Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 39 : Berdamai dengan keadaan.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 39.


Saat Ara sudah masuk kedalam rumah sakit, memang dirinya berjalan dengan dua kruk tapi dia masih bisa sendiri hanya saja seorang petugas medis dengan menggunakan masker dan baju pekerja sesuai dengan yang lainnya datang menghampiri Ara membawakan kursi roda.


" Maaf silahkan anda naik?"


Suara itu, entah itu hanya halusinasi atau memang benar adanya tapi yang jelas Ara mengenal suara itu.


Tapi tidak mungkin kan dia ada disini? Bukan maksudnya Ara memang sudah mengiyakan mengenai permohonan Giana untuk menemui Ara dengan catatan di sekitar daerah rumah sakit tapi masa iya?


" Maaf."


Ara terperanjat mendengar teguran pria tersebut Ara segera menolaknya dengan halus, " Nggak perlu pak saya bisa jalan sendiri."


" Maaf ini sudah sesuai SOP saya bisa dipecat jika membiarkan Anda jalan apalagi sendirian dengan dia tongkat seperti itu."


Jika sudah membawa pecat dan pekerjaan, mau tidak mau Ara mengikutinya, dibantu petugas tadi dengan perlahan Ara duduk dibangku dan menatap ke arah petugas, mata itu Ara mengenalinya.


" saya dorong ya Bu."


Ara dibawa ke ruang fisioterapi bertemu dengan dokter Inge, sebenarnya banyakan dokter fisioterapi adalah pria tapi dengan posesifnya Sagara mencarikan rumah sakit yang menyediakan dokter fisioterapinya wanita dasar posesif akut.


" Anda sudah sampai."


Ara menatap ke arah pria tadi tapi sang pemilik tubuh langsung mengalihkan pandangan lalu Ara berdiri dibantu suster yang sedang menjaga ruang fisioterapi.


" Silahkan masuk." Ucap perawat tersebut setelah melakukan pengecekkan ringan dari tensi, BB dan juga keluhan.


Dokter Inge datang menyambut dan membantu Ara untuk melakukan serangkaian tes dan latihan fisik syukurlah kemajuan sudah mulai terlihat.


" Kita bisa melakukan pengecekkan seminggu dua kali ya Bu."


" Baik terimakasih."


Ara pamit keluar dengan kruknya, sebenarnya tadi supir Ara yang diberikan oleh Sagara untuk membantunya dalam aktivitas kontrol kekeh ingin membantu namun Ara bersikeras menolak selain karena supir tersebut berusia senja juga karena takut melihat dirinya berinteraksi dengan Satria jika nanti memang jadi.


" Silahkan Bu naik lagi."

__ADS_1


Ara kaget petugas tadi yang membantu, Ara manut dan duduk lalu dia mengecek ponselnya rupanya Dewi yang mengirim foto yang sedang menemani aktivitas Zayn diluar sekolah bersama teman-temannya. Bahkan Ara sampai tidak sadar jika dia dibawa menuju roftop.


" Loh pak kok kita kesini."


Ara mulai panik dia menatap kekanan dan kekiri untuk mencari bala bantuan tapi naas dia hanya berdua dengan pria tersebut.


" Siapa kamu? Kamu mau niat jahat ya sama saya?"


Suara denting lift menandakan bahwa Ara dan pria tersebut sampai di lantai paling atas, Ara takut ruangan diisi tidak gelap tidak terang namun sepi bak kuburan.


Menembus sebuah pintu kaca rupanya Ara dibawa kearah balkon yang menampilkan kota Jakarta yang sedang panas-panasnya tapi karena disini di gedung paling tinggi maka angin begitu kencang.


Pria tersebut menatap Ara, berjongkok dan membuka masker.


" Satria."


Satria senang Ara masih mau mengenalnya setelah apa yang dia perbuat bahkan sampai sekarang Ara masih harus dibantu sebuah alat untuk menopang aktivitasnya.


" Apa kabar Ra?"


Ingin Satria memeluk Ara memohon ampun bahkan jika perlu bersimpuh sekalian namun Satria takut Ara malah jijik dan tak mau mengenal Satria lagi.


Lagi marah saja bisa buat gemas begini.


" Boleh peluk gak?"


