
Sugar Baby Kakak Sahabat season 2 part 42.
Entah sudah berapa lama Ara tertidur, dirinya mengerjap tidurnya cukup lelap namun dia merasa tidak sendiri. Ara mengedarkan pandangan terkejut ada sosok yang sedari tadi dia hindari.
“ Sudah bangun hmm?”
Ara bangun dari tidurnya dan menatap ke arah Sagara, Sagara sendiri sangat rindu muka bantal Ara yang baginya begitu menggemaskan itu.
“ Kenapa kamu bisa ada di dalam sini? bukankah aku sudah mengunci pintu rumah?”
Sagara mengambil kedua tangan Ara dan mengecupnya, “ Apa kamu sedang cemburu padaku?
Pake nanya lagi jelas saja siapa yang tidak marah melihat pasangannya diucap bahkan sampai ke hal yang intim hanya saja Ara memilih diam pasti wanita bernama Alice itu sudah berkata yang tidak-tidak.
“ Kenapa tidak menjawab?”
“ Kalau aku tidak cemburu apa kamu merasa tenang?”
“ Justru aku suka kalau kamu cemburu sekarang aku akan ceritakan semuanya supaya kamu tidak marah seperti ini lagi tapi apa bisa sambil peluk? aku lelah sekali belakangan ini selain banyak pekerjaan juga ada banyak yang mesti diurus.” Sagara tidak menyebutkan secara spesifik tentang apa yang dia urus padahal jika Ara tahu bisa saja wanita itu marah karena tidak dilibatkan hanya saja Sagara mau semuanya cepat dan tepat paling tidak hanya sampai akad saja karena setelah itu dia akan serahkan pada Ara soal wedding dream impian wanitanya itu.
Ara bangkit dan membaringkan tubuhnya Sagara pun mengikutinya, untuk pertama kalinya setelah lima tahun berpisah keduanya berada dalam satu adegan dimana saling memeluk ingat just cuddle karena keduanya terutama Sagara memutuskan akan melakukannya setelah sah menikah.
“ Aku dulu berteman dengan Alice ketika SMA dan siapa yang tidak terpesona dengan ketampananku di masa dulu maupun kini.”
Hm mulai deh narsisnya.
“ Intinya dia terobsesi melakukan apapun hingga pada suatu hari ketika kuliah di luar negeri aku pulang untuk sekedar liburan berkumpul sama teman SMA Alice datang dan kami bersama lalu dia menjebakku seolah kami melakukannya, dia memeras dan mengancam akan menyebarluaskan video dan foto kami makanya aku memberikan uang rupanya dia gunakan untuk membuka usaha catering meneruskan milik orang tuanya lalu aku memutuskan untuk tidak menemui lagi aku bisa katakan hal itu karena memang aku sudah mempunyai bukti tapi aku tidak mau memperluas masalah dan menganggap uang tersebut sebagai buang sial tapi sepertinya dia masih sangat percaya diri kalau dia kira aku tidak tahu apapun.”
“ Aku kesal dengan ucapan dia yang katanya bermalam sambil saling menyebut.”
Sagara mendengus, “ Selama aku berkelana hanya kamu yang mampu aku panggil ketika klim*ks.”
Sial ucapan frontalnya membuat Ara bersemu merah.
Tak ada yang dilakukan oleh keduanya hanya saling memeluk dan bercerita lebih kepada Sagara yang membuka semua kartu Asnya namun herannya meski banyak minus tapi tetap narsis bilang dia tampan meski sebenarnya memang benar kalau dia memang tampan.
“ Masa lalumu padahal lebih banyak sedangkan aku bahkan hanya Alen dan Satria saja kamu seperti itu.”
“ Karena bagiku kamu wanitaku dan tidak ada yang boleh menyentuhnya.”
“ Ya,, ya terserah tuan muda sajalah.”
Sagara tertawa sedang Ara memanyunkan bibirnya hei itu sangat membuat Sagara ingin menyergapnya.
Ara terus saja bergerak bahkan kakinya tak sengaja menyentuh sesuatu yang membuat Sagara bertegangan tinggi.
__ADS_1
“ Ra..”
“ Hmm…”
“ Bisa kamu anteng sebentar?”
“ Kamu yang menggelitik bagaimana bisa aku diam seperti kemauanmu.”
“ Jangan kau teruskan.”
“ Memangnya kenapa?”
