
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 21.
Sagara baru saja datang sesuai janjinya dengan sang putra jika dia akan datang setelah selesai dengan pekerjaannya.
" Anak papi sudah makan?" Mengingat waktu sudah menunjukan pukul 19.00 malam.
" Sudah papi, papi tidak bareng sama mami?"
Sagara mengernyitkan dahinya, " Mami belum pulang?"
Tak lama suara Ara datang membuat kedua orang berbeda generasi tersebut melihat kedatangan Ara dan Ara cukup terkejut karena Sagara ada di dalam sana.
" Mami…"
Zayn menghampiri Ara dan memeluk juga mencium maminya itu.
Ara memang sudah sepakat dengan hatinya untuk menerima apapun yang Sagara lakukan dalam hal urusan Zayn karena sudah hafal betul bagaimana kerasnya Sagara jika dilarang namun Ara harus tetap menjaga hati agar tidak jatuh ke tempat yang sama.
Ara sudah bertekad untuk tidak membuka hatinya lagi tapi tidak ada yang tahu bagaimana kedepannya bukan?
" Kamu kok baru pulang?"
Zayn kembali duduk disebelah Sagara menyelesaikan permainan puzzle yang belum lama ini dibelikan oleh Sagara.
" Kemarin aku pulang masih pagi, jadi kerjaanku numpuk makanya aku selesaikan hari ini juga."
" Kamu bisa keluar dari pekerjaanmu dan fokus mengurus Zayn, aku akan membiayai kalian berdua."
Ara menghela nafas dengan kasar ini yang paling Ara benci dari Sagara yang otoriter tanpa memandang dari sudutnya.
" Sudah aku katakan aku kerja butuh uang untuk biaya hidup aku, lagi pula juga aku sudah membebaskan kamu melakukan apapun yang berkaitan dengan Zayn sebagai bentuk pertanggungjawaban kamu terhadap Zayn bukan berarti kamu juga bisa melakukan itu sama aku, kita dua orang yang berbeda tanpa ikatan hanya ada Zayn sebagai pengikat."
" Yasudah kalau begitu ayo kita menikah semudah itu yang perlu kita lakukan agar semuanya mudah."
Sudah cukup Ara sudah lelah bekerja dan dia tidak mau debat kusir dengan ayahnya Zayn itu.
*****
Sagara pamit undur diri setelah menidurkan Zayn yang mendadak minta ditemani Sagara sambil membaca beberapa buku cerita Zayn.
Melihat Ara yang belum keluar kamar dan hanya ada Dewi yang memainkan ponselnya di ruang tamu.
" Ara belum keluar?"
" Belum pak, sepertinya sudah tidur."
Sagara menganggukan kepalanya, " Apa dia sering pulang telat?"
__ADS_1
" Selama di Jakarta baru malam ini pak."
Oke Sagara kalah dia tidak bisa mencari kesalahan Ara, saat ini dia harus bekerja sama membuat kubu dengan Zayn agar Ara mau kembali bersamanya.
" Saya pamit ya, salam dengan Ara oiya saya mau memberikan susu untuk Zayn kebetulan ada di dalam mobil."
" Pak Sagara tahu susunya mas Zayn?"
" Tahu, Ara pernah bertemu dengan saya dan meninggalkan susu Zayn yang terjatuh."
Dewi dan Sagara menuju keluar dimana mobil Sagara berada, Zayn diberikan susu sebanyak satu dus harganya yang cukup mahal untuk Ara tapi bukan apa-apa untuk Sagara.
" Ini banyak banget pak."
" Biasanya satu bulan berapa kaleng?"
" Sekitar 3 kaleng pak, karena mas Zayn untuk makan memang tidak terlalu banyak."
Satu dua berisi 24 kaleng maka cukup untuk delapan bulan.
" Gapapa saya masih mampu membelinya lagi nanti katakan saja jika kurang."
Dewi rasa ayahnya Zayn memang benar orang kaya, bahkan sebelum pamit Dewi diberi uang satu juta awalnya Dewi menolak tapi Sagara mengancam akan memecat Dewi jika menolak pantas saja majikannya begitu menjaga jarak.
" Sudah pulang dia?"
" Sudah Bu."
" Mas Zayn dari papinya."
Ara hanya menggelengkan kepalanya semoga exp belum selesai ketika susunya belum habis.