Ara sebenarnya takut terlihat dari wajahnya yang merah dan Satria sadar itu langsung menghela nafas dengan kasar, " Aku tahu mungkin permohonan maaf saja tidak akan bisa menebus bahkan memaafkan atas apa yang aku lakukan namun meski begitu aku akan tetap meminta maaf sama kamu karena biar bagaimanapun itu semua karena kesalahan dan keegoisan aku."


Satria menundukkan kepalanya dan Ara mengambil kedua tangan Satria, " Siapa bilang aku tidak memaafkan kamu? Aku memaafkan kamu kok lagipula yang sudah terjadi ya biar saja terjadi."


Satria memandang kedua tangannya yang dipegang oleh Ara, dia menatap manik Ara yang menatapnya juga, " Boleh peluk gak?"


Ara menggelengkan kepalanya, " Kalau kamu peluk aku sebagai seorang pria yang mencintai wanita aku nggak akan mengizinkan tapi kalau sebagai sahabat dan teman aku mau dipeluk."


Dengan ragu, Satria memeluk Ara dengan erat, keduanya menangis dan Satria menggumamkan kata maaf dan maaf bahkan pemandangan tersebut cukup membuat air mata menetes.


Beberapa detik kemudian keduanya terlepas, Satria tersenyum memandang Ara, " Makasih nggak salah aku jatuh cinta sama kamu yang salah kita memang ditakdirkan sebagai teman bukan pasangan."

__ADS_1


*****


Ara pulang kerumah dengan supirnya, tadi dia sempat mampir membeli red Velvet kesukaannya bukan Ara yang membeli tapi supirnya karena Ara tidak diizinkan untuk turun yaudah yang penting Ara membeli kue itu selain untuknya juga untuk Zayn yang sama-sama suka kue berwarna merah tersebut.


Sebenarnya Ara memikirkan kata-kata Satria tadi yang lebih tepatnya berpamitan kepadanya dengan alasan menyembuhkan luka hati dan mencari pasangan hidup tapi jauh dari lubuk hati terdalam Satria ingin menyembuhkan hati dan memaafkan diri sendiri atas apa yang dia perbuat.


" Aku mau pamit sekalian, seminggu ini aku akan stay disini untuk terakhir setelah itu aku mau ke US nerusin usaha papa disana yang dipegang om aku untuk diserahkan sama aku, aku juga sekalian mau cari cewek bule buat gantiin kamu, doain biar berhasil ya."


Ara hanya tersenyum mengingatnya orang kaya mau mengobati hati saja harus keluar negeri.


Ara sekarang sedang menonton tv, tak lama Alen datang dengan Jean.


" Kak Ara."


Ara terkejut Jean datang bersimpuh, " Maafin aku ya.."


Hah minta maaf? Kenapa Jean meminta maaf dengannya?


Alen datang dengan membawa beberapa kue dan buah dikira buat Jean bekalnya banyak sekali rupanya untuk Ara, " nih reward buat Lo karena udah keluar dari rumah sakit, oleh-oleh nyusul aja lupa bawa."


" Jean kamu ngapain begini, kamu lagi hamil ayo duduk diatas."


Ara mengangkat kedua tangan Jean dan mengajaknya duduk di sofa sebelah dirinya, Ara tersenyum dan mengusap air matanya yang keluar.


" Aku minta maaf karena sudah mengambil Alen yang seharusnya menjaga anak kak Ara ketika kak Ara masih di rumah sakit."


Astaga anak ini polos sekali pantas saja diajak ngadon anak mau-mau saja sama Alen.


Eh..


" Nggak itu memang sudah seharusnya aku lakukan Jean, masalah kamu kalau tidak buru-buru diselesaikan maka nggak akan ada ujungnya lagian hanya Zayn tidak masalah."


" Tapi tetap saja gara-gara aku keponakan aku jadi harus kemana-mana tanpa Alen, aku harus ketemu papinya buat minta maaf."


Gemas rasanya melihat Jean yang sekarang ini terlihat berisi mungkin karena efek kehamilan.


TBC.

__ADS_1


Maaf ya, aku nggak enak badan semalam mau up malah jam tujuh malam udah tidur aku usahain Doble up ya, ini bentar lagi mau tamat oke makasih.


__ADS_2