Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 36 : Akhir dari kisah (Tamat season satu).


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat part 36.


" Dia sedang berada dirumah tuan Aditama dan bertemu dengan wanita paruh baya."


Sagara tidak fokus bekerja memikirkan dimana keberadaan Ara, sudah beberapa ini dia belum berhasil menemukan keberadaannya memutuskan untuk mengikuti Alen adiknya, meski tak yakin namun Sagara melakukan hal itu karena yakin Alen pasti akan mencari keberadaan Ara sahabat sekaligus wanita yang dicintainya.


" Lalu?"


" Sepertinya meminta sebuah alamat tuan."


" Bagus kamu ikuti saja Alen kemanapun mulai hari ini kabari aku terus."


" Baik tuan."


Sagara menghela nafas dengan kasar, memandang foto dimana keduanya berada di Bali kala itu, Sagara merindukan sosok gadis kecilnya.


" Kamu kemana? Kamu segitunya marah sama aku sampai pergi meninggalkan aku?"


Sejujurnya saja Sagara merasa begitu kehilangan Ara bahkan ketika kehilangan Saphira rasanya sangat jauh berbeda.


Sagara memutuskan untuk keluar ruangan, fokusnya sudah pecah sejak beberapa hari lalu karena Ara dan Ara.


" Pak mau kemana?"


" Balik saya nggak fokus kerja."


" Tapi kita ada pertemuan dengan klien dari Swedia pak setelah jam makan siang."


Sial Sagara lupa soal itu.


Sedangkan Alen sendiri rencananya dia akan mengunjungi salah satu alamat yang diberikan oleh Dian yaitu panti asuhan kasih sayang tempat dimana Ara dulu dibesarkan.


Dia langsung menuju kesana selagi masih siang lagipula percuma jika dia bekerja yang ada fokusnya pasti akan pecah.


Memakan waktu sekitar 5 jam, tiba di sebuah alamat di daerah Gedebage, kota Bandung panti asuhan yang tidak terlalu besar namun cukup asri dan banyak pepohonan yang begitu rindangnya, Alen langsung masuk dan bertanya kepada salah satu remaja yang sepertinya salah satu penghuni disini.


" Maaf boleh saya bertemu dengan penanggung jawab panti ini?" Tanya Alen dengan sopan.


" Aa teh saja ya? Muhun."


" Saya Alen dari Jakarta."


" Mau donasi ya a?"


Alen langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sayangnya dia tidak membawa uang mungkin nanti by transfer saja.


" Sebenarnya ada yang mau saya tanyakan." Remaja tersebut menganggukan kepalanya sudah biasa orang asing datang bertanya mengenai salah satu anak panti yang sudah diadopsi.


Mempersilahkan masuk lalu dia berlalu menuju kedalam tak lama seorang wanita yang sudah berumur datang dengan hijab instan.


" Selamat pagi, perkenalkan saya Astari penanggung jawab panti ini, ada yang bisa saya bantu?"


Alen tersenyum sambil memperkenalkan dirinya.


" Saya Alen maaf jika kedatangan saya mengganggu anda."


Tak lama remaja tadi datang membawa secangkir teh hangat untuk disuguhkan kepada nya, " silahkan."


" Makasih."


Alen menikmati teh tersebut dan menatap Astari lagi, " Remaja tadi?"

__ADS_1


" Aldi, salah satu anak panti yang sudah lama disini dirawat sejak masih bayi merah."


Alen menganggukan kepalanya jujur dia cukup takjub dengan kesopanan Aldi yang masih menjunjung tinggi attitude.


" Sebelumnya saya mau bertanya apa disini pernah ada anak bernama Annara Ramadhita, diadopsi sekitar sebelas tahun yang lalu?"


Astari berpikir sebentar lalu dirinya ingat, " Iya Ara kami memanggilnya ada apa memang?"


" Apa Ara ada disini?"


Astari memandang Alen dengan tatapan yang sulit diartikan mungkin dia bingung, " Disini? Tidak sejak lima tahun terakhir Ara tidak kesini terakhir dia datang bersama papa adopsinya ketika masuk SMA, mungkin sekarang Ara sudah dewasa ya karena sudah lama tidak kesini?"


" Tunggu, maksudnya Ara kesini terakhir lima tahun lalu?" Dan dianggukan oleh Astari.


Jika lima tahun lalu Ara datang kemari lalu beberapa Minggu yang lalu ketika Ara izin tiga hari tidak masuk Ara kemana?


Singkat cerita, Alen sudahi bertandang ke panti asuhan dan memberikan sedikit donasi dari tabungan miliknya, Alen menghela nafas dengan kasar masih berpikir kemana Ara selama ini ditambah masalah beberapa hari lalu dirinya pergi dengan alasan ada urusan di panti, semua seolah berputar memenuhi pikiran Alen.


Ponsel berdering ada nama Axel memanggil disana.


" Napa bro?"


" Lo dimana? Bisa kita ketemuan?"


" Gw di luar kota, ada apa?"


" Ada yang mau gw omongin penting?"


" Penting? Soal?"


" Ara dan Sagara kakak Lo."


Wajah Alen memucat, dia langsung pergi menuju Jakarta niatnya tadi mau istirahat sebentar dan besok kembali apa lagi ini sudah malam namun karena penasaran Alen langsung melesat ke Jakarta dan sampai pukul tiga dini hari.


" Sorry bro gw ganggu Lo tapi ini penting banget." Axel memulai percakapan ketika Alen datang dengan wajah yang masih mengantuk.


" Gapapa, so apa yang mau Lo bilang?"


Axel mengeluarkan sebuah map coklat di dalam tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar kertas dan Axel menatap sebentar Alen.


