Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 3 : Kisah singkat keluarga Darmawan.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 3


Seorang pria tengah fokus mengerjakan lembaran demi lembaran kertas sesekali menatap layar monitor yang berada di depannya. Dengan kacamata yang masih bertengger di wajahnya pria tersebut masih saja fokus dengan yang dikerjakan.


Suara pintu terdengar berbarengan dengan suara lengkingan wanita tentu saja pria itu kenal siapa yang datang, hanya mampu menghela nafas dengan kasar bahkan dalam hati merutuki Liam sang tangan kanan yang tak mampu menghentikan wanita ini masuk ke dalam ruangannya.


" Sagara sayang aku kangen."


Tak ada risih-risihnya dia langsung menggelayut manja di lengan Sagara yang masih saja acuh atas kedatangannya, Leona seolah tak merasakan hal tersebut.


Sagara hanya berdecak dengan wanita itu lalu menepiskan tangannya yang bergelayut mesra di lengan kekarnya.


" Kamu bisa gak bersikap normal?" Ucap Sagara ketus membuat Leona hanya mengerucutkan bib*rnya jika saja Sagara mencintai Leona sudah tentu Sagara akan merasa betapa menggemaskan yang Leona itu hanya saja Sagara saja enggan mengakui apalagi mencintai itu adalah daftar pertama di kamus Sagara yang mustahil dimilikinya pada Leona.


" Aku kan hanya kangen sama kamu, jalan aja sepertinya sudah lama sekali apalagi liburan bersama sepertinya nggak pernah deh gimana hubungan kita mau semakin maju kamu sendiri lebih sayang dengan pekerjaanmu."


Benar yang dikatakan Leona, Sagara jalan dengan Leona selama dua tahun diatur perjodohan konyol dengan papanya mungkin sekitar dua sampai tiga kali saja dalam setahun itu pun karena dipaksa maupun dijebak dengan alasan pertemuan bisnis sedangkan untuk sekedar liburan sama sekali tidak dia lakukan, baginya untuk sekarang ini lebih baik bekerja dan bekerja saja daripada harus repot mengurus manusia repot macam wanita.


" Sudah aku katakan, jika memang tidak suka dengan sikapku kepadamu, mundur bilang pada mereka jika kamu sudah tidak mau melanjutkan."


Sebenarnya Sagara sudah beberapa kali melayangkan protes untuk tidak melanjutkan perjodohan dengan Leona alasannya dia tidak suka ribet dengan yang namanya pernikahan yang kedua Leona itu adalah masalah baginya dan yang ketiga dia sudah nyaman sendiri.


Sikap dingin Sagara semakin menjadi setelah kehilangan Annara Ramadhita alias Ara, ya Ara sang sugar baby yang sudah menemaninya beberapa bulan itu secara tidak langsung mengubah seluruh kebiasaan buruknya dimulai dari suka ke diskotik ataupun sekedar jajan sembarangan dalam artian menyewa para wanita malam.

__ADS_1


Namun setelah Ara pergi, Sagara hancur kembali melakukan kebiasaan buruk minus menyewa wanita, hatinya hampa dan hancur ditambah kehilangan Alen, satu-satunya keluarga yang ada di dekatnya persetan dengan kedua orang tuanya yang sudah menemukan kebahagiaannya masing-masing kini Sagara kehilangan arah dan memilih menjadi seorang workaholic.


Tiga tahun berlalu setelah Ara pergi, papanya datang bersama salah satu kolega dan membawa anaknya, Jiandra Ariesta Hutagalung bersama anaknya Leona Ariesta Hutagalung bermaksud untuk menjodohkan dengan Sagara dan yang dilakukan oleh Sagara tentu saja penolakan.


" Apa-apaan papa mau jodohin aku sama manusia manja nggak guna itu, aku nggak mau dijodohin apalagi sampai menikah sama dia waktu yang aku kasih ke dia kelak bisa menjadi uang dalam nominal besar."


" Hidup itu bukan melulu materi Sagara, umurmu sudah lebih tiga puluh dan kebiasaan jajan sembarangan kamu juga sudah sedikit berkurang, saatnya kamu berumah tangga."


" Untuk apa berumah tangga jika pada akhirnya akan hancur dan menjadi sendiri? Apa tidak kasihan dengan nasib anak yang didapat? Tidak berkaca kah anda sehingga memberi wejangan yang seharusnya anda lempar ke diri anda sendiri?"


" Kami tidak ada pilihan lagi, mama kamu selingkuh karena papa sibuk dan papa juga sudah ada yang menggantikan mama apa salah?"