“ Little baper udah lima tahun tidak dimanja kamu.”
Ara memerah apalagi membawa nama little sial otak sucinya mulai terkontaminasi hal berbau mes*m lagi.
*****
“ Iya sayang mami sama papi lagi di rumah kita nnati sebentar lagi mami pulang mau dibawakan apa hmm?”
“ Mau ice cream boleh mami? aku dapat star besar loh.”
“ Oke hanya itu?”
“ Ya mami cepat pulang.”
Ara mematikan sambungan teleponnya di loudspeaker, Sagara sedang mandi sepertinya dia butuh pelepasan sendirian di kamar mandi, Ara memutuskan untuk ke dapur membuat camilan karena masih ada stock makanan frozen yang masih ada di freezer.
Saat Ara sedang menyiapkan makanan, suara ketukan pintu terdengar dan Ara langsung melangkah menuju keluar ada sekuriti komplek berkunjung.
“ Ya pak ada apa?” Tanya Ara kepadanya.
“ Maaf bu seminggu lalu ada seorang pria mengaku kerabat ibu bernama Satria memberikan ini.” Sekuriti tersebut memberikan sebuah amplop coklat.
“ Ini buat saya pak?”
“ Iya bu.”
“ Makasih pak.”
Ara menutup pintu dan membuka amplop tersebut isinya sebuah debit dan surat, debit ini Ara cukup kenal karena itu adalah debit yang pernah Satria kasih.
Dear Ara.
Kalau kamu melihat surat dariku maka aku sudah pergi jauh, aku mau mengembalikkan barang yang seharusnya milikmu sudah aku periksa dan isinya cukup banyak tapi tenang saja aku tidak gunakan sepeserpun karena aku tahu uang ini adalah hasil kerja kerasmu kepada si brengsek ini.
__ADS_1
maaf kemarin aku lupa mengembalikan, jika kamu membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk menghubungi nomorku tidak akan aku ganti sampai kapanpun, selamat tinggal dan jaga dirimu baik-baik bahagia selalu,’
Satria
Suara langkah kaki membuat Ara dengan cepat membuang surat tersebut dan debitnya dia masukkan ke dalam kantong saku.
“ Loh kok disini?”
“ Ah ya tadi ada tamu nanya ada orang tidak takut ada maling.”
Sagara hanya mengangguk-anggukan kepalanya sedangkan Ara menghela nafas dengan kasar dan kembali duduk di meja makan.
“ Kamu bisa makan itu hanya ada itu di kulkas.”
Sagara langsung melahapnya, memang dirinya lapar karena belum makan.
“ kamu nggak makan?”
“ Aku sudah kenyang.”
Sagara menganggukan kepalanya sambil kembali melahap makanan tak lama Sagara usai.
“ Mau pulang jam berapa?”
“ Jangan terlalu lama anakku sudah protes minta secepatnya pulang.”
“ Hei dia juga anakku.”
Ara ingin mengembalikan sesuatu, “ Em mas bisa kita bicara sebentar?”
“ Bicara saja kita dari tadi juga sudah bicara kan, ingat komitmen kita bukan kalau kita akan terbuka satu sama lain?”
Ara menyodorkan sebuah kartu debit yang tadi diberikan oleh Satria tadi, “ Aku mau kembalikan ini perjanjian kita dulu belum selesai sehingga aku seharusnya tidak pantas dapat uang ini.”
Sagara tahu debit yang dia buat untuk membayar Ara sebesar seratus juta rupiah tapi tidak menyangka masih ada debit itu.
“ Uangnya belum aku pakai maksud aku sempat aku pakai untuk membayar semesteran dulu tapi sudah aku ganti dengan uang yang dulu kamu berikan untukku sebagai uang jajan jadi nominalnya masih sama.”
Sagara menerima debit itu lalu menyodorkannya lagi, “ Meski kesepakatan kita belum usai dan kamu kabur tapi keperaw*nan kamu aku sudah nikmati lagipula itu sudah jadi hak kamu.”
“ Tapi aku tidak mau, uang itu mengingatkan aku kepada hal buruk.”
Sagara tampak berpikir, “ Kamu bisa simpan ini, bisa untuk Zayn atau keperluan lain mungkin misalnya ingin berbagi dan sebagainya.”
“ Tapi apakah itu uang….”
__ADS_1
“ Kalau begitu berikan saja kepada orang yang membutuhkan hmm.”
To be continued.