
Sugar Baby Kakak Sahabat part 15.
Hari ini mata kuliah Ara sudah selesai, sedari tadi pesan tak henti-hentinya masuk dari Alen yang menjelaskan jika dirinya tidak ada hubungan apa-apa dengan Jean, padahal ada hubungan atau tidak itu bukan urusan Ara toh itu hidupnya Alen.
pesan lain masuk dari beberapa grup kampus yang dirinya ikuti, sejak kejadian pelabrakan dari Shandy, ada banyak simpati dan juga memberi dukungan dengan mentag nama Ara karena disini memang posisi Ara hanya korban, namun ada beberapa yang playing victim dengan berkata jika Ara suka kegenitan dan keganjenan dengan Alen sehingga Alen mengabaikan para kekasihnya dan Ara rasa mungkin itu para circle dari sang mantan Alen namun lagi-lagi Ara tak peduli akan ocehan mereka semua.
Satu hal pesan yang membuat Ara tertarik, dari DS alias Sagara jika dirinya harus lembur malam ini dan tak perlu datang ke apartemen, jujur ini kali pertama Ara disuruh untuk tidak datang ke apartamen diluar periode karena memang Ara jika sedang periode tidak bisa diajak iya-iya.
Ara memutuskan untuk pulang saja dengan ojol yang belum lama ini diisi oleh Sagara sebesar satu juta, kadang Ara bingung dengan Sagara yang selalu melimpahkannya dengan materi namun kalau ditolak yang ada Sugar Daddynya itu yang ada malah marah jadi ya terima saja.
Pesan terakhir datang dari Sita yang menanyakan kabar karena dia tidak masuk hari ini lelah diajak iya-iya oleh Sugar Daddynya yang baru, fyi Sita bercerita beberapa hari lalu jika istri dari daddy lamanya mengikuti suaminya ketika mengajaknya check-in di sebuah hotel sehingga insiden penggerebekan pun terjadi, beruntung Sita tidak dibawa ke jalur polisi hanya menjadi samsak tinju dan berakhir biru-biru tapi tak masalah toh dia terima uang ganti rugi karena hal tersebut.
Ara memutuskan membeli nasi padang yang ada didekat kost, dilihat warung tak terlalu ramai karena memang jam makan siang sudah selesai, saat selesai dengan pesanannya dirinya dipanggil seseorang.
“ Ra.”
Itu Azka anak pemilik kost yang ditempati Ara.
“ Hai, beli makan juga?” tanya Ara berbasa-basi.
“ Iya nih biasa masakannya nggak cocok.” Ara hanya tersenyum menanggapi yang dikatakan oleh Azka namun ucapan Azka cukup mengusik.
__ADS_1
“ Sejak masuk kuliah, gw sering lihat Alen datang ke kost lo tapi nggak pernah ada lo nya, dan gw denger dari dia lo emang sering nginep ke tempat Sita?”
Aduh masalah yang beberapa hari lalu ditanya oleh Alen, Ara kira sudah tak ada yang menyinggungnya lagi rupanya.
“ Iya.”
“ Lo tahu kan kabar yang beredar kalo dia itu anak nggak bener?”
Ara tak menjawab, toh kalaupun memang benar bukankah Ara juga anak yang nggak bener dengan menjual tubuh serta keperawanannya demi uang untuk bertahan hidup?
Ara tak menjawab dan Azka paham jika dia tidak mau menjelekkan temannya itu, “ Gw cuma mau bilang lo hati-hati aja sama Sita, temenan boleh sama siapa aja asal nggak terjebak ke lubang yang sama, gw rasa Alen cuma khawatir aja sama lo, dan gw rasa dia juga ada rasa sama lo, Alen anak baik cuma caranya dia cari pelarian aja yang salah sampe jiwa playboy yang suka mainin perasaan cewek melekat di diri lo, cuma lo yang bisa mengubah dia, gw duluan ya.”
Ara masih memikirkan yang dikatakan oleh Azka, Ara tertawa miris bahkan sampai mengeluarkan air matanya, “ Aku juga sudah jatuh kelubang yang sama dengan Sita hanya bedanya aku melakukannya secara sukarela.”
Alen akhirnya menuju kantor freelance design kantor milik tante dari Jean, dia melamar kerja dengan persyaratan seadanya toh dia sudah menjelaskan jika dia hanya mencari part time dan Jean bilang kantor tantenya bernama Raisa itu katanya sedang membutuhkan orang yang bisa bekerja malam dan alhasil Alen diterima.
“ Wah bisa sering-sering gw ke kantor tante gw kalau lo diterima disini.”
Alen berdecak, “ Ga Usah macem-macem, urusan gw buat jelasin sama Ara aja belum beres soal omongan lo kemaren.”
“ Kenapa? kak Ara nya aja nggak masalah.”
__ADS_1
“ Ara gak masalah tapi gw yang masalah.”
“ Yaelah lagian gw tuh jujur aja suka banget sama kak Ara secara dia itu wanita kuat banget wanita kuat yang baru kali ini gw temui, jujur aja kalau gw jadidia udah gw bawa kasus kemarin ke jalur hukum nggak peduli lo sahabat gw atau bukan.”
Sagara pun mereka bilang gitu kemarin, jika sudah begini rasanya Alen ingin sungkem sama Ara dan meminta Ara untuk tetap disampingnya.
“ Lo dimana? gw mau ketemu.”
Namun hingga satu jam Ara tak menjawabnya karena Ara tengah tertidur di kost dan baru terbangun sekitar jam 3 sore, perutnya lapar karena melewatkan makan siang dan sarapan, alhasil Ara memakan nasi padang yang tadi siang dibeli lalu bergegas mandi.
“ mumpung libur apa aku ketaman menteng saja ya.”
Lumayan dirinya ingin melihat jajanan kuliner di sana nanti apalagi Sagara menyuruhnya untuk libur, auto mencari aplikasi online untuk memesan ojek tanpa mengecek pesan, setelah itu langsung pergi keluar namun saat Ara ingin keluar di depan pintu sudah ada sosok yang cukup membuatnya terkejut.
“ Mas Sagara.”
To be continued
catatan othor.
__ADS_1
bab 13 masih review ya, dan hari ini mohon maaf satu bab dulu othor belum siapin tabungan 😂😂.
mood gonjang-ganjing karena masih pending itu bab 13.