
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 1.
Lima tahun kemudian.
Seorang wanita tengah menyiapkan sarapannya sambil sesekali mencicipi apakah rasanya sudah pas atau belum, wanita tersebut tersenyum mencicipi rasa masakannya yang ternyata sudah pas takaran rasa dan juga tingkat kematangan.
" Mami."
Merasa dipanggil wanita tersebut tersenyum lebar dia berjongkok menyamakan tinggi badan sang anak berusia 4 tahun sambil mengucek matanya yang masih mengantuk sambil membawa selimut karakter dinosaurus.
" Hey boy."
Wanita tersebut memeluk anak kecil tersebut sambil mencium aroma tubuhnya yang candu, kecut namun sedap bak wangi anak kecil pada umumnya ditambah telon yang selalu diberikan setiap hari masih menempel dengan lekat.
" Mami give me a hug please."
" Sure."
Wanita tersebut merentangkan tangannya sambil memeluk sang jagoan, buah hatinya yang sudah empat tahun dilahirkannya.
" Maaf Bu Ara, Zayn tadi langsung menangis sambil mencari ibu."
Merasa namanya dipanggil, wanita tersebut menatap ke atas sambil tersenyum, " Nggak apa Dewi, lagipula saya sudah selesai masaknya, Zayn mau mandi dulu atau mau makan dulu sayang?"
" Mandi tapi nanti mami suapi."
" Oke, mandi sama mbak mami mau siap-siap kerja ya sayang."
Zayn mengeratkan pelukannya, " Mami nggak bisa dirumah saja? Teman Zayn banyak yang diantar sama mami nya bahkan menunggu sampai selesai pulang."
Zayn Anggara Putra, anak kecil yang berusia empat tahun anak tunggal dari Annara Ramadhita hasil dari pekerjaan sebagai sugar baby dengan Sagara Darmawan, ketika penyiksaan yang dilakukan Sagara lima tahun lalu yang menyebabkan Ara lupa minum kontras*psinya, karena Sagara melakukannya sebanyak beberapa kali dan meninggalkan bisa little didalam, Ara berhasil membawa salah satu kecebong Sagara yang kini sudah besar berusia empat tahun.
__ADS_1
" Mami harus kerja sayang kalau tidak nanti Zayn tidak bisa playing di time zone mau?" Dan dijawab dengan gelengan kepala.
" Good sekarang mandi sama mbak ya."
" No mami, aku mau mandi sama mami."
Dewi memandang tidak enak, sedangkan Ara menghela nafasnya dengan kasar namun dia harus bersabar dengan tingkah anaknya yang ajaib ini, " Oke mami mandiin ya tapi Zayn jangan bikin mbak sedih right?"
" Oke mami."
Ara membawa Zayn kekamar, sebelum ya memberi perintah kepada Dewi mengenai masakan yang akan dibawa ke kantor dan juga dihidangkan di meja makan untuk sarapan sisanya akan dimakan untuk makan siang, sedangkan untuk makan malam biasanya mereka akan memasak lagi atau membeli makanan diluar.
" Hello, sedang apa kalian?"
Seorang pria tampan dengan setelan jas dan celana warna senada datang membawa sebuah paper bag dengan nama toko roti ternama, dia duduk mencari keberadaan Ara dan Zayn.
" Loh Dewi yang memasak?" Terkejut karena dari arah dapur Dewi datang dengan membawa masakan hasil karya Ara.
Pria tersebut menganggukan kepalanya, sambil mencicipi kacang almond yang memang selalu ada di meja makan sebagai camilan, Ara dan Zayn suka dengan kacang almond.
" Loh, aku kira kamu udah balik ke Jakarta?" Suara Ara dari belakang sambil menggendong Zayn yang sudah wangi dan rapi, Zayn diduduki di sebelah pria tersebut dan Zayn segera menempel dengan pria itu.
" Daddy."
" Hey boy, sudah wangi?"
" Yes Daddy mami yang memandikan."
" Anak ini sedang manja sat, dia lagi mode protes minta aku antar ke sekolah sampai selesai." Ucap Ara sambil mengambil sarapan untuk Zayn.
