
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 7.
Sagara baru saja selesai meeting dengan kolega dari luar kota, menghela nafas dia menatap Liam, " masih ada pekerjaan lagi atau agenda?"
" Ada pak dengan perusahaan Alam Semesta."
" Dimana meetingnya?"
" Di pusat perbelanjaan pak sekalian makan malam"
Sagara mengendurkan dasinya sambil menatap layar didepan, pekerjaannya masih ada beberapa yang harus dikerjakan tak lama dirinya bangkit padahal jam menunjukan hampir pulang kerja namun mau bagaimana lagi dirinya tetap harus profesional untuk masalah pekerjaan.
Sampai di sebuah pusat perbelanjaan, keduanya bertemu sambil membahas bisnis selesai ditutup dengan makan malam. Pimpinan perusahaan alam semesta pamit karena sudah ada janji dengan keluarga, Sagara menghela nafas memikirkan keluarga dirinya yang begitu kacau dan berantakan.
Lelah dan Sagara merasa diforsir oleh pekerjaan tapi inilah peralihan yang baik karena ketika dirinya sedang merasa sendiri dirinya akan ingat Ara.
Ah Ara sedang apa wanita itu dan dimana wanita itu berada?
Liam sudah pamit undur diri tadi katanya ia ingin segera pulang karena pekerjaan sudah selesai Sagara mengizinkan.
Dirinya ingin membeli beberapa isi kulkas namun tak sengaja menabrak seseorang.
" Aroma tubuh ini."
Melihat wanita yang tidak sengaja ditabrak Sagara memucat meski wajah belum terlihat namun dia seperti hafal siapa pemilik tubuh. Sagara ikut duduk sejajar dengan wanita yang masih sibuk membereskan belanjaan yang jatuh sambil menggumam kata maaf.
__ADS_1
" Ara."
Entah mengapa mulutnya gatal sekali ingin menyebut nama tersebut dan ajaibnya wanita yang tadi sibuk membereskan belanjaannya berhenti lalu melihat siapa yang melihatnya.
Seketika wajah Ara menegang tapi sebaliknya Sagara justru begitu senang bukan main.
" Akhirnya aku menemukan kamu juga Annara."
Ara berdiri dengan wajah pucat, kakinya perlahan mundur bahkan kantong belanjaan yang tadi jatuh tak dihiraukan, Ara mundur secara teratur, nafasnya tak beraturan bayangan kilas masa lalu berputar.
Sagara mendekat namun Ara malah berlari begitu kencang, Sagara ingin menyusul namun barang yang tak sengaja diterjang kakinya malah lebih menarik.
Sebuah susu formula merk terkenal dengan warna kuning dan biru dengan tulisan untuk usia 3-6 tahun Sagara menatap susu tersebut dengan perasaan yang sulit.
Pertanyaan tersebut seolah berputar bahkan sedikit membuat hati Sagara bingung dan sakit apakah Ara sudah menikah dan memiliki anak atau apa anak itu anaknya?
Kenapa pertemuan pertama keduanya tidak baik begini?
Sagara mencoba berlari membawa kantong belanjaan Ara yang terjatuh tadi mana tau masih ada didepan hanya saja sudah tidak ada bahkan Sagara menyusuri trotoar sekitar mal malah tidak ada juga.
Hanya bisa berharap semoga bisa bertemu kembali, Sagara kembali menuju mobil dan menyimpan kantong belanjaan milik Ara dibangku penumpang seperti dulu dimana Ara menempatinya.
Sagara kembali menuju apartemen sejak Alen memutuskan hubungan dengannya Sagara memilih pergi dari rumah dan belum kembali tahu jika Alen pasti akan kembali kesana padahal rumah tersebut kosong tak berpenghuni hanya beberapa pekerja karena Alen memang sudah tidak mau berurusan dengan keluarganya sekalipun dengan harta.
Sagara menatap balkon memperlihatkan kota Jakarta yang penuh gemerlap, ia ingat bagaimana Ara begitu takut kepadanya, Sagara sadar jika Ara masih trauma akan masa lalunya.
__ADS_1
Menyes*p wine yang dia punya, Sagara menikmati dinginnya balkon dengan semilir angin malam.
Sedangkan Ara sudah sampai rumah, wajahnya pucat pasi seperti melihat hantu, bahkan tak sadar jika kantong belanjaannya berkurang satu.
Ara memilih meletakkan belanjaan dan bahan basah seperti ikan daging dan beberapa Frozen food ke kulkas yang lain dia biarkan saja, menenggak air mineral beberapa kali hingga merasa tenang, setelah itu Ara memilih masuk kamar Zayn pasti sudah tidur dengan Dewi.
Ara menangis ditengah shower mengingat pertemuannya dengan Sagara tadi pasti setelah ini hari-harinya tidak akan baik karena Sagara tahu jika dirinya sudah berada di Jakarta, haruskah dia berbicara kepada Satria?
Sedangkan Satria sendiri dirinya ingin sekali bertemu dengan Ara, dia sengaja sejak insiden pelabrakan istrinya dengan Ara, dan ketika Ara berkata untuk menyuruh urus istrinya Satria belum atau lebih tepatnya menahan diri untuk tidak bertemu dengan Ara dia ingin menyelesaikannya masalahnya terlebih dulu dengan Melisa baru setelah itu ia akan mendekati Ara dengan gencar.
Namun salah satu orang yang mengikuti Ara suruhan dari Satria mengatakan jika Ara bertemu dengan seorang pria dan ciri-ciri tersebut mirip dengan Sagara.
" Bagaimana ini?"
Satria mencoba mengambil ponsel dan ingin menghubungi Ara namun urung pasti Ara tidak akan mengangkatnya pikirnya, Satria langsung bangkit mengambil ponsel, kunci mobil dan dompet dia bergegas menuju ke rumah Ara.
Memakan waktu kurang dari satu jam karena macet, Satria untuk pertama kalinya menginjakan kaki di kediaman Ara yang bagi Satria kecil itu, dia melangkah masuk hingga depan pintu, dengan ragu Satria mengetuk pintu rumah Ara.
" Ra, ini aku Satria."
Hening, tak ada suara dari dalam dan lagipula ini sudah hampir mendekati jam 10 malam, Satria memilih tidur di dalam mobil hatinya belum tenang ingin melihat Ara.
Tbc.
Maaf kemarin aku libur tapi disini malah up soalnya waktu hari Jumat aku up malam tapi di ACC baru Sabtu pagi jadi terkesan aku Jumat itu libur bikin mood ku hancur, segini dulu ya besok aku up agak panjang see u ❤️❤️❤️
__ADS_1