
The power of kepepet.
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 23.
Alen baru saja sampai dari meeting dirinya terus saja memikirkan perkataan Dion jika Ara telah melahirkan anak dari Sagara.
Harusnya hal semacam ini tidaklah membuat Alen terkejut tahu bukan apa definisi dari sugar baby? Dimana Ara yang memenuhi kebutuhan biologis Sagara yang tentu saja pasti keduanya melakukan suatu hubungan lagipula Alen sendiri juga sudah melakukannya beberapa waktu lalu dengan Jean.
Tapi Alen hanya melakukannya satu malam meski berkali-kali menyemburkan bisa.
" Pak tadi Bu Jean kesini saya bilang bapak lagi nggak ada ditempat." Ucap Salina sang receptionist.
" Dia nggak bilang apapun?"
" Tidak pak."
Jujur saja Alen masih belum siap bertemu dengan Jean, pembahasan masalah dirinya adalah hal yang Alen sejak dulu hindari.
Hah…
Muak rasanya begitu muak tapi Alen penasaran seperti apa paras anak dari sahabatnya itu.
Mengutak-atik ponselnya mencari alamat Ara dalam waktu beberapa menit saja sebuah nama perumahan lengkap dengan alamatnya sudah didapat.
Alen langsung pulang, dia sudah tidak konsen bekerja untuk masalah pribadinya yang sudah lama tak ada perubahan ia kesampingkan dulu padahal Jean disana sedang harap-harap cemas lantaran maju dengan sendiri atau meminta pertanggungjawaban Alen, lagipula Alen kemarin kan bilang kalau dia mau menikahkan dirinya tapi gara-gara ulahnya dia sendiri malah menyebabkan jarak.
Sabtu jalan raya cukup padat apalagi malam Minggu, sampai di sebuah alamat di dalam perumahan tak besar tapi cukup nyaman definisi rumah Alen memarkirkan mobilnya dan mencoba masuk ke dalam pekarangan.
Ketukan pintu hingga tiga kali, muncul seorang wanita yang Alen kenal mengenakan pakaian rumahan.
" Alen."
Ara yang menerima tamu, dia terkejut Alen ada disini.
" Sorry gw ganggu gak?"
__ADS_1
Nggak mungkin juga Ara bilang mengganggu Sabtu santainya, gelengan kepala dia berikan sebagai jawaban dan mempersilahkan Alen masuk kedalam.
Alen memperhatikan rumah yang cukup sederhana dan didalamnya banyak perabotan yang mendefinisikan jika didalam punya anak kecil.
" Silahkan diminum."
Ara datang membawa minuman kaleng dan juga makanan kecil, Alen menerimanya sambil memperhatikan keadaan sekitar.
" Lo tinggal sendiri?"
" Mami.."
Belum sempat Ara jawab, Dewi dan Zayn baru saja datang dari minimarket membeli es krim karena Zayn memang sudah terbiasa makan es krim minimal sehari sekali.
Zayn memeluk Ara dan duduk di pangkuannya sedangkan Alen hanya terpaku benar-benar definisi Sagara junior yang ada di dalam diri anak kecil didepannya.
" Sayang sudah beli es krimnya?" Tanya Ara dengan lembut dan tentu saja Zayn menjawab dengan antusias," Sudah mami es krimnya enak banget rasa vanila Zayn suka."
Ara tertawa, " Zayn apa sih yang tidak suka rasa es krim? Mami rasa suka semua deh."
Saat keduanya sedang tertawa Zayn melihat pria asing di kursi lain, tawanya hilang diganti dengan rasa penasaran.
" Mami itu siapa?"
Ah Alen, dia lupa memperkenalkan Zayn pada Alen tapi bagaimana Ara memperkenalkan Zayn pada Alen?
" Em sayang kenalin ini uncle Alen dia… em dia…"
Entah sejak kapan Alen bangkit dari duduknya dan menghampiri Zayn dengan mensejajarkan tinggi Zayn.
" Hy boy, kenalin aku uncle Alen adik dari…" Alen menatap Ara seolah meminta kode Zayn memanggil Sagara apa, dan Ara yang paham langsung menjawab, " papi."
" Papi? Maksudnya papi punya adik ya mami?"
" Benar sayang nah uncle Alen ini adiknya papi."
__ADS_1
Zayn memandang Alen, Alen sendiri begitu berkaca-kaca ingatannya kembali ke masa lalu ketika keduanya berusia masih anak-anak sedang bermain bersama.
" Alen, itu di mata kamu ada pasir." Sagara memanggil adiknya yang masih sibuk bermain pasir di pantai dengan sekop dan ember.
" Mana kak.." Alen masih saja mencoba membersihkan matanya namun karena tangannya kotor dengan pasir maka bukannya bersih malah tambah kotor.
Sagara menghampiri Alen dan membersihkan wajah adiknya, mata keduanya saling bertemu dan Alen menatap manik Sagara begitu dalam.
Momen itu berhasil membuat Alen ingat bagaimana miripnya Zayn dengan sagara kakaknya, meski kesal dan marah dengannya tapi masa lalu keduanya yang selalu bersama membuat Alen begitu rindu masa lalu dengan kakaknya itu.
" Uncle nangis?"
Tak sadar air mata Alen jatuh di ujung mata, Alen mengerjap sial dia ketahuan menangis oleh keponakannya.
Sagara rencananya mau main malam nanti sekaligus ingin mengajak Zayn keluar makan malam agar Ara juga mau pergi dengannya quality time ala keluarga Cemara.
Sagara sudah siap, dia membawa beberapa camilan yang dia beli di supermarket sebelumnya karena Sagara sudah tahu jika anak nya begitu suka dengan vanila jadilah dia membelikan wafer rasa vanila dan juga beberapa camilan sehat.
Sedangkan untuk Ara, dia masih ingat jika Ara begitu menyukai coklat, dan Sagara memasukkan beberapa coklat untuk Ara.
Sagara sudah tampan meski masih ada memar-memar di wajahnya akibat ulah si brengsek Satria namun demi meluruskan niat untuk mengambil hati Ara dia melakukan ini semua.
Sagara sudah sampai di rumah Ara, namun dirinya memandang aneh sebuah mobil hitam bertengger manis di depan Ara.
" Apa si bajingan kecil itu datang?"
Sagara buru-buru keluar dan melihat rumah Ara tidak ditutup pintunya Sagara langsung masuk kedalam dia kira Satria yang datang namun rupanya…
suara tawa anak kecil dan suara yang sudah lama dirinya tidak dengar namun begitu hafal siapa pemilik suara tersebut.
Dua manik itu bertemu lagi setelah lima tahun tak berjumpa.
To be continued.
Maaf singkat ya malam ini dan besok masih riweh sama real life.
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idul Adha, taqabbalallahu Minna wa minkum bagi yang merayakan.