" Salah, yang salah Lo berdua harusnya udah tua bukan lebih baik malah makin menjadi, kalian itu harusnya sadar diri kalau mau memberi orang nasehat perbaiki diri kalian sendiri bukan malah dilimpahkan pada orang lain."


" Sejak kapan? Sejak kapan kita jadi anak kalian, sadarkah kalian apa yang sudah kalian kasih sejak dulu sama kita sebagai anak? Aku Alen kita tidak pernah merasakan yang namanya pangkuan kasih sayang seorang ayah dan ibu karena kalian hanya sibuk mengejar materi dan uang dan kalian hanya mementingkan diri kalian sendiri dengan apa yang kalian inginkan tanpa tahu apa kami rindu kalian atau nggak, materi saja nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan psikis seorang anak yang butuh kasih sayang orang tuanya."


" Oke soal itu papa minta maaf sebagai orang tua yang belum memberikan kebahagiaan tapi papa hanya mau yang terbaik." Ucap Darmawan lirih sudah kepalang oleh keluarga Hutagalung untuk mencoba perjodohan antara kedua anak mereka namun sepertinya Sagara enggan untuk menerimanya.


" Jika kamu tidak mau menjalankan perjodohan ini, maka aset yang selama ini papa berikan akan papa alihkan pada Alen."


Shitttttt… Darmawan tahu kelemahannya ada pada Alen, Alen sejak menyatakan perang dengan tidak menganggap dirinya sebagai kakak ataupun saudara, entah bagaimana ceritanya yang jelas dua tahun tak mendengarkan kabar darinya tiba-tiba dia keluar sebagai salah satu petinggi dari sebuah perusahaan digital advertising yang melayani beberapa iklan produk terkemuka bahkan bisa menduduki status UNICORN hanya dalam waktu singkat ya meskipun perusahaannya masih sangat jauh dari level miliknya namun tentu potensi yang didapatkan Alen bisa melampaui dirinya cepat ataupun lambat.


Sagara pernah mencoba mencari tahu namun sialnya tak bisa tembus.

__ADS_1


Ah mengenai Alen, dia sendiri menepati janjinya untuk tidak menganggap Sagara bahkan kedua orang tuanya keluarga, bahkan saat wisuda tiga tahu lalu Alen memilih wisuda bersama Jeanista, sebegitu marahnya Alen terhadap keluarga sehingga menutup seluruh akses ataupun segala sesuatunya. Pernah mamanya meminta bertemu dengan alasan rindu namun apa yang terjadi?


“ Orang lain seperti anda untuk apa meminta bertemu kepada saya yang hanya orang kecil?”


Hati Ariesta selaku mama kandung begitu terpukul namun dirinya sadar jika yang dilakukan Alen hanya bentuk sebuah protes saja dan Ariesta begitu yakin Alen akan berubah seperti semula namun rupanya hingga saat ini Alen masih menutup akses.


Sagara menatap tajam Darmawan, dirinya melempar apapun yang menyatakan rasa keberatan atas apa yang dikatakan Darmawan tentu saja dia tidak akan mau itu sampai terjadi.


“ Gw bisa aja keluar dari perusahaan ini dan bangkit dari nol tapi untuk menyerahkan perusahaan ini setelah gw bangun susah payah dan kasih ke anak ingusan yang nggak bisa bedain mana urusan penting mana nggak, gak sudi gw sampai kapanpun.”


“ Tapi adikmu itu punya potensi besar dan cukup meyakinkan melihat bagaimana dia membangun sebuah perusahaan bahkan beberapa relasi kita sudah mengakuinya, jadi papa rasa jika perusahaan ini papa kasih ke Alen mungkin bisa jauh lebih besar.”


Tangan Sagara mengepal kuat sial jika seperti ini mau tidak mau Sagara harus menuruti apa kemauan tua bangka itu, “ Oke gw mau tapi…” Ucapan Sagara menggantung dan Darmawan hanya mengangkat alisnya tanda bertanya.


“ Tapi?”


“ Kalau dia memilih mundur, jangan paksa kami.”


Dan seperti inilah kisahnya pada akhirnya Sagara memilih bertahan dengan Leona si anak manja keturunan tiongkok yang sangat manja karena anak perempuan sendiri di garis keturunan keluarga Hutagalung.


Sagara muak ketika bertemu dengannya karena selalu menuntut meminta ini dan itu padahal Sagara sendiri sibuk.


Satu misi yang sedang Sagara lakukan adalah mencoba membuat Leona memintanya mundur secara sepihak.

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2