Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 35 : Mencari keberadaan Ara.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat part 35.


Sagara baru saja tiba di apartemen X, dengan senyum mengembang dirinya berjalan menuju unit miliknya dia bahkan sempatkan diri mampir ke makanan cepat saji melalui drive thru karena yakin Ara pasti belum makan.


Lagi-lagi perasaan bersalah masuk ke relung hatinya, Sagara sadar jika permintaan maafnya kali ini akan sedikit lebih sulit apalagi ingat jika dirinya menyiksa Ara dengan begitu k*jamnya.


Sagara memasukkan kode apartemen dan masuk kedalam, ruang tamu memang tidak ada yang berubah karena Sagara menggunakan kamar miliknya untuk bersenang-senang dengan Ara, dia langsung menyalakan lampu dan masuk menuju kamar miliknya.


Ceklek…


Suasana kamar gelap, Sagara menyalakan lampu sambil sesekali memanggil nama Ara.


" Ara, ini aku bawa makanan."


Lampu dinyalakan hanya saja tak ada orang, Sagara menaikan satu alisnya, meletakkan hadiah dan juga makanan di nakas samping ranjang, Sagara menuju walk in closet dan kamar mandi namun tidak ada.


Balkon yang masih tertutup pun dia buka namun nihil tidak ada.


Ponsel diambilnya dari saku mengecek GPS yang sengaja ia pasang di ponsel Ara namun tidak diketahui oleh pemiliknya Ara tak jauh dari titik dimana apartemennya berada.


" Mungkin dia baru saja keluar."


Tak ada pikiran Ara kabur atau apapun yang jelas Sagara seger melangkah menuju titik tersebut hanya sekitar 3 kilometer saja namun naasnya tak ada Ara disana.


" Titiknya sudah benar."


Ketika dihubungi nomornya, disana ada ponsel Ara bergetar dengan nama DS di layar sudah dipastikan itu kontak nama dirinya yang digunakan Ara.


" Loh kok ponselnya disini?"


Firasat Sagara benar-benar tidak enak, wajahnya sedikit memucat tidak mungkin bukan Ara kabur? Namun Sagara bergegas masuk ke dalam mobil mencari Ara di sekitar sana mungkin belum jauh.


" Kamu mau macam-macam sama aku Ra? Padahal aku mau minta maaf."


Menyusuri jalan sampai dimana kost Ara berada, sebenarnya dia tahu jika Ara sudah diminta keluar dari sana beberapa waktu lalu olehnya dan dituruti oleh Ara namun mencoba tidak ada salahnya bukan? Dia parkiran mobil sedikit jauh dari bangunan kost karena tidak ada lahan parkir memang, Sagara masuk kedalam disana banyak muda-mudi yang sedang nongkrong.


" Sorry yang kost dikamar ini ada gak?"


" Ara?" Tanya salah satu pemuda dan dianggukan oleh Sagara.


" Kayaknya udah lama keluar mas."


" Apa ini masih kosong?" Sagara berusaha agar dia bisa masuk dan memastikannya sendiri.


" Kosong."


" Kalau begitu bisa saya pinjam kunci kamar ini, emm kebetulan barang saya dibawa sama Ara dan mungkin ketinggalan."


" Penting mas?"


" Iya dokumen kerja." Jawab asal Sagara.


" Yaudah ketemu sama pak Narto saja ada dirumah ya tuh yang itu rumahnya." Ucap salah satu pemuda menunjukan sebuah bangunan yang diyakini adalah tempat tinggalnya.


Sagara bergegas menuju bangunan yang dimaksud dan kebetulan pak Narto ada, ditemani Sagara masuk kedalam kost bekas Ara kemarin namun nihil kosong dan sudah bersih.

__ADS_1


Sagara memberikan beberapa lembar uang sebagai ucapan terimakasih, Sagara masuk ke dalam mobil, dia mencari nomor Alen disana.


" Tumben Lo inget gw."


" Lo lagi sama Ara?"


" Nggak udah beberapa hari ini gw nggak ketemu Ara belum tuker kabar juga udah beberapa hari, ada apa?"


" Nggak papa, yaudah gw tutup."


Sagara frustasi dimana Ara berada, " Ara awas kamu ya kamu nggak akan bisa pergi dari aku."


-


Alen sendiri bingung kenapa Sagara bertanya soal Ara padahal biasanya tidak.


" Kemana Ara? Apa ini sol kerjaan?"


Alen menghubungi nomor Ara namun mati karena Sagara sengaja mematikan ponsel Ara tadi.


" Mati, kemana dia?"


Rasa khawatir masuk ke dalam dirinya hanya saja posisinya Alen sedang part time, dia harus profesional nanti setelah pulang dia coba ke kost Ara, memang Alen belum tahu jika Ara sudah keluar dari kost.


-


Sagara memutuskan untuk ke club' milik sahabatnya Dion sudah lama sekali dia tidak ke tempat laknat itu setelah kenal dengan Ara dan jujur saja Ara membawa banyak perubahan lebih baik dari sebelumnya.


Masuk ke dalam, hingar bingar dunia malam langsung tersaji di sana, ada yang sudah tipsy ada juga yang sedang berbuat mes*m dan banyak wanita yang mengenakan pakaian kurang bahan.


" Satu sloki Vodka."


" Bos besar tumben datang kesini, baby lagi pms?"


Sagara tidak menjawab dia lebih memilih menikmati slokinya dan mencoba berpikir dimana Ara sekarang.


Sedangkan wanita yang dicarinya tengah histeris, ketika sadar Ara langsung berontak dan minta dilepaskan nama Sagara didominasi olehnya.


" Ampun mas Sagara jangan sakiti aku, aku minta maaf aku tidak melakukan kesalahan apapun."