" Sebelumnya sorry gw mengambil tindakan sepihak dimana gw mencari tahu masalah Lo yang kemaren soal ada hubungan apa nggak antara Ara dan kakak Lo Sagara dan meskipun Lo udah jelasin ke gw kalau cuma salah paham tapi jujur dari hati yang terdalam gw sama sekali nggak percaya sama apa yang dibilang kakak Lo itu dan gw memutuskan untuk mencari tahu lagi lebih dalam padahal Lo nggak nyuruh gw dan ya Lo tahu kan gw orangnya nggak mudah puas dan percaya apalagi rasanya ganjel banget hati gw."


Alen tahu bagaimana Axel seseorang yang tidak akan berhenti jika rasa penasarannya belum terpenuhi.


" Lalu?" Tanya Alen.


" Gw menemukan fakta yang mencengangkan, gw meretas cctv apartemen tempat Sagara dan juga ponsel Ara juga Sagara dan gw harap Lo jangan kaget."


Axel memberikan bukti percakapan mengenai perjanjian pertama dimana Ara diminta ke apartemen oleh seseorang bernama DS dan percakapan lainnya, Ara memang tidak pernah menyebutkan nama Sagara disana tapi percakapan antara kertas satu dengan yang lainnya memang cocok.


" Ini ponsel Ara dan ini ponsel kakak Lo.


Alen membacanya satu persatu, Alen masih berusaha berpikir positif mungkin ini hanya kebetulan saja.


" Ini."


" Bukan hal yang sulit buat gw yang memang biasa berkecimpung di dunia detektif buat meretas dan ini juga bukti transaksi selama tiga bulan terakhir dimana ada nominal besar dan beberapa kali dengan minimal sepuluh juta ke nomor rekening atas nama Annara Ramadhita, itu nama Ara bukan?"


Axel memberikan kertas dimana ada beberapa potong gambar dimana Ara dan Sagara melakukan hal tidak sen*n*h di area pantry apartemen yang memang akses cctv didapat dari ruang tamu satu garis lurus dengan pantry.


Sagara membola tak menyangka jika Ara dan Sagara melakukan hal itu.

__ADS_1


Tangan Alen terkepal dirinya marah dibohongi oleh Sagara.


" Tapi len, gw yakin Ara nggak mungkin melakukan hal kayak gini kalo nggak terpaksa."


" Maksud lo?"


" Kemungkinan Ara ada hubungan dengan Sagara sebagai pihak saling menguntungkan dilihat dari Ara yang selalu dapat uang dari kakak Lo dengan jumlah yang cukup besar."


" Gw masih nggak ngerti anj*Ng." Alen kesal merasa marah dan kecolongan.


" Maksud gw, Lo pernah cerita kalo Ara udah diusir dari keluarganya sedangkan dia bisa hidup dan kuliah, ya bisa aja Ara jadi peliharaan Sagara atau bahasa kerennya jadi sugar baby."


Alen masih menatap Axel tak percaya dengan yang dikatakan temannya itu sungguh Alen tak menyangka jika Ara akan melakukan hal menjijikan seperti itu.


" Dia bahkan bisa minta tolong sama gw, tapi apa? Dia nolak anj*Ng."


" Lo tahu seperti apa Ara ketimbang gw, tapi yang gw tahu, Ara bukan tipe benalu Lo ngerti lah maksud gw nah ini tinggal gimana Sagara ya aja yang menolong Ara dengan pamrih."


Alen mengerti apa maksud Axel.


-


Alen mendatangi kantor Sagara namun pria tersebut tidak ada, dan nomor ponsel Sagara tidak aktif atas inisiatif nya Alen datang ke apartemen yang kemarin didatangi Ara dan Sagara dengan menyebut nama Sagara dan hubungan keduanya, Alen bisa masuk ke lantai dimana unit Sagara berada.


Setelah mengucapkan terima kasih, Alen menekan bel, Sagara yang sedang meminum wine sambil sesekali meny*sap rokok ya dia membuka pintu dan hal pertama yang pertama dia dapatkan adalah pukulan yang cukup keras dan wajah Alen yang merah padam.


" Bajingan Lo Bangs*t Lo orang apa bukan hah?"


" Lo apaan sih?" Biasanya Sagara memanggil Alen dengan sebutan aku kamu dan saya tapi emosinya tidak stabil Sagara berkata demikian.


Alen melempar kertas yang dia dapat dari Axel, Sagara yang masih kesakitan memegang sudut bibirnya yang sedikit berdarah mengambil kertas yang diberikan oleh Alen tadi.


Mata Sagara membola, dia tak menyangka akhirnya Alen mengetahuinya ya sudahlah mungkin memang sudah waktunya Alen tahu mengenai hubungan Ara dan dirinya.


Sagara tersenyum miring, " Ya gw sama Ara ada hubungan atau lebih tepatnya dia udah jual diri ke gw buat biaya hidup dan kuliah."


Bagai petir disiang bolong Alen tak menyangka akan mendapatkan fakta yang mengejutkan, Alen ingin membuat Sagara mati tapi dia tidak mau menjadi pembunuh ada hal yang bisa dia lakukan untuk menyakiti Sagara.


Alen mendekati Sagara yang masih duduk itu dan membisikan sesuatu, " Mulai hari ini, Lo kehilangan Alen Darmawan sebagai adik Lo."


Tamat.


Yeay season satu sudah tamat, besok kita menuju season dua ya guys makasih yang udah like dan komen jangan lupa dong komen di setiap bab nya itu bikin aku sebagai author merasa dihargai gratis juga bukan?


Sampai ketemu dimana versi Ara yang lebih baik lagi, see you.


ini dia beberapa tokoh kita.



Sagara dan Ara.



Sagara, Alen, Ara dan Jeanista.




__ADS_1


abis nonton setelah berbaikan.


❤️❤️❤️


__ADS_2