
Sugar Baby Kakak Sahabat part 27.
Hari ini, Ara sudah berada di kampus, setelah kejadian pelec*han yang dialami Ara yang dilakukan oleh Sagara, Sagara mengajak Ara pergi healing yang sebenarnya jika hari sebelum insiden keduanya hanya terus berada di hotel namun setelah insiden Sagara mengajaknya wisata dan cukup membuat Ara terhibur.
Liburan usai saatnya Ara kembali melakukan aktivitasnya, Ara yang ketika baru tiba di Jakarta langsung mengaktifkan ponselnya yang sengaja ia nonaktifkan langsung diserbu panggilan tak terjawab mendominasi dari Alen dan selebihnya grup kampus namun ada juga Sita yang bertanya kepadanya apakah dirinya ada waktu untuk hangout bersama.
Mata Ara fokus kepada pesan yang Alen kirim jika Ara banyak berubah dan sedikit menutup akses dengan Alen padahal bagi Ara, pria itu sedang sibuk dengan dunianya sendiri dan Ara pun tak mempermasalahkannya namun kenapa sekarang seorang Ara yang egois dan berubah? Memang Ara akui dirinya sedikit berjarak selain karena memantaskan diri, ini permintaan Sagara.
Mengingat Sagara yang cemburu dengan Alen yang notaben adalah adik sendiri, Ara jadi bingung sebenarnya Sagara itu menganggapnya apa? Tidak mungkin rasanya hanya menganggap dirinya sebagai sugar baby jika dia cemburu atas kebersamaan dengan Alen bukan?
Tidak, Ara tidak boleh berpikir jika Sagara memiliki rasa kepadanya karena ia sadar kalau Sagara telah membelinya dengan uang, Ara menghela nafas dia memutuskan untuk masuk kedalam kelas karena pembelajaran akan segera dimulai.
Alen yang tadi melihat Ara masuk kelas, memutuskan untuk menunggu karena kelasnya masih sekitar satu jam lagi, Alen memainkan laptopnya mendesain gambar yang sedang menjadi projectnya.
" Kak Alen."
Jean memanggil pria yang rambutnya sudah sedikit gondrong itu dan mengisi hatinya beberapa waktu ini, Alen hanya menatap tanpa suara kemudian melanjutkan apa yang sedang dia lakukan.
Jean duduk disebelahnya sambil memainkan ponselnya.
Ara keluar tak tahu jika di selasar dekat kelasnya ada Alen dan juga Jean.
" Ara."
Ara sedikit terkejut niat mau bersembunyi di perpustakaan untuk menghindari Alen malah bertemu jika sudah seperti ini Ara harus menyapanya dan pasti dia akan bertanya soal dirinya yang tidak mengaktifkan ponselnya.
" Hai." Ucap Ara sedikit kikuk karena gugup.
__ADS_1
Alen menutup laptopnya dan memeluknya menghampiri Ara yang seketika melupakan Jean yang sudah berada disebelah Alen.
Jean mendengus tapi dia menatap dua insan manusia yang menurutnya fre*k, sama-sama suka hanya saja saling gengsi itu dari kacamata Jean.
Jean sendiri tahu Ara mencintai Alen karena dari kacamata pribadinya, jika Alen tidak mencintainya maka ketika Ara dilabrak oleh para mantan Alen dia akan berontak atau paling tidak marah dan kalau Alen jangan ditanya dirinya tahu ketika mulai dekat dengan pria tersebut.
Entahlah apakah Jean benar-benar menyukai Alen atau hanya sekedar obsesi tapi yang jelas Jean cukup peduli dengan Alen.
Sedangkan Alen, ketika merasa Ara ingin menghindar, Alen menarik tangan Ara ke sebuah tempat yang cukup sepi tepatnya berada di taman belakang bangunan fakultas karena Alen merasa ini harus diselesaikan secepatnya.
" Ra."
Ara menatap Alen, dari wajahnya Ara tahu jika Alen marah padanya namun dia berusaha tenang agar tak menimbulkan masalah baru.
" Kenapa?"
" Gw ngerasa Lo banyak berubah dan ada banyak yang Lo sembunyiin."
Ara gelapan, tak menyangka Alen akan mengatakan hal demikian, lalu Ara harus apa?
" Kamu kenapa bilang begitu sama aku?"
Alen mengumpat dalam hati, dia ingin tahu ada apa dengan Ara-nya.
" Jawab jujur sama gw, Lo kemaren izin kemana selama tiga hari? Terus Lo sebenarnya dapat uang kuliah dari mana? Karena Tante Dian kemarin ada bilang kalo dia belum bayar uang kuliah dan selama ini Lo dapat uang dari mana buat biaya hidup? Oke maksud gw bukan untuk meragukan tapi lihat Lo seperti ini gw ngerasa ada hal yang Lo sembunyiin."
Tenggorokan Ara tercekat mendengar yang dikatakan oleh Alen, dia sudah mulai curiga.
__ADS_1
" Jawab Ra, Lo dapat uang dari mana?"
Ara menunduk kebawah memainkan jarinya gelisah dia tak memiliki jawaban atas pertanyaan Alen sedang Alen mencoba berpikir positif jika Ara tidak akan melewati batas hanya karena uang dia tahu Ara seperti apa dan Alen terus meyakinkan dirinya.
-
Sagara sedang berkutat dengan pekerjaannya, ada banyak yang harus diselesaikan apalagi ditinggal dua hari ke Bali maka ya sekarang dia coba selesaikan.
Menatap ponsel ada pesan jika papanya akan ke kantor besok, Sagara sedikit terkejut namun dia tak mau memikirkan hal yang belum pasti.
" Ara tumben belum kabarin balik jam berapa."
Sagara mencoba menelepon namun tidak diangkat mungkin saja Ara masih ada kelas jadi Sagara memilih mengirim pesan pada Ara.
" Besok aku jemput ya, sekarang libur dulu."
Sagara memiliki banyak pekerjaan dan tak mau Ara sampai menunggunya biarlah Ara libur dulu.
Sedangkan Ara, dia merasa lega aman dari Alen, mungkin semesta tahu jika Ara sedang tidak baik-baik saja, telepon dari salah satu temannya jika kelas salah satu mata kuliah sudah mau mulai, Alen mengumpat tapi tak bisa menahan Ara dan akhirnya Alen pergi dari taman.
Jean yang menyaksikan pertengkaran pun juga memilih pergi, dia tidak mau ikut campur meski ingin hanya saja sadar diri siapa dirinya.
To be continued.
doble up yeaayy 👏👏👏
tipis-tipis menuju ******* ygy.
__ADS_1