*****
Hari ini hari Sabtu, Satria mengerang merasakan kepalanya pusing akibat alkohol semalam, padahal dia hari ini sudah berencana akan mengunjungi Ara dan Zayn untuk mengajaknya pergi kemanapun.
" Sial kepala gw pusing banget."
Satria bergegas menyadarkan pikirannya dengan berendam air dingin dan minum teh hangat, satu jam selesai karena Hangover yang dirasakan cukup membuatnya sulit.
" Argh kenapa juga gw pake tipsy segala."
Satria bergegas menuju ke arah rumah Ara, hari Sabtu pagi jalanan Jakarta belum begitu ramai.
Sampai di depan rumah Ara ada sebuah mobil hitam yang sudah Satria tegak ayah kandungnya Zayn datang bertandang semakin berani Sagara mendekati Ara itu.
" Gw nggak boleh kalah kali ini."
__ADS_1
Rencana dia sudah susun meski pikirannya kacau, Satria masuk dan melihat Zayn juga Sagara dengan pakaian yang sama sedang bermain Lego.
" Daddy.."
Pekikan Zayn membuat Sagara menoleh rival abadinya datang dan wajah Sagara berubah jadi tak santai.
Sagara bangkit dan bersedekap, " Mau ngapain Lo kesini?"
" Ketemu sama anak gw." Jawab santai Satria namun membuat Sagara tak santai.
" Zayn sekarang udah ada bapak kandungnya jadi gw rasa kehadiran Lo udah nggak dibutuhkan lagi."
Satria menatap remeh Sagara dia tahu Sagara orang yang gampang tersulut emosi harusnya itu mempermudah Satria dalam melawan Sagara.
" Oh ya? Terus Lo kemana aja selama ini bapak kandungnya hah? Disaat Zayn baru saja dilahirkan, dimana saat Zayn masuk rumah sakit karena bilirubin meningkat karena lahir ketika musim hujan, dimana saat Zayn sakit tipes dan masuk rumah sakit, dimana saat maminya Zayn sakit karena ketika dirinya habis dilecehkan seseorang yang sangat diyakini bisa membantunya disaat dia terpuruk tapi dengan sengaja justru malah memberi luka dimana Lo selama ini."
" Anj*ng, kalo aja Lo nggak ngumpetin Ara dan Ara datang buat meminta pertanggung jawaban, gw pasti akan ada disaat itu, jangan Lo kira gw nggak tahu kalau Lo terlibat atas menghilangnya Ara, selain karena niat menolong, Lo adalah salah satu penyumbang atas apa yang gw lakuin dan obsesi Lo yang belum terwujud itu seolah menggambarkan betapa menyedihkannya Lo itu dan kita itu sebenarnya sama, sama sama menyedihkan." Sagara juga tidak mau kalah dengan Satria yang menyudutkan.
" Ash*le, tahu apa Lo soal gw bangsat?"
" Lo kira gw gak tau kalo Lo juga suka sama Ara?"
Satria tertawa menyeringai, " Yes of course dan sebentar lagi gw bakal buat Zayn junior biar bisa ambil Ara dari Lo secara paksa."
Bugh…
Sagara memukul wajah Satria dan terhuyung, percayakah jika saja ada yang mendengar ucapan Satria mungkin akan menganggap sebagai omong kosong tapi bagi Sagara ucapan Satria seperti ancaman untuknya.
Satu pukulan.
Dua pukulan.
Bahkan keduanya mau sudah hampir babak belur, Ara yang tidak tahu jika ada Satria karena dia sedang berada didalam kamar pun keluar mendengar suara baku hantam.
" Wi didepan ada apa kok seperti ada yang berantem?"
" Mami…"
Zayn mendekati Ara yang sudah terlihat segar, " Di Depan ada papi sama Daddy tadi Zayn diminta buat masuk."
Ara mem bola, pasti keduanya ribut, " Wi tolong ajak Zayn masuk kamar, nak kamu masuk dulu ya biar mami lihat Daddy sama papi."
" Emang kenapa? Kok Zayn disuruh masuk? Zayn kan juga mau lihat?"
" Nanti aja ya nak, anak baik nurut sama mami."
Jika sudah berkata demikian, Zayn pasti menuruti ucapan maminya, Dewi dan Zayn masuk kedalam kamar dan Ara langsung melihat ke depan, dugaannya benar Sagara dan Satria baku hantam.
__ADS_1
" Berhenti atau kalian tidak boleh datang menemui Zayn lagi."
To be continued.