Satria yang mendengarkannya merasa pilu dengan yang terjadi pada Ara, dia mencoba memeluknya namun justru Ara menolaknya, mau tidak mau dia memanggil Kalia lagi namun sekaligus meminta salah satu perawat untuk menjaganya.


" Kita harus bawa dia ke rumah sakit."


" Gw nggak mau, dia pasti nggak aman bagaimana kalau si brengsek itu nemuin Ara?"


" Gw bisa jamin masalah itu."


Akhirnya setelah mendapatkan suntikan penenang, Ara dibawa kerumah sakit dan diletakkan di poli kejiwaan, kebetulan dokter dikenal baik oleh Kalia jadi Kalia bisa memintanya datang dalam kondisi darurat.


" Dia korban kekeras*n s*ksu*l Septi."


" Bagaimana bisa?"


" Kekasihnya yang melakukannya untuk alasan aku tidak tahu."

__ADS_1


Kalia hanya menyampaikan hal demikian karena Satria juga belum tahu pasti seperti apa hubungan yang dijalani oleh Sagara dan Ara, namun yang pasti keduanya memiliki hubungan spesial dilihat dari bagaimana Ara menuruti apa yang diinginkan oleh Sagara.


Satria cemas menunggu diluar, dia sudah mencari tahu seperti apa Sagara itu dari orang terpercaya.


Masalah ponsel, Satria sengaja membuangnya karena curiga jika Sagara memasang penyadap atau GPS jadi menghindari kontak dan masalah dompet, Satria menyimpannya di tempat aman.


" Gimana?" Tanya Satria ketika Kalia sudah keluar.


" Dia trauma dan sementara akan disini hingga pulih dari kacamata temanku bilang traumanya bisa cepat hilang hanya saja butuh waktu dan untuk saat ini pria dilarang masuk karena sepertinya ini salah satu alasan Ara histeris dan ya jika sudah bisa diajak bicara kita akan cari tahu, ini termasuk kejahatan apa kamu mau lapor polisi?"


Satria sudah memikirkan hal ini dengan matang, " Nggak tapi akan aku pastikan bajingan itu nggak akan bisa lihat Ara lagi."


" Bagaimana dengan keluarganya?"


Satria menatap Kalia, " Dia anak yatim-piatu."


-


Alen sudah berada di kost, dan ya sama seperti Sagara tadi jika Alen tidak menemukan Ara bahkan baru tahu jika Ara sudah tidak tinggal disana.


Alen melaju ke tempat Sita dan lagi-lagi Alen tak mendapatkan informasi apapun karena Sita terakhir bertemu beberapa Minggu lalu, Alen menepi sebentar di trotoar untuk menikmati benda nikotin miliknya, sudah jam dua pagi namun kota seperti Jakarta memang tidak pernah sepi.


" Lo benar-benar sudah nggak anggap gw Ra."


Dirinya merasa kecewa dengan temannya namun dominan dengan diri sendiri andaikan ketika putus dengan Shandy tak dia jadikan alasan mungkin saja Ara masih berada disisinya karena jujur pasca kejadian itu Ara jadi berubah mungkin Ara juga lelah karena selalu dijadikan alasan dan berakhir dengan bullying dari para mantannya.


Alen menyesal namun apa daya sudah terlanjur juga, Alen akan mencoba menunggu beberapa hari lagi nanti untuk bertanya kabar Ara lagi mungkin saja seperti hal kemarin jika Ara hanya sedang ada keperluan beberapa hari.


Namun beberapa waktu kemudian sudah lebih dari seminggu Ara tidak masuk bahkan para teman kelas dan juga dosen serta dekan bertanya soal keberadaan Ara yang sudah satu Minggu absen dari kelas, hal ini membuat Alen sedikit cemas.


" Lo kemana si ra?"


Alen memutuskan untuk menyambangi rumah Dian, dia ingin memastikan apakah Ara ada atau tidak.


Rumah tersebut, rumah dimana dulu Alen sering menghabiskan waktu ketika masih sekolah dulu, rumah yang sudah dianggap rumah kedua baginya karena Dian memang bekerja juga sedangkan dirumah dulu hanya ada Ara saja yang mengurus rumah. Masih sama seperti dulu hanya saja suasananya sudah berubah apalagi setelah Aditama sudah tidak ada.


Dia mencoba menekan bel rumah, Dian keluar dengan bersedekap dada, " Mau apa lagi kamu kesini?"


" Dimana Ara?"


Dian tersenyum remeh, " Mana saya tahu kamu sudah saya beritahu bukan jika Ara sudah saya usir?"


" Kalau begitu beritahu alamat panti Ara."


" Untuk apa? Nggak ada untungnya untuk saya kan?"


Alen tersenyum remeh, " Kalau anda tidak memberikan alamat itu, saya pastikan restoran anda akan hancur dan ratingnya langsung merosot."


Wajah Dian berubah dia menjadi sedikit emosi, "Anak kecil tahu apa kamu?"


" Jaringan dunia cyber itu jauh lebih kejam Tante dari omongan tetangga."


Tangan Dian mengepal kuat, dia masuk kedalam dan membawa catatan kecil mendiang suaminya, " Kamu bawa ini jauh-jauh, jangan pernah cari anak sialan itu disini lagi kamu mengerti." Pintu dibanting oleh Dian dan Alen membaca catatan tadi, sebuah alamat yang terdapat di daerah Bandung dan besok dia akan datang kesana.


To be continued.

__ADS_1


Sebentar lagi tamat untuk season satu, tapi aku lanjut season dua disini.


Dan isi dari season dua itu adalah kehidupan Ara setelah beberapa tahun silam apakah dia akan bersama Satria, atau Alen, atau kembali ke Sagara, clue-nya adalah aku suka banget sama karakter pria bucin.


__ADS_2