
Sugar Baby Kakak Sahabat part 32
" Jangan kamu kira papa tidak tahu apapun tentangmu Sagara, sering sewa wanita, sering ke klub malam, ketemu investor dan juga relasi tak pernah menolak dikasih service apa semudah itu kamu? Akan lebih baik kamu menikah, dengan orang yang jelas, bibit bebet bobot juga berkualitas dan juga apapun bisa kamu lakukan, kamu penerus perusahaan dan contoh untuk Alen, papa hanya mau kamu menikah dengan orang yang tepat hanya itu, ingat usiamu sudah pantas untuk menikah."
Sagara merasa lucu dengan yang dikatakan oleh papanya, ah memang pria itu selalu saja menghendaki keinginannya agar terealisasi tapi tentu saja kali ini dia akan menolak mentah-mentah.
" Aku memang akan menikah tapi dengan siapa anda tidak perlu repot-repot dan juga lebih baik anda urus diri anda sendiri ketimbang mengurus saya."
" Sagara."
" Mungkin jika rumah tangga kalian baik-baik saja akan aku pikirkan tapi ini rumah tangga kalian hancur dan kalian juga dijodohkan jangan paksa yang kami suka atau kalian akan kehilangan kami."
Kami yang dimaksud adalah Sagara dan Alen, kedua anak dari Darmawan.
" Papa tidak mau tahu, papa akan atur pertemuan kamu dengan anak dari keluarga Trenggono, dia salah satu pengusaha tambang batubara di Kalimantan dan dia juga berpotensi memiliki akses bisnis dan masa depan yang bagus."
Darmawan berdiri, Sagara marah dan emosi tangan terkepal hingga jarinya memutih.
" Sial*n, bangs*t orang macam apa lo."
Mood Sagara seketika hancur, dia butuh Ara tapi sadar anak itu pasti sedang ada kelas, Sagara segera keluar ingin ke kampus Ara masalah bertemu dengan Alen dia bisa beralasan ingin membahas pekerjaan.
Tap tap…
Sagara seperti biasa akan memasang wajah datar, hanya Ara yang tahu senyum dan mes*mnya, Sagara bicara pada asistennya jika ia ingin keluar dan kemungkinan tidak kembali, pekerjaan diserahkan kepada Liam, asisten pribadinya.
" Jika penting email saja dokumennya."
" Baik pak."
__ADS_1
Karena Sagara tak memiliki pertemuan dengan klien jadi dia bisa bersantai.
Saat hendak mampir ke minimarket ingin membeli coklat, dan beberapa minuman kaleng juga beberapa camilan rencananya Sagara ingin menonton film Netflix di apartemennya, namun tak sengaja bertemu dengan seseorang dimasa lalu yang membuatnya kesal dan marah.
Rival baik di sekolah, kampus dan juga kehidupan pribadi.
Rengganis, pria yang sejak dulu menganggap Sagara adalah rival padahal Sagara sendiri tak pernah menganggapnya demikian hanya karena sering dibandingkan oleh kedua orang tuanya, Rengganis begitu membenci Sagara sehingga apapun yang Sagara inginkan selalu direbut oleh Rengganis seperti Saphira, kekasihnya sejak kuliah di bangku semester akhir di luar negeri, Sagara bertemu Saphira dan memutuskan untuk menjalin hubungan, namun ketika Sagara ingin melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius, Saphira affair dengan Rengganis dengan alasan Sagara yang baru merintis usaha milik sang ayah terlalu sibuk sehingga Rengganis yang memang memiliki kelicikan dengan senang hati dan mudah masuk ke dalam hidup Saphira bahkan hingga Saphira dinyatakan hamil.
Sagara kala itu marah dan murka, kerjaannya hanya mabuk dan bermain dengan wanita sewaan hingga pada suatu hari papanya menasehati dan cukup diterima Sagara hingga menjadikannya seorang workaholic.
Rengganis merangkul mesra wanita disampingnya sambil tersenyum remeh sedang Sagara mengepalkan kedua tangannya sial ada apa dengan hari ini bertemu dengan Saphira yang memang sudah menjadi istri dari Rengganis.
