bertanya antara hubungan dirinya dengan Sagara karena sejak dulu memang masih jalan ditempat saja.
" Maaf aku telat, jalanan macet karena kecelakaan beberapa kilometer disana."
Sagara duduk disebelah papahnya berhadapan langsung dengan Leona, dirinya hanya menatap datar semua orang, janjinya pada Ara akan menyelesaikan masalah perlahan dia realisasikan.
" Oke langsung saja, aku disini ingin membatalkan perjodohan kami, lebih tepatnya aku dan Leona, aku mencintai seseorang yang sudah melahirkan anakku, dan aku harap keluarga Hutagalung menerimanya, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau aku menyakiti kalian tapi daripada kami paksakan hubungan akan tidak sehat nantinya dan lagipula Leona berhak bahagia dengan pilihannya."
Bukan hanya Darmawan yang kaget, keluarga Hutagalung terutama mama dari Leona begitu terkejut.
" Kau bicara apa Sagara?" Ucap setengah berbisik Darmawan kepada Sagara namun Sagara menggelengkan kepalanya.
" Sudah cukup, aku akan mengejar wanita yang aku cintai agar kami bisa berkumpul menjadi sebuah keluarga bersama anak kami lagipula Leona dia juga sudah menemukan penggantiku dan bahagia dengan orang lain aku harap kalian terima keputusanmu dan kamu juga sudah sepakat untuk berpisah secara baik-baik dan menolak perjodohan ini "
" Maksud kamu apa bicara punya anak? Omong kosong macam apa ini?"
Sagara tidak menjawab, dia memberikan foto Zayn dan juga Ara, " Ini anakku dan ini wanita yang aku cintai sekaligus mama dari anakku, namanya Zayn umur empat tahun Ara adalah mantan kekasihku."
" Ara? Sepertinya papa pernah dengar."
" Dia sahabat Alen."
" Bagaimana bisa kamu memiliki anak dari seorang wanita yang usianya sama dengan adikmu Alen hah? Kamu mau jadi pedofil?"
" Anda tidak tahu apapun sebaiknya diam."
" Kamu tahu kita bisa kehilangan kontrak kerjasama dengan Hutagalung dan itu nominalnya cukup besar."
Sagara tersenyum menyeringai dia menatap kearah Darmawan," Kalau Lo nggak siap kehilangan itu, Lo harus siap kehilangan anak untuk yang kedua kalinya karena gw sudah memutuskan."
Darmawan merasakan aura dingin mencekam, dia tidak bisa gegabah melawan Sagara lagi pula dirinya bisa dibilang numpang hidup kepada Sagara karena sekarang semua aset atas nama Sagara dan dirinya juga bisa menikmati fasilitas tanpa bekerja jadi dia tidak siap jika harus kehilangan Sagara apalagi dirinya sudah kehilangan Alen.
__ADS_1
Sekertaris nya sendiri hanya alibi padahal itu wanita simpanan usianya juga tidak beda jauh dengan Sagara.
" Oke, kalau begitu pertemukan papa pada cucu papa."
" Untuk apa? Apa hanya untuk menyakiti mereka atau justru untuk mempermalukan diri sendiri?"
Sagara tahu segila apa dia jika sudah terobsesi bahkan nyawa lawannya saja sudah dihabisi berapa orang demi melancarkan bisnis hal tersebut sudah menjadi hal lumrah hanya dengan menggunakan jasa pihak ketiga selaku eksekutor tentu dia akan aman meski uang yang dikeluarkan cukup banyak.
" Apa kamu mencurigai papa kamu sendiri?"
" Karena gw kenal Lo, jadi gw tahu perangai Lo."
" Papa hanya ingin bertemu saja."
Sagara tidak menjawab dia masih meragukan ucapan sang papa.
****
Alen sedang bingung mencari keberadaan Jean, awalnya dia mencari keberadaan Jean dirumah orang tuanya namun baru tahu jika sudah beberapa bulan ini kedua orang tuanya tinggal di Belanda dan Jean juga jarang pulang kerumahnya, lalu mencari keberadaan ya di apartemen milik Jean namun nihil semua akses ditutup bahkan ada tulisan disewakan.
Alen frustasi dia mencari keberadaan Jean ke Tante Sari bos dulu ketika Alen magang waktu masih kuliah namun Alen juga baru tahu jika Tante Sari sudah menikah dan ikut suaminya tinggal di Bali.
" Mungkin gak Jean tinggal disana?"
Kepalanya penuh dengan Jean dan calon anaknya dia kesal dan mengeluarkan semua rasa kesalnya kepada tembok bahkan tangannya hingga berdarah-darah.
" Bangsat emang gw, harusnya gak perlu gw jauhin dia."
Arghhh….
Alen masih mencari-cari Jean lewat teman dekatnya namun tidak ada yang tahu.
" Gw harus cari kemana?"
Sedangkan yang dicari sedang menikmati senja di sebuah pantai yang ada di selatan pesisir tempat dimana dirinya mengasingkan diri di sebuah tempat terpencil bahkan sinyal saja cukup sulit jika tidak ada aplikasi tambahan.
Jean memandang kosong lautan luas yang berwarna jingga akibat senja, dia menatap kosong lebih dalam lagi.
" Aku harap kamu bisa bahagia tanpa aku dan begitupun aku." Ucapnya sambil mengelus perutnya yang masih rata, di Yogyakarta atau lebih tepatnya perbatasan Wonogiri dan Yogyakarta semoga saja dirinya bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dimana semuanya serba terbatas agar Jean bisa lebih tenang bersembunyi sebelum waktunya.
__ADS_1
To be continued.