Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 7 : Tak dianggap.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat - Part 7


Ara selamat dari pertanyaan jebakan Alen setelah pria tersebut menerima panggilan telepon bahkan meminta maaf berkali-kali karena tidak bisa mengantarkan pulang. Sedangkan Alen begitu bahagia akhirnya setelah beberapa tahun kedua orang tuanya tak kembali kerumah kini mendengar kabar jika kedua orang tuanya sudah berada dirumah dan kembali Alen tak menyia nyiakan waktu untuk bergegas ke rumah.


Senyum bahagia begitu terpancar bahkan sampai rumah Alen bergegas turun sedikit berlari tak sabar melihat mama papanya menyambut hangat mengatakan aku rindu kamu Alen ah rasanya sudah tidak sabar lagi.


Sampai di ruang tamu, sosok yang dicari ada hanya saja ada keanehan, mama dan papanya duduk dengan jarak yang sedikit berjauhan dan diseberang sana sudah ada Sagara yang menatap ke arahnya sepertinya memang Alen kehadiran yang ditunggu.


“ Mama, Papa Alen kangen.”


Saat Alen ingin menghampiri Tania dan Rudi, Sagara berdehem membuat Alen menghentikan keinginannya memeluk kedua orang tuanya.


“ Duduk Len.”


Alen yang sedikit bingung akhirnya duduk mengikuti titah sang kakak dan menatap semua orang yang ada, keadaannya menegang namun Alen masih berusaha berpikir positif.


“ Alen, ada yang mau mama dan papa sampaikan, sebelumnya kami minta maaf karena kami mengganggu aktivitas kamu diluar sana, kami datang kesini ingin memberitahu jika mama dan papa sebenarnya sudah resmi bercerai sekitar dua tahun yang lalu.”


Alen yang tersenyum senang mendengar perkataan Rudi sang ayah mendadak mengubah raut wajahnya menjadi tegang, apa ini kenapa ekspektasinya berseberangan dengan realita?


“ Apa ini? maksudnya apa ini? kalian ngeprank aku ya.”


“ Kami bicara sesuai fakta Alen, kami memutuskan berpisah sejak dua tahun lalu, dan salah satu alasan kami tidak pulang dua tahun terakhir karena itu, kami masih mencari waktu untuk menjelaskan ke kamu sedangkan Sagara memang sudah tahu sebelumnya.”


Wah, fakta yang sangat mengejutkan, proud of family Darmawan, yang semua orang nilai keluarga harmonis dengan anak begitu baik dan penurut nyatanya hanya kamuflase semata. Kecewa? tentu saja sangat amat hanya saja masih Alen tahan ingin tahu alasan pastinya semuanya melakukan hal ini.

__ADS_1


“ Kenapa? Apa salah aku? Jadi selama ini kalian anggap aku apa nggak ada atau memang tidak diinginkan? Wah mengejutkan, yang gw kira kalian sama memiliki kerinduan yang sama besarnya kaya gw rupanya hanya menganggap gw nggak ada ck.”


“ Alen jaga bicaramu.” Sagara menegur keras sang adik.


“ Wah, pahlawan kesiangan bertindak, gila-gila.” Alen menepuk kedua tangannya sambil tertawa, tertawa hambar dan menahan sakit, ketiga orang dewasa tersebut cukup mengerti air muka Alen namun mau bagaimana lagi kedua orang tuanya sudah tidak bisa bertahan dan jalan yang dipilih adalah perpisahan.


Sagara masih melihat sang adik, belum memberikan apapun untuk meredakan amarahnya karena bagi Sagara yang Alen lakukan masih diatas normal.


“ Astaga, kalian itu benar-benar pemain yang luar biasa, Lo kak gw anggap lo itu bisa jagain gw bahkan gantiin posisi nyokap bokap tapi tahu lo nyimpen kebohongan yang luar biasa entahlah apa gw bisa percaya lagi sama lo.”


“ Dan lo berdua yang ngakunya adalah kedua orang tua gw, selamat kalian kehilangan seorang putra bernama Alen Kusuma Darmawan.”


Alen pergi meninggalkan Sagara, Tania dan juga Rudi, ketiganya berdiri ingin mengejar Alen namun rupanya Alen sudah tak terlihat bersama dengan mobilnya.