" Wah sayang, hari ini ketemu mantan terindah apa ada pesan-pesan atau say hello dulu? Wah kayaknya dia belum move on dari kamu deh sayang masa udah tahunan berlalu masih saja sendiri truk aja punya gandengan."
Saphira menatap Sagara dengan tatapan sendu, wajah Saphira terlihat lebih kurus dan pucat.
Sagara tersenyum remeh, " Sampah ketemu sampah emang cocok."
Senyum remeh Rengganis berubah menjadi tatapan tajam, " Maksud omongan Lo apa?"
" Anak pintar dan licik kayak Lo pasti paham lah apa maksud gw."
" Gw emang kalah soal bisnis dan prestasi tapi gw berhasil dalam urusan cinta."
" Oh ya? Tapi gw yang liatnya justru Lo itu fail di segala hal, bahkan perihal wanita aja Lo kalah, cocok Lo jadi pebinor saran gw daripada Lo belajar bisnis nggak ada guna, mending Lo jadi aktor aja atau jadi simpanan tante-tante pasti Lo bakal hidup."
Rengganis tersulut dia ingin menghajar Sagara namun ditahan oleh Saphira, " Ganis, udah jangan cari masalah ini tempat umum."
Rengganis mendengus, " Untung istri tercinta gw tau apa yang harus gw lakukan nggak kayak Lo sendiri dalam keheningan tanpa kehangatan, ayo sayang kasian Chilo dirumah nanti nyariin kita."
__ADS_1
Keduanya pergi, Sagara tebak Chilo adalah nama anak mereka, Sagara menang lagi kali ini tapi emosinya belum reda, segera Sagara bayar ke kasir dan pergi ke kampus Ara.
Sampai di kampus, Sagara mengenakan kacamata hitamnya, dirinya jadi pusat perhatian semua mahasiswa ada yang jalan terlalu fokus sama pesona Sagara sehingga mahasiswa tersebut menabrak pohon, ada juga yang menabrak temannya, ada yang gigit jari dan ada juga yang masuk ke kolam kampus.
Sagara tak peduli dengan yang dilakukan mereka, sudah biasa menjadi pusat perhatian, dengan gayanya yang cool Sagara masuk mencari fakultas management dimana Ara menempuh pendidikan.
Sagara mencari hampir sekitar 15 menit namun belum bertemu, dia bertanya kepada salah satu mahasiswa tapi bukannya dijawab malah terpesona pacarnya yang ada di sebelahnya kesal dan meninggalkan kekasihnya yang masih fokus pada Sagara.
Sagara masih mencoba mencari sampai sosok yang sedari tadi dia cari sedang bersama dengan seorang pria yang beberapa waktu lalu dia lihat sedang bersama wanitanya, Ara dan kini posisinya sama.
Ara dan pria yang Sagara rasa dia tertarik dengan Ara, entah siapa namanya yang jelas dia rival Sagara, dia ingin mendapatkan Ara-nya.
What the h*ll ada apa hari ini, Sagara kesal melihat Ara bersama pria jangankan bersama yang tak dikenal dengan Alen saja Sagara benci.
Ini hari tidak baik, emosi Sagara sudah mencapai puncaknya siap untuk meluncur bebas, Sagara naik pitam dan menghampiri keduanya dengan emosi menggebu.
" Maaf kita nggak saling kenal."
Sayup-sayup Sagara dengar yang dikatakan oleh Ara namun pria itu tetap saja mengajak Ara bicara, sepertinya sedang mengajaknya pergi.
Ketika tangan Ara ingin diraih pria tersebut, Sagara dengan sigap menarik tangan Ara terlebih dahulu, menatap tajam pria yang ternyata bernama Satria bisa dilihat dari jaket himpunan yang dikenakan ingat nama itu dirinya akan blacklist dari hidup Ara.
Sedangkan Ara, ia merasa hari ini harus meluluhkan singa jantan yang tengah menatapnya dengan tajam, Ara kesulitan menelan salivanya dan sepertinya Ara harus melakukan sesuatu untuk meluluhkan Sagara.
Tidak tahu saja sebuah bencana akan datang tak lama lagi.
To be continued.
maap ya baru up, othornya ketiduran tadi belum selesai ngetiknya oke siap-siap buat hal yang menegangkan genks....
__ADS_1