" ini pak tehnya."
__ADS_1
" Thank you wi."
Dewi pamit meninggalkan ketiganya untuk makan karena Dewi akan makan di dapur, sebenarnya Ara sudah melarangnya sejak dulu namun karena ada pria tersebut Dewi jadi sungkan tapi jika dia tidak datang Dewi akan makan bersama dengan majikannya.
" Zayn benar, harusnya kamu fokus saja pada Zayn tanpa harus bekerja."
" Kalau aku nggak kerja, terus urusan hidup dan kebutuhanku siapa yang menanggung, kamu tahu kan kalau Zayn hanya punya aku."
" Zayn anakku juga meski aku bukan ayah biologisnya tapi yang dia tahu aku adalah Daddynya, aku yang mengurus Zayn sejak anak itu masih didalam perut, aku yang mengadzani dan aku juga yang mengajarkan berjalan bukan bajing*n itu lagipula kenapa kamu harus menolak tawaran aku untuk menikah Ara? Aku sudah mengajakmu bersama lima tahun lalu saat Zayn terdeteksi ada di dalam rahimmu, aku bersedia menggantikan si bajing*n itu sebagai ayahnya tapi apa? Kamu menolak aku, itu yang aku nggak habis pikir sama kamu." Pria tersebut frustasi, Ara hanya memejamkan mata sesaat, lagi-lagi mereka membahas hal yang sudah sering dibahas.
" Zayn kedapur dulu ya, makan sama mbak, mami mau bicara sama Daddy okay."
Paham maksud mami nya, Zayn pergi menemui Dewi karena Ara tidak mau pembicaraan dengan range dewasa memasuki telinga Zayn karena dia masih kecil.
" Bisakah kamu nggak bahas ini didepan Zayn? Dia bahkan nggak tahu apa-apa Satria!"
" Maaf aku kelepasan."
" Kita udah bahas ini lama, sejak dulu dan kamu tahu alasan kuat aku menolak, aku tidak suci lagi aku kotor dan status Zayn juga nggak jelas, sedangkan kamu dengan keadaan keluarga pebisnis dan nama baik diperhitungkan, apakah bisa keluargamu menerima Zayn yang notabene anak di luar nikah? Bahkan sampai saat ini ayah kandungnya saja tidak tahu jika Zayn ada aku mohon kita sudah sepakat lagipula kamu punya Melisa, istri kamu jadi aku mohon berjaga jarak sedikit dengan aku bukan karena aku tidak tahu diri sudah ditolong kamu malah terkesan membuang bukan, ini demi rumah tangga kamu sendiri dan aku nggak mau dianggap pelakor, cukup masa laluku saja yang suram."
" Aku akan bercerai dengan Melisa."
Ara yang sedang meminum teh yang dibuat Dewi seketika menyemburkan tehnya terkejut dengan yang dikatakan oleh Satria.
" Kenapa? Apa karena aku? Apa dia menyalahkan aku lagi? Aku sudah bilang bukan jaga jarak sama akan biar bagaimanapun dia tahu kita tidak ada hubungan darah meski kamu menganggap aku adik jadi wajar bukan jika dia merasa cemburu dengan kehadiran aku dan apalagi Melisa tahu jika Zayn memanggilmu Daddy sudah aku bilang juga kan, jangan membiasakan Zayn memanggilmu Daddy semua akan runyam." Ara menutup wajahnya dengan kedua tangannya dia kira dengan menjauh dari Sagara dia akan terbebas dari masalah, Ara hanya ingin hidup tenang dan juga damai, jujur tidak mudah Ara menjadi yang sekarang ini, dirinya merangkak dari awal, terpuruk karena trauma ditambah keadaannya yang hamil diluar nikah, Ara hanya bisa histeris namun berkat dukungan dari orang sekitar seperti Satria dan Kaila, Ara bangkit demi anak didalam perutnya.
" Bukan itu Ara kamu tenang aja."
" Lalu?"
" Melisa selingkuh."
__ADS_1
To be continued.