“ Gimana Sagara?” Tanya Tania pada putra sulungnya.


Tahu bagaimana sang adik bercerita merindukan kumpul keluarga bersama mama dan papanya, merindukan mamanya yang membacakan dongeng bahkan inner childnya Alen keluar menginginkan hal-hal yang dulu ketika kecil dirasakan namun harus pupus dengan berita perceraian kedua orang tuanya.


Alasan kuat Sagara yang tak memberitahu kedua orang tuanya bercerai.


sedangkan Alen memasukan mobilnya sekencang mungkin bahkan sesekali mengumpat dan berkata kasar seolah mengeluarkan isi hatinya.


Tak lama, tiba di sebuah danau yang selalu dikunjungi Alen ketika ingin sendiri, di dekat sekolah menengah atas dulu yang menemukan dirinya bersama Ara yang sedang bolos sekolah karena belum mengerjakan tugas kimia dengan guru super killer, kini dia jadikan tempat ternyaman untuk menyendiri.


Alen mengeluarkan bungkus rokok yang sudah lama tak disentuh, hanya sesekali dikala suntuk dengan suasana hatinya, menyesap dan merasakan sensasi barang bernikotin tersebut dengan tenang, bahkan sudah yang ketiga dibakarnya rokok tersebut.

__ADS_1


Alen mengambil ponsel sambil menggigit rokok tersebut di sela bibir merahnya, mencari nomor Ara yang memang disematkan di aplikasi hijaunya, tak lama suara yang sangat dirindukannya menjawab, “ Hallo..”


“ Ara….”


Ara yang memang baru saja membawa barang-barang yang dititipkan sementara di kost Sita pun bergegas menuju tempat dimana Alen berada, mengenakan hoodie miliknya Ara bergegas pergi namun sebuah pesan masuk dari Sagara.


Sagara : Kamu lagi sama Alen? kalo ya, tolong jaga dia pikirannya sedang kacau jika perlu tunda saja pertemuan kita malam nanti, aku akan tunggu sampai Alen selesai dengan kamu.


Ara tak mengerti, mungkin setelah bertemu dengan Alen dia baru menemukan jawabannya, Ara bergegas pergi menuju tempat Alen berada setelah Ara membalas pesan Sagara. Tak memerlukan waktu yang lama, Ara sampai di danau dekat sekolahnya dulu, mobil Alen terlihat di sana entah dimana orangnya.


Ara jalan dengan perlahan, melihat Alen tengah merokok sambil menatap kosong ke arah depan, Ara langsung duduk disebelah Alen dan menyandarkan kepalanya di bahu kokok Alen. Keduanya terdiam, tak mengeluarkan suara satu sama lain hingga Alen menghabiskan rokok terakhirnya, Alen menegakkan tubuhnya dan menatap Ara dengan sendu.


Alen memeluk Ara sambil menangis, mengeluarkan apa yang tak dapat dikeluarkan di depan keluarganya, bersama Ara, Alen menjadi dirinya sendiri mengekspresikan apapun yang tengah dirasakannya, sedang Ara dia membalas pelukan Alen memeluknya dengan erat seolah memberi kekuatan jika semuanya akan baik-baik saja.


“ Ra..”


“ Ssstt.. Nggak ada larangan cowok nggak boleh nangis, sekarang kamu bisa nangis sepuasnya keluarkan semuanya dan janji setelah ini semua akan kembali baik-baik saja menjadi Alen yang seperti sedia kala hmmm.”


Alen kembali menangis, terisak dan meracau bahkan sesekali mengumpat dan Ara tak mempermasalahkan itu, dia tahu betul karakter Alen memang seperti itu, disaksikan sebuah danau, dua insan tersebut menguatkan satu sama lain.


Setelah tenang, Alen menatap sendu ke arah Ara yang masih menatap ke arah danau, tak tahan bertatapan lama dengan Alen yang notaben adalah cinta pertamanya.


" Ra."


Merasa namanya dipanggil Ara menatap kearah Alen dan disitu Ara tahu jika Alen sudah siap untuk bercerita.

__ADS_1


" Gw, resmi jadi anak keluarga broken home."


To be continued.


__ADS_2