Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 16.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 16.


Ara baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan dia hari ini ingin pulang on time.


Tidak menggunakan ojek online namun busway karena hari masih sore Ara masuk kedalam halte dan berdesakkan dengan ratusan pengguna moda transportasi umum tersebut tapi tidak masalah karena Ara begitu menikmatinya.


Ara masih memikirkan ucapan Zayn mengenai teman lama Ara bernama Haris, sumpah demi apapun Ara ingat semua nama teman-temannya dan tak ada yang bernama Haris.


Apa mungkin dia menggunakan nama samaran? Batin Ara.


Tak sampai satu jam Ara sampai di halte dekat rumah naik ojek sebentar lalu sampai di rumah, Ara mengernyitkan dahinya ada mobil asing di depan rumahnya apakah ada tamu? Tapi siapa? Karena hanya Alen dan Satria yang tahu.


Ara melangkah masuk samar-samar mendengar suara tawa sang buah hati dengan seorang pria, Ara memberanikan diri masuk kedalam.


" Zayn."


Zayn sedang menyusun Lego dengan beberapa mainan dinosaurus yang dia miliki seperti membuat miniatur kota, perhatian Ara bukan kepada hasil karya sang anak melainkan pria yang membelakanginya menggunakan pakaian kantor sambil mengajak Zayn bicara dan sesekali tertawa, Ara kenal siluet pemilik tubuh itu.


Tidak, itu tidak mungkin.


Bagaimana bisa?


Ara panik bukan main, dia letakkan tas kantor dan langsung menghampiri Zayn yang masih sibuk bermain dengan pria itu dan keduanya menatap kelakuan Ara yang mendadak.


" Mami."


" Sayang are you okay? Kamu nggak apa-apa kan?" Ara mengecek tubuh sang anak dari atas sampai bawah sedang Zayn yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari maminya dibuat bingung.


" Mami.."


Ara menatap pria itu, " Kenapa anda lancang sekali masuk kedalam rumah orang?"


" Aku…." Pria itu Sagara yang belum beranjak dari main bersama Zayn dia merasa bermain dengan Zayn membuat hidupnya lebih damai dan rileks padahal Sagara tidak menyukai anak kecil tapi dengan anak ini justru berbeda.


" Kenapa? Belum puas anda mengganggu saya dimasa lalu? Jika yang anda inginkan adalah uang anda kembali akan saya usahakan secepatnya tapi saya mohon tolong jangan ganggu kehidupan saya yang sekarang saya hanya ingin berdamai."


Sagara tertawa miris dia bilang Sagara hanya ingin uangnya kembali? Bahkan kartu kreditnya saja dulu tak pernah digunakan oleh Ara.


" Mami kok begitu saja om Haris?"


Om Haris? Jadi benar dugaan Ara jika seseorang menyamar agar diterima dengan baik? Ara tertawa miris sekali.

__ADS_1


" Zayn tolong dengerin mami, Zayn masuk ke dalam kamar ya, mami mau bicara sama om ini."


" Mami, apa mami marah dengan om haris?" Tanya Zayn lirih dia masih ingat pesan Sagara untuk membantunya meminta maaf kepada Ara.


Ara yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari sang buah hati menatap Sagara dengan bingung bagaimana bisa Zayn berkata demikian?


" Kok Zayn bisa bilang begitu?"


" Mami pernah bilang kalau ada seseorang yang membuat kesalahan harus dimaafkan bukan? Apa itu tidak berlaku untuk om Haris? Om Haris hanya ingin maaf dari mami."


Ara tersenyum miris dia memang suka menasehati anaknya tapi malah menjadi bumerang ya sendiri.


" Zayn dengar mami sejarang Zayn masuk kedalam sama mbak Dewi nanti mami menyusul sekarang mami ingin bicara dengan om Sagara dulu ya."


" Om Sagara? Om Sagara itu siapa?"


Ah Ara lupa jika Sagara yang dikenal Zayn adalah Haris.


***"*


" Apa yang kamu lakukan sama putra saya? Apa kamu mencuci otak anak berusia 4 tahun yang tidak mengerti apa-apa? Bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Pasti kamu ada bicara aneh-aneh kan sama Zayn?"


Setelah berhasil menyuruh Zayn masuk kedalam Ara langsung menarik Sagara menuju taman depan rumah dengan menutup pintu agar yang didalam tidak mendengar.


" Jangan bohong, apa sih mau kamu?"


" Mau aku hanya satu aku hanya mau kamu memaafkan aku dan kembali seperti semula."


" Aku sudah memaafkanmu tapi untuk kembali seperti semula jangan harap."


" Sesulit itukah kau memaafkan kesalahanku dimasa lalu? Apakah tidak ada kesempatan kedua untukku?"


*****


Alen sedang mengerjakan beberapa pekerjaan karena pihak dari customer minta deadline secepatnya.


Jean datang membawa paper bag berisi kopi dan beberapa makanan.


" Sayang."


Alen menatap Jean dan berdiri merentangkan kedua tangannya yang sudah terbebas dari kemeja lengan panjang karena lengannya digulung hingga siku menyebabkan beberapa tato yang dimiliki di lengannya terlihat.

__ADS_1


" Kok kesini?"


" Sengaja, gimana urusan sama kak Ara apa sudah selesai?" Jean melepaskan pelukannya dan memberikan bawaannya kepada Alen.


" Ya, dia awalnya salah paham tapi sudah clear dan hati aku lega banget."


Jean tersenyum akhirnya bayang-bayang masa lalu Alen sudah usai, kini dia harus melakukan satu hal lagi untuk kekasihnya.


" Len."


" Hm." Alen menjawab dengan deheman karena sedang fokus dengan kopi dan camilan yang dibawa oleh Jean.


" Kamu beneran mau serius sama aku? Apa kamu mau menikah sama aku?"


" Kamu masih ragu akan keputusanku itu Jean?"


" Aku nggak ragu, tapi bisakah aku minta satu hal sama kamu?"


" Soal?"


Jean menghela nafas dengan kasar, " Kamu sudah berdamai dengan kak Ara bukan? Berarti kamu bisa berdamai dengan keluargamu sendiri atau kakakmu paling nggak?"


Senyum Alen menghilang dengan perkataan yang dilontarkan oleh Jean.


*****


" Bagaimana kamu mengizinkan orang lain masuk tanpa kamu tanya Dewi?"


Ara berhasil mengusir Sagara dengan dalih lelah dan Zayn sudah tertidur kini Ara mengintegrasi Dewi mengenai asal usul Zayn bertemu dengan Sagara.


" Maaf Bu tapi dia bilang beliau teman lama ibu."


" Dan kamu tidak bertanya kepada saya secara langsung mengenai kebenarannya?"


" Maaf Bu."


Ara menghela nafas, badan dan pikirannya sedang lelah jadi sensitif.


" Maaf wi, saya hanya khawatir dia jahat sama Zayn."


" Jadi pak Haris bukan teman ibu?"

__ADS_1


" Bukan, dan nama dia Sagara bukan Haris."


To be continued


__ADS_2