
Sugar Baby Kakak Sahabat part 13
Ara sudah sampai kampus pagi ini diantar oleh Sagara, kejadian semalam adalah pengalaman pertama bagi Ara sebenarnya juga Sagara, film biru cukup membuatnya merasa tertantang sehingga menjadikan Ara sebagai object dan itu cukup menyenangkan.
Ara masih lelah, setelah menyiksa dengan es batu dan mengikat tangan serta kakinya, Sagara tak berhenti sampai disitu, keduanya masih melakukannya hingga pukul tiga dini hari, sedangkan Ara ada kelas pagi sekitar pukul 8.30 pagi.
Sepanjang jalan Ara tertidur, Sagara membiarkannya karena memang itu akibat ulahnya sendiri, dia tersenyum mengingat bagaimana parahnya Ara dilingkungan ya mungkin next dia harus beli kostum agar Ara bisa cosplay nanti sesuai dengan keinginannya.
Keduanya sampai kampus, Sagara mencoba membangunkan Ara namun karena pulas Sagara sedikit menggoda Ara dengan memegang gunung Himalaya nya dan berhasil terbangun.
" Mas."
Sagara terkikik melihat ekspresi kaget Ara, " Maaf ya habisnya kamu dibangunin dari tadi malah nggak gerak, giliran digodain baru bangun."
" Maaf, aku ngantuk."
" Mau bolos hari ini?"
Ara menelan salivanya susah payah, libur bersama Sagara yang ada lembur di kasur lagipula jam kuliah masih padat-padatnya jadi dia akan tetap usahakan masuk.
" Nggak mas, aku mau masuk aja."
" Beneran? Yakin?"
Dengan semangat Ara menganggukan kepalanya tidak mau memberikan alasan apapun.
" Ya Sudah kalau gitu."
Ara hendak turun dari mobil namun tangannya dicekal oleh Sagara.
" Kenapa? Butuh sesuatu?"
Sagara berdecak, menarik tangan Ara dan menciumnya, ciuman panas dan menuntut bahkan sesekali tangan Sagara kemana-mana sedang Ara hanya bisa mengalungkan tangan di lehernya dan sesekali meremas rambut Sagara.
__ADS_1
Saat Sagara hendak membuat mahakarya di leher, Ara mendorongnya, " Jangan disana "
Sagara terkikik selalu lupa jika sudah seperti ini untung saja si little tidak baper, " Biasakan kalau mau pergi kiss."
Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, setelah selesai Ara pamit undur diri lalu berjalan melangkah menuju dalam kampus, Alen sudah memberitahu jika dia sudah tiba di dekat fakultas ekonomi dimana Ara menuntut ilmu namun hingga dekat kelas, Alen tak tampakkan batang hidungnya, Ara jadi memilih melipir di area taman karena kelas masih sekitar 20 menit lagi.
" Woy."
Ara kaget, dari belakang Alen datang membawa jus alpukat, " Nih buat Lo gw abis dari kantin KUMA."
Ara tersenyum dan mengucapkan terimakasih, keduanya mengobrol ringan menceritakan keseruan kemarin ah ingat itu Ara jadi bingung bagaimana menjaga jarak dari Alen agar Sagara tak marah seperti semalam tapi jika menjauh secara mendadak, Alen akan curiga.
Tapi jujur Ara curiga jika Sagara memantaunya dari jauh kalau tidak kenapa Sagara tahu jika Ara jalan sama Alen dan sudah berbaikan?
" Ra, gw udah mutusin buat kerja."
Ara masih memandang Alen ingin tahu yang dikatakan oleh Alen hingga tuntas.
Ara tertawa kenapa Alen bertanya seperti itu, " itu hidup kamu dan kamu yang menjalaninya jadi aku sebagai teman hanya support saja."
Alen tersenyum miris, teman dan support jika saja Ara melarangnya bekerja Alen dengan senang hati akan mundur dari keinginannya mencari kerja namun melihat ekspresi Ara yang B saja, ya sudah terlanjur tanya-tanya sama juniornya jadi ya lanjutkan saja.
Saat Alen hendak membuka suara, suara wanita dari arah belakang terdengar," yaelah gw nungguin Lo sampe jamuran di depan aula taunya Lo lagi asik sama kak Ara."
Wanita yang rambutnya dicepol menggunakan jeans panjang robek di area lutut dan kemeja panjang, wajahnya cantik bukan karena make up tebal tapi karena cantik alami yang sedikit dipoles bedak dan lip tint dari gaya bicaranya mungkin anak ini sedikit tomboy.
Alen berdecak, " Gw lupa lagian Lo dah disini."
Ara menatap ke arah keduanya, sepertinya mereka cocok, " pacar Alen yang baru?"
Belum Alen jawab, cewek tersebut langsung berkata, " Doain aja ya kak, lagi tahap perkenalan."
Alen melotot sedang Ara hanya menganggukan kepalanya, baru saja ingin menyela perkataan juniornya itu namun Ara memilih pergi mungkin ingin memberikan waktu dan privasi untuk keduanya, " Aku duluan kelas aku bentar lagi."
__ADS_1
Wanita tersebut tersenyum sambil membentuk oke di jari jempol dan telunjuknya sedang Alen mencoba memanggil-manggil nama Ara pasti dia salah sangka.
Alen melotot ke arah wanita tersebut, " Jean Lo apaan sih bilang begitu ke Ara, kalau dia salah sangka gimana?"
Wanita bernama Jean tersebut tersenyum, " Ya namanya juga usaha."
" Udah gila Lo."
" Dikit, modal nekat."
Jeanista, junior Ara dan Alen di kelas management dan bisnis memang suka kepada Alen, namun Jean tidak yakin dengan yang dia lakukan akan sia-sia.
Flashback.
" Jean, vibes Lo tuh lagi sendiri."
Saat itu, Alen tengah sendiri karena masih menjaga jarak dengan Alen akibat ulah Shandy, Alen memang selama menjauh dari Ara hanya menatap Ara dalam jauh dan diam.
" Gw nggak yakin bisa luluhin hatinya Alen, Lo denger kan neth kalau yang pacaran sama Alen diputusin karena nggak terima di nomor duain sama Alen dan ya priority is Ara." Jean mengeluarkan keluh kesahnya pada Aneth, salah satu teman dekatnya yang tahu kalau Jean suka dengan Alen.
" Kalau Lo emang mau beda dari barisan para mantan nya Alen, Lo deketin Ara pendekatan gitu, Lo rangkul dia bukan malah Lo jelek-jelekin gw jamin Lo bakal langgeng sama Alen."
" Tapi gw gak yakin."
" Pake taktik b*go, maksud gw gini Lo sebulan dua bulan rangkul Ara, nah Alen pasti respek sama Lo karena nggak kayak yang lainnya kan, ntar kalo udah kondusif perlahan Lo pasti bisa ambil hati Alen asal Lo tahu dimana saatnya Lo mulai lagipula gw lihat, Ara bukan sahabat yang apa-apa nempel kaya perangko gitu kok sama Alen, mungkin Ara juga sadar diri kalo Alen punya pacar emang dasar barisan mantan nya aja yang playing victim."
Jika Jean pikir sebenarnya Ara termasuk cewek yang kuat, sering di-bully disaat Alen baru putus sama pacarnya tapi cewek itu masih mau temenan dengan Alen dan kayaknya Jean rasa bener yang dikatakan oleh Aneth kalau mau sama Alen ya dia harus rangkul Ara juga.
" Oke, gw pake saran Lo."
To be continued
Flashback end.
__ADS_1